Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 kematian Rifki


__ADS_3

BRUKKK


Nuri terduduk dengan air mata yang membanjiri wajah nya ,tubuh nya seakan mati rasa kaki nya lemas ,tak bertenaga ,dengan meremas dada nya yang terasa sesak Nuri mencoba untuk bangkit dan berlari menuju ruangan Rifki ,namun tenaga nya seakan hilang ,ia begitu sulit untuk bergerak ,teriak pun seakan tak mampu


"tidak mungkin ....mas Rifki..." hanya itulah kata-kata yang terucap dari mulut nya


"Nuri ...." kedua orangtua nya segera membantu nya untuk berdiri


"kamu yang kuat nak , ini sudah takdir " ucap Maman


Namun Nuri hanya diam dengan tatapan mata lurus ke ruangan ICU ,perlahan Nuri mulai bisa menggerakkan kaki nya ,dengan dipegangi ayah nya Nuri terus berjalan menuju ruangan Rifki , sedangkan Maryam ia tak kuasa menahan sesak di dada nya saat harus menyaksikan Puteri nya seperti itu .Ia pun menangis tersedu-sedu dengan menutup kedua wajah nya ,pada saat itu datang lah semua teman-teman Rifki ,mereka nampak terkejut melihat tubuh Rifki yang sudah di tutup kain putih,mereka menatap tak percaya.


Tak ada yang tak menangis dan terpukul melihat sahabat nya sudah di nyatakan meninggal ,tapi mereka juga harus berusaha untuk tegar dan ikhlas ,namun mereka juga berdoa dalam hati semoga ada keajaiban.


"kenapa kalian melepas semua peralatan itu , ayo pasangkan lagi ,mas Rifki tidak mungkin meninggalkan ku seperti ini " teriak Nuri meminta para suster di sana untuk kembali memasangkan selang-selang itu


"mas ....mas bangun mas ...mas Rifki bangun , mas tidak boleh pergi ,ayo mas tunjukan pada mereka kalau mas Rifki masih hidup ,apa kamu tega meninggalkan ku sendiri" Nuri nampak histeris dengan terus mengguncang tubuh Rifki


"lihat lah bahkan tubuh suami ku masih hangat , kenapa kalian tega melakukan ini pada suami ku ,ayo pasang lagi selang-selang itu ,mas Rifki masih membutuhkan nya " teriak nya dengan berderai air mata


Sungguh siapa pun yang melihat nya pasti turut sedih , begitu pun dengan para suster ,mereka juga ikut menitikan air mata ,melihat betapa Nuri tak bisa menerima kenyataan nya .


Nuri terus berteriak dan menangis ,ia meronta saat ibu dan mertuanya tengah berusaha menenangkan nya,meskipun mereka juga merasa kan hal yang sama ,apalagi Dewi ,ia yang sudah melahirkan dan membesarkan Rifki ,ia pasti yang sangat terpukul atas kematian putra nya tapi ia berusaha untuk tegar demi menantu nya .


Hingga dokter akhirnya memberikan suntikan penenang ,karena dokter juga merasa khawatir dengan kondisi kejiwaan Nuri jika ia terus seperti itu .


Perlahan Nuri mulai tenang dan dengan sigap Eko dan Rudi menangkap tubuh Nuri yang sudah tak sadar.


"biarkan dia istirahat dulu ,kasihan dia tidak pernah beristirahat dengan baik " ujar dokter


Nuri pun kembali di bawa ke ruangan rawat nya.


..........................


Jenazah Rifki kini sudah ada di rumah duka, Dewi meminta pada pihak rumah sakit agar Rifki di mandikan di rumah saja .


Nuri yang juga saat ini sudah sadar pun ,masih menangis di dalam kamar nya ,ia enggan untuk keluar ,rasa sedih ,marah dan tak terima kini bergejolak di hati nya .


"kenapa ....kenapa ini selalu terjadi padaku, apa salah dan dosaku di masa lalu,hingga aku selalu harus merasa kehilangan dan ditinggalkan , ya Tuhan .....sakit sekali " Nuri meremas dada nya saat ia merasa sesak yang amat sangat membuat nya susah bernafas


Ifel yang melihat nya di balik pintu yang tak tertutup sempurna itu pun ikut merasa sakit melihat kakak nya yang selalu ceria dan tegas kini terlihat menyedihkan .


"astaga.... Nuri apa yang mau kamu lakukan" Ifel berteriak saat melihat Nuri meraih pisau buah di nakas


Ifel pun berlari menepis pisau itu hingga terjatuh ke lantai , teriakan Ifel pun membuat Dewi , Maryam dan yang lain pun menghampiri mereka


"kenapa , apa yang terjadi ?" tanya mbok Marni


tak ada jawaban dari Ifel ,ia justru menghambur memeluk Nuri yang sudah bergetar hebat karena terus saja menangis .


"astaga Nuri ..." Nuri kembali tak sadarkan diri di pelukan Ifel


"sebaiknya jauhkan benda tajam atau apapun yang bisa melukai nya dan juga jangan biarkan dia sendiri" ucap Ifel memungut pisau buah yang tergeletak di lantai


"ya Tuhan .....Nuri ...."


...............................


Oekkkkk......


Oekkkkk......

__ADS_1


suara tangis bayi yang samar membuat seorang wanita mencari asal suara tangis itu


"Gibran.....apakah itu Gibran ku ...." Nuri bertanya pada diri nya sendiri , dengan mengedarkan pandangan nya Nuri mengikuti kata hatinya untuk terus melangkah ke asal suara


OEEKKKK......


OEEKKKKKKK......


Semakin lama suara tangis bayi nya semaking jelas ,hingga Nuri sampai di sebuah pohon beringin besar dengan akar-akar yang penuh menjuntai dari atas


Nuri mendongak ke atas pohon beringin itu


"astaghfirullah halazim......" Nuri menutup mulut nya dengan kedua tangan nya saat melihat sosok nenek berambut putih dan panjang serta bagian d*d* nya yang besar dan panjang hingga menyentuh kaki nya tengah mendekap bayi yang terus menangis


"ehehehe.....selamat datang di rumahku cah ayu ,akhirnya kamu datang juga ehehehe......" ucap sosok nenek itu terkekeh saat melihat Nuri tengah menatap nya


"Gibran.... bayi ku " lirih Nuri saat melihat bayi yang tengah di gendong sosok nenek itu


"ehehehe.....benar ini bayi mu ehehehe...."


"kembalikan bayiku" teriak Nuri ,Nuri hendak naik ke atas pohon itu namun segera di cegah oleh sosok nenek itu


"jangan naik ,jika kau lakukan itu maka kau tak akan bisa kembali ke dunia mu ,kau akan berada di sini bersama bayi mu ehehehe....." kembali nenek itu terkekeh di setiap ucapan nya


"siapa kamu ? apa mau mu ? kenapa kamu membawa bayiku ?" teriak Nuri


"ehehehe......." sosok nenek itu melayang turun dan berdiri di depan Nuri


"nama ku Wewe,maaf aku membawa bayi mu ,ini aku kembalikan ehehehe....." ucap nya seraya menyerahkan Gibran yang masih menangis ke pada Nuri


"Gibran ....sayang ...." Nuri menciumi bayi nya dan ajaib bayi nya langsung diam saat Nuri mendekap nya


"ehehehe...... rupanya bayimu memang sangat merindukan mu ehehehe...."


"ehehehe.....saya hanya menolong nya saja ehehehe....." sahut nya


"menolong , apa maksud nya, katakan yang jelas" desak Nuri


"ehehehe.....saat itu iblis jahat tengah mengincar bayimu , namun suami mu nampak nya gagal melindungi bayi nya, hingga pada saat bayi mu terhempas saya langsung menangkap dan membawa nya pergi sebelum iblis itu menyentuh bayi mu ,sebagai konsekuensi karena iblis itu tak mendapatkan bayi mu ,maka suami mu yang jadi sasaran " tutur nya


"a....apa...." Nuri nampak tak percaya dengan apa yang ia dengar dari sosok bernama Wewe itu


"lalu apa suami ku bisa selamat ?" tanya Nuri


"entahlah " sahut Wewe ragu


"tidak ...mas Rifki....."


.......................................


"duh kebelet lagi,...lebih baik aku ke kamar mandi dulu ,Nuri juga belum sadar " Maryam beranjak ke kamar mandi ,saat ini ia tengah menunggui Nuri yang masih terlelap dalam pingsan nya


oekkkkk.....


oekkkkk....


"ko seperti ada suara bayi " gumam Maryam saat di kamar mandi , ia pun segera ke luar untuk memastikan apa yang ia dengar .


Mata nya membesar mulut nya menganga ,ia merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat ,ia mencubit dan menampar pipi nya sendiri ,ia pun akhirnya yakin jika ia tidak tengah bermimpi ,ia pun berlari menghampiri boks bayi dengan derai air mata


"Masya Allah.....Gibran .....cucu ku .... Alhamdulillah, terima kasih ya Allah " Maryam menangis terharu karena cucu nya tiba-tiba sudah berada di dalam boks bayi

__ADS_1


"ini nenek nak , cucuku...." Maryam menciumi wajah mungil itu


"mas Rifki......." Nuri terbangun dengan berteriak memanggil suaminya


"Nuri ...." ucap Maryam


"Ibu ...."


"Nuri ,nak lihatlah,bayi mu kembali " Maryam menghambur memeluk Nuri ,lalu memberikan Gibran dan langsung di susui .


"Gibran sayang ....mama kangen ,maafkan mama ya sayang mama tidak bisa menjaga mu " ucap Nuri lirih, Nuri pun kembali meringis saat merasakan sesak di dada nya ,ketika ia ingat jika suami yang amat dicintainya sudah berpulang


"mas ....lihatlah anak kita,Gibran kita kembali ,apa kamu tak ingin kembali juga , kasihanilah aku dan anak mu ,apa kamu tega meninggalkan kami " batin Nuri kembali menjerit


"Nuri ....i ...itu ...Gibran ,...Gibran cucu mama ?" tanya Dewi saat baru memasuki kamar


"iya ma, Gibran kita kembali " sahut Nuri tersenyum tipis


"Bu .... ma....aku mau melihat mas Rifki" ucap Nuri


"baiklah , Rifki sudah di mandikan dan dikafani,dan sekarang sudah di shalat kan hanya tinggal menunggu kabar dari tukang gali kubur ,sudah siap atau belum " lirih Dewi


"sini biar ibu yang gendong Gibran " Maryam pun mengambil alih Gibran yang tertidur sehabis menyusu


"aku harap ini hanyalah mimpi" batin Nuri dengan berjalan gontai menuju jenazah Rifki ,di shalatkan di masjid


...................................


Gundukan tanah merah dengan taburan bunga menandakan jika kuburan itu masih baru.Dengan memeluk nisan Nuri terus saja menangis ia tak ingin beranjak dari selepas pemakaman.


Ibu dan mertua nya pun sama hancur dan sakit , mereka tidak sanggup , maka dari itu kedua nya memilih untuk pulang karena masih ada bayi kecil yang membutuh kan mereka ,sedangkan Nuri di temani ayah dan adik nya Ifel ,sedangkan untuk Febry dia masih bersama Mina,ibu nya Haris .


"ayo kita pulang nak ,jangan seperti ini terus ,kamu harus tegar ,kuat dan ikhlaskan , masih ada Gibran yang membutuhkan mu ,kasihan dia ,pulang yuk " bujuk Maman


"tapi ayah ....mas Rifki sendirian di dalam sana , mas Rifki pasti kesepian ,kedinginan ,Nuri tidak mau meninggalkan mas Rifki sendiri di sini" Nuri masih menolak untuk pulang


"terus apa kamu akan membiarkan Gibran? saat ini pasti Gibran sedang menangis karena lapar " ucap Ifel


"Gibran" cicit Nuri


"ayok kita pulang hari sudah menjelang Maghrib sebentar lagi pasti akan turun hujan " bujuk Maman


...............


Malam yang sepi juga rintik hujan mulai turun ,membuat semua enggan untuk keluar rumah , namun tidak bagi petugas keamanan komplek .


Sadikin dan Hasan kedua petugas keamanan itu berjalan berkeliling komplek untuk memastikan keamanan , saat kedua nya melintasi area TPU mereka di kejutkan dengan sosok berwarna putih kecoklatan tengah berjalan ke arah mereka , mereka yang keburu takut pun langsung berlari terbirit-birit dengan berteriak


"setaaaaannn......"


"pocoooonnng....."


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2