Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 71


__ADS_3

Kenapa aku sudah berada di kamar ku ,apa aku bermimpi ,atau hanya berpindah ke dimensi lain ,jika itu hanya lah mimpi kenapa seperti nyata ...


Ku lirik jam di ponsel ku ,karena jam dinding hanya ada satu di ruang depan , jam di ponsel ku sudah menunjukan pukul 02:00 pagi , aku pun beranjak untuk ke kamar mandi ,seperti biasa jika aku terbangun jam segini aku akan melaksanakan shalat tahajud.


Saat aku hendak memasuki kamar mandi sesuatu melintas di belakang ku


sreeetttt.....


Namun aku mengabaikan nya , aku lebih mengutamakan niatan shalat ku daripada mengurusi makhluk tak jelas yang mencoba meng ganggu ku.


...........


Kini pagi pun menjelang ,setelah aku mendapatkan kabar jika kafe tak jadi untuk tutup beberapa hari pun sudah siap untuk segera berangkat , tentunya sudah sarapan dong.


Aku pun mulai berjalan keluar menuju pintu gerbang kosan ,disana sudah ada pak Urip yang seperti biasa selalu ada di sana , kulihat ada satpam lain di sana ,dan itu adalah manusia.


"pagi pak Urip " sapa ku dalam hati


"pagi neng " sapa nya balik


"pagi pak satpam " ucapku menyapa satpam itu


"pagi non" sapa nya


"bapak satpam baru ya di sini?" tanyaku ,karena menurut yang ku dengar tak pernah ada satpam yang bekerja lama di sini ,tiap ada satpam baru pasti mengundurkan diri


"iya non ,saya satpam baru di sini " jawab nya


"baiklah pak semoga betah ya, harus kuat-kuat mental dan iman ya pak " ucap ku seraya tersenyum


Dan aku yakin tak betah nya para satpam baru itu karena bukan hanya kosan nya yang banyak penunggu nya namun juga karena adanya pak Urip di sini.


"maksud enon?" tanya nya


"ah saya tak maksud apa apa ko pak.... Urip, nama bapak pak Urip ?" tanya ku agak ragu saat melihat nama nya di seragam nya


"iya non "sahut nya


"ah kalau begitu saya permisi ya pak , assalammualaikum" ucap ku


"waalaikum salam" ucap nya , aku pun beranjak dari sana menuju pangkalan ojek


...........


Setelah aku sampai ,aku pun memberikan ongkos ojek nya ,dan langsung masuk ke dalam kafe , sudah ada mbak Nana ,Agus ,dan Selly di sana


"assalammualaikum...." sapa ku ,mereka pun dengan kompak menjawab salam ku


"waalaikum salam...."


"selamat pagi Nuri " sapa Agus dengan logat nya yang gemulai

__ADS_1


"selamat pagi juga Gus ,loh yang lain mana ,ko belum pada datang ?" tanya ku melihat sekeliling


"ga tahu mungkin sebentar lagi mereka sampai ,ya sudah sih kita bersih-bersih saja dulu" jawab mbak Nana ,dan aku pun meraih sapu dan kain lap yang ku sampirkan di bahuku , setelah sebelum nya aku berganti pakaian


Tak berselang lama teman-teman yang lain pun datang bersamaan dengan Bu Dewi


"selamat pagi semuanya" sapa Bu Dewi


"selamat pagi juga Bu " jawab kami bersama


"Alhamdulillah,ibu sudah kembali ,bagaimana keadaan orang tua nya ibu ?" tanya ku pada Bu Dewi


"Alhamdulillah mereka sudah baik-baik saja , maka nya saya sudah bisa ke kafe lagi ,bagaimana keadaan kafe saat saya tak ada ,apa anak saya membuat ulah ?" tanya Bu Dewi , menatap ku


"parah Bu ,kacau kemarin saja tuh si Agus kesurupan dan melukai beberapa pengunjung ,bahkan mas Rifki pun terluka , terus di hari pertama ibu ga masuk juga Nuri terluka Bu sampai masuk rumah sakit malah ,dan masih ada lagi kejadian-kejadian aneh lain nya " sahut Selly menjawab pertanyaan Bu Dewi


"tapi itu semua bisa dituntaskan oleh Bu Laras dan Nuri" ucap mbak Nana


" oh ya ....bagus dong " ucap Bu Dewi menanggapi


"ya sudah kalau begitu kalian cepat bekerja ,dan kamu Nuri ,buat kan saya teh madu ,lalu antar kan ke ruangan ku " ucap Bu Dewi menunjuk pada ku


"baik Bu " sahut ku patuh ,dan langsung saja aku menuju pantry setelah Bu Dewi masuk ruangan nya


"yaaah...kalau Bu Dewi sudah masuk lagi, kita ga bisa ketemu mas Rifki lagi dong" keluh Selly berjalan malas


"iya juga ya " ucap yang lain nya , sedangkan aku hanya tersenyum menanggapi nya ,dan terus fokus pada minuman yang ku buat


"ga ada hubungan apa-apa, kenapa memang nya ?" tanya ku


"enggak kenapa-kenapa sih ,cuman penasaran saja ,soal nya kalian terlihat dekat " ucap nya lagi


"mbak aku antar dulu minum nya ya " ucapku ,lalu beralih menuju ruangan Bu Dewi


tok tok tok


"masuk " terdengar suara Bu Dewi dari dalam,


aku pun membuka pintu dan masuk kedalam nya


tak


aku meletakan segelas teh madu di meja ,


"permisi bu," ucap ku seraya beranjak


namun baru saja aku melangkah tiba-tiba Bu Dewi memanggil ku


"Nuri "


"iya Bu " sahut ku setelah membalikan tubuh ku mengahadap Bu Dewi

__ADS_1


"duduk dulu ,saya mau bicara " ucap nya


"ada apa ya Bu ?" tanya ku


"saya dengar kamu sangat dekat dengan Rifki, ada hubungan apa kalian?" tanya nya to the poin


"kita tak ada hubungan apa-apa ko Bu " jawab ku ,dan memang benar kan aku dan mas Rifki tak ada hubungan apa-apa.


"terus kemarin saya dengar kamu dibawa Rifki ke rumah , dalam keadaan tertidur ,kenapa bisa begitu ?" tanya nya lagi


"hm...itu saya juga tak tahu Bu ,sehabis saya mengantar mas Rifki ke dokter , seingat saya saya ketiduran di mobil ,tapi pas saya bangun saya sudah ada di dalam kamar " jawab ku apa ada nya


"kamu tidak bohong ?" tanya Bu Dewi


"tidak Bu " sahut ku


"baiklah , saya hanya tidak ingin kamu kecewa Nuri, kamu itu gadis baik ,maka kamu juga harus mendapat kan laki-laki baik pula, jadi saya harap kamu tidak menyalah artikan kedekatan kalian "


Bak di sambar petir aku mendengar ucapan Bu Dewi , tubuh ku bergetar, hatiku terasa di cubit , belum saja memulai aku sudah dapat ultimatum dari Bu Dewi.


Ini berarti bu Dewi memperingat kan ku untuk tak berhubungan dengan mas Rifki?


Aku pun meringis dan memaksakan senyum ku sambil berkata


"ibu tidak usah khawatir , setiap orang sudah mempunyai porsi nya masing-masing , dan aku juga tahu dimana posisiku saat ini , mau aku dekat dengan mas Rifki atau siapa pun , sampai kapan pun aku tak akan melibatkan hati ku , untuk masalah kecewa dan terluka ,aku pun sudah pernah mengalami nya ,jadi agar tak mendapat kan luka itu lagi ,maka aku memutuskan untuk tidak memikirkan masalah cinta untuk sekarang dan mungkin selama nya " ucap ku pajang dan aku dapat melihat ekspresi wajah Bu Dewi seperti terkejut setelah mendengar ucapan ku , apa aku salah bicara


"maaf Bu apa masih ada yang ingin ibu bicarakan lagi ,maaf sebelum nya ,tapi saya merasa tak enak pada yang lain karena terlalu lama di sini " ucap ku ,karena aku ingin cepat cepat keluar dari ruangan ini


"baiklah silahkan kembali bekerja " ucap Bu Dewi ,


aku pun melangkahkan kaki ku gontai ke arah pantry , kulihat sudah ada beberapa pengunjung , aku pun bergegas membawakan buku menu dan menghapiri meja yang sudah ada pengunjung nya


"selamat pagi ,silahkan di lihat dulu menu nya " sapa ku seraya tersenyum menyerahkan buku menu itu


Setelah aku mencatat pesanan nya ,aku pun beralih ke pantry untuk memberikan kertas berisikan tulisan makanan dan minuman pesanan nya pada chef nya yaitu mbak Nana.


Saat aku tengah menunggu pesanan nya ,aku kembali menghampiri meja lain yang baru di duduki pengunjung, aku pun melakukan hal yang sama seperti sebelum nya


namun tanpa diduga


BRAKKKK........


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2