
.
.
.
Sesuai janji ku hari ini ,setelah ayah pulang dengan di antar oleh mas Rifki, meskipun ayah sudah menolak tapi mas Rifki tetap bersikeras untuk mengantar nya ,akhirnya mau tak mau ayah pun pulang diantar oleh nya.
Aku pun beranjak untuk merapikan beberapa barang ku , kebetulan semua fasilitas di sini sudah tersedia seperti dispenser ,tv ,kulkas,kompor gas, serta ranjang tempat tidur, ruangan nya pun tak terlalu luas namun tak terlalu sempit juga , ruang depan ,kamar satu,dan dapur yang menyatu dengan kamar mandi.
Setelah memasukan semua pakaianku ke dalam lemari pakaian yang sudah di sediakan aku pun bersiap siap untuk pergi ke TPU terdekat.
Aku berjalan ke depan pintu gerbang kosan ku , kusapa pak Urip satpam tak kasat mata yang juga tengah menatap ku.
"siang pak Urip"sapa ku
"siang juga neng" sapa nya balik
aku pun melanjutkan lagi langkah ku menuju pangkalan ojek.
Entah mengapa aku sudah tak merasa takut lagi dengan mereka yang tak terlihat , mungkin karena wujud nya yang tak begitu menakutkan ,menjadikan ku lebih berani dari sebelum nya.
"bang ,antar saya ke TPU terdekat ya " ucapku ketika aku sudah sampai di pangkalan ojeg
"waduh ngapain ke TPU neng " tanya Abang ojek nya
"saya mau jiarah ke makam teman saya " jawab ku berbohong ,masa iya aku harus bilang jujur kalau aku hendak menolong genderuwo
Tanpa banyak pertanyaan lagi abang ojek itu pun mau mengantar ku ke tempat tujuan ku.
Tak beberapa lama kemudian aku pun sampai ,dan segera memberikan ongkos nya
Setelah kang ojeg nya berlalu,aku pun segera bergegas menuju dua batu besar yang di maksud Bu Laras waktu itu.
Tanpa menghitung makam yang harus aku lewati ,dua batu itu sudah terlihat jelas pada saat aku memasuki area pemakaman
"assalammualaikum ya ahli kubur" ucap ku mengucap kan salam
lalu aku pun berjalan ke arah batu itu ,
"Wo....ini aku datang " seru ku sambil berjongkok di depan batu itu
"cepat lah badan ku sudah kesemutan ini " keluh nya
"waw genderuwo juga punya urat syaraf yang bisa bikin kesemutan ya "ejek ku
"cepat...!!"serunya lagi tak sabar
"iya iya iya ...tunggu sebentar" ucap ku
Aku pun lantas menutup mataku , berkonsentrasi memusatkan fikiran ku ,dengan kedua tangan yang ku katupkan di depan dadaku.
Ku sentuh tanah di sela-sela batu itu dengan menekan telapak tangan ku di atas nya
dan secara ajaib kendi itu keluar dengan sendirinya.
Ku raih kendi itu dan mulai ku buka penutup nya ,asap putih keluar dari lubang kendi setelah aku membuka nya ,lama kelamaan asap itu menghilang disertai kemunculan makhluk hitam bertubuh besar berbulu lebat ,dengan ke dua mata merah menyala.
"ah akhirnya aku bebas juga " ucap nya seraya menggerak gerakan tubuh nya
"sudah bebas kan sekarang ,apa kau senang?" tanya ku
"tentu saja ,ah aku merindukan istri dan anak-anak ku " ucap nya lagi
"hm...Bu Laras hebat juga ya bisa memasukan mu yang bertubuh besar itu ke dalam kendi berukuran kecil begini " gumam ku ,seraya memperhatikan kendi yang terbuat dari tanah liat ,seukuran genggaman ku
"jadi nama nya Laras ,lihat saja aku akan membalasnya " ucap Wowo marah
"jangan !" seru ku
"kenapa?"tanya nya
"Bu Laras ,teman ku juga ,dia juga selalu membantuku di kafe ketika ada gangguan ghaib,dia hanya salah sangka ,dia kira kau adalah suruhan orang yang meneror kafe nya Bu Dewi" jelas ku
"ho...begitu ya " ucap nya seraya menganggukan kepala nya
"baiklah terima kasih sudah membebaskan ku ,aku mau menemui anak dan istri ku " ucap nya lalu menghilang dari pandangan ku
__ADS_1
"haaaah syukurlah ,tapi aku jadi penasaran seperti apa keluarga nya Wowo" gumam ku
Saat aku tengah berjalan untuk pulang aku berpapasan dengan seorang kakek ,ia terus menatap ku ,aku yang merasa risih pun memberanikan diri untuk menyapa
"assalammualaikum,kek" sapa ku sambil berjalan sedikit membungkuk saat melewati nya
"waalaikum salam,nak, apa kau tidak takut?'' tanya nya hingga aku menghentikan langkah kaki ku
"makhluk tadi apa dia menyakitimu? kenapa kau lepaskan dia ? apa kamu tak takut ?" tanya kakek itu
"ti tidak kek ,dia teman ku , seseorang sudah salah tangkap " sahut ku sedikit terkejut , apa kakek ini juga bisa melihat Wowo
"begitu ya ,kau gadis baik ,berhati hatilah " ucap kakek itu seraya berlalu dari hadapan ku
Aku hanya diam memperhatikan kepergian nya,apa maksud nya aku harus berhati hati' fikir ku ,sampai sebuah panggilan membuat ku menoleh kan kepalaku,
"Nuri ...."
"mas Rifki,sedang apa di sini ?" tanya ku
"kamu sendiri sedang apa di sini ?" tanya nya balik
"mas Rifki tahu dari mana kalau aku berada di sini ?" tanya ku tanpa menjawab pertanyaan nya
"satpam kosan mu yang bilang " ucap nya
"hah apa,satpam kosan ?" tanya ku
"iya ,kenapa kamu terkejut begitu ?"
"tidak ko tidak apa-apa " sahut ku
"ah iya kamu sedang apa di sini ?" tanya nya lagi
"aku....
"habis jiarah?" tanya nya
"ah ...i iya tapi makam nya tidak berada di sini " ucap ku berbohong
"Ya Allah maafkan hamba Mu ini karena lagi lagi berbohong " lirih ku dalam hati
"Nike Ardilla" jawab ku asal
"Nike Ardilla? setahu ku makam Nike Ardilla itu di Ciamis deh " ucap mas Rifki
"ah iya ya...." sahut ku lagi
"duh kenapa jawab nya itu sih " keluh ku dalam hati sambil menepuk keningku
"kamu bohong kan,sudah deh jujur saja ,kamu ngapain ada di sini ?" tanya nya lagi sembari menatap ku
"hehe...kelihatan banget ya bohong nya " ucap ku tersenyum seraya menunjukan gigi ku
"banget " ucap nya
"baiklah aku mau jujur ,tapi ga di sini ,kita cari tempat lain saja " ucap ku ,meskipun ragu harus kah aku jujur akan keadaan ku atau aku harus kembali berbohong ,tapi jika aku bohong lagi maka seterusnya pun aku akan selalu berbohong ,ga enak juga hidup dalam kebohongan , ya sudah deh aku jujur saja ,terserah jika nanti dia mau menganggap ku aneh atau pun menjauhi ku , eh tapi ko aku ngerasa ga mau ya dijauhi oleh nya.
"haiisss..... Mikir apa sih aku " batinku
"loh ayo ko malah bengong , kita ke taman saja ,gimana ?" seru mas Rifki saat melihatku yang masih terdiam
"iya terserah mas Rifki saja ,asal jangan di tempat yang terlalu ramai saja " sahutku mengikuti nya sampai masuk ke dalam mobil nya
"tunggu ,maksud nya kamu ingin berduaan dengan ku ?" tanya nya tiba-tiba sambil menggerak gerakan alis nya ,membuat ku terbelalak
"ih apa sih enggak bukan itu , begini loh aku itu mau bilang sesuatu tentang ku ,ini rahasia ku ,jadi aku tak mau ada orang lain juga mengetahui nya " ucapku menjelaskan ,
"rahasia?"
"hm..." sahutku mengangguk
"kalau begitu katakan !" pinta nya
"nanti saja " sahut ku
"hm...baiklah ,kita meluncur ke taman " ucap mas Rifki
__ADS_1
Sesampainya kami berdua di taman ,mas Rifki mengajak ku untuk duduk di bawah pohon yang rindang ,duduk di hamparan rumput ,tak terlalu banyak orang juga di sini .
"sebentar aku carikan minum dulu ya ,kau pasti haus " ucap nya lalu pergi meninggalkan ku
Tak berselang lama ,mas Rifki datang dengan membawa satu botol minuman dingin rasa strawberry, ia pun menyodorkan minuman nya setelah membuka kan tutup botol nya.
"makasih " ucap ku menerima nya dan langsung meminum nya
"enak ?"
"hm...enak " sahut ku
"baiklah sekarang kamu cerita kan ,apa yang maksud nya rahasia " ucap nya seraya meminum minuman bekas ku minum tadi
"eh...mas " seru ku
"apa cantik ?" celetuk nya
plak
"duh ko aku di pukul " pekik nya
"maaf reflek hehe...kenapa mas Rifki meminum nya ,itu kan bekas ku ,apa mas Rifki gak jijik gitu ?"
"enggak,minuman ini malah semakin enak
karena bekas mu " ucap nya
"jangan mulai deh"ucapku sedikit sebal
"hehe...maaf ,kebiasaan " ucap nya hingga aku pun menoleh dengan menyipitkan mataku menetap nya
"iya kebiasaan playboy ngerayu cewek " tukas ku sewot
"ko sewot sih , kenapa,cemburu ?" goda nya
"enggak biasa saja ,siapa juga yang cemburu " sahut ku
"bener ....?"
"iya ,tuh kan aku lupa ,aku kan mau bilang sesuatu tadi " ucapku mengalihkan pembicaraan
"memang nya apa sih ,jadi penasaran kan " ucap mas Rifki
" haaaaahhh.....ini tentang diri ku ,sedari kecil aku sudah bisa melihat mereka yang tak kasat mata ,bahkan berkomunikasi ,karena kemampuan ku itu ,aku tak punya teman ,mereka menganggap ku aneh dan takut pada ku" ucap ku mulai membuka pembicaraan
"hah kamu bisa melihat hantu ? waaaaw keren " ucap mas Rifki di luar dugaan ku
dia malah mengacungkan jempol nya pada ku
"mas Rifki tidak menganggap ku aneh ?"tanya ku karena melihat respon nya yang berbanding terbalik dengan yang ku fikirkan
"kenapa mesti menganggap mu aneh, justru aku bangga pada mu, aku saja yang ingin bisa melihat seperti mu, tapi aku tak bisa " jawab nya
"kenapa mas Rifki ingin bisa melihat mereka ?" tanya ku
"aku penasaran saja ,apa benar wujud nya seperti yang di film-film horor itu apa tidak " jawab nya cukup nyeleneh ku fikir
"apa mas Rifki tidak akan takut jika bisa melihat mereka ?" tanya ku
"seperti nya tidak " jawab nya yakin
"yakin , aku bisa loh buat mas Rifki bisa melihat mereka" ucap ku
"wah iya kah ,bagaimana cara nya ,tapi ko kamu bisa ?" .......
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...