Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 53


__ADS_3

.


.


.


Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang yang terus memanggil ku , kenapa semuanya nampak gelap, dan ada di mana aku?.


Perlahan suara itu makin jelas di telingaku , ayah ....iya itu suara ayah , perlahan aku mulai membuka mata ku yang terasa berat , alisku mengkerut karena silau tekena cahaya .


Samar-samar aku mulai bisa melihat ruangan yang semuanya bercat putih , terdengar juga ada orang lain menyerukan nama ku.


"Nuri , Alhamdulillah kamu bangun juga nak" ucap ayah terdengar lega


"syukur lah kau sadar juga " ucap seorang yang ku kenal suara nya , orang itu adalah mas Rifki


"a yah , i ni di mana,kenapa dengan Nuri yah?" tanya ku dengan suara serak , tenggorokan ku terasa tercekat dan sakit ,mungkin karena kering .


"kamu di rumah sakit " ucap ayah


"kamu mau minum ?" tanya mas Rifki yang di jawab anggukan oleh ku


"ini minumlah , pelan-pelan " ucap mas Rifki sembari membantu ku untuk minum ,sedangkan ayah membantu ku untuk duduk.


"sebentar,ayah panggilkan dokter dulu "ucap ayah setelah aku selesai minum


"sebenarnya apa yang terjadi padaku mas Rifki,kenapa aku berada di sini ?" tanya ku pada mas Rifki


Belum sempat mas Rifki menjawab pertanyaan ku ,ayah sudah datang bersama seorang dokter


"sebentar ya saya periksa dulu" ucap dokter yang tertulis nama dokter Meylin di jas putih nya


"apa ini masih terasa sakit ?" tanya dokter Meylin menyentuh kepala ku


"ini ,aw....sakit,...kepalaku kenapa dokter kenapa sakit ?" tanya ku seraya memegangi kepalaku yang terasa sakit ,karena aku tak sengaja menekan nya saat menyentuh nya.


"kepala mu terluka, tapi tidak apa-apa ,tak terlalu parah ,nanti juga sembuh ,banyakin istirahat nya ya ,jangan terlalu capek dulu ,dan obat nya jangan lupa di minum "ucap dokter Meylin


"baiklah kalau begitu saya keluar ya ,saya masih harus memeriksa pasien lain nya " ucap dokter Meylin seraya tersenyum dan kemudian keluar dari kamar tempat ku terbaring.


"ayah , sebenarnya apa yang terjadi pada Nuri ,kenapa Nuri di sini ,dan kenapa kepala Nuri terluka ?" tanya ku menatap pada ayah


"ayah tak tahu kejadian yang sebenarnya ,ayah di kabari lewat telpon oleh nak Rifki lewat ponsel mu kalau kamu masuk rumah sakit karena tertimpa lampu di kafe " ucap ayah


"tertimpa lampu? " gumam ku seraya berfikir , sejurus kemudian aku mulai mengingat kejadian pada saat di kafe


rekaman ingatan saat di kafe mulai terlintas di benak ku


flashback on


Saat itu ,dimana aku tengah bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu ,aku melihat sekelebatan bayangan hitam di sekitar ku ,apa itu Wowo tapi kenapa aku tak merasakan bau nya ,kalau pun itu Wowo dia mungkin akan langsung muncul dan mengagetkan ku , tapi kemana pergi nya , namun tib- tiba


Prakkk....


Sesuatu menimpa ku ,rasa nya sakit , telinga ku juga sampai mendengung ,ku pejamkan mataku menahan sakit di kepalaku , aku pun mendengar suara teriakan panik memanggil ku.

__ADS_1


"aaaaakkkkkhhhh...."


"Nuri......."


"Nuri......"


"astaghfirullah halazim Nuri......"


"Nuri ....ya Tuhan ....."


Mereka terus berteriak memanggilku ,namun mataku semakin berat untuk ku buka , aku pun merasakan tubuh ku terangkat ,ya mungkin seseorang yang mengangkatku dan membawaku ke rumah sakit ini , hingga aku pun benar-benar tak mengingat apa-apa lagi.


Tapi ada yang ku ingat lagi setelah aku mengingat kejadian di kafe , di alam bawah sadar ku sebelum aku terbangun.


Seseorang tengah berdiri di depan ku yang dikurung di sebuah jerusi besi berukuran 3Γ—4 meter , orang itu tertawa menatap ku ,namun aku tak bisa melihat wajah nya dengan jelas karena terhalang kabut putih tebal.


"hahaha......ini lah ....ini lah balasan nya untuk orang yang sudah ikut campur urusan ku " ucap nya sambil terus tertawa


"siapa kamu?"tanyaku sambil terus menatap nya dari suara nya dia laki-laki tapi ada seorang lagi di dekat nya ,seperti seorang perempuan tapi ia tak pernah berbicara ,hanya diam di dekat laki-laki itu .


"tak perlu kau tahu siapa aku ,aku hanya memperingatkan mu untuk tidak ikut campur urusan ku "ucap nya


"untuk apa kamu melakukan itu,jika masalah nya tentang bisnis bersainglah dengan benar ,jika ada masalah lain coba bicarakan dan selesaikan secara baik-baik ,tidak dengan cara seperti ini ,kau akan berdosa " ucap ku


"DIAM.....!!! sudah ku bilang jangan ikut campur apalagi menggurui ku ,kau hanya anak ingusan , tahu apa kau hah?" bentak nya membuat ku terhenyak sampai mundur beberapa langkah


"sekali lagi ku peringatkan jangan ikut campur ..!!!" seru nya lagi menekankan ucapan nya


"jika aku tetap ingin ikut campur ?" tanya ku tanpa ragu


"maka bersiap lah untuk mati di tangan ku " ucap nya sengit


"kau ....apa kau tak takut padaku ?" tanya nya


"untuk apa aku takut padamu ,kau hanya manusia biasa " ucap ku lagi


"ya aku memang manusia biasa ,tapi apa kau tak takut padanya ?" tanya nya menunjuk pada sosok nenek tua yang sering ku lihat berada di kafe juga makhluk lain berwajah merah berbadan besar hitam , dengan air liur yang terus menetes karena taring nya yang panjang dan tajam , telinga nya pun besar dan meruncing ke arah atas


"hanya seorang nenek dan makhluk menjijikan itu , kenapa mesti takut?" ucap ku remeh


"kau....." tunjuk nya pada ku


Secepat kilat nenek itu mendekat ke arah ku ,entah apa yang akan ia lakukan ,tapi aku sudah bersiap dengan doa-doa yang sejak tadi ku lafalkan dalam hati


sedangkan makhluk menjijikan itu hanya menatap ku tajam


tring ....


Jerusi besi hilang dengan sendirinya ,dalam sekejap pan mata nenek itu sudah berada di depan ku ,dengan kedua tangan nya siap menyentuh ku aku mundur beberapa langkah untuk menghindari , namun tiba-tiba saja tubuhku terdiam karena terbentur sebuah tembok ,aku benar-benar tak tahu berada dimana aku ini ,yang jelas apa yang kulihat selalu berubah ubah , yang tadinya aku berada di luar ruangan dan terkurung di dalam jerusi ,namun kini aku berada di dalam sebuah kamar kecil bersama seorang hantu nenek tua , dan makhluk menjijikan.


Nenek itu tersenyum menyeringai , sedikit lagi kedua tangan nya menyentuh ku ,aku dengan lantang mengucap kalimat


" ASTAGHFIRULLAH HALAZIM ...LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL 'ALIYYIL AZIIM . ALLAHUAKBAR....."


yang artinya

__ADS_1


(aku mohon ampunan pada Allah yang Maha Agung ...tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung . Allah Maha Besar )


"aaaakkkhhhh.......kurang ajar beraninya kau menyebutkan kalimat itu " pekik nenek itu menutup kedua telinganya, begitu juga dengan makhluk menjijikan di belakang nya , makhluk itu mengerang kesakitan.


Kulanjut kan dengan membaca surah Al-Baqarah dan ayat kursi ,dengan memejamkan mataku ,penuh konsentrasi meminta pertolongan dan perlindungan pada Tuhan Sang Pencipta.


Hingga akhirnya aku mendengar suara seorang yang memanggilku ,dan pada saat aku membuka mata ku ,aku mendapati diri ku berada di rumah sakit .


flashback of


"ah iya ,Nuri ingat sekarang ayah " ucap ku pada ayah


"terus bagaimana keadaan kafe ? apa tidak ada korban lain nya ?" tanya ku menatap mas Rifki


"tidak ada korban lain ko ,tapi aku heran ya ,kenapa lampu nya bisa jatuh apalagi sampai menimpa mu ,padahal kan kalau di fikir-fikir jarak antara lampu yang menggantung ,dengan kamu yang di atas panggung kecil itu agak jauh loh , seperti ada yang mengarahkan padamu " ucap mas Rifki


"nama nya juga musibah,dan musibah bisa datang kapan saja ,dan dengan cara apa saja juga " ujar ku pada mas Rifki


"hm...kamu benar " sahut mas Rifki kemudian


"nak Rifki ....terima kasih ya sudah mau menolong Nuri ,dan maaf jadi merepotkan,dan masalah biaya rumah sakit nya nanti jika saya punya uang nya ,saya akan ganti " ucap ayah menatap mas Rifki


"jadi mas Rifki yang membiayai nya?" batin ku


"tidak apa-apa om, Nuri kan pegawai saya di kafe, dan kejadian nya pun di kafe ,maka ini adalah tanggung jawab saya ,om tak usah memikirkan masalah biaya nya " ucap mas Rifki pada ayah


"waduh...."ucap ayah tiba-tiba


"kenapa ayah ?


"kenapa om?" tanya kamu berdua bareng


"hehe....ayah hanya merasa grogi,baru kali ini ada yang manggil ayah om" celetuk ayah


"ah ayah kirain Nur apa an " seru ku tersenyum


"mas Rifki,makasih ya sudah mau di repotin ,mas Rifki boleh potong gaji aku buat nyicil biaya rumah sakit nya " ucap ku


"sudah dibilang ,tidak apa-apa ,sudah ga usah fikirin masalah biaya " sahut mas Rifki kemudian


Di saat itu juga datang lah rombongan teman-teman mas Rifki ,dan salah satu nya membuat ayah terkejut setelah melihat nya


"kamu , mau apa kesini ?"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung......


__ADS_2