Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 24


__ADS_3

Dia mendekap ku erat sambil terus membisikan kata-kata cinta nya


"Ris,jangan begini dong malu tahu tuh diliatin orang "ucapku sambil berusaha melepas dekapan nya


"hm...hehehe" dia melepas kan dekapan nya cengengesan


"kenapa sih senyam senyum begitu ?" ucapku


"Ris aku mau tanya sesuatu dong sama kamu?" tanya ku lagi


"tanya saja , ada apa sayang ?


"iih kamu "seru ku sambil tersipu


"apa yang buat kamu suka pada ku,padahal kan banyak yang lebih dari aku,lebih cantik,lebih pintar pokok nya lebih segalanya dari ku?"


"aku suka sama kamu itu tak bersyarat,pertama aku lihat kamu rasa nya ada yang berbeda aja,dan setelah mengenalmu aku merasa nyaman dan selalu ingin melihat mu"ucap nya


"kamu ga lagi bohong kan atau hanya merayu?"tanya ku lagi


"ya enggak lah ,percaya deh suer" ucapnya sambil menunjukan jari tengah dan jari telunjuknya


"baiklah aku percaya "


Tak lama kami berada di sana , karena ibu meneleponku untuk segera pulang ,


kami pun bergegas untuk pulang.


Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke rumah di ikuti Haris di belakangku


"Nur akhirnya kamu sampai "ucap ibu setelah melihatku sudah berada di rumah


"ada apa memang nya Bu"tanya ku


"ini lihat , ini Nur "ucap ibu panik seraya menunjukan bungkusan kain hitam yang dijahit rapih


"ini apa Bu?"tanya Haris


"ibu dapat ini dari mana?"tanya ku menimpali


"ibu menemukan ini di bawah tempat tidur ibu"kata ibu


"bawah tempat tidur?"tanya ku mengulang


"bagaimana caranya,apa sebelumnya ada seseorang yang masuk kamar ibu?"tanya Haris pada ibu


"seingat ibu sih ga ada ya , tapi...


"tapi beberapa bulan lalu sebelum ibu sakit begini kan kamarnya sempat di renovasi siapa saja yang bertugas merenovasi nya Bu" tanya ku memotong ucapan ibu


"hanya 2 orang pak Wahyu dan pak Yaya " jawab ibu


"pak Yaya?"


"kenapa Nur?"tanya ibu


"ah tidak ko Bu "jawabku


Ku raih bungkusan kain hitam itu ku buka dengan gunting dan setelah ku buka ternyata isinya ada jarum , rambut, silet ,dan serbuk besi yang sudah berkarat,


Ku masukan semua benda itu ke dalam kaleng biskuit kecil, ku siram bensin lalu ku bakar seperti yang sudah sudah.

__ADS_1


Setelah itu kami pun sepakat untuk bersikap biasa saja seolah tak tahu apa apa sesuai arahan pak kyai Abdul waktu itu.


.


Hari sudah sore Haris berpamitan untuk pulang ke rumah nenek nya.


"besok pagi datang ke rumah nenek ya"


pintanya sebelum dia pulang dan ibu juga memperhatikan kami


"mau ngapain,kamu nya juga mau pulang ke kota kan?" ucap ku


"justru itu aku mau kamu lihat kamu sebelum aku berangkat" ujarnya


"ishh kamu ih" seru ku tersipu


"pokoknya harus ok" ucap nya lagi


"Bu saya pamit ya,sekalian saya juga mau pamit besok saya pulang ke kota,titip Nur jangan sampai dia nakal "ucap nya setelah menyalimi ibu sambil terus tersenyum ke arah ku


aku yang mendengar hanya bisa melotot karena malu


"iya hati hati jangan ngebut nanti bawa motor nya"ucap ibu


"assalammualaikum" ucapnya dan mulai naik ke motornya , dia pun pergi setelah sebelum nya mengedipkan mata nya sebelah pada ku dia juga memberikan cium di udara/kiss by


hiieekk....lebay'gerutu ku tapi aku senang


sedangkan ibu hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya


"kamu pacaran sama Haris Nur? "tanya ibu setelah Haris benar-benar hilang dari pandangan


"ibu dan ayah gak ngelarang kamu buat pacaran,ibu hanya titip pesan buat kamu agar bisa jaga diri kamu baik-baik,ibu juga yakin Haris dia anak baik , tapi jaga diri maksud ibu itu jaga kehormatan mu jangan kamu serahkan dulu itu sebelum kalian benar-benar sah nanti nya , bukan nya ibu ga percaya sama kau ataupun Haris tapi yang namanya setan itu kan selalu ada di mana-mana, apalagi Haris laki-laki normal ,jodoh itu siapa yang tahu kan " ucap ibu menasehati ku


"iya Bu, Nur ngerti kok" jawabku setelah mendengar nasihat ibu dan aku selalu senang kalau ibu menasehati ku , itu tandanya ia menyayangi ku,(ya iya lah ibu mana yang ga sayang ma anak nya)


Matahari pun kini mulai masuk peraduan digantikan malam yang menghadirkan bulan dan kerlipnya bintang.


Aku, ibu, Ifel ,juga Febry kami tengah berada di ruang tv menyaksikan acara tv namun di tengah keasikan kami tiba-tiba listrik padam , ku lihat ke luar , rumah tetangga pun sama gelap.


"yah mati lampu" Ifel yang karena penakut langsung bergeser duduk nya mepet pada ibu begitu pun dengan Febry


"Nur Nur kamu dimana?" tanya ibu yang tidak mendapati aku di sana


"ini Bu di dapur ambil lilin "teriak ku dari arah dapur


Crasss


suara korek api menyala


Peesssss.......


apinya padam


Craassss "lagi


Peesssss...."lagi


begitu sampai berulang ulang


Hingga aku kesal sendiri , ku baca bismillah lalu ku gesekan lagi pentul korek api pada kotak wadah korek nya

__ADS_1


Crasss.....


ku dekatkan pada sumbu lilin nya , ada 3 lilin yang ku nyalakan dan ku bawa ke ruang tengah.


Ku letakan lilin yang sudah menyala pada meja,baru saja aku duduk kan diriku di sofa ada yang mengetuk pintu


tok tok tok


Ku raih daun pintu dan kubuka tapi tidak ada siapa-siapa lalu ku tutup kembali.


"siapa Nur ?"tanya ibu dan Ifel serempak


"ga tau ga ada siapa siapa ko"jawabku


"haduh kacau ini , benar-benar kacau...Bu malam ini kita tidur bareng ya"ucap Ifel yang sudah ketakutan


"ya sudah ayo kita ke kamar"ajak ibu


"huh dasar penakut"ujarku mencebik kan bibir


"biarin"ucapnya lagi


Setelah mereka masuk kamar aku pun masuk kamar ku tapi baru saja ku hendak menutup pintu kamar ku sekilas ada yang lewat depan kamar ku ,ku urungkan niatku menutup pintu ku lihat sekeliling yang gelap namun tak ada apapun, sebenarnya aku juga mulai merasa takut tapi ku kuatkan hati ku dengan membaca doa dan meminta perlindungan Allah


ku tutup pintu nya ku rebah kan diriku di ranjang.


"Kun... astaghfirullah"ucapku sambil membekap mulut ku karena hendak menyebutkan kata kuntilanak


"itu apa ya,ko kaya pocong, tapi ko ga mau hilang ya"gumam ku melihat bayangan seperti pocong di balik jendela kamarku


Ku beranikan diriku untuk melihat nya ku sibakan gorden dengan cepat


Sreeetttt......


Haaah ternyata handuk yang di gantung di luar depan kamar ku ,lupa di angkat ternyata


ku tutup lagi gorden nya dengan perasaan lega


Baru saja ku pejamkan mata ku tapi ada yang menarik kaki ku , sontak aku bangkit dan melihat seseorang berdiri membelakangi ku, siapa hantu kah? tanya ku dalam hati


"k kamu siapa? apa mau mu?"tanya ku pelan


dia tak menjawab hanya diam dan menunduk, rambut nya yang panjang dan kusut ,pakaian nya sama persis seperti yang di gunakan hantu-hantu di tv


Aku yang terdiam mematung di buat kaget dan syok karena tiba-tiba saja dia berbalik menampakan wajah nya , matanya yang merah mulutnya mengeluarkan darah segar tersenyum menyeringai menatapku


"aaaaakkkkkhhhh.........


.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2