
HARIS POV
Hari ini aku bersama yang lain berencana untuk menjenguk Rifki di rumah sakit ,menurut kabar yang ku dengar katanya dia terluka karena ulah seseorang yang menculik nya , heran memang, laki-laki dewasa seperti Rifki masih bisa di culik ,fikir ku ,namun setelah aku mengetahui kebenaran nya jika pelaku penculikan nya itu adalah Tante Puri ,yang tak lain adalah Tante nya sendiri ,meskipun aku tak tahu apa motif penculikan nya ,aku merasa miris .
Tapi fakta lain yang membuat aku terkejut ternyata Rifki tidak sendiri ,melainkan bersama Nuri ,gadis yang pernah mengisi hati ku ,dan jujur sampai saat ini pun ia masih berada di si sini , di hati ku .
Beberapa waktu lalu saat aku hendak menjenguk mereka , mereka belum sadarkan diri ,dan di rawat di ruang terpisah , tapi di hari esok nya saat aku kembali bersama teman-teman yang lain mereka di satu kan ruangan nya, beruntung saat itu ayah nya Nuri sedang keluar jadi aku bisa ikut masuk bersama yang lain , meskipun hanya sebentar saja ,dan beruntung nya lagi ayah nya Nuri kembali saat aku sudah di luar ruangan nya, aku terlalu pengecut untuk bertemu dengan nya ,mengingat tatapan nya waktu itu saat aku menjenguk Nuri .
Saat aku bersama yang lain memasuki ruangan tempat dimana Rifki dan Nuri di rawat ,aku terdiam saat melihat Rifki menggenggam tangan Nuri dan mereka saling tatap , sungguh aku cemburu melihat nya .
mereka terlihat gugup saat Bobi menggoda mereka.
"hey kita datang di saat yang tidak tepat rupa nya " ucap Bobi
hingga Nuri menarik tangan nya yang di genggam Rifki .
"kalian ganggu saja, ngapain kesini?" ucap Rifki sinis
"segitu nya yang tak mau di ganggu" ucap Eko
"loh tempat tidur nya kemana yang satu nya lagi ?" tanya Tito
"sudah di pindahkan lagi ,aku kan sudah di perbolehkan pulang sama dokternya " sahut Nuri
"tapi kenapa belum pulang?" celetuk Seno
"mama yang minta Nuri di sini buat jagain aku ,iya kan Nuri ?" ucap Rifki melihat pada Nuri
"wuih ....lampu hijau kaya nya nih , jarang-jarang loh Tante Dewi welcome sama cewek yang dekat dengan mu ,iya gak?" timpal Rudi
"hm...kalian doain saja semoga sukses " ucap Rifki ,sedangkan Nuri ia nampak serius dengan ponsel nya atau mungkin pura-pura sibuk .
"ko, aku merinding ya " ucap Tito mengusap tengkuk nya
"masa sih ,Ris kamu diam saja dari tadi ,ngomong apa kek, kamu juga ngerasain gak sih yang di rasakan Tito ,ngelihatin apa sih ?" tanya Bobi mengejutkan ku yang tengah memperhatikan Nuri
"gak ngelihatin apa-apa ko, memang sih aku juga ngerasain , dari awal masuk malah " ucap ku
"sudah biarin saja, dia juga gak ganggu , dia hanya penasaran kenapa di ruangan ini banyak cowok ganteng " sahut Nuri
"wah terima kasih nih aku masuk juga daftar cowok ganteng" seru Bobi sembari membetulkan kerah baju nya sendiri
"bukan kata ku ,tapi kata dia yang lagi ngintip ,tuh di kamar mandi " ucap Nuri lagi seraya menunjuk kamar mandi yang pintunya mendadak tertutup sendiri
BRAKKK..
Suara nya lumayan keras hingga kami pun berlonjak kaget .
"bangun bangun bangun....makan nasi ama garem " pekik Bobi memegangi atas d*d* nya
"hahahaha....." tiba-tiba Nuri dan Rifki tergelak bersama , apa yang membuat mereka tertawa seperti itu ,apa mereka menertawakan keterkejutan kami
__ADS_1
"kenapa kalian tertawa ?"seru Eko
"hahaha haduh...aku sampai sakit perut ,itu si embak nya malu kata nya ,saking malu nya dia sampai ngejungkel dan itu rambut nya nyangkut di pintu " ucap Nuri yang masih tertawa , tapi tiba-tiba mereka terdiam dan tersenyum ke arah pintu kamar mandi .
"maaf " ucap mereka bersama an
"idih kamu jadi horor sekarang ki " celetuk Tito
"ho oh lebih horor dari si Haris " timpal Seno
"Nuri kamu apa kan nih anak jadi horor begini ?" tanya Eko
" gak aku apa -apa in ko" sahut Nuri
"hey jangan nyalahin Nuri , bukan salah nya ,memang aku yang kepingin lihat hantu ko" ucap Rifki membela Nuri
"Nuri ...." paggil Rifki
"apa sih mas ?" tanya nya
Mendengar Nuri memanggil nya dengan kata mas rupa nya mampu membuat hatiku terasa di iris , tapi aku mencoba untuk biasa saja ,meskipun perasaan ku tak enak .
"ada apa?" tanya Nuri setelah berada di dekat nya
"tolong ambilkan minum dong " pinta nya
"ih mas Rifki kirain ada apa " ucap Nuri seraya mengambilkan minum
" kenapa tak minta tolong sama Haris saja , dia kan yang lebih dekat " ucap Eko melihat pada ku
"apa maksud mu" tanya ku agak sedikit tersinggung dengan kata-kata nya
"gak maksud apa-apa, hanya becanda,gitu saja marah " ucap nya
"iya , kamu kaya gak tahu si Rifki saja , dia kan yang paling rese" ucap Tito
"sialan kau" sergah Rifki menimpuk Tito dengan bantal
"mas Rifki , berhubung saat ini ada mereka ,aku keluar sebentar ya" ucap Nuri
"mau kemana ,nanti nyasar loh "tanya si Rifki
"hm ...mau ...itu ...duh aku malu nyebutin nya" ucap Nuri dengan pipi nya yang sudah bersemu
"mau apa sih ?" tanya Rifki lagi
"mau beli ini " ucap Nuri seraya menunjukan layar ponsel nya ke depan Rifki
"oh ....ya sudah , hati-hati" ucap Rifki
"hm...mas Rifki tenamga saja aku sama Wowo " ucap Nuri seraya memelankan suara nya dan hampir tak terdengar ,namun aku dapat melihat dari gerakan bibir nya yang seperti menyebut kata wowo.
__ADS_1
Nuri pun segera keluar dari ruangan ini.
Wowo , siapa Wowo ? batin ku
"itu si Nuri mau beli apa an sih ko kaya malu gitu ?" tanya Bobi
"biasa lah keperluan cewek " sahut Rifki
"keperluan cewek ,apa an bedak , skin care atau .."
"roti bersayap " timpal ku memotong ucapan Bobi
"roti bersayap ? apa lagi tuh ?" sambung Tito
"pembalut dodol " seru Rifki gemas
"ooohh....pembalut ...." seru ke dua nya
Aku terdiam memikirkan hubungan mereka , apa kedekatan mereka memang karena mereka ada hubungan ya ? fikirku
Aku pun berfikir untuk menanyakan nya langsung pada Nuri, sekaligus ingin memastikan perasaan nya padaku ,apa aku sudah tak ada lagi di hati nya , jika masih ada ,walau sedikit apa pun aku akan memperjuangkan nya , aku tak peduli lagi jika nanti Della akan kembali , salah nya sendiri dia malah pergi meninggalkan ku juga Riswan tanpa kabar apapun .
Hingga beberapa menit berlalu akhirnya yang di tunggu pun datang , Nuri datang dengan membawa beberapa kantong kresek di tangan nya.
"assalammualaikum" sapa nya
"waalaikum salam" jawab kami serempak
"bawa apa an sih banyak bener kresek nya ?" tanya Rudi
"ini tadi di depan ada penjual kue ,kasihan masih anak-anak jadi aku beli saja semua nya, nih buat kalian , di makan ya " ucap nya seraya membuka kue-kue nya dan meletakan nya di piring.
"makasih ya , duh tahu saja kalau aku lagi lapar " ucap Tito tersenyum senang
"hm....iya" sahut nya lalu masuk ke kamar mandi dengan membawa kantong kresek putih khas mini market.
Saat Nuri selesai ,aku langsung berbicara pada nya
"hm...Nuri bisa kita bicara sebentar ?" tanya ku
dan entah kenapa Nuri malah melirik pada Rifki seperti meminta izin ,dan aku dapat menangkap dari ujung mata ku jika Rifki mengangguk
"baiklah "
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung