
.
.
.
Hari ini akhirnya aku sudah di perbolehkan untuk pulang ,ayah sudah menenteng tas yang berisi pakaian ganti ku.
Saat aku dan ayah tengah menunggu angkutan umum,tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti , seseorang nampak keluar dan langsung menghampiri ku.
"sudah di bilang aku akan mengantar mu pulang ,nunggu angkot mau sampai kapan ,lagian nanti di dalam angkot pasti duduk berdesakan ga baik juga kan buat mu ,apalagi kamu baru saja sembuh " cerocos mas Rifki
"tapi kami tak enak pada nak Rifki,sudah biaya rumah sakit nak Rifki yang nanggung,sekarang nganterin kita pulang juga " ucap ayah
"tak apa lah om ,saya juga tidak merasa keberatan sama sekali ,ya sudah yu masuk " ajak mas Rifki seraya membawa tas ku meletakan nya di dalam mobil nya
Mau tak mau aku pun ikut masuk bersama ayah
"silah kan masuk " ucap mas Rifki setelah membukakan pintu depan untuk ku
"makasih" ucap ku lalu aku pun masuk dan duduk di depan ,sedangkan ayah di kursi belakang
Saat di lampu merah tak sengaja aku melihat sosok wanita yang berdiri di pinggir jalan ,ia terus saja menunduk tapi di saat ada beberapa orang melewati nya, wanita itu tiba-tiba saja menghilang.
"loh kemana pergi nya "batin ku
"kau mencariku ?"
aku pun menoleh ke luar kaca setelah mendengar suara itu
"KUNTILANAK........."seru ku
"astaghfirullah halazim..." ucapku kemudian
"kenapa nur?" tanya ayah
"iya ,kamu kenapa ,bikin kaget saja , duh lagi lagi jantung ku hampir copot " ucap mas Rifki sembari mengusap dada nya
"i itu yah " ucap ku dengan menutup wajahku dengan ke dua tangan ku
"sudah lah ,jangan hiraukan , biarkan saja " ucap ayah
"tapi ayah itu wajah nya nempel di kaca ,mana serem ,mata nya juga cuma satu ,kulit pipi nya mengelupas " ucap ku dengan tubuh yang bergetar
"hah ...apa an sih,orang ga ada apa-apa juga " tanya mas Rifki celingukan
tiiiin tinnnn.....
Suara klakson kendaraan bersahutan karena lampu merah ternyata sudah berganti hijau ,namun mobil yang dikemudikan mas Rifki belum juga bergerak.
Mas Rifki pun menjalankan mobil nya , dan aku bisa bernafas dengan lega karena sudah terhindar dari hantu wanita itu.
"kamu tidak apa-apa?" tanya mas Rifki melirik sekilas padaku
"tidak apa-apa ko " sahut ku
"sebenarnya tadi kamu kenapa dan apa ..."
"tak apa ko ,mungkin aku hanya lelah jadi seperti berhalusinasi "dalih ku tak ingin memberi tahu yang sebenarnya
"stop di sini nak Rifki "ucap ayah setelah sampai di depan gapura
__ADS_1
"di sini ?" tanya nya lagi
"iya tinggal jalan kaki sedikit sudah sampai" sahut ku
"ke dalam gapura itu?" tanya mas Rifki lagi
"iya " sahut ku
"ya sudah sekalian saja ,kenapa mesti turun di sini kalau harus jalan kaki" ucap mas Rifki seraya membelokan mobil nya masuk melewati gapura
Dan akhirnya sampai juga kami di depan tempat kerja ayah
"kata nya jalan kaki sedikit sampai ,nah ini lumayan jauh loh ,dekat apa nya ?" gerutu mas Rifki namun tak ku pedulikan ,aku langsung turun di susul dengan ayah.
"jadi kamu tinggal di sini ?" tanya nya kemudian
"hm iya, kenapa memang nya? tanya ku
"di sini kan laki-laki semua ,apa tidak apa-apa kamu tinggal di sini ?" tanya nya lagi
"tidak apa-apa ko ,mereka semua baik ,dan ada beberapa perempuan juga yang tinggal di sini ,yaitu para istri pegawai
"terima kasih ya mas Rifki sudah repot-repot nganterin " ucap ku
"iya tak apa ,tak usah sungkan lah , aku juga bakal kesini tiap hari" ucapn nya
"hah ngapain?" tanya ku terperangah
"ngapelin kamu" ucap nya
"mulai lagi deh " batin ku
"ekhem ,ini mau masuk tidak ,kenapa ngobrol terus?" tanya ayah menegur kami berdua
Terlihat mas Rifki masih berdiri di tempat nya memperhatikan ku
"Alhamdulillah Nuri kamu sudah kembali , kami semua mengkhawatirkan mu " ucap Dedi
teman kerja ayah yang tengah menghamplas lemari , usia nya tak jauh berbeda dengan ku
"makasih bang Dedi, Alhamdulillah aku sudah sehat ,hanya sedikit lemas saja ,kalau begitu saya permisi ya bang Dedi " ucap ku seraya berlalu dari depan bang Dedi
"pak Maman ,tadi si bos nanyain tuh" ucap bang Dedi yang terdengar oleh ku
"mau ngapain?" tanya nya
"tak tahu ,pak Maman samperin saja ke ruangan nya " ucap bang Dedi lagi
"ya sudah kalau begitu " ucap ayah lalu menyusul ku ke kamar
"Nuri,ayah mau menemui bos dulu,ya kamu istirahat saja jangan ngelakuin apa-apa " ucap ayah
"iya yah "sahut ku seraya merebahkan diri ku di kasur lipat
Di saat aku tengah berbaring sambil menonton acara televisi,tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu ,aku pun lantas membuka nya ,namun tak ada siapa-siapa.
"masih siang sudah iseng saja "ucap ku seraya kembali merebahkan tubuhku
Tak terasa aku pun terlelap,namun baru saja aku masuk dunia mimpi ,sebuah suara membangunkan ku ,rupanya sudah masuk shalat dhuhur, aku pun lantas bangkit dan bergegas menuju kamar mandi wanita.
Setelah itu aku pun melaksanakan shalat dhuhur sendirian karena ayah belum kembali dari menemui atasan nya itu.
__ADS_1
"assalammualaikum warohmatullah " ucap ku lalu mengusap wajahku dengan kedua tangan ku
Setelah itu tak lama kemudian ayah datang dengan ekspresi murung
"ayah kenapa?" tanya ku
"heeehh..... Nur , sebenarnya ayah berat sekali kalau harus tinggal jauh dari mu apalagi di kota besar seperti ini " ucap ayah membuat ku mengkerut kan kening
"memang nya kenapa ,ada apa ayah ?" tanya ku
"kata pak bos kamu tidak boleh tinggal di sini ,sebab tak baik kata nya ,karena di sini kebanyakan laki-laki nya ,pak bos takut nanti kamu kenapa napa ,katanya kita kan tidak tahu dalam nya hati orang seperti apa ,takut ada yang berniat jahat padamu " tutur ayah
"terus Nuri harus tinggal di mana ayah ?" tanya ku
"begini saja ,kebetulan hari ini ayah masih ambil libur kerja ,ayah mau cari kos kosan yang dekat kafe ,biar pulang nya ga terlalu jauh " ucap ayah
"sekarang yah ?" tanyaku
"iya ,kamu tunggu sebentar ya ,dan ini makanan buat mu " ucap ayah
"jangan lupa susu nya di habisin" ucap ayah lagi
"iya ,ayah hati-hati" sahutku sambil menyambut tangan ayah menyalimi nya
Sepeninggal ayah ,aku pun meraih bungkusan makanan yang di berikan ayah lalu memakan nya.
Hingga makan ku selesai dan tak terasa aku malah tertidur ....
***
"hah hah hah.......haduh cape sekali ,kaki ku juga lemes banget " keluh ku seraya mengusap keringat yang menguncur deras dari keningku
"mau lari kemana kamu hah hahaha....?'' ucap makhluk berbadan besar dengan telinga yang mengerucut runcing ke atas
"mau apa kamu , pergi !!!" teriak ku
aku tak tahu kenapa tiba-tiba saja aku tak dapat mengingat semua surah dan ayat Al-Qur'an,
Makhluk itu semakin mendekat ke arah ku ,tapi kaki ku seolah tertanam ke dalam tanah ,susah sekali ku gerakan ,aku tak tahu harus bagaimana ,ketika hendak melafalkan surah Al-Baqarah tiba-tiba saja aku tak dapat mengucapkan nya bahkan dalam hati pun sudah sekali,keringat ku mulai membasahi tubuh ku ,jantung ku berpacu dengan cepat ,nafasku semakin sesak saat melihat makhluk itu makin mendekat dan menyentuh ku , ada apa ini ,kenapa bisa aku melupakan nya ....
Hingga makhluk itu berhasil meraih leherku dan mencengkram erat leher ku membuat ku kesulitan untuk bernafas .
Tiba-tiba saja seseorang berseru
"lepas kan dia !!!" teriak nya lantang
Aku pun lantas melirik dengan ekor mata ku dan betapa terkejut nya aku setelah melihat pria itu.
Dia yang selalu hadir di setiap mimpi ku ,yang selalu menghiburku di saat-saat aku terpuruk ,dan wajah nya mirip sekali dengan ...
"mas Rifki " ........
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....