Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 sebuah tuduhan


__ADS_3

Aku dan mas Rifki saling tatap melihat orang-orang mengetuk pintu dan kaca mobil kami , sedang kan Wowo dan Lasmi mereka langsung menghilang tanpa menjelaskan sesuatu.


"woooy ....cepat buka ,dan keluar ...." teriak mereka


dengan menghela nafas mas Rifki menengok pada ku


"kamu tidak apa-apa?" tanya mas Rifki terlihat mengkhawatirkan ku


"aku tidak apa-apa ko mas , ayo kita keluar dan tanyakan pada mereka apa yang terjadi " ucap ku tersenyum ,meskipun tak di pungkiri ada kegelisahan pada diri ku ,namun aku mencoba untuk terlihat tenang di depan mas Rifki


"kamu diam dulu, biar aku buka kan pintu untuk mu " cegah mas Rifki di saat aku sudah meraih pintu ,aku pun mengangguk ,setelah itu mas Rifki pun membuka pintunya,dan segera keluar


"akhirnya keluar juga ....


"tunggu dulu pak ,istri saya mau keluar dulu " potong mas Rifki


Terlihat mas Rifki berjalan memutar menuju pintu sisi ku ,dan langsung membuka kan pintu,aku pun meraih tangan mas Rifki yang langsung di genggam erat oleh nya.


"maaf bapak-bapak, ibu-ibu bisa beri jalan dulu , istri saya sedang hamil ,pasti sangat lelah jika harus berdiri di sini " ucap mas Rifki meminta di berikan jalan ,namun seorang ibu yang berada tepat di depan ku enggan memberi jalan,dengan bertolak pinggang ibu itu bertanya


"apa benar jika kalian bersekutu dengan setan untuk mendapatkan kekayaan ?" tanya nya


"astaghfirullah halazim....." seru ku dan mas Rifki


"apa maksud ibu ?" tanya mas Rifki


"jawab saja iya apa tidak ?" tanya nya lagi


"baiklah saya akan jawab tapi beri jalan dulu untuk kami ,kita bicarakan baik-baik" ucap mas Rifki


memang nya apa yang akan mas Rifki katakan nanti ....fikir ku


Akhirnya ibu itu memberikan kami jalan ,hingga kami berada di teras bersama mbok Marni yang mencemaskan ku .


"Nuri ...." ucap mbok Marni


"tenang lah mbok ,semua akan baik-baik saja " ucap ku


"maaf jika kedatangan kami membuat nak Rifki dan istri menjadi tak nyaman ,kami hanya ingin menanyakan sesuatu ,itu pun berdasarkan kabar yang tersiar dari mulut ke mulut ,hingga membuat warga resah "


"langsung saja pak RT " ucap mas Rifki


"baiklah ,apa benar kalian bersekutu dengan setan ?" tanya seorang pria paruh baya yang pakaian nya rapih berpeci yang tak lain adalah seorang RT ,begitu kata mas Rifki barusan


"memang nya bapak mendapat informasi dari siapa ?" tanya mas Rifki


"tak penting dari siapa kita tahu ,jawab saja dengan jujur ,iya atau tidak ?" tanya salah satu warga yang berperawakan tinggi kurus


"kami tidak pernah melakukan yang dituduh kan " ucap mas Rifki


"halaaah mana ada maling ngaku ,yang ada penjara penuh kali" seru warga lain


"benar ,demi Allah kami tidak pernah melakukan persekutuan dengan setan ataupun semacam nya " ucap mas Rifki lagi

__ADS_1


"jangan bawa-bawa nama Allah ya , kalian tidak tahu apa akibat nya jika berbohong dengan membawa nama Allah " ucap pak RT


"astaghfirullah halazim ....pak kami memang tidak melakukan hal itu "ucap mas Rifki


"apa bukti nya jika kalian benar-benar tidak melakukan nya " tanya warga


"iya apa bukti nya " tanya warga lain


"harus seperti apa kami membuktikan , kami jujur pun kalian tetap tak percaya " kata mas Rifki


"kita geledah rumah nya " teriak warga paling belakang


"iya kita geledah saja " mereka saling bersahutan


"ok ... baiklah kalian boleh menggeledah rumah saya ,tapi ingat jika kalian tidak menemukan apa pun kalian harus segera membubarkan diri dan jangan lagi ada yang mengatakan jika kami melakukan persekutuan dengan setan " ucap mas Rifki kemudian


"baiklah ,pak Jamal ,pak Mahmud ,pak Tirta ,dan pak Ahmad ayo kita lihat ke dalam " ajak pak RT


Pak RT dan para warga pun mereka mulai melakukan penggeledahan di dalam , sedangkan yang lain nya menunggu di luar .


"mas kenapa mereka bisa berfikiran seperti itu " tanya ku menatap mas Rifki


"entahlah ,seperti nya ada seseorang yang sengaja memfitnah kita " sahut mas Rifki membalas tatapan ku


"astaghfirullah halazim....." lirih ku dan mbok Marni


Hingga beberapa saat pak RT dan warga yang ditunjuk nya pun keluar, dengan menghela nafas nya


"tidak ada apa pun yang mencurigakan di dalam " sahut pak RT


"nah kan ...tidak ada apa-apa,kami memang tidak melakukan itu" ucap mas Rifki


"tapi ada saksi yang mengatakan jika kalian selalu di ikuti setan , dan apa itu tak cukup memberikan sebuah bukti jika kalian memang bersekutu dengan setan" ujar seorang warga sangat lantang


Mendengar kata-kata itu para warga terus saj berasumsi yang bukan-bukan pada kami , mereka saling menghujat kami , kata nya kami pembohong,pengikut setan dan yang lain nya .


"ya Tuhan.... aku harus apa " lirih ku dalam hati


"jadi benar kan jika kalian bersekutu dengan setan " tanya pak RT lagi


"tidak pak,kalian salah faham" ucap ku ikut bicara


"hallah ...kau juga sama saja ,pakaian saja tertutup tapi kelakuan seorang pendosa " teriak ibu-ibu yang tadi menghadang jalan ku


"astaghfirullah halazim" lirih ku lagi


Sebenarnya siapa orang yang sudah tega menebar fitnah pada ku dan mas Rifki, dan apa tujuan nya , saat hati ini mulai merasa resah tiba-tiba aku merasakan kram di perut ku hingga aku mengaduh dan lantas terduduk .


"akkh....aduh ....."


"astaghfirullah halazim, Nuri ...." seru mas Rifki juga mbok Marni


"sayang kamu kenapa, apa perut mu sakit ?" tanya mas Rifki nampak khawatir

__ADS_1


"tidak mas ...ini...hanya kram" sahut ku dengan menahan rasa sakit nya


"nah lihat ....itu mungkin karma pengikut setan" ujar warga


"jangan asal bicara ya , mereka tak seperti itu "teriak mbok Marni yang sudah menitikan air mata nya


"hallah.... di bayar berapa kamu,sampai segitu nya membela anak majikan mu " teriak warga dan seolah tak ada rasa kasihan nya padaku mereka malah terus berteriak dan mengumpati kami bahkan ada yang berteriak untuk mengusir kami


"usir saja mereka pak RT , kalau perlu kita arak keliling komplek biar tahu rasa mereka " seru mereka lagi


"ya ....kita arak keliling komplek " teriak mereka bersahutan


"kalian bisa berhenti , apa kalian tidak melihat istri ku sedang kesakitan " teriak mas Rifki seraya menyelipkan tangannya pada bawah kaki ku dan punggung ku ,lalu menggendong tubuh ku


"aku mau ke dalam saja mas" lirih ku


"tidak , kamu harus ke rumah sakit ,jika terjadi apa-apa padamu dan anak kita ,aku tak akan memaafkan mereka " ucap mas Rifki dengan mata yang sudah berair


"mas jangan seperti ini ,aku benar tidak apa-apa hanya butuh istirahat saja dan setelah itu aku pasti baikan " ucap ku mencoba untuk menenangkan nya


"tapi wajah mu pucat sekali , ayo kita ke rumah sakit " kekeuh mas Rifki


Namun baru saja mas Rifki melangkahkan kaki nya seseorang tiba-tiba saja muncul dengan mengatakan sesuatu yang membuat ku juga mas Rifki terdiam


"yang di katakan kalian memang benar ,tapi tak semua nya benar juga,dan yang kalian tuduh kan bisa saja benar ,tapi bisa jadi juga tidak benar "


semua warga nampak memutar tubuh mereka ,melihat pada suara yang baru saja berbicara


suara itu ....aku mengenal nya .....dia .....


dia siapa ya ......


siapa hayo.....


.


.


.


.


.


bersambung dulu guys


maaf ya ....ma'aaaaaaaf banget up nya telat,habis bantuin anak bikin prakarya sekolah dulu , cerita nya sih bantuin tapi.....hanya cerita nya ,karena yang mengerjakan semua nya aku guys😭😭😭...


coba bayangin masa anak kelas satu SD di suruh bikin vas fhoto ,ya mana bisa ....jadi nya aku yang repot 🀦


ini nih hasil karya nya ,ada yang mau ngasih nilai gak hehe.....


__ADS_1


__ADS_2