
Mas Rifki nampak syok saat aku mengatakan jika pak Urip itu adalah hantu , tak ada sahutan lagi dari nya ,ia hanya diam membisu sambil memegangi kepala nya
"mas Rifki kenapa ?" tanya ku
"ga apa apa ,aku hanya syok saja ,jadi pak Urip itu adalah hantu?" tanya nya lagi
"iya " sahut ku
"terus kamu kenapa bisa berteman dengan gen...eh Wowo " tanya nya lagi
"aku juga gak tahu ,awal nya dia datang meminta daging babi mentah ,tapi makin ke sini dia selalu datang dan mengikuti ku ,jadilah kita berteman" sahut ku
"daging babi mentah ?" tanya nya lagi
"hm..." jawabku mengangguk
aku pun kembali menceritakan tentang malam itu ,malam di awal pertemuan ku dengan Wowo
"eh tapi ...sejak kapan mas Rifki bisa melihat ,bukan kah waktu itu aku gagal membuka mata batin mas Rifki?" tanya ku
"sejak semalam , astaga Nuri ...i itu kenapa banyak sekali " seru mas Rifki setelah melihat banyak nya penampakan di area kosan ku
"mas Rifki tak usah takut ,mereka tidak pernah mengganggu ko" ucap ku
"kamu yakin?" tanya nya
"iya , ya sudah ,mas Rifki cepat pulang ,aku juga mau istirahat" ucap ku
"baik lah ,aku pulang ,kamu hati-hati ,jangan merindukan ku ya ,biar aku saja yang rindu " ucap nya seraya tersenyum manis kepada ku
"haisshhh.....mas Rifki ih ,kumat lagi deh ,sana cepat pulang " seru ku segera masuk ke dalam kosan
Entah kenapa saat aku berjalan aku ingin sekali menengok mas Rifki , tanpa ku sadari aku pun berhenti melangkah dan menoleh ke pada nya , sambil tersenyum ku lambaikan tangan ku dan mas Rifki pun membalas nya ,lalu ia pun pergi dengan mobil nya.
"astaghfirullah....apa yang aku lakukan ?" gumam ku ,merasa malu sendiri mengingat apa yang aku lakukan tadi
"uuhh..... bodoh nya kamu Nuri ...." lirih ku seraya menepuk-nepuk keningku
Aku berjalan terus tanpa menghiraukan hantu-hantu yang berbaur dengan para penghuni kosan yang baru pulang bekerja sama seperti ku , mungkin jika mereka semua bisa melihat para hantu itu ,pasti mereka semua sudah lari terbirit-birit saking takut nya ' fikir ku
Hingga aku sampai di depan kamar kosan ku,
dan dengan segera aku membersihkan tubuh ku
"ah akhirnya bisa tiduran juga " ucap ku seraya berbaring di tempat tidur ku ,setelah melaksanakan shalat isya
Tubuh ku terasa sangat lelah hingga aku pun perlahan memejamkan mata ku ,namun baru saja mataku terpejam tiba-tiba sesuatu mengejutkan ku hingga aku terperanjat
BRUUKK.......
...PRANGGG..........
Terdengar suara gaduh benda terjatuh ,dan pecah ,
Aku pun lantas menyibakan tirai pemisah kamar dan ruang depan , seketika aku terkesiap melihat apa yang ada di depan mata ku.
"oh astaga ....apa-apaan ini ,kalian sedang apa ?" tanya ku sedikit terkejut karena melihat ruangan yang berantakan, padahal di ruangan ini tidak ada banyak barang ,hanya ada karpet berukuran kecil tanpa kursi, lemari tempat tv yang jadi pembatas antara ruang depan dan dapur , lukisan dan jam yang menempel di dinding , namun entah kenapa ruangan ini jadi sangat berantakan dengan banyak nya barang-barang ,entah berasal dari mana semua barang ini.
"tuh kan benar dia bisa melihat kita "ucap salah satu hantu wanita berambut panjang
"iya aku bisa lihat kalian ,kenapa memang nya ?" tanya ku
__ADS_1
"hanya ingin memastikan saja " ucap nya lagi
"perkenalkan nama ku Lila "ucap hantu berambut panjang
"aku Yesi"hantu rambut kepang
"dan aku Tami " hantu cantik berlesung pipi
"dan aku Nuri " sahut ku
"kenapa kamu tak takut pada kami ?" tanya Tami
"entahlah aku juga tak tahu ,biasa nya aku suka takut kalau lihat hantu ,tapi akhir-akhir ini aku malah semakin berani " sahut ku
"akhirnya ada juga manusia yang bisa melihat kita dan tak takut pada kita,biasa nya jika ada yang bisa melihat kita ,mereka pasti teriak dan pingsan ,ujung-ujungnya pindah dari sini " seru Yesi si rambut kepang
"memang nya kalian mau apa jika ada manusia yang tak takut pada kalian ?" tanya ku ,seraya memunguti barang yang berserakan
"aku mau minta tolong ..."
"stop, jangan minta tolong pada ku , aku tidak bisa menolong para hantu seperti di novel novel yang lain ,jika mau minta tolong mampir saja ke novel yang lain " seru ku memotong ucapan Lila
"yaahh.....kamu mah tega " keluh nya
"ini kenapa tak beres-beres juga sih , ini siapa yang bikin berantakan , beresin lagi dong !!" seru ku merasa lelah karena setiap aku bereskan malah semakin berantakan saja
"please ....aku mau tidur cape banget seharian kerja ,jangan ganggu ya, atau kalian mau aku bacain ayat kursi " ucap ku sedikit mengancam
"ok ok kita beresin lagi,jangan bacakan itu " sergah Tami seraya kembali merapikan ruangan nya di ikuti Lila dan Yesi
"baiklah kalian boleh bermain di sini ,tapi jangan berisik ya ,aku mau tidur " ucapku lalu kembali masuk kamar ku
***
Aku mengerjapkan mataku ,lalu bergegas ke kamar mandi untuk segera mensucikan tubuh ku,setelah nya aku pun segera melaksanakan kewajiban ku ,ku pasrah kan seluruh hidup ku pada Tuhan Sang Pencipta, karena hanya pada Nya lah aku berserah diri ,memohon pengampunan atas segala dosa dan kesalahan ku.
Setelah selesai aku berlanjut ke bacaan surah pendek ,untuk menunggu terbit nya matahari.
Karena tak baik juga tidur setelah shalat subuh .
*
Matahari kini sudah merambat naik memancarkan cahaya hangat nya, aku pun segera beranjak untuk berangkat ke kafe setelah sarapan pagi tadi ,tak lupa dengan segelas susu sebelum aku benar-benar berangkat
"pagi Nuri ...."
"selamat pagi Nuri ..."
Sapa beberapa tetangga kosan ku ,aku pun membalas sapaannya
"tumben kemana pak Urip?" tanya ku dalam hati
"saya di sini neng "
"KUNTILANAK" pekik ku terkejut
"nama saya Urip neng bukan kuntilanak " ucap pak Urip menatap ku tajam
"maaf pak ,spontan " ucap ku
"maafkan Nuri ,Nuri memang kalau terkejut suka manggil kuntilanak " ucap Wowo yang tiba-tiba hadir di antara kami
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu aku pamit ,ya pak Urip " ucap ku seraya berlalu
Sesampai nya di kafe , seperti biasa aku mengerjakan apa-apa saja yang dirasa harus ku kerjakan ,bersama teman-teman yang lain aku menyapu lantai ,hingga mengepel lantai tak lupa aku juga membersihkan meja-meja.
"bersiaplah sudah waktunya buka " seru mbak Nana
Pukul 08:00 kafe sudah buka ,tepat pada saat mbak Nana membalik tulisan open di depan pintu ,mas Rifki datang
"selamat pagi semuanya" ucap nya menyapa kami , kami pun secara serempak menyahut
"selamat pagi mas Rifki"
saat aku hendak menuju ke pantry tiba-tiba mas Rifki memanggil ku
aku pun lantas menoleh
"mas Rifki,ada apa ya ?" tanya ku
"biasa buat kan aku teh tarik ya !" pinta nya
"iya ,mas Rifki tunggu sebentar ya" ucap ku seraya melanjutkan langkah ku menuju pantry
"aku tunggu di ruangan ku " teriak nya
dih kenapa mesti teriak segala sih ,kan yang lain jadi pada ngelihatin ke arah ku ,
dengan segera aku berjalan menuju pantry
"seperti nya mas Rifki suka deh sama kamu " celetuk mbak Nana saat aku telah selesai membuat teh tarik nya
"ah mbak Nana ini ,jangan ngarang deh , mana mungkin mas Rifki menyukai gadis desa seperti ku ,kan masih banyak gadis-gadis lain di luar sana yang lebih baik dari ku " ucap ku seraya tersenyum tipis
" kamu itu ga peka ya , coba kamu fikir kan baik-baik, selama ini mas Rifki sangat baik dan perhatian pada mu ,saat kamu terluka dan masuk rumah sakit mas Rifki loh yang paling khawatir pada mu ,bahkan sampai rela menunggui mu selama di rumah sakit" ucap mbak Nana lagi
"mas Rifki baik terhadapku mungkin karena aku adalah pegawai nya tidak lebih dari itu , jika mbak Nana atau yang lain yang berada di posisi ku juga pasti mas Rifki akan melakukan hal yang sama " ucap ku sambil menaruh gelas yang berisi teh tarik itu ke atas baki
"aku antar ini dulu ya " ucap ku seraya pergi menuju ruangan mas Rifki
tok tok tok
"masuk "
tak
Aku meletakan minuman nya di meja dan aku pun segera beranjak, namun baru saja aku melangkah kan kaki ku tiba-tiba saja terdengar teriakan dari luar.
Lantas aku dan mas Rifki pun saling pandang dan langsung berlari menuju luar .
"astaghfirullah halazim........
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung ...
๐maaf jika cerita nya kurang menarik ya ,