Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 87


__ADS_3

AUTHOR POV


Sudah tiga hari semenjak Nuri kembali pulang ke kampung , gadis itu menjadi lebih banyak diam dari biasa nya .


"ayah ,itu Nuri kenapa sih yah , sepulang dari kota dia jadi pendiam gitu ,kaya nya sedih gitu ?" tanya Bu Maryam pada suami nya


"entah lah Bu ,ayah juga tak tahu pasti nya ,yang jelas Nuri telpon ayah dia mau pulang kampung , maka nya ayah langsung minta izin pada bos ayah untuk pulang lebih awal ,dan ternyata bos nya ayah ngizinin " sahut Maman


"tapi setelah Nuri nelpon ayah, datang Rifki ,dia bilang dia serius pada Nuri ,dan meminta ayah untuk tak menikahkan Nuri dengan laki-laki lain , ayah bingung sebenarnya ada masalah apa mereka ?" ucap nya


"Rifki yang kata ayah teman laki-laki nya Nuri,anak pemilik kafe tempat Nuri bekerja ?" tanya nya lagi


"iya "


"apa mungkin Nuri menolak nya seperti Nuri menolak semua laki-laki yang datang dulu ?" terka Bu Maryam


"seperti nya begitu ,tapi tak tahu juga sih " sahut nya lagi


"coba ibu telpon Adi ,suruh dia ke sini , cuma pada nya Nuri selalu terbuka selain pada ku , kali ini Nuri tak mau cerita pada ku , mungkin pada Adi dia mau cerita " ucap Maman lagi meminta Maryam istri nya menghubungi sepupu nya Nuri anak dari kakak nya pak Maman


"baiklah yah " Bu Maryam lalu menghubungi sepupu anak nya itu


***


Di sini lah sekarang Nuri berada ,selama tiga hari ini gadis itu selalu menghabiskan waktu nya dengan memancing di sungai tempat biasa ia termenung sambil menunggu kail nya di sambar ikan .


"kamu kenapa ?" tanya Briana yang dari tadi hanya melayang-layang seperti layangan putus


"kamu bisa diam tidak ,itu ikan nya takut ngelihat kamu " ucap Nuri pada sosok hantu bule bernama Briana penunggu pohon besar di dekat sungai itu


"baiklah aku diam " ucap nya seraya duduk di batu besar di samping Nuri


Sedangkan untuk Wowo dia hanya memperhatikan dari jauh ,soal nya dia merasakan hawa panas saat mendekati area sungai itu , mungkin itu adalah pagar ghaib yang membelenggu Briana hingga Briana tak bisa pergi jauh dari area sungai begitu pun makhluk tak kasat mata lain nya tak dapat mendekat itu fikir Nuri


"kamu sedih karena tak dapat ikan dari tadi ?" sangka nya


"iya gara-gara kamu aku gak dapet ikan nya " ucap Nuri asal


"maaf " ucap nya merasa bersalah


"tak apa ko, emang dasar nya aku lagi sedih saja " ucap nya


"sedih kenapa ?"


"aku...."


"Nuri " seseorang memanggil nya ,dan Briana langsung menghilang kembali ke pohon tempat tinggal nya


"kak Adi "lirih nya


"dapet gak ikan nya ?" tanya nya berbasa basi , Nuri pun menggeleng

__ADS_1


"kak Adi kapan datang ,kenapa kak Adi bisa tahu kalau Nuri di sini?" tanya nya


"kakak baru saja datang ,kata paman dan bibi kamu lagi memancing di sungai , makanya kakak susulin ke sini " tutur nya


"kamu jadi tambah cantik nih berhijab seperti ini " puji nya


"makasih kak"


"kamu kenapa ,kok seperti sedih gitu , ada masalah ?" tanya nya setelah melihat raut wajah Nuri ,meskipun ia sudah tahu dari paman dan bibi nya


Nuri tak langsung menjawab , ia malah memeluk tubuh kakak sepupu nya sambil terisak


"bener nih dia lagi ada masalah " gumam nya dalam hati


"hey kenapa kamu nangis sih ,ada apa ? coba cerita sama kakak"


"kenapa Nuri selalu bernasib seperti ini kak , apa salah Nuri ?" tanya nya lirih


"maksud nya ?"


"ah tidak apa-apa ko kak , eh ini seperti nya aku dapat ikan " seru Nuri seraya meraih joran pancing nya yang tadi ia letakkan di dekat nya


"yeee.....dapet ,besar lagi " ucap nya kegirangan


Nuri sempat melirik ke arah pohon besar di depan nya ,ia melihat Briana tengah tersenyum sambil menunjukan jempol nya


"apa ini ulah mu ?" tanya Nuri di dalam hati nya pada sosok hantu bule cantik itu


"iya ,sebagai permintaan maaf ku karena sudah bikin ikan nya takut " ucap nya


"kamu lihat apa, senyum-senyum lagi, kan kan jadi merinding ,kita pulang yuk, sudah panas juga sebentar lagi dhuhur" ajak Adi


"baiklah " ucap Nuri seraya bangkit setelah membereskan peralatan mancing nya


"sini kakak bawain ember nya, heeehhh....embernya kebesaran pantas saja ikan nya ga dapet ,ikan nya sudah takut duluan lihat embernya " kelakar nya hingga membuat Nuri tertawa


"hahaha....kak Adi ih ada-ada saja "


Mereka pun pulang menuju rumah Nuri , Nuri dan Adi memang dekat dari masih kecil ,karena Nuri anak pertama dan sangat ingin mempunyai kakak ,ia juga anak perempuan satu-satunya di keluarga nya menjadikan nya sangat manja jika sedang bersama kakak sepupu nya yang satu ini , tapi akan menjadi sangat garang dan tegas jika berhadapan dengan ke dua adik nya apalagi terhadap Ifel .


Sesampai nya di rumah Nuri di buat heran karena melihat ada sebuah mobil sedan hitam terparkir di halaman rumah nya.


"ini mobil siapa ,apa mobil kak Adi ?" tanya Nuri pada Adi


"bukan , sejak kapan kakak punya mobil, bagus pula ,kalau motor sih kakak memang ada tiga ,satu punya kakak dan dua nya lagi punya ke dua uwa mu (ayah dan ibu Adi )" sahut nya seraya menujuk satu motor bebek milik nya


"lah terus mobil siapa ,apa ada yang numpang nyimpen mobil nya di sini " gumam nya


Suara adzan dhuhur berkumandang Nuri dan Adi pun melangkah masuk ke dalam rumah , tapi setelah ia sampai di ambang pintu ia terkejut saat melihat siapa yang tengah duduk berhadapan dengan ke dua orang tua nya


"assalammualaikum" ucap nya

__ADS_1


"waalaikum salam " semua menyahut dan melihat pada nya


"ma...mas Rifki....Bu Dewi " ucap nya tergagap


"Nuri , sini duduk ada yang saya bicarakan " ucap Bu


"I iya Bu , tapi maaf bukan nya Nuri tak sopan tapi itu.... ini.... apa....duh ...maksud Nuri ,Nuri mau shalat dulu ,gak apa-apa kan ?" ucap nya gugup


"oh ya sudah bagaimana kalau kita shalat berjamaah saja "usul ayah


"setuju " sahut Adi menimpali


Terlihat Rifki menatap tajam pada Adi


"siapa laki-laki ini,dia datang bersama Nuri tadi ,apa jangan-jangan dia yang mau di jodohkan dengan Nuri ,wah gak bisa di biarin ini" batin nya


"Adi bantu paman beresin ruang tengah ya " ucap pak Maman


"wokeh " sahut nya seraya bergegas menuju ruang tengah


Sedangkan dari tadi Nuri selalu mencuri pandang pada Rifki , dan itu di sadari oleh Rifki, namun Rifki enggan melirik Nuri balik karena ia masih penasaran dengan pria bernama Adi itu .


Setelah semua sudah selesai mengambil air wudhu ,kini mereka sudah bersiap untuk melakukan shalat berjamaah dengan Rifki yang jadi imam nya , awal nya Rifki menolak karena merasa grogi tapi akhirnya ia mau saat melihat Nuri menatap pada nya.


Sehabis shalat berjamaah , mereka duduk melingkar di sana , dengan Nuri yang masih mengenakan mukena nya ,ia duduk di samping Adi kakak sepupu nya


Melihat itu Rifki merasa tidak nyaman


ingin dia menanyakan tentang laki-laki di samping Nuri , tapi ia urungkan.


"Nuri si Rifki cemburu tuh " suara Wowo terdengar di telinga Nuri


"cemburu ? kenapa?" tanya nya dalam hati


"baiklah jadi bagai mana Bu , ibu mau melanjutkan obrolan kita tadi ?" tanya pak Maman memulai percakapan


"ah iya ,....Nuri...." kini ucapan nya tertuju pada Nuri ,


"iya Bu " sahut nya


"kami jauh-jauh datang ke sini menemui mu juga keluarga mu ingin melamar mu untuk anak ku Rifki ,apa kamu bersedia menerima lamaran nya ?" tanya Bu Dewi langsung membuat Nuri terperanjat bukan main


"a....apa ...me .. melamar....!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2