Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 melahirkan part 2


__ADS_3

Di sini aku berada ,di ruangan serba putih dengan bau khas rumah sakit ,aku sudah di baringkan di ranjang rumah sakit ,beberapa dokter juga sudah berada di dalam ruangan tengah memeriksa keadaan ku.


"kamu harus kuat Nuri ,semangat kamu bisa " Lasmi menyemangati ku


"kamu ngapain di sini ,sana tunggu di luar" ucap ku dalam hati


"tapi aku mau di sini" jawab nya tak ingin pergi


"jangan kira aku gak tahu ya,kamu di sini bukan karena ingin menemani dan menyemangati ku kan ?" batin ku lagi


"hehehe....iya duh ketahuan aku , abis nyium aroma kamu yang mau melahirkan membuat ku berselera apalagi pas nyium bau darah nya nanti " ucap nya dengan mata berbinar seakan menemukan mata air di padang pasir


"jangan macam-macam kamu ,mau kamu aku bacain ayat kursi " ancam ku


"tidak ....ok aku pergi "pekik nya panik dan langsung pergi dengan meninggalakan suara tertawa nya yang khas


"astaghfirullah......kenapa aku merinding ya " ucap para suster lirih


"Wo ,jagain Lasmi , aku takut lihat perubahan wajah nya yang seperti itu , dia bisa saja mengancam nyawa ku jika di biarkan " batin ku


"kau tenang saja Nuri , Lasmi sudah berada bersama ku " sahut nya


"baiklah terima kasih Wo "


"bagaimana Nuri ma , kenapa mama gak menemani Nuri di dalam ?" suara mas Rifki yang seperti nya baru saja datang


"mama terlalu panik ,mama gak kuat kalau harus menemani Nuri " jawab mama Dewi


terdengar menangis


"Bu dokter " panggil ku sedikit meringis


"iya Bu....ada apa mau ke kamar mandi ,atau mau minum?" tanya dokter Lina


"tolong panggilkan suami saya dokter " pinta ku


"baiklah tunggu sebentar ya Bu" dokter Lina pun beranjak dan meminta mas Rifki untuk masuk


"suami ibu Nuri ...."


"saya dokter, bagaimana istri dan anak saya dokter ,mereka baik-baik saja kan?" tanya mas Rifki


"istri anda masih pembukaan 6 , sebentar lagi ya,sabar , mari ikut ke dalam ,istri anda menunggu" ucap dokter Lina


"sayang .... maaf ,seharusnya aku gak pergi ngantor tadi, gimana masih sakit ?" tanya mas Rifki membelai kepala ku


"banget mas ,sakit.....aku gak kuat mas " rintih ku


"kamu kuat , kamu bisa ok, demi aku dan anak kita ,kamu harus kuat " mas Rifki menghujaniku dengan ciuman


"tahan sedikit lagi ok ,kata dokter nya sebentar lagi ,jika saja sakit mu bisa di pindah padaku ,aku rela" kembali mas Rifki mengecup kening ku dengan tangan satunya lagi menyentuh perutku


"sayang ....anak papa.....dengarkan papa ya ,cepatlah keluar jangan bikin Mama kamu terus kesakitan , jagoan papa hebat " ucap mas Rifki seraya terus mengusap perut ku


Kurasakan hentakan kuat dari dalam perut ku membuat ku menahan jeritan ku , karena kata dokter Lina jika mulas nya muncul lagi aku tidak boleh menjerit ,dokter Lina menyuruh ku menarik nafas dan membuangnya perlahan dan aku pun mengikuti arahan nya .

__ADS_1


"aaakkkkhhh...." bukan aku yang menjerit melainkan mas Rifki karena tanpa disengaja rupanya aku menggigit pundak mas Rifki


"seperti nya bayi nya merespon setiap ucapan papa nya " ucap dokter Lina di bawah ku


"ah...." kurasakan lagi sesuatu masuk ke dalam jalur lahir ku,ternyata dokter sedang memeriksa kembali pembukaan nya


Kenapa rasa nya berbeda dengan yang mas Rifki lakukan ya ,jika itu mas Rifki tak sesakit ini malah sebalik nya tapi saat dokter yang melakukan nya , rasanya tak nyaman ada sedikit ngilu , mungkin karena mas Rifki melakukan nya dengan perasaan kali ya , eh ' astaghfirullaahal'aziim sedang keadaan begini kenapa otak ku tiba-tiba mesum begini, ingin aku jedotin kepala ku ke dinding rumah sakit ,tapi aku mikir lagi pasti akan sakit .


ok fokus pada proses kelahiran calon buah hati ku


"pembukaan nya sempurna ,baiklah ikuti arahan saya ya ,jika nanti di rasakan ada dorongan untuk mengejan ,mengejan ya" tutur dokter Lina


yang di jawab anggukan oleh ku


"ssshhh......hhmmm...." aku menggeram saat kurasa ada dorongan


ku genggam erat tangan mas Rifki yang sedari tadi menggenggam ku


"mas....." suara ku lemah


"iya aku di sini, kamu kuat ya " terlihat mas Rifki menitikan air mata nya


"mau minum " ucap ku


"sebentar ....ini minum lah"


aku menyedot air minum dengan sedotan


"sudah?" tanya mas Rifki ,dan aku mengangguk


ingin sekali aku minta maaf tapi mulutku seakan sulit untuk mengucapkan nya , bodo lah nanti saja minta maaf nya , sekarang aku ingin fokus saja melahirkan anak ku


"aduh....sshh.... dok Dede nya kaya nya udah ngajak ngeden " ucap ku lantang


"ok ,tarik nafas buang perlahan ,ayo lakukan berulang " arah dokter Lina


"hheeegggg ......hos hos..."


"ayo lagi Bu sedikit lagi " seru dokter Lina


"ayo sayang,kamu pasti bisa " mas Rifki terus menyamangati ku dengan berbagai doa yang keluar dari mulut nya


"hheeeeeeggghhhh...... "


"ayo ,iya ...terus iya ... pinter....ya ....terus Bu ....sedikit lagi ,ayo batuk " teriak dokter Lina


"hheeeeeeggghhhh...... uhhukk....." aku mengikuti arahan nya untuk batuk ,meskipun aku sama sekali tak ingin batuk


"OEEKKKK......"


"OEEKKKK....."


suara tangis bayi terdengar memenuhi ruangan ,


"Alhamdulillah " aku mengucap syukur dengan menitikan air mata melihat bayi mungil yang baru saja ku lahirkan tengah di bersihkan ,hanya di lap saja ,karena bayi baru lahir tidak boleh dimandikan sebelum usia nya 24 jam .

__ADS_1


"makasih ya, kamu sudah memberikan ku makhluk kecil yang sangat menggemaskan , I love you" mas Rifki mengecup kening ku dalam


"bayi nya sudah di bersihkan,bisa di adzanin dulu " ucap dokter Lina ,dan suster lalu memberikan bayiku pada mas Rifki


"anak lucu nya papa, welcome to the world my son "


"bismillahirrahmanirrahim..... Allahu Akbar Allahu Akbar......."


terlihat mas Rifki menitikan air mata nya saat meng adzani bayi kami , aku pun ikut terharu melihat nya , sedangkan para suster dan dokter Lina tengah membersihkan bagian bawah ku .


"wah ibu hebat ya, sama sekali tidak ada luka sobek ,gak perlu di jahit " ucap dokter Lina tersenyum pada ku


"benarkah dok ?" tanyaku


"iya ,sudah selesai di adzani nya ?"tanya dokter Lina menatap mas Rifki


"sudah dokter "


"sini kita lakukan inisiasi menyusu dini ya " ujar dokter lalu meraih bayi dan langsing diletakan di dadaku terlihat bayi mungil kami kesusahan mencari sumbar makanan nya ,dan itu membuat mas Rifki gemas sekali,dan akhirnya bayi mungil kami berhasil menemukan nya setelah beberapa menit lama nya mencari-cari .


"aaawww......"


"sayang kenapa ?"


"sakit " sahut ku


"gak apa-apa,itu wajar karena air susu nya belum terisi ,tapi nanti setelah satu atau dua hari pasti air susu nya sudah ada dan tidak akan sakit " tutur dokter Lina


"selalu dijaga asupan gizi nya ya ,jangan dulu makan yang pedas dan berminyak ya , banyakin makan daging dan sayur agar air susu nya juga melimpah"


"iya dok,terima kasih "


..............................


Kini aku sudah dipindah kan ke ruang rawat bersama bayi ku tentunya.


Pandangan mata ku tak pernah lepas pada bayi yang tengah terlelap di boks bayi ,lagi ....aku menitikan air mata ,terharu dan tak menyangka jika kini aku mempunyai malaikat kecil lucu dan imut .


"sudah jangan di lihatin terus nanti anak kita jadi malu" ucap mas Rifki merangkul ku


"lebih baik sekarang kamu istirahat ,tidur lah kamu pasti lelah , lihat lah ada mama juga yang jagain anak kita " ucap mas Rifki lagi


Aku pun berbaring dan langsung memejamkan mataku setelah mas Rifki mencium kening ku


"terima kasih "


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2