Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 10


__ADS_3

Krrriiiiiggg.........


Suara alarm berbunyi nyaring bersamaan dengan kumandang adzan subuh memeka kan telingaku,membangunkan ku dari tidur yang hanya baru tidur beberapa jam yang lalu, ya pukul 02:45 aku baru tertidur


"oh ya ampun mataku tak mau terbuka, hooaammmmm...." dengan mata yang setengah terpejam juga nyawa yang belum terkumpul ku langkahkan kedua kakiku dengan malas ke kamar mandi untuk membasuh muka dan berwudu tentunya


Ku tunaikan shalat subuh setelahnya seperti biasa aku mengurusi rumah,masak juga tak ku abaikan si kecil Febry adikku


Pagi ini jadwal ibu untuk periksa lagi setelah sebulan yang lalu ke rumah sakit,tapi seperti yang dokter di rumah sakit waktu itu katakan untuk datang saja ke klinik anaknya dokter Intan praktek


Seperti biasa aku menitipkan Febry pada Ifel


"maaf dok,jadi merepotkan dokter" kata ibu setelah diperiksa dan menerima obat yang di titipkan dokter di rumah sakit kepada dokter intan yang tak lain adalah anaknya itu


"tak apalah Bu, lagi pula bener kata papa saya jarak dari rumah ini ke rumah sakit sangat jauh butuh satu jam perjalanan itu pun kalau lancar di jalan nya kalau enggak bisa lebih dari satu jam nanti "tutur dokter intan sembari tersenyum


ya ampun senyumnya manis banget ada lesung pipi nya pula,ooh jadi kepengen punya lesung pipi' gumamku dalam hati dengan tak sadar nya ternyata jari telunjuk ku sudah berada di pipiku menusuk nusuk pipiku


Seketika aku langsung kikuk karena ternyata dokter intan memperhatikan ku sambil tersenyum geli entah apa yang di fikirkan dokter cantik itu terhadap ku


"sekali lagi terima kasih ya dokter, saya permisi" pamit ibu setelah selesai pemeriksaan


"Bu kenapa dokter yang di rumah sakit dan dokter intan itu baik sekali sih bu? aneh ga sih bu ?"tanya ku sambil nunggu angkutan umum datang


"kenapa memang nya Nur?" tanya ibu


"ya menurut Nur aneh aja sih,kalau mereka memperlakukan semua pasien yang jarak nya sama jauh kaya kita apa ga bikin riweuh tuh, kan banyak juga pastinya , malah lebih jauh lagi jarak nya "


"hmm....ibu mau cerita tapi kamu janji jangan cerita siapa-siapa termasuk ayahmu"


"apa sih Bu sepertinya rahasia banget?" tanya ku yang penasaran


"sebenernya"


Tiiiiiinnnn......


Angkutan umum alias angkot sudah datang, ibu segera naik disusul aku kemudian , otomatis ibu tak jadi bercerita,biarlah akan ku tanyakan nanti di rumah 'fikirku

__ADS_1


Sesampainya di rumah justru aku malah melupakan apa yang akan ku tanyakan tentang cerita ibu yang tak jadi itu


Nampak beberapa orang tetangga berada di depan rumah


" ada apa ?"tanya ku dalam hati


Ibu pun mengerutkan kening untuk apa para tetangga berkumpul di depan rumah


"akhirnya kalian pulang"kata Bu Rina tetangga kami


"memangnya ada apa ini kenapa kalian berkumpul di sini ?tanya ibu


"begini mbak maryam ...mm...anu mmm" Bu Rina nampak ragu


"Febry hilang "tutur pak Momo suami nya Bu Rina


"APA...!!!"kata ku dan ibu berbarengan


"trus mana Ifel?"tanyaku langsung pergi mencari keberadaan Ifel sedangkan ibu sedang di tenangkan oleh beberapa tetangga yang lain


"sabar nak Nuri sabar...dengarkan dulu penjelasan adik mu ini!" tutur Mak Entin menenangkan ku


"baiklah ayo jelaskan!!!"


"tadi pagi setelah kalian pergi Febry merengek minta di belikan sosis bakarnya mang Oyib,lalu kita pergi ke warungnya mang Oyib tapi di perjalanan"sedikit menjeda kalimatnya menghela nafas kemudian


"ayo lanjutkan"bentak ku tak sabar


" tiba-tiba Febry hilang padahal aku selalu menggenggam tangan nya tak pernah sedikitpun aku melepaskan nya "lanjut nya sambil terisak


"bagaimana bisa hilang sih Fel kalau kamu selalu memegang tangan nya?"tanya ibu yang ternyata sudah ada di belakangku


Entahlah apa yang sebenarnya terjadi bagaimana bisa adik ku bisa hilang tiba-tiba disaat tangannya masih dalam genggaman kakak nya


"Dede kamu dimana hik hik?" kucari di sekitar tempat hilangnya Febry


Ku susuri jalan,menyibak nyibak kan semak semak ,ku panggil - panggil nama nya begitu pun para tetangga yang ikut mencari

__ADS_1


"Dede.....


"Febryyy.....


"Febryyy......


"Febryyy.....dimana kamu de..?"


"hik hik hik.."aku terus menangis sambil terus memanggil manggil nama nya


Sedih,bingung marah semuanya jadi satu


bagaimana ini,kemana aku harus mencari,bagaimana kalau tak bisa di temukan ,bagaimana kalau adikku benar - benar di culik atau malah ditemukan tak bernyawa seperti yang selau di tayangkan di berita berita tv...


fikiran fikiran negatif mulai memprovokasi fikiranku


Tidak itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi pada adikku, adik ku pasti dia baik- baik saja ya dia baik- baik saja' gumamku melawan fikiran buruk itu


.


.


Hingga malam menjelang tak ada tanda- tanda adik ku di temukan,hingga salah seorang warga mengusulkan untuk mencari dengan membawa peralatan seperti kentungan,panci,kaleng dan beberapa perabotan lainnya untuk di pukul pukul sambil teriak memanggil nama Febry


"baiklah ayo kita segera berangkat dan sebagian lagi tetap disini untuk berdoa dan menemani Bu Maryam"sahut pak RT


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2