Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 75


__ADS_3

Aku masih mematut ditempat ku setelah ayah pergi, aku jadi kefikiran bagaimana cara nya aku bisa sampai masuk dunia lain ,karena aku tak merasa tak sadar kan diri waktu itu, tapi ....ah sudahlah ,lebih baik aku tanyakan saja nanti pada mas Rifki.


Aku pun bergegas menutup pintu, langit malam ini nampak mendung ,udara nya pun terasa dingin menusuk tulang ku , tak seperti biasa nya rasa nya sedingin ini, biasa nya udara nya panas dan aku selalu kegerahan di malam hari, tapi kali ini aku merasakan seolah aku berada di atas pegunungan ,sangat dingin .


Aku lantas membawa selimut tebal dan menggulung diri ku dengan selimut itu , hingga tak terasa mata ku semakin berat dan pandangan ku pun ngeblur dan pada akhirnya aku pun tidur .


***


Pagi pun menjelang ,suara para tetangga kosan ku sudah terdengar gaduh di luar ,ada yang tengah menyapu lantai , mengobrol dan kebanyakan ibu-ibu sudah pada ngerumpi sambil mengerubungi tukang sayur keliling.


"permisi Bu" ucap ku seraya tersenyum dan membungkukkan sedikit tubuh ku saat berjalan melewati mereka


"iya neng ,duh mani resep pisan, keur mah geulis sopan deuih " ucap salah satu ibu-ibu dengan menggunakan bahasa nya


Aku pun mengerti yang di ucap kan nya hanya tersenyum dan menganggukan sedikit kepalaku kemudian kembali berjalan menuju pintu gerbang yang sudah ada duo Urip di sana.


Seperti biasa setelah ku sapa ke dua pak Urip beda dunia itu aku segera menaiki ojeg yang sudah ada di pangkalan ojek .


***


Kini aku sudah berada di pantry, aku bergantian dengan Agus untuk mencuci piring dan gelas kosong.


Aku yang sedang mencuci piring dan gelas dibuat kesal ,karena berkali kali gelas kotor yang hendak ku raih selalu bergerak sendiri menghindari tangan ku.


"ck jangan bermain-main" ketus ku


"Astaga .... apaan sih Nuri bikin kaget saja kau ini , siapa juga yang main-main " seru Selly yang baru saja menaruh piring dan gelas kotor di samping ku


"hehehe....maaf "ucap ku merasa kikuk


"hah kau ini" ucap nya lagi seraya meninggalkan ku


Aku pun kembali pada pekerjaan ku ,saat aku tengah membasuh piring nya ,sesuatu menyentuh kaki ku , namun ku biarkan saja seraya melafalkan doa di dalam hati


"aaaakkkhhhh......"


"buumm"


Terdengar suara teriakan juga dentuman yang entah dari mana asal nya ,namun seperti nya hanya aku saja yang mendengar nya ,karena semua orang nampak diam tak memberikan respon, jika mereka mendengar teriakan dan dentuman itu, pastilah mereka sudah heboh .


Sampai akhirnya aku di kejutkan dengan kehadiran mas Rifki yang seperti sedang panik dan cemas.


"Nuri ,kamu tidak apa-apa ?" tanya nya sambil memutar mutar tubuh ku


"ih mas Rifki apa-apaan sih pusing tahu " keluh ku


"maaf tapi tadi saat aku baru memasuki kafe , aku dengar ada yang berteriak dan juga suara seperti ledakan dari sini ,makanya aku cepat-cepat menuju kesini karena Selly bilang kamu ada di sini " tutur nya menjelaskan apa yang ia dengar

__ADS_1


"mas Rifki juga mendengar nya ? seperti nya hanya kita yang mendengar sedangkan yang lain tidak " ucap ku


"iya kah?"


"iya,tuh lihat saja mereka biasa-biasa kan " ucap ku lagi


"iya kau benar ,tapi syukurlah jika kau tak apa-apa " ucap nya


Aku pun berbalik melanjutkan lagi kerjaan ku mencuci piring dan gelas yang tak pernah ada henti nya.


"Nuri " panggil nya


"hm...iya " sahut ku tak menoleh pada nya


"aku ingin bicara sesuatu pada mu "ucap nya


"hm ....bicara saja " sahut ku yang masih dengan setumpuk piring dan gelas kotor


"tidak di sini "


"baiklah tapi nanti ya ,selesai aku bekerja ,tak enak sama yang lain aku sering banget ga sampai selesai kerja nya " ucap ku


"sekalian aku juga ada yang ingin ku tanyakan " tambah ku


"ok baik lah ,aku juga masih ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan , aku pergi dulu " ucap nya seraya mengusap kepala ku yang terbungkus kerudung lalu berlalu meninggalkan ku yang langsung terpaku karena sentuhan nya itu


"ih apa sih mbak " ucap ku malu


"hehehe....kalian itu cocok tahu gak,aku sampai baper tadi lihat kalian berdua ,ya kan ?" ucap mbak Nana melirik Rika


"he em ...betul " sahut Rika , aku yang tak begitu dekat dengan nya pun hanya tersenyum kecut


"ah kalian ini ,sudah ah " ucap ku lagi tapi kedua nya terus saja menggoda ku


Hingga akhirnya jam kerja pun selesai,kafe sudah tutup dan semua sudah rapi ,kini tiba saat nya aku pulang ke kosan ku.


Saat aku tengah berjalan kaki ,karena memang jarak nya yang dekat jadi tak memerlukan angkutan umum untuk pulang ke kosan ku.


Aku merasa ada seseorang yang tengah memperhatikan ku , tapi saat aku berbalik dan memperhatikan sekitar aku tak melihat apa pun atau siapa pun yang mencuriga kan


"Wo....Wowo ....." ah memanggil Wowo dalam hati ku


Aroma singkong bakar mulai menyeruak di sekitar ku kala genderuwo itu hadir memenuhi panggilan ku.


"ada apa Nuri ?" tanya nya berdiri di samping ku


"Wo apa kau tak melihat sesuatu yang mencuriga kan ,dari tadi aku ngerasa ada yang sedang memperhati kan ku "ucap ku

__ADS_1


"ya ,memang ada yang sedang mengincar mu ,bahkan kau dalam bahaya saat ini, tapi kau tenang saja,karena banyak yang melindungi mu , kau berdoa lah meminta perlindungan juga dari Tuhan mu " ucap Wowo


"bahaya apa ?" tanya ku


"kau ingat saat kejadian di kafe ,waktu itu ada wanita yang aura nya negatif kau tentu nya juga merasakan hal itu kan ?" tanya Wowo lagi


"Bu Puri maksud mu ?"


"siapa pun itu nama nya ,yang jelas seperti nya dia bukan orang baik ,kau harus berhati-hati " ucap Wowo


"baiklah, apa jangan-jangan dia lah orang di balik teror itu , tapi untuk apa ,dia kan sepupu nya Bu Dewi , masa iya sih " fikirku


"tak ada yang tak mungkin,karena kita tak pernah tahu isi fikiran orang lain "


"tak tahu , tapi kau tahu isi hati ku ,apa yang ku ucap kan dalam hati ku kau pasti dengar , kau juga bisa kan mendengar isi hati orang lain ?" tanya ku


"tidak semua orang ,hanya orang-orang tertentu saja yang bisa aku dengar isi hati nya ,dan lagi " seperti nya hanya kamu yang sangat mudah ku dengar isi hati nya meskipun tengah berjauhan,dan tak sengaja berkomunikasi " ucap nya membuat ku mengkerut kan kening


"kenapa bisa begitu ?" tanya ku bingung


"karena kita sudah terikat oleh sesuatu " ucap nya membuat ku terperanjat mendengar ucapan nya


"terikat ? maksud nya ? oh tidak jangan katakan jika ikatan yang dia maksud adalah ikatan pernikahan ghaib seperti yang ku baca di novel-novel misteri " panik ku dalam hati


"jangan berfikir terlalu jauh ,bukan ikatan itu yang aku maksud , ikatan yang ku maksud adalah ....."


Belum juga Wowo menyelesaikan kalimat nya mas Rifki tiba-tiba datang membuat Wowo menghentikan ucapan nya.


"baiklah sekarang sudah ada dia, kalau begitu aku pergi , kamu tenang saja ,mereka tak akan bisa mengganggu bahkan menyentuh mu " ucap Wowo lalu menghilang dari pandangan


"apa maksud nya?" tanya mas Rifki


"entah lah aku juga tak mengerti maksud nya " jawab ku


Aku pun pulang bersama mas Rifki yang mendorong motor nya karena aku menolak naik motor nya karena hanya tinggal beberapa langkah saja untuk ku sampai kosan ku


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2