
Keadaan rumah menjadi heboh karena teriakan Meta
"ada apa sih teriak-teriak begitu ?" tanya Ifel menghampiri
"tahu tuh " sahut ku mengedikan bahu
"Nuri ....i itu tadi aku melihat ada makhluk hitam besar di sana " tunjuk nya pada sebuah cermin di ruang tamu
"dimana ,ah kamu jangan mengada-ada deh " ucap ku berlagak gak percaya, padahal aku sendiri tahu itu ulah Wowo yang gemas pada nya
"aku gak mengada-ada Nuri ,sumpah tadi aku melihat nya ,mata nya merah hiiii serem " ucap nya lagi
"kak Meta salah lihat kali " ucap Ifel
lah tumben anak ini gak ikutan takut juga
"mana mungkin salah lihat Fel,orang aku bener-bener lihat ko " sahut nya lagi
ckleek
pintu kamar terbuka ,memperlihatkan mas Rifki yang keluar dengan muka bantal nya , rambut yang acak-acakan dan mata yang sembab habis tidur .
"ada apa sih berisik tahu gak " tanya mas Rifki
"itu kata nya Meta lihat hantu " jawab ku
"oh hantu , dimana?" tanya mas Rifki
"itu di sana ,aku takut banget " sahut Meta menujuk cermin yang terpasang di dinding ruang tamu
"mas cuci muka deh sana " ucap ku meminta mas Rifki untuk mencuci muka , bukan apa-apa aku hanya tak suka saja Meta memperhatikan mas Rifki terus
"aku kerjain lagi ya ,gedek aku ma ini cewek ,dari tadi isi hati nya cuma ke Rifki saja " ucap Wowo yang sedari tadi selalu menatap tajam Meta
"yaaah terserah kamu saja wo ,tapi jangan terlalu berlebihan juga " ucap ku dalam hati
Dengan semangat Wowo kembali mengerjai Meta .
"hey....."
"ih ko berasa ada yang berbisik sih " gumam nya celingukan
"aku bawakan minum dulu ya " ucapku seraya beranjak
"Kunti , ngapain perempuan itu ke sini ?" tanya Ifel mengintil di belakang ku
"gak tahu , tahu-tahu nongol aja " sahut ku cuek
"ek Kunti, kamu tuh harus waspada ma dia " ucap Ifel lagi
"waspada gimana ?" tanya ku bingung
"dia itu suka ngerecoki hubungan orang loh , baru-baru ini ya teman aku aja putus karena dia , aku gak mau dia ngerecoki hubungan kamu juga, aku gak mau kamu sedih lagi " ucap nya lagi
"oooohhh....Ifel kamu manis sekali terhura aku " ucap ku seraya mencubit kedua pipi nya
"aw aduh duduh , sakit Kunti " pekik nya
__ADS_1
"hahaha....maaf " ucap ku seraya mengacungkan jari tengah dan telunjuk ku membentuk huruf v
"cieeee tumben kalian akur " celetuk ayah
"loh ayah ,sudah pulang " ucap ku
"iya ,eh iya itu teman kamu kenapa ya , pas ayah pulang dia malah langsung lari ke luar rumah ,kaya nya ketakutan begitu " ucap ayah tiba-tiba
"emang Meta udah pulang yah ?" tanya ku
"gak tahu juga ayah ,tadi dia lari ke luar gitu ,gak tahu pulang atau enggak nya ,ayah juga langsung masuk aja " ucap ayah lagi
"oh ya sudah " sahut ku cuek
"teman nya sudah pulang Nuri ?" tanya mama Dewi
"udah kaya nya ma, oh iya mas Rifki mana ya ma, tadi Nuri suruh cuci muka ,tapi gak balik lagi ?" tanya ku
"oh tadi Iki mama suruh beli garam ke warung depan " ucap mama Dewi
"oh ya sudah kalau begitu Nuri ke depan saja ,nunggu mas Rifki" ucap ku seraya berlalu
"dih dasar bucin " ledek Ifel
"biarin wleeekkk" sahut ku seraya menjulurkan lidah
"sudah-sudah kalian ini , baru saja ayah muji kalian akur eh udah ribut lagi " keluh ayah lagi
Aku pun berjalan menuju ke luar rumah untuk menunggu mas Rifki pulang ,tapi baru saja aku sampai di luar , sesuatu di depan ku membuat mood ku tiba-tiba down, bagaimana tidak aku melihat mas Rifki tengah di peluk Meta .
braakk
"Nuri ...." seru mas Rifki
Namun karena perasaan ku yang sedang tak baik aku bersikap acuh dan terus berjalan melewati nya , aku terus berjalan menyusuri jalan ,panas dan terik matahari yang mengenai tubuh ku tak ku hiraukan , aku benar-benar merasa buruk saat ini , tak terasa air mataku pun jatuh membasahi pipi ku bercampur dengan keringat dingin yang mulai membasahi tubuh ku .
Aku merasakan tubuh ku yang bergetar ,kepalaku juga tiba-tiba terasa berat , pandangan ku mengabur ,hingga aku pun tak sadar duduk di jalanan untuk menghilangkan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang ku .
"Nuri ...." suara mas Rifki memanggil ku
"Nuri ,sayang kamu tidak apa-apa,ada yang sakit ?" tanya nya ketika mas Rifki sudah berhasil menyusul ku dan berjongkok di depan ku ,dengan tatapan nya yang mengkhawatirkan ku , tapi aku hanya melihat nya datar .
"Nuri , sayang ,hey kamu gak apa-apa?" tanya nya lagi namun aku masih enggan untuk menyahut ,entah kenapa rasanya aku malas sekali untuk berbicara , hanya ingin diam ,diam dan diam saja rasa nya .
Dengan rasa khawatir nya ,mas Rifki akhir nya menggendong ku dan membawa ku pulang
"Nuri kenapa ?" tanya Meta
"awas jangan menghalangi jalan ku " seru mas Rifki meminta Meta untuk tak menghalangi nya
"kamu istirahat saja dulu ,aku mau ngambil minum dulu " ucap mas Rifki setelah membaringkan ku di tempat tidur
Aku pun memiringkan tubuh ku membelakangi arah pintu , hingga suara pintu terbuka aku fikir itu mas Rifki tapi ternyata
"Nuri ....kamu kenapa ,sakit ?" tanya nya
"maaf Nuri , aku tidak sengaja tadi aku sangat ketakutan " ucap nya
__ADS_1
"apa yang membuatmu ketakutan Meta?dan kenapa kamu harus memeluk suami ku seperti itu?" tanya ku tanpa membalikan tubuh ku
"tadi aku melihat ada hantu , aku lari dan tak sengaja menabrak seseorang,dan aku langsung memeluk nya , mana tahu aku kalau dia suami mu " tutur nya
"segampang itukah kamu memeluk seseorang, jika yang kamu tabrak adalah orang gila apa kamu juga akan langsung memeluk nya " tanya ku lagi
"ya ....ya tentu saja tidak , oh maksud ku "
"sudahlah Meta, jangan banyak jelaskan apapun ,aku sudah cukup tahu tentang mu " ucap ku lagi
"maksud mu?"
"kamu pasti tahu lah maksud ku , kita itu teman Meta , kamu satu-satunya teman ku " ucap ku lagi
"iya aku tahu , tapi kan aku sudah minta maaf ,lagian hanya meluk doang ko ,gak lebih " ucap nya lagi tanpa merasa bersalah
hanya helaan nafas ku saja yang ku lakukan , aku sudah malas dan benar-benar merasa muak dengan nya, entahlah mungkin karena pengaruh hormon kehamilan ku ,yang membuat aku mudah sekali marah dan susah untuk mengembalikan mood ku .
aku mendengar dia terus saja mengoceh , hingga aku benar-benar merasa tak nyaman dengan keberadaan nya .
"Wo, bisa kamu bawa keluar dia ,kepalaku pusing pengen istirahat" ucap ku dalam hati
"kak Meta sebaiknya kakak pulang , Nuri biar istirahat " ucap Ifel tiba-tiba
"ya sudah deh kalau begitu aku pulang dulu ya , kamu istirahat saja " akhir nya akhirnya dia pulang juga
"sudah kan ,maaf ya karena aku tadi yang menakuti nya jadi berujung pelukan " ucap Ifel membuat ku berbalik menatap nya
"kau bukan Ifel " sahut ku
"memang bukan " ucap nya dan langsung merubah wujud nya
"Wowo ,ngapain kamu pake nyamar jadi Ifel segala" tanya ku
" hehe...iseng aja " sahut nya
"ya sudah kamu juga keluar aku mau istirahat" ucap ku dan Wowo pun langsung menghilang , tak berselang lama mas Rifki masuk
"sayang , maaf tadi itu tidak seperti yang kamu lihat , dia tiba-tiba saja memeluk ku , aku sudah mencoba buat melepas pelukan nya ko tadi " ucap mas Rifki seraya mengusap kepala ku
"aku mau istirahat mas , kepala ku pusing " sahut ku lalu membalikan tubuh ku lagi membelakangi nya
kurasakan ranjang ini bergerak ,rupanya mas Rifki ikut berbaring dan memeluk ku ,
"sayang , bilang ke mamah ya jangan marah terus , papa nya sedih lihat mama marah dan diemin papa, katakan pada mama juga kalau papa hanya menyukai pelukan mama " ucap mas Rifki seraya mengusap perut ku dan berbicara pada janin yang ada di perut ku
uuuhh mas Rifki aku jadi ingin tersenyum kan ,hingga tak sadar sudut bibirku tertarik dan membuat sebuah senyuman .
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1