Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 50


__ADS_3

.


.


.


Aku mengerjapkan mataku ,karena merasa haus juga ingin buang air kecil ,kulirik jam yang menggantung di atas tv menunjukan pukul 01:00 wib .


Tiba-tiba aku jadi dilema antara minum dulu apa buang air kecil dulu, tapi di rasa buang air yang lebih dominan aku pun bergegas keluar kamar dan langsung menuju kamar mandi.


Ternyata aku tak sendiri , kulihat ada seorang perempuan paruh baya yang kalau tak salah nama nya Bu Santi istri nya bang Udin.


Bu Santi terlihat sedang mencuci pakaian , "tapi ko kenapa malam-malam begini ?' tanya ku dalam hati


"apa memang sengaja karena jika di pagi hari harus mengantri dengan yang lain " fikir ku lagi


"malam Bu,permisi ya " ucap ku sedikit


membungkuk kan jalan ku saat melewati nya,dan langsung saja aku masuk ke dalam bilik kamar mandi untuk menuntaskan hajat ku , setelah itu sekalian aku mengambil air wudhu ,untuk sekalian mengerjakan shalat malam .


Pas aku keluar aku sudah tak mendapati Bu Santi .


" kemana perginya,apa nyuci nya sudah selesai,tapi kenapa ini tempat nyuci nya kering seperti tak pernah terkena air? padahal tadi terlihat jelas banyak sekali busa dari deterjen nya ,tapi sekarang ....kenapa tiba-tiba kering " batin ku


"apa mungkin itu hantu?" gumam ku


tak ingin berlama-lama aku pun segera beranjak dari tempat itu,dan kembali ke kamar.


Setelah selesai dengan shalat malam ku ,aku pun kembali membuka kasur lipat nya dan segera merebahkan tubuhku,tapi aku baru ingat kalau tadi aku itu kehausan ,kenapa bisa aku lupa ,aku pun meraih air mineral kemasan


dan langsung meminum nya.


***


Keesokan harinya aku yang sudah siap hendak berangkat ke kafe ,tak sengaja melihat Bu Santi dengan membawa dua ember penuh pakaian kotor ,ia berjalan menuju ke kamar mandi ,dan sepertinya hendak mencuci pakaian.


"tuh kan bener yang semalam itu hantu" gumam ku pelan


"sudah mau berangkat nur ?" sapa ayah


"iya ayah "sahut ku


"ini diminum dulu susu nya ,habisin ya " ucap ayah sembari menyodorkan segelas susu pada ku


"ih ayah bisa ga sekali saja Nuri ga minum susu " keluh ku


Pasal nya dari dulu ayah selalu menyuruh ku minum susu tiap pagi ,padahal kedua adik ku tak pernah di suruh minum susu , bukan nya pilih kasih,kami bertiga diperlakukan sama tapi dengan cara yang berbeda .


Mungkin karena aku anak perempuan nya satu satu nya jadi ayah menjadi over protektif terhadap ku.


"tak bisa ini demi kesehatan mu ,cepat habiskan susu nya " ucap ayah dan aku tak bisa membantah nya ,aku pun segera meminum nya sampai habis.


"ayah hari ini Nuri pulang nya malam soal nya kan malam ini malam Minggu ,jadi kafe buka nya sampai jam sebelas malam dan Nuri pulang nya paling jam dua belas malam man " ucap ku memberi tahu ayah ,agar ayah tidak khawatir jika aku belum pulang.


"iya ,nanti ayah jemput pulang nya ,kamu kasih tahu saja ayah jika sudah selesai " ucap ayah


aku pun meraih tangan ayah dan menyalimi nya setelah itu aku pun berangkat ke kafe.


Saat di perjalanan aku merasa ada yang mengikuti ku ,dan entah kenapa tiba-tiba aku bisa merasakan kehadiran nya , makhluk astral berbadan besar dan berbulu lebat,siapa lagi kalau bukan Wowo,si genderuwo so akrab.


"Wowo kamu jangan nakutin kalau mau ikut ikut saja " ucapku dalam hati


"kenapa kamu tahu aku sedang mengikuti mu?" tanya nya yang langsung menampakan diri nya di samping ku


"ga tahu ,tiba-tiba saja aku ngerasa nyium bau kamu " ucap ku lagi masih dalam hati


"memang nya seperti apa bau ku ?" tanya nya lagi


"bau mu seperti singkong bakar "sahutku


"iya kah ?padahal aku mandi nya di sana tuh harus nya badan ku bau comberan " ucapnya sambil menunjuk ke sebuah sungai kecil yang airnya keruh bahkan banyak sampah nya.


"iiiuuuhhh....jorok " seru ku


Seiring berjalan nya waktu ,aku pun tak lagi merasa takut jika melihat nya,aku pun lalu menaiki angkot yang berhenti tepat di depan ku.

__ADS_1


"ko rasa nya berat ,ngeden begini angkot nya , kaya ada banyak penumpang saja,padahal baru juga empat orang " gumam supir nya yang terdengar olehku .


Karena aku duduk tepat di belakang supir nya , aku pun melirik ke atap mobil seperti nya Wowo ikut naik di atas sana , dasar ya kan bisa saja dia menghilang lalu muncul lagi di tempat yang ia tuju ,ini malah ikut naik ke atas angkot ,kan kasihan Abang supir nya


tak lama aku pun sampai juga di kafe .


Aku memberikan uang lebih pada Abang kenek nya ,karena aku merasa tak enak karena sudah membawa Wowo ikut naik ,jadi anggap saja itu adalah ongkos nya Wowo .


"loh neng ,ini kebanyakan " ujar Abang kenek nya


"ga apa-apa lah bang ,anggap saja rejeki pagi hari " sahut ku begitu turun setelah memberikan ongkos nya


"waduh terima kasih loh neng , jarang-jarang ada penumpang seperti e'neng ,kalau semua penumpang kaya e'neng wah bisa banyak uang Abang " ucap nya senang


"iya sama-sama,kalau begitu permisi " ucapku lalu beranjak masuk


"kenapa kamu melebih kan ongkosnya ?" tanya Wowo yang berjalan di samping ku


"ya aku bayar ongkos mu lah "sahut ku dalam hati


"kenapa harus bayar kan aku tak terlihat siapapun ?"tanya nya lagi


"jangan bawel ,sudah ah aku mau masuk " ucap ku ,dan Wowo pun seketika menghilang , entah kemana perginya


"assalammualaikum....selamat pagi mbak Nana ,semuanya " sapa ku ketika aku memasuki kafe


"waalaikum salam selamat pagi juga Nuri " sahut mereka semua


Segera lah aku bersiap-siap, saat aku sedang membersihkan meja-meja menggunakan kain lap ,tiba-tiba saja aku melihat sepasang sepatu berwarna hijau bergaris hitam di pinggirnya berhenti tepat di depan ku ,aku pun lantas mendongak menatap pada si pemilik sepatu hitam itu.


deg........


wajah itu....


Tiba-tiba saja jantung ku terasa terpompa seketika aku jadi gugup


"maaf mas kafe nya belum buka, tapi jika mas ingin segera memesan mari silahkan duduk dulu,saya ambilkan buku menu nya dulu" ucapku namun di cegah olehnya


"siapa yang mau memesan ,saya ke sini hanya untuk memantau pekerjaan kalian ,kamu pegawai baru di sini ?" ucap nya seraya bertanya dan aku pun mengangguk dan berucap


"ya ,ya sudah sekarang kamu lanjutkan lagi kerja mu ,eh tunggu , buatkan aku minum dulu deh ,setelah itu kamu boleh melanjutkan pekerjaan mu " ucap nya


"baik ,eh tapi minuman apa? " tanya ku


"apa saja yang penting bisa bikin aku mengingat mu terus " ucap nya sampai membuat aku mengerutkan kening


"iiih aneh "gumam ku tanpa bertanya lagi aku pun langsung saja menuju pantry


"mbak Nana,apa mbak Nana tau minuman apa yang biasa nya duh siapa ya nama nya ,itu loh anak nya Bu Dewi" tanya ku


"ooh mas Rifki " jelas nya


"nah itu ,minuman apa ya ,tadi dia minta dibuatkan minum ,tapi pas ditanya minum apa jawab nya malah nyeleneh " ucap ku


"pasti mas Rifki bilang minuman apa saja asal bisa mengingat mu gitu kan ?" tanya mbak nana tersenyum padaku


" ko mbak Nana tahu ?" tanya ku


"tahu lah ,dia itu memang begitu ,playboy , suka ngerayu cewek , tapi meskipun begitu cewek-cewek masih saja ngejar-ngejar "tutur mbak Nana


"terserahlah ,mau playboy ke atau apa ,sekarang sebutkan minuman apa yang mas Rifki suka?" tanya ku lagi


Karena memang aku lebih dekat dengan mbak Nana jadi tak merasa canggung


"teh tarik" jawab mbak Nana


"waduh ,baiklah aku coba bikin deh " sahut ku


Aku pun mulai meraih 2 gelas stenles dan mulai memasukan susu dan teh panas dan mulai menumpahkan ke gelas stenles satunya dan menarik-narik nya ke atas sembari dituangkan .


Dirasa buih nya sudah cukup aku pun menuangkan nya ke dalam gelas dan meletakan nya di atas nampan.


Terserah lah bagaimana rasanya ,kalau pun tak enak itu karena aku baru pertama kali membuat nya,ku bawa nampan yang di atas nya sudah ada gelas berisi teh tarik lalu ku letak kan di meja tempat mas Rifki berada.


"maaf lama ,aku harus bertanya dulu pada yang lain minuman apa yang mas Rifki suka " ucap ku

__ADS_1


"kau tahu namaku ?"tanya nya seraya menatap ku


Aku yang di tatap nya entah kenapa seperti panas dingin dengan gugup aku menjawab


"i iya ,bu dewi yang memberi tahu kemarin " jawab ku


"baiklah aku permisi mau melanjutkan lagi pekerjaan ku " ucap ku undur diri


Namun langkah ku terhenti karena dia memanggilku.


"hey tunggu " sergah nya , aku pun berhenti dan berbalik menatap nya


"ada apa lagi ,apa minuman nya tidak enak ,maaf kalau begitu ,itu karena aku baru pertama kali membuat nya" tuturku


ya pasti rasa nya tidak enak 'fikirku


" siapa bilang ,aku mau mengatakan ini rasa nya sangat enak,manisnya pas ,aku tak pernah merasakan teh tarik seenak ini , apalagi jika minum nya sambil melihat senyuman mu ,pasti lebih enak" ucap nya


Dan sungguh aku bukan nya terharu mendengar nya ,aku malah merasa keki dibuatnya,entah sudah berapa banyak wanita yang menjadi korban gombalan nya , tapi


gombalan nya tak berpengaruh terhadap ku.


"maaf ,jika sudah tidak ada yang dibicarakan,aku permisi mau melanjutkan pekerjaan ku,dan terima kasih jika mas Rifki menyukai minuman buatan ku, permisi" ucapku seraya beranjak


"aku mau kamu membuatkan nya setiap hari " ucap nya


Sontak aku pun menghentikan lagi langkah ku dan menengok ke arah nya sambil tersenyum aku mengangguk mengiyakan setelah itu aku pun kembali melanjutkan pekerjaan ku.


Kini kafe pun buka dan aku pergi ke luar untuk mastikan bahwa tidak ada lagi pengunjung tak kasat mata yang mengecoh calon pengunjung ,dan aku menghela nafas lega karena tak nampak tanda-tanda ada gangguan .


Tapi sesaat setelah aku masuk ,terdengar suara teriakan dari arah meja pengunjung


"ada apa pak?" tanya Lisna salah satu pegawai kafe ini


"i itu tadi saya melihat ada ular di bawah meja" ucapnya ketakutan sambil menunjuk ke bawah meja


Beberapa pengunjung lain pun turut penasaran dan melihat ke bawah meja.


Aku pun lantas berjongkok untuk melihat nya dan benar saja ada seekor ular dengan panjang kira-kira dua meteran dan lumayan besar berwarna hitam legam.


terdengar teriakan beberapa orang yang merasa takut dengan ular


Aku bisa merasakan jika ular ini bukan lah ular sembarangan, dengan memanjat kan doa aku mulai mendekat dan hendak menangkap ular itu.


"kamu mau ngapain Nuri ,hati-hati bahaya kalau ular itu gigit kamu bagaimana ,sudah cyiiin tunggu saja tim pemadam kebakaran yang nangkap ular nya " seru Agus teman kerja ku dengan gaya bicara nya yang sedikit melehoy mencegahku.


Tak ku hiraukan ucapan nya aku tetap fokus sambil tak henti hentinya aku melafalkan surah Al-Baqarah dalam hatiku


dan


hap....


Aku berhasil meraih dan menarik nya ,cukup memudahkan karena ular ini tak melawan sedikit pun


kenapa aku tak takut ular ? jawab nya simpel itu karena aku sangat menyukai ular apa pun itu jenis nya.


Aku pun membawa nya ke belakang kafe tapi sebelum itu aku berucap


"ini ular nya sudah ku tangkap ,maaf jika ular ini mengganggu kenyamanan anda "ucap ku pada pria yang berteriak tadi


"pergilah jangan kau datang lagi dan mengganggu para pengujung di sini , jika ada yang menyuruhmu kau kembalilah pada orang yang sudah menyuruh mu dan katakan pada nya bahwa kami yang ada di kafe ini tak takut " ucapku seraya melepaskan ular itu dan dalam sekejapan mata ular itu pun hilang tak berbekas


"kemana perginya ular tadi?" seru seseorang di belakangku yang aku tahu siapa pemilik suara itu,aku pun membalikan tubuh ku dan benar saja dia....


.


.


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2