
.
.
.
.
RIFKI POV
Hari ini pekerjaan ku tak terlalu menyita waktu , aku pun bergegas untuk pergi menemui Nuri di kafe , tapi baru saja aku beranjak dari tempat duduk ku , seseorang terlihat masuk dan duduk begitu saja di sofa yang terletak di ruangan ku .
"kau mau apa datang ke mari , aku mau keluar" ucap ku sedikit tak suka dengan kehadiran nya
"aku sudah jauh-jauh datang ke sini , tapi kau malah mau pergi , lihat lah aku membawa makanan buat mu ,kita makan siang bersama" ucap nya seraya membuka rantang bekal yang ia bawa
"maaf Sabrina , tapi aku harus pergi ,istriku sudah menunggu ku " ucap ku
Sabrina adalah salah satu dari mantan ku ,dan dia juga yang waktu itu tak sengaja bertemu di warung sate.
"tapi aku sudah membawakan mu makanan ,masa kau tega sih " gerutu nya
"jangan kau hiraukan dia , wanita itu sudah mencampurkan sesuatu pada makanan nya " kata Wowo yang tiba-tiba muncul di samping ku , aku pun hanya mengangguk tanpa harus menyahut ,akan terlihat aneh jika aku menanggapi Wowo , yang ada orang lain yang melihat akan menganggap ku aneh karena berbicara sendiri .
"kau menggangguk ,apa itu arti nya kau mau makan siang bareng" ucap nya girang
"siapa bilang , ck , ya sudah lah ,sini mana makanan nya ,aku akan memakan nya nanti " ucap ku membuat nya menerbitkan senyuman di bibir nya
"baiklah ,ini makan dan habiskan " ucap nya menyerahkan rantang bekal nya pada ku
Aku pun meraih nya , dan bergegas ke luar dari ruangan ku meninggalkan nya sendirian di ruangan ku .
"kau mau apakan makanan itu, jangan bilang kau akan memakan nya ?" tanya Wowo
Namun aku hanya tersenyum saja sambil memperhatikan rantang bekal di tangan ku.
" pak , sini " aku memanggil petugas kebersihan ketika aku sudah berada di luar
"iya tuan " sahut nya
"ini buat bapak " ucap ku seraya menyerahkan rantang makanan itu
"waduh terima kasih tuan ,tahu saja saya belum makan siang "ucap nya senang saat meraih nya
"ya sudah kalau begitu saya permisi " ucap ku lalu pergi menuju mobil ku
"kenapa kau memberikan itu pada nya?" tanya Wowo setelah duduk di kursi belakang
"hanya ingin membantu petugas kebersihan itu saja " sahut ku
__ADS_1
"membantu ?"
"ya , petugas kebersihan itu dia seorang duda " jawab ku lagi
"ohh....tapi darimana kau tahu kalau dalam makanan itu ada pelet nya " tanya nya lagi
"kau ini banyak sekali bertanya, ya kan gak mungkin juga kan dia masukin racun " sahutku agak kesal , ini genderuwo apa wartawan sih
Sesampainya di kafe aku langsung pergi menuju ruangan mama, kulihat Nuri sedang tertidur di atas sofa , sedangkan mama baru keluar dari kamar mandi .
"sudah datang kamu Ki" ucap mama pelan
"iya mah ,sudah lama tidur nya ?" tanya ku
"baru saja Nuri tertidur ,sudah biarkan ,kasihan kalau di bangunkan " ucap mama
"hm...iya deh " aku pun duduk di bawah dekat sofa ,memperhatikan tidur nya, kulihat mama nampak menggelengkan kepalanya
Ku perhatikan baik-baik,namun ku lihat tidur nya nampak gelisah dengan alis mengkerut juga keringat yang keluar di kening nya membuat aku mengulurkan tangan ku untuk mengusap nya .
Namun tiba-tiba Nuri terbangun dengan berteriak membuatku terkejut juga mama pun ikut terkejut .
"JANGANNNN.......!!!!"
"Nuri ,sayang hey kamu tak apa " tanya ku membuatnya menengok pada ku
"mas Rifki " ucap nya pelan
"makasih ma" Nuri pun meminumnya
"kamu mimpi buruk ya ?" tanya ku
Nuri pun menoleh seraya mengangguk
"iya mas , dalam mimpi ku , ada seseorang yang berniat jahat pada kita , dia mendorong ku hingga aku jatuh ke jurang ,dia mengingin kan mu mas " ucapnya lirih
Aku pun mengusap air mata nya seraya berucap
"tidak akan aku biarkan siapapun mengganggu rumah tangga kita , aku sayang dan cinta sama kamu ,selamanya " ucap ku dengan menangkup
kedua pipi nya dengan telapak tangan ku .
"sudah lah itu hanya mimpi jangan terlalu di fikirkan , tak baik juga buat kesehatan mu juga kandungan mu ,lebih baik sekarang kita makan siang yuk" ajak mama menenangkan Nuri
"iya ma" sahut nya
Aku pun membawa Nuri ke luar untuk makan siang ,tadi nya aku mau mengajak nya makan di restoran tapi Nuri menolak nya .
"kenapa harus jauh-jauh , disini juga bisa kan " ucap nya
__ADS_1
"baiklah kita makan di sini" ucap ku mengiyakan
.........
Matahari sudah tenggelam kembali ke peraduan nya , aku bersama Nuri juga mama tengah berkumpul di ruang santai sambil menonton televisi, tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara dentuman keras di atas rumah .
BLUMMMM
"astaghfirullaahal'aziim" ucap Nuri beristighfar
"suara apa itu ?" tanya mama
"tak tahu ma, aku cek dulu kalau begitu " ucap ku seraya bangkit namun di cegah oleh Nuri dan bang Popo
"jangan mas " ucap Nuri dengan menahan tangan ku
"iya kamu jangan keluar ,di luar sangat berbahaya , ada kekuatan jahat yang mengincar kalian , Wowo sedang menghalau nya dari luar" ucap bang Popo
"astaghfirullaahal'aziim" ucap ku lirih
"kenapa Iki ?" tanya mama
"tidak ma, kita hanya harus banyak berdoa memohon perlindungan pada Allah SWT , agar terhindar dari niat jahat orang lain " ucap Nuri
"maksud mu ?" tanya mama
"seperti nya ada seseorang yang berniat buruk pada keluarga kita dengan mengirim ilmu hitam , dan suara dentuman tadi itu berasal dari nya " ucap ku menimpali
"astaghfirullaahal'aziim ....kenapa selalu ada saj orang yang berniat buruk pada kita , apa kalian tahu siapa orang nya ?" tanya mama melihat bergantian pada ku juga Nuri
"kami tidak tahu ma" jawab ku
"ya sudah lebih baik kita ambil wudhu terus kita berdoa bersama " ucap Nuri
Kami pun bergegas untuk berwudhu , untuk Wowo dan bang Popo mereka juga sudah di Islam kan dengan melantunkan dua kalimat syahadat di bantu bu Laras dan seorang kiyai kenalan Bu Laras , jadi mereka tak akan merasa terganggu ketika saat kami shalat atau membaca Al-Qur'an.
DUAAARRR.....
BLUMMMM.....
Dentuman kembali terdengar lebih keras dari sebelum nya saat kami melantun kan beberapa ayat suci Al-Qur'an.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung
Hay guys maaf baru bisa up ,lagi tak enak badan soal nya ,.....π€§ππ