
Suasana rumah Ray mendadak sangat ramai setelah kepulangan istrinya dan bayi comel mereka. Hampir setiap hati kedatangan tamu, dari teman, kerabat, keluarga, saudara jauh berkunjung ke kediaman mereka memberikan selamat dan doa ucapan kebaikan untuk kelahiran anak pertamanya.
Begitu pun dengan Ray begitu sibuk dengan kegiatannya, ia masih tetap menyempatkan waktunya untuk keluarga. Apalagi Rania baru saja melahirkan, butuh perhatian yang lebih dan support yang real untuk istrinya.
Hari ini keluarga Ray mengadakan aqiqahan untuk putra mereka. Selain mengundang keluarga dan kerabat keluarga besar juga mengundang warga yang tinggal tak jauh dari rumahnya.
Rania yang pagi itu sudah bersiap dengan gamis berwarna putih gading, senada dengan pakaian muslim Ray, terlihat begitu anggun dan sopan. Menggendong putra mereka yang nampak terlelap damai.
"Masya Allah ... cantiknya mamanya Juan, love you deh sekebun tomat Pak Camat."
"Emang Pak Camat punya kebun? Ngarang banget kamu, Mas," ujar Rania tak setuju.
"Terserah deh, suka nggak suka, ngarang juga perlu imajinasi biar tercipta ekslarasi perpaduan kata yang sempurna."
"Udah ditungguin Pak Ustadz, Mas, acaranya mau mulai, cepetan gantinya!"
Ray bergegas menemui tamu undangan yang hadir. Semua nampak bersuka cinta menyambut baby Juan. Orang tua muda itu saling melempar senyum dan candaan kala teman, kerabat, yang datang memberikan selamat plus ocehan yang menggelitik perut.
Sebut saja orang pertama Raka, atau teman sejawat di rumah sakit.
"Seharusnya mengundang diriku saat proses adaptasi Juan jadi kecebong premium biar makin ramai, kalau sekarang udah beneran hafal luar dalam."
Sesama dokter itu ternyata sering melempar jokes mentahan Baginya kadang yang dianggap orang lain tabu pun, sama sekali tidak berlaku. Mungkin dari mereka terlampau sering menangani anatomi tubuh manusia yang beragam. Jadi pastikan yang spesial di rumah. Jangankan pindah haluan, bahkan yang lainnya pun tak nampak di matanya.
"Juan, semoga menjadi anak yang sholeh ya Sayang, berbakti pada orang tua, dan bermanfaat untuk sesama. Sukses dunia dan akhirat," ucap salah satu kerabat yang datang memenuhi undangan.
"Aamiin ... terima kasih sudah datang," jawab Ray dan Rania kompak.
__ADS_1
Acara pun dibuka oleh pembawa acara dengan mengucapkan salam serta selamat datang bagi tamu undangan. Lalu berlanjut
pembacaan Ayat Suci Alquran. Semua tamu nampak mendengarkan dengan khusuk.
Setelahnya sambutan di isi oleh Rayyaan selalu sohibul bait dari acara tersebut. Tentunya memberikan ucapan terima kasih pada semua tamu yang datang dan memohon doa untuk putra mereka, serta dipungkasi sepatah dua patah permohonan maaf apabila selaku manusia dan sebagai tuan rumah banyak salah, serta dalam penyampaiannya kurang sopan.
Usai menutup dengan salam dan harapan kebaikan, Ray kembali menyerahkan pada pembawa acara. Tibalah acara puncak yaitu pencukuran rambut bayi yang dilakukan oleh seorang Ustadz yang telah ditunjuk. Sebelumnya diiringi dengan doa dan sholawat. Baru selanjutnya pengajian dan jamuan yang telah tersedia untuk para tamu.
"Alhamdulillah ... acaranya berjalan lancar," ucap Ray penuh syukur. Membuai putranya dalam gendongan ibunya. Setelah mencium-cium Juan dengan gemas, giliran ngusilin istrinya sun-sun sayang.
"Mas ... geli tahu, ya ampun ....!"
"Gemes banget nggak sih punya kalian berdua."
"Jangan diusilin Mas, biarin tidur dulu."
"Aku kasih ke Suster dulu Mas, aku juga lapar," ujar Rania berjalan mencari suster di dapur tengah bergabung dengan mbok Ijah.
"Sus, titip Juan, tolong bawa ke kamar saja, aku mau siapin makan buat suamiku dulu," ujar Rania. Suster sigap mengambil alih bayi mungil itu dari gendongan ibunya. Terlihat bobok nyenyak lalu membawanya ke kamar.
Rania sendiri berjalan ke meja makan, menemui Ray yang sudah menunggu.
"Maaf Mas, kamu sampai telat gini," sesal Rania merasa kurang pas. Seharusnya ia tetap memprioritaskan suaminya di tengah kesibukan dirinya sebagai ibu baru.
"Santai aja kali, Dek, kamu juga belum makan. Pasti capek banget kan ngurusin ini itu."
"Iya sih, tapi seneng, baby Juan juga tambah gede tambah pinter, sehat dan lucu. Itu tuh kaya booster tersendiri buat seorang ibu."
__ADS_1
Rania lekas mengisi piringnya dengan beberapa menu yang tersaji di meja.
"Makan Mas!" seru ibu dari satu anak itu.
"Bareng aja, Dek, pengen sepiring berdua," ujar Ray merasa rindu moment itu.
"Owh ... oke deh, menunya aku tambahin sama nasinya sekalian."
Rania kembali memperbanyak porsinya. Satu piring berdua, Ray menyuapi Rania dan Rania bergantian menyuapi Ray. Terlihat begitu sweet, begitulah caranya mereka quality time di tengah padatnya kegiatan.
"Nggak tahu kenapa, makan dari suapan tangan kamu itu nikmatnya dobel," ujarnya jujur.
"Bisa gitu ya Mas, lagi pengen dimanja ya."
"Hooh, kangen, tapi ya sabar ... masih jauh. Bawah perboden, atas dibooking dedek, jadi gemes sendiri. Hehe. Kalau nanti malam bikin bintang aja boleh nggak? Demi kesejahteraan bersama."
.
TBC
Kring2 author punya cerita baru gaes kepoin ya ....
"Pengantin Pengganti CEO Arogan"
Mampir ya ....
__ADS_1