
Aku sungguh terkejut saat Wowo mengatakan ia mengingin kan sesuatu dari ku , apa yang dia ingin kan dariku ? apa dia mengingin kan tubuh ku seperti yang pernah ku baca di novel-novel ,atau kah dia ingin aku memberikan tumbal ,aku benar-benar tak ingin melakukan hal itu , namun tiba-tiba saja Wowo tergelak menertawakan ku .
"hahaha....fikiran mu terlalu jauh Nuri , aku tak mengingin kan itu , aku hanya ingin kau memberikan ku segelas kopi hitam pekat saja tiap bulan purnama , tapi apa kau mau jika aku meminta seperti apa yang kau bayang kan itu ?"
"tidak ,tidak , aku tidak mau "ucap ku cepat seraya menggeleng
"hahaha......kau tenang saja aku tidak mengingin kan itu" ucap nya lagi
huuuhhh.....lega rasanya ,dasar Wowo bikin takut saja , setelah itu Wowo pun menghilang meninggalkan suara tawa nya yang menggelegar memenuhi ruangan kosan kecil ku .
Keesokan harinya aku kembali bekerja di kafe , rasa nya berbeda saat terakhir kalinya aku memasuki kafe ini, mungkin karena pengaruh guna-guna yang ibu Puri kirimkan di kafe ini sudah hilang , aku pun bekerja dengan sebaik mungkin .
Namun hal tak terduga tiba-tiba saja menimpa ku ,saat kafe sudah tutup dan hendak pulang ,aku tiba-tiba dipanggil ke ruangan Bu Dewi ,dengan hati bertanya-tanya aku pun mulai melangkahkan kaki ku memasuki ruangan Bu Dewi ,sedangkan yang lain sudah pulang .
tok tok tok
"permisi Bu "
"masuk Nuri " ucap nya seraya menatap pada ku
"apa yang lain sudah pada pulang ?" tanya nya
"sudah Bu " sahut ku
"duduk lah " ucap nya meminta ku duduk
"ada apa ya Bu ?" tanya ku
"sebenarnya saya sangat senang dengan kinerja mu di sini, kamu rajin, saya juga sangat berterima kasih karena kamu sudah membantu saya memecahkan masalah di kafe saya ,sampai membuat diri mu dalam bahaya ,
tapi...."ucap nya terhenti dan menghela nafas nya
"tapi apa Bu ?"
"dengan berat hati besok dan seterusnya kamu tidak boleh lagi datang ke kafe , dan ini gajih mu ,saya sudah tambah kan sebagai bonus nya " ucap nya seraya menyodorkan amplop coklat berisikan uang
"a apa, saya di pecat , kenapa Bu ?" tanya ku tergugu
"maaf Nuri " ucap nya hanya meminta maaf
Demi apa pun aku tak pernah menduga akan hal ini ,aku tiba-tiba saja di pecat dari kerjaan ku , tanpa aku tahu apa kesalahan ku , tapi aku mencoba untuk berbesar hati ,dan menganggap mungkin ini belum rezeki ku
"ya sudah Bu tidak apa-apa, mungkin ini bukan rezeki saya , terima kasih banyak Bu ,karena sudah menerima ku bekerja di sini , saya terima ini ,semoga uang yang dikeluarkan ibu untuk menggaji ku bisa tergantikan dengan yang lebih , kalau begitu saya pamit Bu , assalammualaikum" ucap ku seraya tersenyum pada Bu Dewi
Dengan berat hati aku melangkah kan kaki ku keluar dari kafe ini
"selamat tinggal mbak Nana,Agus Selly ,semuanya, aku akan merindukan kalian " lirihku dalam hati , ku tatap kafe ini sebentar sebelum aku benar-benar pergi.
Saat aku sudah sampai gerbang kosan, aku lihat seseorang tengah duduk di atas motor nya dengan ponsel yang terus ia mainkan.
"mas Rifki " sapa ku
"kenapa baru sampai,memang nya dari mana dulu ?" tanya nya
__ADS_1
"iya hari ini lumayan melelahkan sampai aku pulang telat , mas Rifki sudah baikan ,kan harusnya masih istirahat" ucap ku
"sudah baikan ko, kenapa ponsel mu tidak aktif?" tanya nya
"ponselku kehabisan daya " ucap ku seraya menunjukan ponsel ku yang mati
"hm...pantesan , aku boleh ikut masuk tidak ?" tanya nya
"boleh tapi seperti biasa , tunggu di luar saja ya " ucap ku
"tak masalah " ucap nya senang lalu mengikuti ku masuk ke dalam
"tunggu sebentar aku ambil kan minum dulu" ucap ku setelah aku membuka pintu nya
Aku pun keluar dengan membawa segelas kopi latte
"tak "
aku meletakan segelas kopi latte nya di meja kecil
"terima kasih " ucap nya seraya meraih dan langsung menyeruput minuman nya
"kamu kenapa?" tanya nya memperhatikan wajah ku
"memang nya aku kenapa ?"
"seperti ada yang di fikirkan ,mikirin apa sih ,apa kamu ada masalah ?" tanya nya
"bohong ,pasti ada sesuatu kan ?" tanya nya lagi
Keadaan menjadi hening sesaat, hanya ada suara seruputan kopi yang di seruput mas Rifki, hingga akhir nya aku berucap
"entah besok atau lusa aku mau pulang kampung " ucap ku
"pulang kampung ? tapi nanti kamu kembali lagi ke sini kan ?" tanya nya
namun aku menggeleng seraya berucap
"aku ....sudah mengundurkan diri dari kafe " ucap ku berbohong , masa iya aku bilang kalau aku di pecat .
"mengundurkan diri kenapa ?" tanya nya sangat terkejut
"gak kenapa-kenapa, hanya saja aku merindukan ibu dan kedua adik ku " jawab ku
"kalau hanya merindukan mereka ,kan kamu bisa balik lagi ke sini ,kenapa harus mengundurkan diri segala " ucap nya tak terima
"masalah nya aku .....a aku ..." ucap ku terhenti saat aku merasakan kedua mata ku sudah memanas hendak mengeluarkan lahar bening nya .
Segera ku memalingkan wajah ku ,dengan air mata yang sudah membasahi pipi ku ,aku mengatakan
"akan menikah aku sudah di jodohkan " ucap ku seraya menghapus air mata ku
"apa ....tidak mungkin " mas nampak terkejut mendengar ucapan ku
__ADS_1
"maaf mas aku terpaksa membohongi mu ,aku tak mau membuat mu jadi anak durhaka , ibu Dewi tak akan merestui nya ,aku tak bisa menerima cinta mu , meskipun aku juga sudah merasakan hal yang sama dengan mu ,aku kalah sebelum berperang , lagi-lagi aku kehilangan cinta ku" lirih ku dalam hati
Mas Rifki menyergah dan beranjak dari tempat nya ,beralih ke hadapan ku
Mas Rifki berjongkok dan berlutut dengan tangan nya yang meraih tangan ku
"ku mohon Nuri, jangan pergi, aku benar-benar mencintai mu, jangan menikah dengan orang lain , aku akan datang menemui ayah mu dan bilang pada nya untuk tak menikahkan mu dengan orang lain " ucap nya memohon
"mas Rifki, jangan begini, bangun lah malu dilihat orang "seru ku
"aku gak peduli pokok nya aku akan meminta pada ayah mu untuk tak menikahkan mu " ucap nya seraya berdiri dan berlalu meninggalkan ku
Sakit memang sakit , tapi inilah kenyataan nya , kehilangan cinta untuk yang ke dua kali nya , membuatku enggan tuk merasa kan jatuh cinta lagi , aku benci dengan diri ku , kenapa aku bisa dengan mudah nya merasakan jatuh cinta.
Aku menatap lirih kepergiannya, setelah motor nya pergi suara adzan berkumandang ,aku pun masuk ke dalam dengan membawa gelas yang masih berisi kan kopi nya .
Aku menyeruput kopi latte sisa mas Rifki ,mungkin ini kali terakhir ku bertemu dengan nya , selamat tinggal mas.
***
"Kamu beneran mau pergi ?" tanya Tami saat aku menenteng tas berisi pakaian ku
"iya , jaga diri kalian di sini ya ,jangan mengganggu penghuni di sini apalagi pada penghuni baru " ucap ku
"kita pasti akan merindukan mu " ucap Yesi
"apa kita boleh memeluk mu ?" tanya Lila
"tentu "
"dingin" ucap ku saat ketiga hantu itu memeluk tubuh ku , bulu kuduk ku juga merinding di buat nya
"kamu hati-hati " ucap Tami
Mereka pun melambaikan tangan nya saat aku melangkah keluar,tak lupa aku juga berpamitan pada kedua pak Urip , nampak ayah sudah menunggu ku di sana .
Tak membuang waktu aku dan ayah berangkat menuju terminal bis dengan menggunakan ojek .
"selamat tinggal " lirih ku dalam hati
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1