Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 68


__ADS_3

AUTHOR POV


Di saat setelah Nuri mendapatkan penglihatan tentang lukisan itu , Nuri seolah menemukan tujuan baru , hatinya terasa tenang seperti tak ada beban di hati nya.


"kenapa setelah aku mengetahui sosok nya yang selalu hadir di mimpiku itu ,hatiku jadi terasa lebih tenang ,tubuhku pun terasa rileks" batin nya


"jadi begitu " gumam nya


"apanya yang begitu ?" tanya Rifki


Nuri pun menoleh seraya tersenyum


"kau menangis ? ada apa dengan mu ?" tanya Rifki saat ia melihat Nuri yang sudah menitikan air mata nya


namun Nuri menggeleng dengan terus melengkungkan senyum nya


"kenapa perasaan ku jadi seperti ini , aku ingin sekali memeluk nya ,tapi aku juga tak mungkin melakukan nya , apa nanti kata mereka ?" batin nya menatap Rifki


"Nuri kamu tidak apa-apa ?" kali ini Haris yang bertanya


"tidak apa-apa" sahut nya


"lalu kenapa air matamu ini jatuh ?" tanya Rifki seraya menghapus air mata nya dengan tangan nya


"aku tidak apa-apa ,aku hanya terharu setelah mengetahui siapa pria di lukisan itu " tutur nya membuat mereka yang di sana berkerut kening


"maksud nya ?" tanya Rifki bingung


namun Nuri malah kembali tersenyum menatap Rifki


"kamu bisa menerawang ?" tanya Haris tiba-tiba,kembali Nuri tersenyum lalu mengangguk


"memang nya siapa pria di lukisan itu ? " tanya Tito


"nama nya Arya Penangsang"jawab Nuri


"Arya Penangsang, aku fikir itu si Rifki yang di lukisan itu , soal nya mirip banget " timpal Eko


"memang mirip karena dia adalah leluhurnya mas Rifki" ucap Nuri lagi


"leluhur " gumam mereka


"lebih baik kita keluar ,seperti nya Riswan sudah bangun " ucap Nuri seraya berlalu ,menyisakan tanya di benak Rifki dan yang lain

__ADS_1


"rupanya kemampuan nya semakin pesat " ucap Haris pelan menatap punggung Nuri yang berjalan menjauhi


"maksud mu" tanya Rifki


"sama hal nya dengan ku ,tapi Nuri jauh lebih hebat dari ku ,aku hanya bisa merasakan kehadiran makhluk astral tanpa bisa melihat apalagi berinteraksi ,dan hanya bisa membantu menyembuhkan yang kesurupan saja ,tapi berbeda dengan nya, bahkan dia bisa melakukan penerawangan terhadap benda di masa lalu , itu sungguh membuat ku tercengang ,kemampuan nya berkembang pesat setelah setahun terakhir " tutur Haris setelah Nuri keluar dari kamar itu


"hm...kau benar bahkan dia juga bisa membuka mata batin ku ,apa kau tahu bahkan sekarang aku pun bisa melihat hantu " ucap Rifki


"benarkah? selamat kalau begitu "ucap Haris terkekeh


"selamat apa nya ,aku selalu ketakutan jika melihat hantu , apalagi teman hantu nya suka mengikuti nya kemanapun ,otomatis aku juga selalu melihat nya meskipun tiap hari melihat nya ,tetap saja aku merasa ketakutan " ucap Rifki hingga membuat mereka terkejut


"seriusan si Nuri punya teman hantu ?" seru Eko bergidik ngeri


"waduh jangan sampai kita macam-macam sama Nuri ,takut teman hantu nya marah nanti " timpal Tito


"hooh bener tuh " timpal Bobi juga


"ya sudah ayo kita keluar ,Nuri bisa tahu kalau kita sedang membicarakan nya " ucap Rifki ,padahal ia hanya berniat becanda namun dianggap serius oleh teman-teman nya


"loh kemana Nuri ?" tanya Rifki karena ia tak menjumpai Nuri di ruang tamu dan juga di kamar tempat Riswan di tidurkan


"mbok Nuri mana ?" tanya Rifki pada mbok Marni yang tengah menggendong Riswan


"tadi neng Nuri lari ke belakang ,ga tau ngejar apa " ucap mbok Marni seraya memberikan Riswan pada Haris


Tanpa banyak bertanya Rifki pun berlari menyusul Nuri , begitu juga dengan yang lain nya ,mereka juga turut penasaran dan mengikuti langkah Rifki.


Sesampai nya di belakang rumah ,Rifki melihat Nuri tengah menatap tajam pada sosok yang pernah mengganggu Rifki di malam pertama ia bisa melihat makhluk tak kasat mata.


"apa mau mu ,kenapa kau berkeliaran di rumah ini ?" tanya Nuri dalam hati nya


"karena ini rumah ku" jawab nya


"tapi sekarang kamu sudah berbeda alam sebaik nya kamu kembali ke alam mu ,dan hidup tenang di sana ,bukan nya malah mengganggu manusia dan menakuti nya" ucap Nuri


"tidak bisa ,aku tak mau melihat mereka hidup tenang setelah mereka menipu ku dan keluarga ku "ucap nya menyeringai


"maksud mu menipu?"tanya Nuri bingung


"aku sangat membutuhkan uang untuk menebus anak ku yang di tahan di rumah sakit karena tak mampu bayar ,maka tak ada pilihan lain selain menjual rumah ini , setelah itu datang seseorang yang ingin membeli rumah ini , awal nya aku percaya karena mereka membayar uang nya sebagian , meskipun masih banyak sisa nya , tapi sampai beberapa bulan orang itu tak kunjung datang atau pun sekedar memberi tahu kapan sisa uang nya akan di berikan ,tapi saat aku ingin menemui nya kejadian malang menimpa ku ,sepeda motor yang ku kendarai tergelincir dan jatuh ,sampai sebuah truk datang dan melindas tubuh ku ,sampai aku mati ,tapi orang itu kemudian datang dan meminta anak dan istri ku keluar dari rumah ini ,padahal aku baru saja di kuburkan , aku bisa melihat semuanya,bagaimana mereka memperlakukan anak dan istri ku , sebelum mereka memberikan hak kami aku tak akan pernah pergi dari rumah ini " ucap nya menyeringai


"apa jika aku bisa membantu mu mendapatkan hak mu itu ,apa kau mau berjanji untuk pergi ke alam mu ?" tanya Nuri

__ADS_1


"iya, aku akan pergi jika mereka membayar kan sisa uang nya" ujar nya


"memang nya berapa sisa uang nya ?" tanya Nuri lagi


"20 juta lagi ,karena orang itu baru membayar 5 juta saja " jawab nya


"25 juta ? rumah sebesar ini hanya di hargai 25 juta?" tanya Nuri tak percaya


"karena dulu rumah ini tak sebesar sekarang , yang hanya ada dua kamar satu ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah,satu dapur dan kamar mandi , mereka mengubah total rumah itu dan membeli beberapa petak tanah di sekitar nya,dan jadilah sebesar sekarang , setelah rumah ini berdiri dengan megah ,kemudian mereka memberikan rumah ini pada penghuni yang sekarang , yang tak lain adalah anak mereka sendiri " tutur nya hingga Nuri mengangguk faham


"berarti kejadian nya sudah lama sekali ya ''gumam Nuri


"ya, sebelum pria yang selalu ku takuti itu lahir " jawab nya lagi


"begitu ya ,baiklah aku akan mencoba bicara pada pemilik rumah ini, siapa tahu pemilik yang sekarang mau membantu mu " ucap Nuri pada akhirnya


Rifki yang bisa melihat nya pun menganga tak percaya melihat Nuri berbicara santai pada hantu mengerikan itu.


sedangkan untuk yang lain ,mereka hanya melihat Nuri tengah bengong


"tuh kebetulan anak yang punya rumah ada di sini " ucap Nuri setelah melihat Rifki sudah berdiri tak jauh dari nya


"mas Rifki " teriak Nuri sambil melambaikan tangan nya


"hah ...a aku harus kesana ?"tanya Rifki ragu


"iya ,ada yang mau di sampai kan " ucap Nuri seraya menarik lengan Rifki


"kalian masuk saja ,aku mau bicara berdua dengan mas Rifki" ucap Nuri menatap semua teman teman Rifki


mereka pun patuh ,namun tidak dengan Haris ,dia diam menatap lirih melihat Nuri berjalan sambil menarik lengan Rifki


"kenapa aku merasa sakit melihat nya?" lirih nya


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung ...


__ADS_2