
Hari sudah semakin sore ,Bu Dewi eh mama Dewi dan mas Rifki memutuskan untuk menginap dan kembali ke kota besok nya , dan akan kembali ke sini saat acara pernikahan nya nanti .
Aku tengah berjalan-jalan dengan mas Rifki sedang kan mama Dewi hanya di rumah bersama ibu .
teng teng teng
"eh neng Nuri ,sama siapa nih ,mau beli bakso nya gak ?" ucap mang Pepen penjual bakso keliling
aku pun menoleh pada mas Rifki
"mas mau gak ?" tanya ku
"boleh deh " sahut nya
"iya mang beli dua porsi ya, punya ku biasa ya mang sambel nya yang banyak jangan pake kecap jangan pake saos,mie nya seperti biasa jangan banyak-banyak sayur dan toge nya yang di banyakin ,jangan banyak-banyak micin juga " ucap ku
"siap neng mamang mah sudah hapal betul kesukaan nya neng Nuri " sahut mang Pepen
"ngomong-ngomong ini siapa neng ,cakep bener,mamang jadi minder nih " tanya mang Pepen sembari menyiapkan bakso nya
"saya Rifki calon suami nya Nuri " sahut mas Rifki mendahului ku yang akan menjawab
"wuih...mantap ini cewek nya cantik cowok nya ganteng ,pas ini ,cocok " ucap mang Pepen
"ah mamang bisa saja , Nuri jadi pengen terbang nih di bilang cantik " ucap ku
"memang neng Nuri cantik ko, ya kan mas ... siapa nama nya tadi ?" tanya mang Pepen lupa
"mas Rifki" ucap ku
"nah iya kan mas Rifki, neng Nuri cantik ,apalagi sekarang sudah pakai hijab begini " puji nya lagi
"ah sudahlah mang ,mana bakso nya jadi belum ?" tanya ku
"sebentar....nah ini pesanan sudah jadi sepesial buat neng Nuri dan mas nya saya kasih bonus satu butir bakso nya " ucap mang Pepen
"jiaahh.....spesial bonus nya cuma satu mana kecil lagi " gerutu ku
"enak juga ternyata" ucap mas Rifki saat memakan bakso nya
"mang minta sambel nya lagi ya, kurang pedes nih " seru ku
"astaga neng Nuri , kurang pedes apa nya itu mamang sudah ngasih tiga sendok makan loh, masa gak pedes sih " ucap mang Pepen
"boleh gak " tanya ku
"iya iya boleh nih, semuanya juga boleh " ucap mang Pepen seraya menyerahkan satu toples sambel cabe giling
"astaga Nuri ,nanti sakit perut gimana?"
"cuma tambah dua sendok ko " sahut ku
"nih mang ,makasih , sekarang baru kerasa pedes " ucap ku lagi
Setelah memakan bakso aku dan mas Rifki kembali berkeliling , hingga sampai aku di depan rumah nenek Ijah, aku berhenti sejenak memperhatikan rumah itu yang saat ini kosong.
"kenapa Nuri?"
__ADS_1
"tidak apa-apa ko" sahut ku
Saat aku melangkah aku tak sengaja melihat seseorang di dalam rumah itu ,hingga aku kembali menghentikan langkah ku
"kenapa sih ?" tanya mas Rifki
"tidak apa-apa mas hanya saja tadi aku melihat ada seseorang di dalam rumah itu " jawab ku
"ya mungkin penghuni nya "
"tapi rumah itu sudah kosong dalam satu tahun terakhir mas " ucap ku
"ya , mungkin penghuni yang tak kasat mata " ucap mas Rifki
"iya juga ya , ya sudah yu kita lanjut lagi " ajak ku
Baru saja aku dan mas Rifki berjalan beberapa langkah seseorang memanggil nama ku
"Nuri "
Aku yang mendengar nama ku di panggil pun sontak menoleh ke asal suara
"meta " gumam ku
"hai Nuri ,kamu mau kemana ,eh siapa ini ?" tanya nya memandangi wajah mas Rifki
"lebih ganteng dari yang dulu" gumam nya
"ya jelas lah " seru ku
"kenalin aku Meta " ucap nya seraya mengulurkan tangan nya
"Rifki ,calon suami nya Nuri " ucap mas Rifki tanpa meraih uluran tangan Meta
"calon suami " gumam nya
"ya sudah kita pamit ya , sudah semakin sore nih ,sudah mendung juga " ucap ku berpamitan
Aku dan mas Rifki pun memutuskan untuk pulang .
"kenapa kamu ngelihatin ku seperti itu ,aku tahu aku tampan tapi gak segitu nya juga dong liatin nya " ucap mas Rifki narsis
"idih narsis , aku hanya mau lihat mas Rifki sudah insyaf atau belum " ucap ku
"insyaf maksud nya ?"
"aku hanya takut saja sifat playboy mas Rifki balik lagi " jujur ku
"kamu tenang saja , aku sudah berjanji kalau kamu lah wanita terakhir ku, hanya kamu yang mampu membuat ku jatuh cinta Nuri " ucap nya seraya menggenggam tangan ku
"maksud nya ,apa selama ini mas Rifki tidak pernah merasakan jatuh cinta ? ah bohong sekali anda ,sangat mustahil seorang playboy tidak pernah merasakan jatuh cinta " ucap ku tak percaya
"memang seperti itu kenyataan nya , aku memacari banyak wanita sebenarnya terpaksa , aku kalah taruhan dulu, dan yang kalah harus bisa memacari wanita sebanyak mungkin yah minimal tiga puluh orang " tutur nya
"hah tiga puluh , memang nya taruhan apa ?" tanya ku
"nonton bola " sahut nya
__ADS_1
"memang siapa yang menang waktu itu ?" tanya ku
"Rudi ,Eko ,dan Tito , dan yang kalah aku , Seno,dan Haris " jawab nya
"lalu Bobi ?" tanya ku
"dia tidak ikut nonton dan taruhan karena sedang ke luar kota "
"berarti Seno dan Haris juga sama harus memacari banyak perempuan?" tanya ku
"tidak,hukuman nya tidak sama , ternyata si Tito sudah menyiapkan hukuman buat yang kalah, ada tiga gulungan kertas di sana ,dan yang kalah wajib mengikuti apa yang tertulis di kertas itu.
"aku mendapat tulisan yang harus mempunyai pacar sedikit nya tiga puluh dalam waktu satu tahun , dan itu sukses membuat image ku buruk , lalu Seno dia dapat tulisan harus mencium nenek-nenek saat berada di mana pun , dan Haris mantanmu itu dapat tulisan meminum minuman beralkohol,memang tak banyak sih ,tapi mungkin karena dia tak terbiasa ya dia mabuk juga " tutur nya
"mabuk ?" batin ku
Aku jadi teringat dulu , saat Haris mengatakan jika dirinya khilaf saat mabuk, apa pada saat itu .....
"kamu kenapa ko bengong?" tanya mas Rifki membuyarkan lamunan ku
"ah enggak ko " dalih ku
Tak terasa kita sudah berada di depan rumah .
"sudah pulang kalian " ucap mama Dewi
"iya ma" sahut ku
***
Malam pun tiba
Jam menunjukan pukul sebelas malam,semua sudah nampak beristirahat di kamar, mas Rifki bersama Ifel ,sedangkan mama Dewi di kamar ku .
" kamu baik-baik ya kita tinggal ke Jakarta , nanti kita kembali dua hari sebelum pernikahan" ucap mama Dewi
"iya ma, terima kasih sudah mau menerima Nuri " ucap ku masih merasa canggung
"iya ,buat mama ,apapun yang bisa membuat Rifki bahagia akan mama lakukan ,termasuk saat Rifki bilang dia mencintai mu ,mama langsung cepat ambil keputusan buat menikahkan kalian " ucap mama Dewi tersenyum pada ku
"sudah malam lekas lah tidur " ucap nya lagi
"ehm ...iya "
Aku pun lantas memejamkan mata ku begitu pun dengan mama Dewi ,kita berdua terlelap dan masuk alam mimpi.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1