Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 pertolongan Haris


__ADS_3

MASIH AUTHOR POV


Kini Nuri sudah dipindahkan ke ruang rawat dengan selang infus yang tertancap di tangan kiri nya .


Tatapan sendu terlihat dari seorang ayah yang kini duduk di samping nya


"Nuri ... kamu harus kuat nak, jangan seperti ini , ayah sedih melihat mu seperti ini" ucap Maman seraya menggenggam tangan Nuri


"ayah ..."


"iya Fel...."ia menengok saat anak laki-laki nya memanggil nya


"lebih baik ayah makan dulu ,Nuri biar aku yang jaga" ucap Ifel


"tidak Fel , ayah ingin di sini menemani kakak mu " tolak nya


"tapi ayah nanti ayah bisa sakit, kalau ayah sakit nanti bagaimana bisa menjaga Nuri ,sebentar lagi ibu juga kesini,tadi katanya masih di jalan ,jadi ayah makan dulu ya" bujuk Ifel


"iya besan ,Ifel benar,lebih baik besan makan dulu ,biar Nuri saya dan Ifel yang jaga" ucap Dewi ikut membujuk


"baiklah ,titip Nuri , tapi bagaimana dengan Rifki siapa yang akan menjaga nya " tanya nya


"sudah ada Haris dan yang lain yang ikut berjaga " sahut Dewi


"ya sudah " Maman akhirnya pergi ke kantin rumah sakit untuk mengisi perut nya yang belum di isi makanan


beberapa saat kemudian


"assalamualaikum...."


"waalaikum salam....ibu...."


Maryam berjalan perlahan dengan mata yang sudah basah ,dada nya terasa sesak , hati nya sakit, dan hancur melihat anak perempuan nya tengah terbaring dengan selang infus di punggung tangan nya,apalagi ia sempat di beri tahu jika Nuri mengeluh sakit pada perut nya hingga memuntahkan darah .


"pasti ini sangat sakit" Maryam menyentuh punggung tangan Nuri yang tertancap jarum infus ,hatinya mencelos karena ia sangat tahu jika Nuri sangat takut dengan jarum


"bangunlah nak, ini ibu " ucap Maryam lirih


"Fel bantu ibu buat bacain Yasin buat kakak mu " pinta nya


"tunggu ...ini maksud nya apa ,Nuri baik-baik saja sebentar lagi dia pasti bangun, belum saat nya Nuri pergi ,aku tidak akan membiarkan Nuri pergi secepat ini ,aku akan datangkan dokter terhebat untuk menyembuhkan Nuri juga Rifki " tegas Dewi


"mbak, surat Yasin bukan hanya di tujukan untuk yang sudah meninggal atau sakaratul maut saja surat Yasin itu merupakan hati nya Al-Qur'an, surat Yasin bisa mencakup segala doa ,untuk kebaikan kita juga orang di sekitar kita ,siapa saja yang membaca surat Yasin ,maka Allah akan mencatat pahala baginya sama dengan membaca Al Qur'an sepuluh kali.


"begitu ya....saya tidak tahu " lirih Dewi


dan saat itu pun Maryam juga Ifel tak lupa Dewi mereka bertiga bersama-sama membaca surat Yasin di samping kiri kanan Nuri.


Sedangkan di tempat Rifki terbaring


"apa yang sudah terjadi pada kalian ?" Haris duduk di samping Rifki sedangkan Tito cs mereka menunggu di luar karena memang peraturan nya yang tidak membolehkan lebih dari satu orang untuk menjenguk ,mereka hanya berdiri menatap dari kaca di pintu ,untuk bisa melihat teman mereka dengan selang-selang yang menempel di tubuh nya .


"seperti nya memang ada yang tidak beres " gumam nya


Haris pun beranjak dan keluar dari ruangan Rifki


"kamu mau kemana ?" tanya Eko

__ADS_1


"kalian jaga Rifki , aku mau melihat keadaan Nuri dulu , perasaan ku tidak enak " Haris berlalu begitu saja sebelum ada yang menimpali ucapan nya


awalan yarau Annas khalaqnaa lahum mimma 'amilat aidiinaa an'aaman fahum lahaa maalikuun


sepenggal ayat surat Yasin terdengar sampai keluar ruangan


tok tok tok


Ifel bangkit dan membuka kan pintu


"assalamualaikum"


"waalaikum salam "sahut nya datar


"Haris ,ada apa ,apa terjadi sesuatu pada Rifki ?" Dewi nampak terkejut dengan kedatangan Haris


"tidak Tante ,aku kesini untuk melihat Nuri , apa boleh aku ikut membacakan surat Yasin ?" pinta nya


"tentu saja boleh ,lebih banyak orang yang mendoakan akan lebih baik " sahut Maryam


"terima kasih ,sebentar aku ambil wudhu dulu" Haris pun pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


setelah itu Haris pun duduk dengan beralaskan sejadah ,dengan sebelah tangan memainkan tasbih ,Haris pun mulai melantunkan ayat-ayat Yasin juga doa-doa yang tak ada satupun tahu doa apa .


Cukup lama Haris seperti itu dan kini bahkan mata nya sudah tertutup .


..........................


"Nuri....sedang apa kamu di sini "


"ya ,ayo kita pulang "


"Haris ....tunggu ,bagaimana kamu bisa tahu kalau aku berada di sini ?" tanya Nuri


"karena aku tahu seseorang sudah membuat mu terjebak di sini, sebenarnya aku sudah tahu jika ada orang yang berniat buruk padamu ,tapi aku diam karena aku merasa tak berhak ikut campur ,dan karena aku tahu jika kamu bisa mengatasinya, " jawab Haris


"tapi ternyata kamu salah, sehebat apapun aku ,aku tetap lah manusia biasa ,eh tapi aku gak merasa hebat ya "


"hm...iya, ayo kita harus segera pergi ,Rifki mu juga membutuhkan mu , dan untuk membawa nya kembali kamu harus keluar dulu dari tempat ini "


"dan ....sebaiknya kita harus membalikan serangan mereka "


"mereka ?" cicit Nuri


"Sabrina dan dukun nya "


"kamu tahu?" Nuri menatap tak percaya pada mantan kekasih nya itu


"ya, aku akan bantu kamu, sekarang ayo ikuti aku ,kita harus pulang " Haris pun berjalan di depan Nuri


Sebuah pintu gerbang gaib sudah nampak di depan mata ,namun sedikit lagi mereka sampai di gerbang gaib itu tiba-tiba saja Nuri terjatuh karena kaki nya di tarik sebuah tangan yang muncul dari permukaan tanah.


brukk


"akkh .." Haris pun menengok


"Nuri ....ya Tuhan ...." Haris pun mendekat dan melafalkan ayat-ayat Al Qur'an

__ADS_1


"Allahu Akbar...."


tangan itu pun terlepas dan akhir nya Nuri pun bisa kembali berjalan


"ayo" Haris menarik tangan Nuri dan mengajak nya berlari ,namun lagi-lagi mereka dihalangi oleh sekumpulan makhluk mengerikan


"gggggrrrrrhhhhhh........" makhluk-makhluk itu menggeram


"ya Tuhan ...." lirih Nuri


namun seseorang tiba-tiba datang ,dengan mengibaskan tangan nya ke hadapan para makhluk mengerikan itu ,hingga makhluk-makhluk itu pun terpental


"kakek..." guman Nuri


"cepat lah ,kalian pergi , dan kau ,...terima kasih sudah mau menolong cucuku ,masalah bayi mu kau jangan terlalu khawatir ,bayimu tidak apa-apa hanya saja saat ini dia tengah di sembunyikan dulu,nanti jika sudah waktunya bayi mu akan kembali " kakak bersorban putih itu tersenyum mengiringi kepergian Nuri dan Haris menuju pintu gerbang ,hingga tubuh mereka lenyap di balik gerbang gaib itu


.........................


"Nuri .....besan lihat lah Nuri menggerakan jari nya " seru Dewi saat melihat pergerakan dari jemari menantu nya


"Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin " Haris mengusap wajah nya lalu menengok ke arah Nuri terbaring


"Maas.... Rifki...." suara serak Nuri memanggil Rifki namun mata nya masih menutup


"Nuri ..... Alhamdulillah kamu bangun nak " ucap Maryam senang


dengan cepat Dewi langsung menekan tombol di samping ranjang ,dan tak beberapa lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa Nuri .


"mama....ibu....Fel... Haris..." Nuri mengabsen semua yang ada di ruangan nya


"ya kami semua di sini " sahut Dewi


"apa yang kamu rasakan saat ini ,apa yang sakit ?" tanya Dewi lagi


"enggak kok ma" sahut nya


kemudian pandangan nya beralih pada Haris


" Haris ....terima kasih " Nuri tersenyum ke arah Haris


"ya ...tidak masalah , pulih kan dulu keadaan mu ,nanti kita akan memberi pelajara pada mereka " ucap Haris kemudian


"aku sudah tidak apa-apa,aku mau lihat mas Rifki ma, Bu"


.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2