
Author POV end
kembali lagi POV Nuri ya......
Tak terasa kini sudah satu Minggu semenjak kembali nya mas Rifki, ibu , Febry dan Ifel pun sudah kembali ke kampung ,karena Febry yang harus kembali bersekolah ,karena sudah lebih dari satu Minggu dia absen , oh iya aku belum memberi tahu ya jika Febry sudah bersekolah ,kelas satu SD .
Kondisi mas Rifki juga saat ini sudah jauh lebih baik ,ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa,namun ada yang aneh dari mas Rifki semenjak kembali nya dari kematian ,yaitu dia jadi makin manja padaku ,seakan tak ingin kalah dari Gibran, ia juga jadi semakin bucin , apa-apa dia lakuin hanya untuk membuat ku terus nyaman dan tersenyum , padahal aku tak butuh apa pun lagi , cukup bisa bersama nya saja aku sudah sangat bahagia , dialah tempat ternyaman ku saat ini dan selamanya , insyaallah jika Allah menghendaki.
Setiap malam aku selalu memanjatkan doa semoga Allah selalu memberikan kami kebahagian , menjadikan kami keluarga bahagia yang selalu akan saling menyayangi sampai akhir hayat, Amin.
Pagi ini aku kembali di buat tersenyum karena ulah mas Rifki , bayangkan saja baru jam 9 pagi sudah ada dua paket bunga yang dikirim ke rumah
*terima lah bunga cantik ini untuk yang tersayang ,dari suami mu yang amat sangat mencintai mu
*teruntuk ibu dari anak ku , aku mencintaimu
begitulah bunyi tulisan pada sebuah kartu kecil yang terselip pada rangkaian bunga itu
"terima kasih mas ,tapi sayang kan uang nya , beli mahal-mahal ujung-ujungnya akan layu juga ,terus di buang , lebih baik kamu pergunakan uang mu untuk yang lebih bermanfaat lagi seperti menyantuni anak yatim misal nya , aku akan lebih bahagia mas , karena nanti bisa melihat senyum-senyum menggemaskan dari anak-anak itu " ucap ku ketika mas Rifki menelpon ku hanya sekedar menanyakan bunga nya sudah sampai atau belum .
"baiklah nanti kita ke panti asuhan ya, buat mendonasikan sebagian uang ku ,apapun akan aku lakukan untuk membuat mu bahagia sayang " ucap mas Rifki di sebrang telpon
"aku gak mau mas melakukan itu untuk ku , aku ingin mas melakukan itu karena Allah semata, anggap saja itu sebagai tabungan kita menuju syurga nya Allah" sahut ku
"subhanallah.....terima kasih sudah mengingat kan ku ,makin cinta aku sama kamu sayang " ucap mas Rifki lagi
"ehm....mas maaf telpon nya sudah dulu ya , itu seperti nya Gibran bangun " ucap ku merasa tak enak
"ok ,baiklah , jangan terlalu lelah ya , minta bantuan mbok Marni saja jika kamu kerepotan" ucap mas Rifki
"iya mas ,sudah ya, by mas Rifki assalammualaikum"
"waalaikum salam" sahut nya
telpon pun terputus,aku pun lantas berjalan menuju kamar ku ,karena aku yang sedang berada di balkon memudahkan ku untuk mengetahui Gibran terbangun .
nampak Wewe dan Lasmi mereka tengah bermain dengan Gibran ,dan lucu nya Gibran tak seperti bayi kebanyakan yang akan menangis saat ada makhluk tak kasat mata mengganggu nya , Gibran malah terlihat nyaman berada dekat dengan para hantu itu .
"halo tampan nya mama,sudah bangun ya ....duh pinter banget sih kamu nak ,bangun tidur gak nangis " ucap ku gemas
"dia sangat lucu dan menggemas kan ,aku jadi pengen punya baby juga " ucap Lasmi sembari memperhatikan Gibran yang terus bergerak-gerak
"hahaha......emang bisa kamu hamil dan melahirkan setelah wujudmu jadi hantu begitu " suara tertawa Wowo menggelegar di dalam ruang kamar ku
__ADS_1
"kamu jahat .....khikhikhi......" Lasmi langsung pergi dengan meninggalakan suara kikikan
"astaga ,suara mereka bikin aku merinding " aku mengusap-usap permukaan kulit lengan ku juga tengkuk ku
"ehehehehe............"
"astaghfirullah.... ini lagi malah ikut-ikutan ,heran deh apa nya yang lucu coba " keluh ku saat Wewe juga ikut tertawa terkekeh
"berisik nek, lihatlah bulu di tangan ku pada berdiri " ucap ku sembari menunjukan tangan ku
"lebih baik nenek Wewe pergi jalan-jalan sana ,Gibran mau enen " usir ku saat melihat Gibran tengah mengecap-ngecap bibir nya mencari sesuatu untuk di isap nya.
"uuuuuccchhh......lucu nya ,sini sayang kamu lapar ya " aku menggendong Gibran dan langsung memberikan asi ku
Setelah selesai ,Gibran kembali tertidur , aku pun segera beranjak ke dapur karena mas Rifki bilang ia akan makan siang di rumah ,tak lupa aku meminta Wewe untuk menjaga Gibran , kalau di fikir-fikir sudah seperti baby sitter lumayan lah tak perlu repot-repot cari pengasuh ,aku juga sebenarnya merasa was-was jika harus mencari baby sitter ,meskipun hanya menunggui Gibran,karena untuk memandikan nya aku sudah bisa , kenapa aku merasa was-was itu karena beberapa hari yang lalu ada kasus bayi meninggal dunia karena kelalayan pengasuh nya dan aku sangat tidak ingin itu terjadi pada Gibran ku , astaghfirullah halazim......jauhkan lah keluarga kecil ku dari setiap keburukan Ya Allah.... amiiin.
"kamu masak Nuri?" tanya mbok Marni
"iya mbok ,mas Rifki katanya mau makan siang di rumah " sahut ku
"terus Gibran kamu tinggal sendiri ?" tanya nya lagi
"enggak ko mbok ,ada yang jagain " sahut ku tersenyum
"siapa ?" tanya mbok Marni dengan wajah pias nya ,seperti nya mbok Marni sudah bisa menebak nya
aku pun terkekeh kecil ,saat melihat mbok Marni mengusap dada nya
"haduh kamu ini Nur,bikin mbok jantungan saja ,kirain mbok tuh ya temen-temen hantu kamu yang jagain "
"kalau mereka yang jaga ,pasti Gibran udah nangis mbok " sahut ku
"iya juga ya " gumam nya
Aku pun mulai sibuk dengan bahan-bahan masakan ,siang ini aku mau memasak balado terong dan sayur kepala kakap.
Hingga masakan ku pun jadi ,saat aku hendak menyiapkan nya ,mbok Marni melarang nya
" sudah ,biarkan ini mbok yang siapkan ,sekarang kamu lihat Gibran saja ,takut nya bangun " ucap nya
"baiklah ,maaf ya mbok " aku pun berlenggang pergi ke kamar ku di lantai atas setelah melihat anggukan dari mbok Marni
Jangan tanyakan mama Dewi,beliau sedang sibuk di kafe nya ,karena katanya ada seseorang yang menyewa kafe nya buat acara ulang tahun .
__ADS_1
.......................
Saat ini aku tengah menunggu kedatangan mas Rifki bersama Gibran yang ku letakan di atas stroller.
Oeeekkk.....
Oekkkkk......
"cup cup cup...sayang ....kamu udah kangen papa ya nak ,sebentar ya sebentar lagi datang ,udah ya nangis nya " ucap ku seraya membawa Gibran ke gendongan ku
Gibran ini bayi unik menurutku ,bagaimana tidak ia hanya akan menangis jika sedang merindukan papa nya ,selain itu Gibran tak pernah menangis .
Tak lama pun mobil mas Rifki berhenti dan tak membutuhkan waktu lama untuk mas Rifki turun dari mobil.
"assalamualaikum sayang "
"waalaikum salam mas " aku meraih tangan nya dan mencium punggung tangan nya ,mas Rifki juga mengecup kening ku ,lalu beralih pada Gibran
"anak papa kenapa nangis hem....?" mas Rifki meraih Gibran tangis nya pun langsung berhenti
"Masya Allah.....kamu mau sama papa ya nak ,kangen ya hem...."
cup
"anak pintar" Gibran nampak memperhatikan mas Rifki dengan mata polos nya lalu bibir mungil nya terlihat tersenyum
"iiihh....anak papa senyumin papa ,seneng ya digendong papa " mas Rifki nampak bahagia saat melihat Gibran tersenyum
Alhamdulillah terima kasih atas semua anugerah yang telah engkau berikan pada ku ,ya Allah , kau berikan keajaiban pada keluarga kami dengan telah mengembalikan suami ku dari kematian .Tak terasa air mataku meluncur melihat betapa menggemaskan nya suami dan anak ku .
"ko nangis kenapa ?" tanya mas Rifki
"ini tangis bahagia mas ,aku sangat bahagia ,terima kasih telah kembali , aku tidak tahu bagaimana nanti hidupku dan Gibran tanpa ada nya mas Rifki di samping ku " ucap ku lirih ,mas Rifki merentangkan tangan kiri nya meminta ku menghambur memeluk nya .
Kupeluk mas Rifki dengan menghirup dalam-dalam aroma tubuh nya .
"khem......katanya mau makan ,tapi malah berpelukan di luar ,ayo cepetan pada masuk nanti di semutin makanan nya " mbok Marni berbicara di ambang pintu
"sini biar Gibran sama mbok dulu " mbok Marni meminta Gibran dan mas Rifki pun menyerahkan nya
"sama Oma dulu yuk .....duh tampan nya kamu mirip papa mu saat bayi " oceh mbok Marni seraya berjalan ke arah ruang tv
Aku dan mas Rifki pun segera menikmati makan siang kami , tak henti- henti nya mas Rifki memuji masakan ku ,dan itu tentu membuat ku bukan main senang nya.
__ADS_1
Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan yang Kau berikan pada ku,terutama pada keluarga kecil ku .
...THE END...