
Kini aku dan mas Rifki sudah berada di kosan ku ,aku sengaja tak membawa nya masuk karena aku takut akan ada fitnah nanti ,mengingat kalau aku tinggal sendiri di sini , setelah menunaikan shalat Maghrib bergantian aku dan mas Rifki duduk di kursi teras depan kamar kosan ku.
"apa yang mas Rifki ingin bicarakan ?" tanya ku langsung to the point
"kamu dulu saja ,wanita harus yang pertama" ucap nya
aku pun menghela nafasku sebelum aku mengeluarkan ucapan ku
"sebenarnya kamarin itu aku kenapa , kenapa mas Rifki bilang kalau aku pingsan,padahal aku sama sekali tak merasa tidak sadarkan diri ?" tanya ku
"setelah aku melihat kau menampar Lia ,kamu langsung pergi ke luar ,aku mengejarmu, dan melihat kamu sudah tergeletak tak jauh dari kafe " jawab mas Rifki
"begitu ya ...." gumam ku
"jadi nama nya Lia" batin ku
"oh iya masalah arwah penasaran yang di rumah mas Rifki itu ,bagaimana ?" tanya ku yang baru teringat akan masalah itu
"sudah beres ,aku sudah memberikan sisa uang nya ,malah mama memberi lebih nya ,sebagai permintaan maaf " ucap mas Rifki pada ku
"sudah selesai ,kapan ,ko aku tak di kasih tahu , eh iya kalau gak salah arwah itu pernah mengatakan jika ada yang membelenggu nya hingga tak bisa kemana-mana?"
"maaf ,bukan nya aku tak mau melibatkan mu ,tapi tempat nya sangat jauh butuh waktu satu hari untuk bisa sampai tempat tinggal nya , di sana juga koneksi internet dan jaringan lain nya sangat kurang memadai ,jadi aku tak bisa menghubungi siapa pun di sana " jelas nya
"aku tak mau kau kelelahan nanti nya ,dan untuk belenggu itu ada Tante Laras yang membantu " ucap nya lagi
aku pun hanya mengangguk sambil tersenyum
"cieee....berduaan saja nih ?" ucap Tami si hantu berlesung pipi
"siapa juga yang berduaan kita berlima ko " sahut ku ,membuat mas Rifki menengok ke arah Tami cs
"haduh untung penampilan mereka tidak nyeremin " gumam mas Rifki yang terdengar oleh ku
"hehehe....iya ya kita berlima" sahut nya cengengesan
"terus yang mau mas Rifki bicara kan itu apa ?" tanya ku tak ingin menghiraukan trio kuntilanak itu
"ah iya ,tuh kan jadi lupa dengan tujuan ku " gumam nya
"tujuan ?" tanya ku mengulang kata-kata nya
"hm....kalian bisa pergi dulu nggak ,aku ingin bicara empat mata saja dengan Nuri " ucap mas Rifki pada ke tiga hantu kuntilanak itu
__ADS_1
"baiklah kami pergi " ucap Yesi ,lalu mereka bertiga hilang dari pandangan kami
"Nuri ...."
"iya ..." sahutku
"aku ....suka kamu ....apa kamu mau menerima ku jadi kekasih mu ?" tanya nya setelah ia mengungkap kan nya
"apa ? mas Rifki becanda ?" tanya ku tak percaya akan apa yang ku dengar barusan
"aku serius Nuri , aku sudah berjanji jika ada gadis yang bisa membuat hati ku bergetar maka aku akan bertobat jadi playboy ,dan kau lah yang bisa membuat hati ku bergetar Nuri , sejak pertama aku melihat mu ,aku sudah bisa merasakan getaran itu , jadi apa kamu bersedia jadi kekasih ku ?" ucap nya ,dan tentu saja itu membuat ku terkejut dan juga dilema.
Bagaimana tidak , aku yang beberapa waktu lalu diminta untuk tidak menyukai mas Rifki juga karena aku sadar siapa aku dan mas Rifki itu , aku juga tak ingin kecewa dan terluka untuk ke dua kali nya , tapi aku juga mengingat apa yang pernah aku lihat di penglihatan ku pada lukisan di rumah nya beberapa waktu lalu ,tak kupungkiri aku pun memang sudah merasa nyaman dengan mas Rifki ,meskipun aku tahu jika mas Rifki itu seorang playboy .Lalu apa yang harus aku lakukan ? jawaban apa yang harus ku berikan ?
"aku tidak memaksamu ko, jawab nya nanti saja ,jangan terlalu terburu-buru,aku bisa menunggu nya , tapi jangan kelamaan juga ya , aku tahu image aku yang seorang playboy pasti membuat mu ragu kan ?"
"tidak ,bukan itu ,tapi ....ada banyak hal yang harus aku fikirkan dulu ,karena aku juga tak mau merasakan sakit dan terluka untuk kedua kali nya ,maka nya aku tak ingin terburu-buru mengambil keputusan , maaf ya mas aku harus memikirkan nya dulu " ucap ku mencoba memberi pengertian
"memang nya hal apa yang membuat mu merasakan sakit dan terluka ?" tanya mas Rifki
"heeeehhh...." aku menghela nafas panjang dulu untuk menenangkan hati ku ,sungguh jika aku mengingat nya, rasa sakit itu kembali ku rasakan ,meskipun aku sudah meng ikhlas kan nya ,tapi rasa sakit itu tak pernah ingin pergi dari hati ku , apa aku masih mencintai nya ? kurasa tidak ,karena aku pun merasa biasa saja saat bertemu dengan nya.
"sekitar satu tahun yang lalu ,aku pernah mengenal seorang pria ,kita tak sengaja bertemu ,itu pun karena dia yang membawa adik ku pulang saat adiku hilang dulu, semenjak itu kita sering bertemu , apalagi kedekatan ku dengan nenek nya membuat hubungan kita semakin dekat ,hingga akhirnya kita pun jadian ,awal nya kita tak pernah ada masalah ,meskipun kita berhubungan jarak jauh kita tetap memberi kabar dan sering berkomunikasi lewat telpon ,tapi malam itu ia menelpon ku ,memberi tahu ku jika dia akan datang melamar ,namun pada saat ia datang bukan lamaran yang ia lakukan tapi kabar mengejutkan yang membuat ku harus memutus kan hubungan kita " ucap ku seraya menatap langit malam
"dia mengatakan ...jika dia sudah menikah ,alasan nya terpaksa karena kesalahan , tapi apapun itu alasan nya ,hati ku tetap sakit menerima nya, apa lagi setelah tahu bahwa ternyata dia dan wanita yang dia nikahi itu sudah dijodohkan oleh papa nya , dan bukan itu saja yang membuat hatiku hancur , ternyata kabar pernikahan nya itu membuat nenek nya terkena serangan jantung dan ,beliau menghembus kan nafas terakhirnya tepat di hadapan ku , aku sangat menyayangi nya seperti aku menyayangi nenek ku sendiri , dari sana aku menjadi sangat membenci nya ,bukan karena dia menyakiti hati ku,tapi karena dia lah nenek meninggal, tapi kini aku sadar beliau meninggal karena sudah waktu nya , dengan jalan seperti itu " tuturku dengan mata ku yang sudah basah
"apa mas Rifki ingin tahu siapa pria itu ,aku rasa mas Rifki harus tahu ?" tanya ku menatap wajah nya
"memang nya siapa pria bodoh itu ?" tanya nya
"teman mas Rifki" ucap ku
"teman ku ? siapa ? jangan-jangan Haris orang nya ?" tanya mas Rifki tepat sekali
aku pun mengangguk seraya tersenyum , kenapa aku tersenyum ? itu karena aku ingin menunjukan jika aku baik-baik saja
"jadi benar Haris mantan mu ?" tanya mas Rifki
kenapa mas Rifki berbicara begitu , seolah dia sudah mencurigai Haris sebelum nya
"sudah kuduga kalau diantara kalian ada hubungan dulu nya , pantas saja ayah mu waktu itu terlihat marah sekali saat melihat Haris , ternyata ini alasan nya " ucap mas Rifki
lagi
__ADS_1
"mas Rifki memperhati kan nya ?" tanya ku
"iya, haaaahh....aku cemburu " keluh nya memegangi d*d* nya
"kenapa harus cemburu kejadian nya juga sudah lama , aku saja sudah tak mau memikirkan nya" ujar ku
"itu artinya kamu sudah move on ?" tanya nya lagi
"ya....begitu lah " sahut ku
"jadi apa jawaban mu ,apa kamu menerima ku ?" tanya nya lagi
"gimana ya ,....aku sendiri bingung mas mau jawab apa" jawab ku menunduk
"baiklah kau fikirkan saja dulu ya , tapi ingat aku tidak mau mendengar kata tidak " ucap nya
"itu artinya mas Rifki memaksaku " ucap ku merengut
"becanda " ucap nya seraya mengusap kepalaku yang tertutup kerudung
aku hanya tersenyum tipis melihat nya.
"baiklah ini sudah malam ,aku pulang dulu , sampai jumpa besok , assalammualaikum" ucap mas Rifki
"iya , waalaikum salam"sahut ku
Mas Rifki pun pulang dengan motor nya , setelah aku menutup pintu , tiba-tiba saja perasaan ku tidak enak , ada apa ini ?
"Nuri cepat kejar Rifki ,dia dalam bahaya " seru Wowo tiba-tiba terngiang di telinga ku
"apa maksud mu ?"
"cepaaaaatttt....."
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung