Terjerat Pesona Dokter Tampan

Terjerat Pesona Dokter Tampan
Part 99


__ADS_3

Di kediaman keluarga Albiru Rasdan, nampak sedari pagi sudah terlihat ramai. Baik Rania, Mama Inggit dan juga keluarga lainnya. Bangun lebih awal untuk mempersiapkan acara spesial hari ini. Rumah Eyang Rasdan juga sedari sore kemarin sudah disulap dengan riasan pengantin yang cukup indah, walaupun masih terbilang sederhana untuk ukuran keluarganya yang notabene dari kalangan berada. Maklum untuk hari ini hanya mengundang tamu kerabat, dan sahabat dekat saja. Resepsi akbar akan dilaksanakan setelah Rania rampung koas.


Saat ini Rania sedang dimake up oleh MUA kenamaan yang dihadirkan khusus oleh Bu Wira. Pokoknya calon mertuanya itu begitu teliti dan juga sangat ingin terlihat sempurna. Jelas saja ini acara yang sangat penting, melihat putra satu-satunya akhirnya menikah setelah perjalanan panjang dengan segala problematika yang pernah ada membuat Ibu dari satu anak itu menangis bahagia untuk hari ini, terharu.


"Bismillah, siap sayang," ucap Bu Wira memberi semangat untuk anaknya.


"Insya Allah siap, Mah," jawab Rayyan dengan mantab.


Keluarga besar bertolak ke rumah mempelai wanita pagi itu sekitar pukul sembilan. Acara ijab qobul akan dilaksanakan siang hari ini. Semua perlengkapan dan surat dokumen untuk pernikahan sudah siap, kedua mempelai pun sudah berada di dalam majlis yang sama. Yaitu di kediaman rumah mempelai perempuan.


Keduanya belum dipertemukan secara langsung, duduk agak berjauhan di tempat yang berbeda namun bisa melihat dan mendengar dengan jelas dalam radius posisi keduanya.


Rania sudah selesai make up sedari tadi, gadis itu sibuk membaca doa kebaikan selagi calon suaminya mempersiapkan ijab qobul di depan para saksi dan pak penghulu.


"Semua dokumen sudah lengkap ya? Sudah siap Mas Rayyan?" tanya Pak penghulu basa-basi.


"Insya Allah siap Pak!" jawab Rayyan sangat yakin.


Semua sudah duduk di kursi istimewa yang diperuntukkan untuk mempelai berdua, ayah keduanya, dan juga para saksi yang akan menjadi saksi nyata perhelatan janji suci mereka.


Acara dibuka oleh seorang pemandu acara kenamaan, dengan pembukaan pembacaan ayat suci Al-Quran yang begitu damai didengar. Semua nampak khusuk menyimak. Setelahnya dilanjutkan dengan khutbah nikah yang dibawakan oleh seorang Ustadz, terkhusus untuk calon pengantin.


"Semoga keberkahan, kebaikan, kemudahan, keridhoan Allah dan orang tua senantiasa menyertai kehidupan pernikahan kalian ananda Rayyan dan Rania."


Semakin mendekati acara inti, dan semakin pula deg degan yang dirasakan keduanya. Rayyan dan Rania tentu mempunyai frekuensi yang sama, walau Rayyan terlihat begitu sangat tenang dan siap, namun di sisi lain Rania sungguh waswas. Bahkan ia hanya bisa menunduk dengan sibuk berdoa, semoga semuanya dilancarkan.

__ADS_1


Jantungnya semakin berpacu dengan cepat kala pria itu menjabat tangan Papa Al dan mengucapkan kata ijab qobul. Dalam sekejab kata sakti itu telah merubah statusnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Isyana Rasdan binti Albiru Rasdan untuk diri saya sendiri dengan mas kawin tersebut dibayar, tunai!"


"Sah?"


"SAH!"


"Sah!" jawab para saksi


"Alhamdulillah, barakallahu laka wa baraka alayka wa jama'a baynakuma fill khayr."


Ijab qobul baru saja diikrarkan dengan satu tarikan napas dan kini Rania Isyana Rasdan dan Rayyan Akfarazel Wirawan telah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Mudah-mudahan Allah memberkahi kalian, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."


Bibirnya tak henti membuat lengkungan tipis, meraih tangannya untuk yang pertama kali setelah sah, menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya. Lalu Rania mencium punggung tangannya dengan takzim. Tepat saat itu, Rayyan menyematkan doa kebaikan di atas ubun-ubunnya lalu meraih keningnya. Mencium istrinya yang pertama kali setelah halal.


Tak lupa adegan penting itu diabadikan kang foto, dan juga kamera ponsel para hadirin yang berbahagia menjadi saksi pernikahan mereka.


Setelahnya, pasangan baru itu saling menandatangani surat nikah dan kelengkapannya. Baru keduanya bergandengan tangan dengan satu tangannya mengangkat buku nikah tersebut untuk diabadikan dalam dokumen foto pernikahan.


Satu persatu memberikan selamat atas pernikahan mereka. Semua orang yang hadir begitu sumringah, memberikan doa kebaikan. Duduk di kursi pengantin, menyambut para tamu, tetangga kerabat, dan sahabat yang datang secara khusus untuk memberikan selamat untuk mempelai berdua.


Acara jeda sebentar, karena bertepatan dengan kumandang adzan dzuhur tepat hari jumat. Terkhusus untuk kaum laki-laki bergegas menuju masjid terdekat untuk mengikuti sholat jumat berjamaah.

__ADS_1


"Dek, aku ke masjid dulu ya, assalamu'alaikum ....!" pamit Rayyan pada wanita yang baru sekitar satu jam yang lalu menjadi istrinya.


"Iya Mas, hati-hati," jawab gadis itu melempar senyum.


Kebetulan Rania sedang tidak sholat jadi perempuan itu duduk-duduk saja menanti suaminya pulang dari sholat jum'at. Masih dengan pakaian yang sama, baju pengantin dan semua aksesorisnya.


Hingga sore hari walaupun tidak banyak mengundang namun secara khusus pria itu memberitahu sahabat-sahabatnya. Tak terkecuali juga Raka teman sejawat di rumah sakit yang nampak shock mengetahui fakta sahabatnya akhirnya melepas masa lajangnya dengan anak koas didikannya.


"Cie ... kalian jatuh cinta pas Rayyan jadi konsulennya ya?" tebak Raka sok tahu. Pria itu sembari menggendong anak tunggalnya yang belum genap dua tahun.


"Semoga cepat nyusul ya Bro, biar si ganteng comel ini punya mama baru," jawab Rayyan sembari menoel pipi bocah kecil itu.


"Tadinya aku mau tepe-tepe sama Rania loh, eh nggak tahunya Mas Rayyan main serobot," seloroh Raka jujur sekali.


Rania dan Rayyan hanya tersenyum menanggapi itu. Dokter Raka memang humoris dan humble, pernah satu tim jaga dan Rania sangat senang dan berempati padanya.


"Ra, boleh juga dong, kenalin dengan siapa gitu, teman kamu mungkin," seloroh Dokter Raka mengerling.


"Siap Dok, siap! Yang single ya?" jawabnya dengan senyuman ramah.


Sore harinya terlihat satu persatu secara tidak bersamaan, datang sahabat-sahabat dari Rayyan. Rayyan memang secara khusus mengundang sahabat-sahabatnya saja sekalian mengabarkan berita bahagia ini, bahwa dirinya bukanlah jomblo lagi alias sold out.


"Ya ampun ... mantan terindahku akhirnya married juga, selamat menempuh hidup baru kawan. Aku bahagia atas bahagia kamu. Selamat ya!" ucap Disya ditemani Sky. Mereka berdua datang yang paling pertama di antara teman-teman lainnya.


Disya memeluk Rania dengan haru, "Selamat ya, semoga kalian bahagia selalu," bisiknya tulus.

__ADS_1


"Kalau sama kamu, jangan pelukan deh, takutnya suamiku pulang dari sini ngambek. Jadi kita salaman aja ya. Hehehe." Disya nyengir sendiri menyalim mantan terindahnya yang kini tengah berbahagia.


Sky mengikuti setelah istrinya, kedua sahabat itu saling memeluk dengan memberi semangat dan doa kebaikan untuk sahabatnya. Tak lupa mereka mengabadikan foto bersama.


__ADS_2