Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 52


__ADS_3

Masih Author POV


Kini semua nampak sudah siap di atas panggung kecil dengan masing-masing yang memegang alat musik nya.


Kelima teman-teman Rifki kini sudah bersiap untuk memainkan alat musik nya ,namun baru saja Rudi membunyikan keyboard nya Nuri menyergah nya.


"tunggu-tunggu,ini lagu nya ,ini kan lagu dangdut?" tanya Nuri


"memang nya kenapa ?"tanya Tito dengan memegang gitar nya


"di sini kita membawakan beberapa genre musik, seperti dangdut,pop,jass, bahkan koplo"ujar Bobi menambahkan


"hah semua genre musik?" seru Nuri dengan mulut ternganga


"iya ,ayo cepat lah ,waktu nya sudah semakin mepet ini "ucap Rifki mengingat kan


"baik lah ,maaf ya semuanya "ucap Nuri tak enak


Musik pun mulai mengalun ,dan Nuri pun mulai membuka suara nya menyanyikan lagu yang liriknya ter tulis di kertas yang diletakan di depan nya


...πŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈ...


sejak mengenal dirimu


hati ku tak menentu


selalu terkenang diri mu


hampir setiap waktu


apa yang aku rasakan


tak pernah aku bayangkan


mungkinkah aku kasmaran


kepadamu....kepadamu


sejak mengenal dirimu


tak berdaya hatiku


"lumayan juga suara nya " gumam Rifki tersenyum


" bagus juga ya suara nya ,bikin adem denger nya "ucap Nana berbisik pada Agus


"ho oh ,duh jadi pengen goyang " celetuk Agus langsung mendapat pukulan di bahu nya


"goyang-goyang ,otak mu goyang ,lagu kalem begini pengen goyang " seru Nana


"ih jahara deh ,sakit tau ,mas Rifki.....tolong " ucap Agus dengan suara manja nya ,Rifki yang dari tadi mendengar obrolan kedua nya pun begidik geli


"iiih apa sih,sana sana jauh jauh hus hus ...." ucap Rifki sambil mengibaskan-ngibas tangan nya


"aaah mas Rifki ...." keluh Agus seraya menjauh dari dekat Rifki


"haaaahhh... ganggu saja "gumam Rifki lalu melihat lagi ke arah Nuri


Pada saat itu datang lah seorang pria teman Rifki berdiri di samping nya ,namun karena tatapan nya yang terfokus ke depan membuat Rifki tak menyadari kedatangan nya.


Pria itu terkesiap melihat ke arah penyanyi yang tak lain adalah Nuri


πŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈπŸŽ™οΈ


kucoba mengabaikan


apa yang ku rasakan


tapi bayang wajahmu menggodaku


tatapan mu menghujam


membuat ku melayang


aku hilang dalam buai angan-angan

__ADS_1


apa aku harus mengungkapkan


semua rasa rindu yang ku pendam


sejak mengenal diri mu


tak berdaya hati ku


...(kasmaran 🎀 Tasya Rosmala )...


Pada saat bernyanyi Nuri terus saja menatap ke arah Rifki dengan menahan senyum di bibir nya , hingga membuat Rifki juga tersenyum ke arah nya ,begitupun dengan pria yang berdiri di samping Rifki ,mengira mereka saling melempar senyum .


Padahal Nuri bukan lah tersenyum kepada Rifki ,melain kan pada sosok hitam berbulu dengan mata merah nya ,yaitu Wowo


Wowo berdiri tepat di depan Rifki ,hingga Rifki pun mengira senyuman itu untuk nya.


Genderuwo itu berjoget menirukan gerakan para k-pop Korea ,namun malah terlihat aneh di mata Nuri .


"dasar demit lagu kalem adem ayem gini ,joget udah kaya cacing kepanasan " batin Nuri yang langsung terdengar oleh makhluk berbulu itu


Namun Wowo tak menghiraukan nya ,ia malah terus berjoget ,hingga lagu nya berakhir terdengar suara tepukan tangan dari semua yang berada di dalam kafe yang masih tutup itu.


"waaahhh....keren kamu Nuri ,ga nyangka suara kamu bagus" puji Seno mengacungkan jempol nya


"iya,bagaimana kalau kamu yang nyanyi seterusnya" tawar Bobi


"engga ah ,aku cukup ganti in saja ,tak enak sama penyanyi sebelum nya "tolak Nuri


"apa kau tahu perbedaan antara kau dengan AC?" tanya Rifki tiba-tiba setelah berada di depan Nuri


sedangkan Nuri hanya menggeleng


"mulai deh buaya sompret " ucap seno


"shuuuttt...diem " seru Rifki


"karena sama-sama bikin sejuk , wajah dan suara mu membuat aku tentram , rasanya semua beban yang kupikul menjadi sirna setelah melihat dan mendengar suara merdu mu " gombal nya


"memangnya mas Rifki punya banyak beban ya ?" celetuk Nuri


semua teman-teman Rifki sontak tertawa ,melihat respon nuri yang biasa saja,


Sedangkan Nuri hanya diam sambil tersenyum ,


sebenarnya Nuri bukan tak mengerti ,tapi gadis itu hanya tak ingin menanggapi saja .


"oi Ris ngapain kamu diem terus di situ ? " seru Tito pada pria yang berada di belakang Rifki


sontak membuat yang lain melihat ke arah pria itu ,termasuk Nuri


deg.....


Nuri terpaku dalam diam nya setelah melihat pria di depan mata nya , matanya mengerjap cepat ,dan segera mengalihkan pandangannya .


"Nuri ,kenalin teman ku satu lagi nama nya


Haris ,Ris kenalin Nuri " ucap Rifki


"hai " ucap Nuri mencoba tersenyum


"apa kabar ?"tanya Haris menatap gadis di depan nya


"apa kabar??? kalian saling kenal? "tanya Rifki melihat Nuri dan Haris bergantian


"iya ,dia ...." belum sempat Haris menjawab nya tiba-tiba saja Nuri menyela


"iya kita sudah kenal lama ,karena almarhum nenek nya tinggal di kampung yang sama dengan ku ,jadi kita sering ketemu jika Haris datang menjenguk nenek nya " ucap Nuri


"oh begitu , wah kenapa kau tak memberi tahu ku dulu , tahu begitu dulu aku ikut deh kalau kamu pergi ke kampung nenek mu" ucap Rifki


"kenapa memang nya ?" tanya Haris kemudian


"ya lihat saja gadis cantik begini pasti banyak yang menyukai nya ,iya kan Nuri ?" tanya Rifki melirik Nuri


"hm..maaf mas Rifki ,aku permisi ke toilet dulu,sebentar lagi buka kafe nya ,pasti akan banyak pengunjung yang datang malam ini ,aku mau siap-siap dulu ,siapin mental takut nya malah gugup nanti" izin nya

__ADS_1


Padahal itu hanya alasan nya saja yang ingin menghindari Haris


"kenapa malah ketemu lagi sih" batin Nuri setelah berada di toilet


"ketemu siapa"


"KUNTILANAK" pekik Nuri terkejut


"kenapa kamu selalu ngatain aku kuntilanak , jelas-jelas aku bukan kuntilanak" seru Wowo


"maaf aku hanya terkejut " ucap Nuri


"loh Nuri kamu bicara sama siapa ?" tegur Nana yang baru masuk toilet


"eh mbak Nana , enggak ko,tadi cuma ngedumel saja " ucap Nuri beralasan


"hm....ga nyangka ternyata kamu bisa nyanyi ,bagus lagi suara nya " ucap Nana


"ah mbak , enggak ko biasa saja " sahut Nuri


"eh tuh kan lupa ,kamu di panggil mas Rifki tuh ,kafe juga baru saja buka" ucap Nana kemudian


"haaahh...ya sudah ,aku ke sana sekarang" ucap Nuri setelah menghela nafas nya


"iya semangat Nuri " ucap Nana menyemangati


Nuri hanya tersenyum menanggapi,lalu gadis itu pun segera beranjak ke luar menemui Rifki.


AUTHOR POV END


***


Nuri POV


Aku berjalan gontai keluar dari toilet ,dari balik tembok aku melihat sudah nampak pengunjung berdatangan meski hanya baru beberapa.


Aku melihat mas Rifki melambaikan tangan nya kepada ku , menyuruh ku mendekat ke arah nya ,aku pun mau tak mau menghampiri nya , sekilas aku melihat Haris yang selalu memperhatikan ku namun aku selalu mencoba untuk biasa saja meskipun sebenarnya aku merasa gugup ,jantung ku pun berdebar ,bukan karena aku masih mempunyai perasaan pada nya , hanya saja mungkin karena pertemuan kami yang tiba-tiba.


"lama bener di toilet nya ,aku sampai rindu lho..." ucap mas Rifki ketika aku berada di dekat nya


"jangan rindu ,kata Dillan rindu itu berat loh mas Rifki " ucap ku menanggapi nya


"duh bisa saja kamu Nuri " ucap mas Rifki hendak menyentuh dagu ku ,namun dengan cepat aku mengelak nya hingga tangan nya tidak menyentuh ku


"maaf-maaf reflek" ucap mas Rifki meminta maaf


"bukan reflek tapi kebiasaan" seru Haris sengit


"ko jadi kamu yang sewot?" tanya mas Rifki menyipitkan mata nya menatap Haris


"mas Rifki,aku ke sana ya ,tuh Bobi sudah manggil " ucap ku membuat mas Rifki menengok pada ku


"ok ,good luck ya" ucap nya seraya mengusap kepalaku yang tertutup kerudung


Mendapat perlakuan seperti itu membuat ku diam terpaku untuk beberapa menit ,hingga sebuah deheman menyadarkan ku.


Aku mengerjap dan segera melangkah kan kaki ku ke panggung kecil yang sudah berada ke empat pria yang sudah siap dengan peralatan musik nya ,dengan Eko yang berperan sebagai MC sekaligus penyanyi pria


"nih kita dapat request lagu ,kamu bisa kan nyanyiin lagu nya ?"tanya Eko menyerahkan kertas kecil bertuliskan sebuah judul lagu


"bisa " sahut ku


namun baru saja musik akan di mainkan tiba-tiba


PRRAAAKKK.....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ......


__ADS_2