
Angin mulai berhembus kencang hingga menerbangkan dedaunan kering ,rintik hujan mulai turun , malam ini entah kenapa menjadi sangat sunyi dan dingin.
Serpihan hati yang hilang membuat hati nya hancur lebur, ia melihat sisi tempat tidur nya tempat dimana suaminya selalu berbaring di samping nya ,sesak ,sakit ,pilu luka yang sangat dalam yang dirasakan nya saat ini, meski ia berusaha untuk tegar karena masih ada si buah hati yang juga sangat membutuhkan nya ,namun tetap saja rasa sakit itu tak bisa membuat nya untuk tak menangis .
Dengan memeluk pakaian suaminya ,ia hirup dalam-dalam aroma tubuh suami nya itu yang menempel di pakaian nya ,ia ingin merasakan jika suami nya ada di sisi nya dan bisa tertidur sambil membayangkan pelukan sang suami ,namun bukan rasa nyaman yang ia dapatkan ,tapi rasa sakit yang kembali menyerang hatinya,ia pun menangis tersedu-sedu .
"mas Rifki......aku mohon ini hanya lah mimpi "
"bangunkan aku ya Tuhan...."
"ini ...bukan mimpi...kamu benar-benar sudah meninggalkan ku ....tega kamu mas...."
Nuri menangis dengan terus memukul-mukul dada nya yang terasa sangat sesak .
Ooeekk......
tiba-tiba bayi nya menangis ,Nuri pun menghapus air matanya dan segera menggendong bayi nya
"sayang ....maafkan mama ya nak ,mama pasti membangunkan mu "
"cup cup cup sayang ...kamu haus ya " Nuri pun memberikan ASI nya namun bayi nya enggan untuk menyusu
"apa pipis ya" Nuri juga mengecek bagian bawah nya
"kering ko,gak pup juga " Nuri kembali menggendong bayinya dengan terus mencoba untuk menenang kan nya ,karena kamar nya memang dipasang peredam suara oleh Rifki semenjak menikah dulu ,tangisan bayi nya itu pun tak sampai ke telinga para orang tua nya
Nuri menoleh pada baju Rifki yang tergeletak di samping nya ,ia pun menghela nafas lalu berucap
"apa kamu merindukan papa mu hem....kasihan sekali kamu sayang ,maafkan mama yang tak bisa menjaga kalian " kembali air mata nya luruh ,diambil nya baju itu lalu di selimutkan pada tubuh bayi mungil itu , seketika bayi itu pun diam dan kembali tertidur .
"Ya Tuhan.....lihat lah mas bahkan Gibran pun merindukan mu ...tapi....kenapa arwah mas Rifki tidak menemui ku ?"
"astaga....aku baru ingat "
Nuri teringat saat sosok nenek bernama Wewe pernah mengatakan jika sukma nya Rifki di tahana iblis jahat itu
"mas Rifki " Nuri langsung bergegas ke luar kamar namun langkah nya terhenti saat melihat bayinya yang tengah tertidur berselimut baju milik Rifki
"bang Popo ,Lasmi "namun kedua nya tak datang walau berkali-kali Nuri memanggil mereka
"kemana mereka ,Wowo juga sama saja ,kemana perginya para hantu itu " gumam nya
"ehehehehe......"
"KUNTILANAK"Nuri terkejut saat tiba-tiba mendengar suara kekehan di belakang nya ,Nuri pun sontak menengok
"kau ,mau apa lagi kau kesini ?" tanya Nuri sinis
"ehehehe.....jangan marah....aku datang untuk menjaga bayimu ,teman hantu mu tidak bisa datang memenuhi panggilan mu ehehehe...." ucap nya
"apa maksud mu?" tanya Nuri
"ehehehe.....nanti kau pun akan tahu sendiri ,cepatlah pergi suami mu menunggumu ehehehe ....."
"mas Rifki" gumam Nuri
" biar Gibran aku yang jaga ehehehe....."
"apa kau bisa dipercaya ?" tanya Nuri penuh waspada
"tentu saja, ehehehe........cepatlah "
"pergi saja cucuku , dia tidak akan macam-macam" sebuah suara menggema di kamar itu
__ADS_1
"kakek,....kau" Nuri menatap sosok Wewe
"ehehehe......" Wewe kembali terkekeh saat melihat ekspresi wanita yang nampak terkejut menatap nya
"baiklah ,jaga Gibran ku " Nuri akhirnya percaya pada sosok nenek itu , dan ia pun dengan cepat berlari ke luar rumah nya
Saat Nuri sampai depan pintu ,Dewi memanggil nya
"Nuri , kamu mau kemana malam-malam begini?" Dewi menghampiri Nuri
"ma, mas Rifki ma,aku harus menemui nya , mas Rifki sedang menunggu ku " jawab Nuri
"istighfar Nuri , Rifki mu itu sudah meninggal " ucap Dewi menyentuh tangan Nuri
"tidak ma, Nuri yakin jika harapan itu masih ada ,aku harus cepat sebelum semua nya terlambat " Nuri pun berlari ke arah pemakaman umum yang memang berada di area komplek ,namun tempat nya paling ujung
"Nuri....." Dewi berteriak memanggil-manggil Nuri ,hingga Maman dan Maryam pun terbangun dan menghampiri nya
"ada apa ,mana Nuri ?" tanya pasangan suami istri itu bersamaan
"itu ...Nuri lari ke sana ,seperti nya ke pemakaman, ayo kita susul" ajak Dewi
"tapi Gibran " sela Maryam
"ibu di sini jaga Gibran ,ayah sama besan yang akan ngejar Nuri " Maryam mengangguk
mereka pun berlari mengejar Nuri
"astaga ,kenapa mereka gak ngejar pake mobil sih ,kan biar cepet" gerutu Maryam saat menengok ke arah garasi
Nuri berlari dengan mengerahkan tenaga nya agar bisa cepat sampai di pemakaman ,namun ia berpapasan dengan dua orang petugas keamanan yang tengah berlari sambil berteriak.
Nuri tak ingin menghiraukan kedua orang itu ,namun
"heh bagaimana kalau dia itu juga hantu " seru Hasan yang memang sangat ketakutan
"mana ada setan napak kaya gitu " sahut Sadikin
melihat dua orang itu malah mengobrol Nuri pun kembali melangkahkan kaki nya
hingga sampailah Nuri di depan gapura yang bertuliskan TPU Sirna Raga , namun karena tak memperhatikan langkah nya
"aakkh...."
Nuri meringis saat telapak kaki nya menginjak pecahan beling,rupanya Nuri lupa tak memakai alas kaki ,darah pun mulai keluar dari telapak kaki nya manakala Nuri mencabut beling yang menancap hampir seluruh nya itu .
"mas...aku datang " lirih nya
Dengan langkah tertatih Nuri terus menggerakkan kaki nya
Namun langkah nya tertahan setelah ia melihat seseorang yang tengah tergeletak di pinggir kuburan dengan kain putih yang sudah kotor dengan tanah yang membungkus tubuh nya.
Di dekat nya Nuri melihat sosok hitam berdiri menatap nya ,mata merah nya membuat Nuri bisa langsung mengenali di samping nya juga ada kuntilanak merah juga pocong siapa lagi jika bukan Lasmi dan bang Popo
"Wo...,Lasmi ,bang Popo panggil Nuri
"cepat bawa Rifki "ucap sosok hitam itu yang tak lain adalah Wowo
"mas ...Rifki ,dia mas Rifki" Nuri langsung menghapiri tubuh yang terbungkus itu
"mas ....mas Rifki ...mas Rifki...." Nuri menangis memeluk tubuh Rifki yang sudah kotor
"Alhamdulillah....terima kasih ya Allah ,kau sudah mengabulkan doa ku ,kau kembalikan suami ku " tak henti nya Nuri mengucap syukur saat ia merasakan hembusan nafas dari hidung suami nya itu
__ADS_1
"Nuri , apa-apa an ini " seru Maman saat sudah berhasil menyusul nya
"Nuri .. ya Tuhan ...apa yang kamu lakukan ?" tanya Dewi yang mengira jika Nuri telah membongkar makam nya
"ma, ayah ...ayo kita bawa mas Rifki pulang , kasihan mas Rifki kedinginan " ucap Nuri
"astaghfirullah halazim....Nuri ....nyebut nak , istighfar" Maman nampak menitikan air mata nya ,begitupun dengan Dewi ,wanita paruh baya itu pun jatuh terduduk ,kaki nya terasa lemas ,hati nya sakit melihat Nuri seperti itu
"jangan seperti ini nak, kamu menyakiti kita jika kamu seperti ini , ikhlaskan suami mu nak, suami mu sudah tenang , kita pulang yuk , ayah akan panggil pengurus makam untuk memakan kan kembali suami mu " ucap Maman
"tidak ....kalian tidak boleh mengubur lagi mas Rifki, mas Rifki masih hidup " teriak Nuri sambil memeluk tubuh Rifki
"NURIIII...." tak sengaja Maman membentak nya ,ini adalah pertama kali nya Maman membentak nya ,Nuri pun sangat terkejut saat ayah nya membentak nya
"hiks....hiks....kenapa gak ada yang percaya ,mas Rifki masih hidup , dia kembali untuk aku, untuk Gibran ,untuk kita semua ,mas Rifki masih hidup" Nuri menangis sesegukan dengan tak sedikitpun ia melepas pelukan nya
"Nuri.....mama tahu kamu sangat terpukul atas kepergian Rifki, tapi mama mohon kamu jangan begini , mama sedih lihat kamu seperti ini ,mama juga dulu pernah merasakan kehilangan , saat papa nya Rifki meninggal ,tapi mama mencoba tegar dan kuat serta mengikhlas kan nya , mama harus kuat untuk Rifki ,dan sekarang kamu juga harus kuat demi Gibran " ucap Dewi dengan lirih
"baiklah kita pulang tapi mas Rifki juga diajak ya " ucap nya
"Nuri ..."
"ma....
"maaf ada apa ya malam-malam berkumpul di sini?" tanya seorang penjaga makam yang tiba-tiba datang ,rupanya ia yang tengah berpatroli ,karena sering nya kasus pencurian kain kafan terjadi akhir-akhir ini ,membuat nya harus ekstra keras menjaga makam-makam itu ,apalagi adanya makam baru , pasti itu akan jadi incaran para pelaku
mendengar suara ribut di area makam pria bertubuh tinggi itu menghampiri sumber keributan itu
"astaghfirullah halazim.......itu ....itu kenapa "penjaga makam itu nampak terkejut saat melihat sosok yang terbalut kain putih yang sudah kotor
"pak tolong bantu ya , makam kan kembali jenazah menantu saya " pinta Maman
"ba ...baik pak "
"tidak ...jangan ...." Nuri berteriak saat panjaga makam itu mendekat ke arah nya
"tidak ayah ...lepas kan ...ayah harus percaya mas Rifki masih hidup " Nuri meronta saat Maman mencoba menarik nya
"mas Rifki....." Nuri berteriak saat Maman berhasil menjauhkan nya dari tubuh Rifki
"Masha Allah....." seru penjaga makam itu
"ada apa pak ?" tanya Dewi dan Maman bersamaan
"tubuh nya hangat ,dan jenazah nya bernafas " sahut penjaga makam itu shock
"bapak tidak bercanda , jangan main-main pak !" seru Dewi
"beneran Bu, pak , coba deh cek " sahut penjaga makam nya lagi
Maman pun mendekat dan ia pun tercengang saat merasakan hembusan nafas hangat dari lubang hidung menantu nya
"kan aku sudah katakan tadi , mas Rifki hidup , ayo bawa pulang mas Rifki"
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung