Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 67


__ADS_3

Aku menyusul Nuri masuk ke dalam kamar , terlihat sekali Nuri sangat menyukai anak kecil , dia bahkan bisa menenangkan nya.


"khem..." deheman ku membuat nya menoleh kepada ku


"kamu menyukai anak kecil ?" tanya ku ikut duduk di samping nya


"hm...iya , melihat nya aku seperti melihat adik ku ,aku jadi merindukan nya sedang apa dia sekarang ,apa dia merepotkan ibu?" lirih nya


"adikmu seusia ini ?" tanya ku lagi ,Nuri pun menggeleng


"tahun ini Febry berusia 6 tahun satu bulan lagi dia berulang tahun" sahut nya sambil tersenyum mengajak main anak nya Haris ini.


"apa nanti di ulang tahun nya kamu akan pulang kampung ?" tanya ku


"mau nya sih " sahut nya


"ya elah ,kalian malah berdua an di sini ,kita sudah repot-repot datang ke sini untuk melihatmu yang kata nya terluka,eh malah di cuekin , kalian malah berduaan,hayoo pacaran ya " ucap Bobi tiba-tiba muncul di susul Seno,dan yang lain ,kamar pun menjadi penuh oleh mereka.


"siapa yang berduaan, apa kalian tidak melihat ini ada siapa lagi yang berada di sini " ucap Nuri tanpa menengok


"hehe.....iya sih kalian bertiga tapi Riswan kan masih kecil , jadi tidak akan mengerti yang kalian lakukan" ujar nya lagi


"memangnya kita melakukan apa?" ucap Nuri melirik sekilas pada Bobi


"jadi namamu Riswan,nama yang bagus ,


cilukkkk ba......" Nuri mengajak main ciluk ba dan Riswan pun merespon dengan baik


anak kecil itu nampak senang dengan Nuri


"mamama" celoteh Riswan


"ini aunty ,sayang bukan mama, panggil aunty , aunty" ucap Nuri dengan gaya khas anak kecil


Aku dapat melihat bahwa Nuri sangat menyukai balita itu, kulirik sekilas pada Haris ,ia tersenyum melihat tingkah Nuri saat berinteraksi dengan anak nya ,dan itu entah mengapa aku merasakan ada rasa tak nyaman di hati ku ,apa aku cemburu ?


sebenar nya ada hubungan apa mereka


RIFKI POV END


.


.


.


Aku tertegun sejenak saat tahu bahwa anak balita yang di gendong mas Rifki itu adalah anak nya Haris.


Beruntung aku masih bisa mengendalikan rasa terkejut ku ,ku alih kan lagi perhatian ku pada anak balita di depan ku.


Namun tiba-tiba saja dia menangis kencang saat Wowo muncul di samping mas Rifki, dia juga menggoda anak balita itu dengan menggoyang-goyangkan badan nya ,namun itu malah semakin membuat tangis nya kencang , ku sipit kan mataku menatap tajam Wowo.


"Wo jangan ganggu anak ini ,lihat dia menangis karena melihat mu ,dia ketakutan " seru ku dalam hati


"ok ok aku pergi " Wowo pun hilang tak meninggalkan jejak


Aku pun kemudian meraih anak balita di gendongan mas Rifki dan membawa nya ke kamar ,tak ada maksud apa-apa ,aku hanya ingin menenangkan nya ,dengan di baringkan agar tak membuat badan nya sakit karena terus-terusan di gendong.


Hingga akhirnya tangis nya berhenti dan mulai merespon candaan ku , hingga akhirnya mas Rifki mengikuti dan tak lama kemudian yang lain nya menyusul termasuk Haris.


"mamama" ucap balita yang bernama Riswan itu berceloteh


"ini aunty sayang ,bukan mama, panggil aunty , aunty" ucap ku menirukan gaya anak kecil


"oh iya bagaimana kabar Della ?" tanya ku tiba-tiba saja ingin menanyakan nya ,sudah tak ada rasa sakit yang kurasa ketika menyebut nama nya.


Mendengar pertanyaan ku ruangan yang tadinya ramai mendadak sunyi


"kalian kenapa ko diam?" tanya ku menatap mereka


Semua mata tertuju pada Haris ,seolah ingin Haris bicara ,terlihat Haris nampak menghela nafas nya,hingga ia pun berkata.


"Della sudah pergi " ucap nya


"pergi ? maksud nya ?" tanya ku bingung

__ADS_1


"seminggu setelah kelahiran Riswan dia pergi meninggalkan ku dan bayi yang dia lahirkan , dia beralasan ingin melanjutkan kuliah nya di luar negeri,dan sampai saat ini tak pernah ada kabar dari nya " tutur nya


"huh dasar egois " batin ku mendengus


"sebaik nya kita keluar ,lihat Riswan tertidur " ucap ku dan mereka semua setuju untuk pindah ke luar


"terus itu anak ku ,ga apa-apa di tinggal sendirian?" tanya Haris menatap ku


aku pun mendengus senyum ,sambil bilang


"tak apa sudah ada yang menjaga nya " ucap ku,membuat Haris mengkerutkan kening nya


"Wo,jagain ya jangan di ganggu,awas kalau dia sampai menangis " ucap ku melirik Wowo yang berdiri di ambang pintu


"sudah ada yang jaga ,siapa ?" tanya nya


namun aku tak menjawab pertanyaan nya dan malah segera keluar dari kamar itu


"hey apa kalian merasakan sesuatu?" tanya Bobi ketika duduk di sofa panjang ruang tamu


"iya nih aku tiba-tiba merinding apalagi tadi pas keluar dari kamar" sahut Seno


"alah itu cuma perasaan kalian saja ,kalian kan penakut" ejek mas Rifki


"kaya kau sendiri juga tak penakut sama sama penakut juga " seru Tito menimpali


"hey sekarang aku sudah tak takut lagi ,apalagi jika ada Nuri bersamaku ,rasa takut ku tiba-tiba hilang ,iya kan Nuri?" ucap mas Rifki melirik pada ku ,aku pun hanya tersenyum menanggapi nya


"kalian itu pacaran atau gimana sih ?" tanya Rudi


"iya kalian itu pacaran atau tidak?" timpal Eko mengikuti pertanyaan Rudi


Saat aku ingin menjawab tiba-tiba saja terdengar suara benda terjatuh ,kami semua pun terkejut ,hingga berpencar mencari asal suara itu.


"Wo ,jangan kamu tinggalkan anak itu " seru ku melirik Wowo dan di jawab anggukan oleh nya


"gimana ,suara apa tadi ?" tanya ku pada Eko dan yang lain


"tidak ada apa-apa ko ,semua nampak aman-aman saja tak ada benda yang terjatuh " sahut nya


"iya ,ko bisa ya ada suara benda jatuh tapi tak ada apa pun ,aneh " ucap Tito yang di angguki yang lain


"mas Rifki" panggil ku menghentikan langkah nya


"iya ,ada apa ?" mas Rifki menatap ku lembut


"itu " tunjuk ku pada sebuah lukisan di dinding yang menggambarkan sosok pria bertubuh tegap dengan rambut panjang dengan ikat kepala melingkar di kening nya , pakaian ala masa kerajaan tempo dulu


"oh itu ,itu lukisan leluhurku katanya ,kenapa mirip kan sama aku ?" tanya nya sambil tersenyum menatap ku


"bagaiman mungkin?" gumam ku yang terdengar oleh nya


"apanya yang bagaimana mungkin ?" tanya nya


Aku pun melangkah mendekat ke arah lukisan itu ,ku pandangi wajah di dalam lukisan nya


"itu hanya duplikat nya ,yang asli ada di kamar ku " ucap mas Rifki tiba-tiba


"benarkah ? apa aku boleh melihat nya ?" tanya ku


"tentu ,tapi untuk apa ?"


"akan ku jelaskan nanti ,tapi aku ingin melihat yang asli nya dulu" pinta ku


"ok baiklah ,yu ikut dengan ku " ucap mas Rifki mengajak ku berjalan ke arah kamar


nya


"hey mau kemana kalian ?" seru Eko


"syhuuutt......jangan kepo " ucap mas Rifki


Aku pun melanjutkan langkah ku mengikuti mas Rifki , begitu pun dengan yang lain mereka turut penasaran dengan apa yang akan aku dan mas Rifki lakukan


"kalian mau ngapain masuk kamar, hehe...kalian mau "

__ADS_1


"jangan berfikiran macam-macam,aku dan mas Rifki tidak mau melakukan apa pun , jika ingin tahu ikuti saja kami " seri ku memotong kata kata Bobi


"nah itu lukisan nya " tunjuk nya pada sebuah lukisan yang tertutup kain putih


"kenapa di tutupi?" tanya ku yang menatap lurus ke lukisan itu


"entah lah agak sedikit aneh jika aku ceritakan " ucap nya


"memang nya kenapa ?" tanya ku melirik mas Rifki


"lukisan itu seolah hidup ,dan memperhatikan ku ,aku juga pernah melihat mata nya berkedip , hal yang paling aneh lagi lukisan itu selalu berpindah sendiri ke kamar ini ,seolah tak mau dipindahkan ,pernah dulu almarhum papa ku memindahkan nya ke ruang tamu ,tapi pas esok nya lukisan ini sudah berada di sini lagi " tutur nya


"boleh aku mendekat untuk melihat nya ?" tanya ku lagi


"silahkan "ucap nya


Aku pun mulai mendekati lukisan itu ,ku sibak kan perlahan kain penutup nya,hingga terlihat lah dengan jelas lukisan itu.


Ku tatap lamat-lamat lukisan nya ,dan benar kata mas Rifki jika lukisan ini tampak hidup .


Ku sentuh lukisan itu terutama di bagian wajah ,hawa sejuk mulai menjalar saat pertama aku menyentuh nya ,aku pun menutup mataku guna meresapi dan merasakan hawa sejuk itu , sekelebat aku dapat melihat bayangan di masa lalu , masa dimana orang dalam lukisan ini masih hidup


Aku melihat pria ini bersama seorang wanita tengah duduk berdua ,siapa dia ,apa kekasih nya , aku terus memperhatikan nya , hingga suara lantang terdengar nyaring di telinga ku.


Suara derap langkah bercampur suara kaki kuda terdengar bising ,mereka mendekati ke arah pria dan wanita itu.


" Arya Penangsang sudah ku katakan kau jangan berani mendekati putri ku , dia akan ku kawinkan dengan seorang putra mahkota " ucap nya lantang


Seketika pria bernama Arya Penangsang itu menoleh juga bersama wanita nya


aku terperanjat kala melihat wajah nya


"kenapa ,dia mirip dengan ku ?"


"tidak ayah ,aku tidak ingin menikah degan nya ,aku tak mencintai nya " teriak wanita itu


"jangan bodoh kamu Sekar Mirah ,hidup mu akan terjamin jika menikah degan putra mahkota ,kau akan jadi ratu suatu saat nanti " ucap ayah nya


"tidak sampai mati pun aku tidak akan mau menikah dengan nya " ucap nya


"kalian bawa putri ku ,dan habisi Arya Penangsang " ucap nya lantang


"tidak lepas kan aku ,lepaskan aku ,ayah aku mohon ayah ,jangan lakukan ini !!"seru nya


Aku dapat melihat sebuah anak panah melesat dengan cepat ,mengarah pada Arya Penangsang, dan hal tak terduga pun terjadi.


"Sekar Mirah " teriak ayahnya


Wanita itu melindungi kekasih nya dari anak panah ,hingga dia lah yang terkena anak panah itu ,anak panah itu menancap dari punggung hingga tembus ke depan ,darah segar mulai mengalir dari mulut nya ,tubuh nya ambruk dan langsung di tangkap Arya Penangsang .


"Sekar Mirah bangun sayang ,jangan kau tinggalkan aku" ucap Arya Penangsang


"hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu, aku mencintai mu " ucap nya


"ayah ,sudah ku katakan sampai mati pun aku tak mau menikah dengan putra mahkota , uhuk....aku hanya mencintai Arya Penangsang , sampai kapan pun " ucap nya mulai terbata dan mengeluarkan darah segar dari mulut nya


"uhuk..." lagi-lagi ia memuntahkan darah segar nya


"kau harus melanjutkan hidup mu ,menikah lah dengan wanita lain , kelak kau akan punya keturunan yang nanti nya akan mirip dengan mu , aku pun akan menitis pada jiwa anak manusia , lewat keturunan mu dan titisan ku itu lah ,cinta kita akan menyatu " ucap nya lalu menghembuskan nafas terakhir nya


Aku tersentak saat membuka mata ku , pandangan ku mulai buram saat mataku mulai berkaca kaca.


"jadi begitu "


.


.


.


.


bersambung ...


weeeh .....ko jadi begini ya alur nya🀦

__ADS_1


maaf jika alur nya tak sesuai harapan kalian...


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2