
Keesokan harinya aku terbangun terlambat , saking terlambat nya sampai-sampai matahari sudah mau lempeng di atas kepala.
"astaga aku kesiangan kenapa ibu ga ngebangunin aku sih"ucap ku segera bangun keluar dari kamar
"gimana badan kamu , sudah enakan Nur?" tanya ibu yang sepertinya habis dari luar
"enakan maksud ibu,?" tanya ku sambil menggaruk kepalaku yang memang terasa gatal
"kamu demam tadi,nih ibu habis petik daun Dadap serap buat kamu" ucap ibu sambil menunjukan beberapa tangkai daun Dadap di genggaman nya
"makanya ibu gak bangunin kamu"ucap ibu lagi
"aku demam"ucapku pelan
"ko ga berasa ya"ucap ku lagi
"sudah sana cuci muka dulu,ibu mau bikin jamu dulu , nanti kamu minum ya" ucap ibu yang selalu membuat kan ku jamu dari daun Dadap , caranya mudah cukup di tumbuk halus daun Dadap nya ,di kasih air matang lalu di peras, ditambah kuning telur ayam kampung,dan juga madu , dan rasa nya menurutku sangat enak ,manis ,bau amis dari telur nya gak kecium sama sekali ,dan itu dipercaya bisa meringankan panas dalam.
glek glek glek
Jamu buatan ibu sudah habis tak tersisa dalam satu tegukan
"iiihhh.....hueeekk kamu yang minum aku yang eneg"ucap Ifel sambil menahan ingin muntah
"enak tahu"sahut ku menunjukan gelas yang sudah kosong ke arah nya
"ih kamu mah aneh ya,apa-apa doyan,apa sih yang ga kamu masukin ke perut mu ?"ucap Ifel mencebik
"yang ga aku makan ...apa ya ?"sahut ku dengan telujuk mengetuk dagu ku
"aaaahhh ada"ucapku
"apa ?" tanya nya tak sebar
"kayu,batu ,tanah ,..."
"yeee itu mah bukan makanan dodol"seru Ifel menoyor kepalaku
"nah dodol aku suka"ucap ku cepat
"isshh....ibu , ibu dulu ngidam apaan sih waktu hamil dia? ucap nya yang hendak menoyor kepalaku lagi
"hey durhaka kamu ya , gini-gini aku tuh kakak mu, tiga tahun lebih dulu lahir nya ya dari kamu" ucap ku menepis tangan nya
"hah iya lebih dulu tapi lihat lebih tinggi aku kan dari pada kamu"ucap sengit
"wah jangan bawa bawa fisik dong"ucap ku tak terima
"sudah ah sudah ngapain pada ribut sih ,kalian ini ya, selalu ada saja yang bikin ribut"ucap ibu melerai kami
"oh iya Bu,kapan ibu cek up ke rumah sakit lagi?"tanya ku mengalihkan perdebatan tak penting tadi
"harusnya sih hari ini tapi kamu nya lagi sakit jadi besok saja "ucap ibu
"loh ko gitu,nyur ga apa-apa ko Bu,"ucapku pelan
__ADS_1
"sudah ga apa-apa besok saja ,ibu juga sudah buat janji ko sama dokter intan,kata dokter intan dia akan kemari besok "ujar ibu
"kalau ada dokter intan kenapa masih harus ke rumah sakit lagi?"tanyaku tak mengerti
"kata dokter intan di rumah sakit lebih lengkap peralatan medis nya biar nanti lebih akurat hasilnya "jawab ibu
"oh begitu , ya sudah lah "ucap ku
"eh iya Bu,Ifel kemana ?"tanya ku yang baru sadar kalau adik bungsuku tak ada
"lagi main di rumah Neneng "ucap ibu
"oh"...
"Fel gantian dong ,mumpung iklan kan sini remote nya "seruku meminta remote yang terus saja di genggaman nya
"hah iya deh tapi kalau iklan pindahin lagi "ucap nya
"iya iya"kata ku
"eh eh Fel kecilin" seru ku
"kecilin ,apa nya yang di kecilin?" tanya nya bingung
"iiih itu suara tv nya kecilin ada pengumuman dari masjid" seru ku
"alah palingan ada pengajian"ucap nya enteng
"ck iiih ceppaaatttt'' seru ku tak sabar
wasalam muaalikum warahmatullahi wa barokatuh...
"ck tuh kan udah lewat pengumuman nya" gerutuku kesal
"tadi kalau ga salah denger ada orang meninggal deh siapa ya "gumam ku
aku pun keluar menghampiri ibu untuk menanyakan nya
"Bu tadi pengumuman apa dari masjid?" tanyaku pada ibu
"itu ada yang meninggal "sahut ibu
"innalilahi wa innailaihi Raji'un,siapa yang meninggal Bu?"tanya ku lirih
"pak Yaya ,katanya meninggalnya tadi malam ,dan baru ketahuan sekarang"ucap ibu
"meninggal nya kenapa Bu,bukan kah pak Yaya terlihat sehat-sehat saja ?"tanyaku merasa janggal
"ga tahu sih Nur tapi tadi kata Mak Entin yang habis melihat jenazah nya bilang mayat nya sedikit melepuh dan gosong "ucap ibu membuat bulu kuduk ku meremang
"astaghfirullah halazim ko bisa ya"lirih ku
"ya bisa lah,itu azab buat orang yang suka menyekutukan Allah "celetuk bu anah anak nya Mak Entin ikut bergabung dengan kami
"astaghfirullah jangan so'udzon Bu"sahut ibu
__ADS_1
"bukan so'udzon Bu,tapi memang kenyataannya begitu,nih ya saya kan rumah nya paling deket tuh saking deket nya sampe dempetan rumah kita,tiap malam-malam tertentu saya selalu nyium bau kemenyan dari rumah nya ,dia juga sering banget nyari kembang tujuh rupa , mau apa coba kalau ga ngelakuin hal-hal mistis "ucap Bu anah menggebu
"apa iya ya?"tanya ibu
"ya iya lah ,ih Bu Maryam mah ga percayaan banget deh mentang-mentang saya bukan anak kades?"tutur Bu anah
"loh apa hubungan nya dengan pak kades?" tanya ku bingung
"ya kalau saya anak nya pak kades pasti kalian percaya " ucap nya lagi
"oh seperti itu,ah ibu mah bisa saja " ucapku setelah mengerti maksud dari candaan Bu anah
"jadi begitu ya"ucapku pelan membuat bingung ibu juga Bu anah
"apanya yang begitu Nur?"tanya ibu dan Bu anah bebarengan
"ah eng ...nggak ko bukan apa-apa "ucap ku gelagapan
"eh Nur itu jari telujuk mu kenapa?"tanya Bu anah melihat jariku terbungkus kain kasa
"ah ini ,kena pisau Bu"jawabku
"biasalah anak muda kalau sedang dilanda malarindu ya gitu bawaan nya ngelamun terus sampai ga kerasa jarinya di cium pisau" celetuk ibu , duh ibu ini kenapa lemes banget sih'batin ku
"ah iya sekalian nanya nih kamu itu ada hubungan apa sih sama cucunya Mak Ijah? kalian pacaran" tanya nya yang di jawab oleh nya juga
aku hanya tersenyum menanggapi nya
"ah tuh kan senyum gitu jadi benar kan kalian pacaran,okeh sip lah kalian cocok,kamu cantik cucu nya Mak Ijah juga tampan , serasi deh " pujinya
"ah ibu bisa saja , memang nya iya ya aku cantik?"tanya ku mengedip-ngedipkan mataku
"iya duh coba ibu punya anak laki ,udah ibu jodohin pasti "ucap nya lagi
"Nuriiii .....!!!"
"duh apa sih jangan teriak-teriak pengang nih kuping " pekik ku , dasar ya adik ku ini ga ada akhlak nya banget ,teriak di deket kuping jadi berdengung deh kupingku
"ini ada telepon " ucapnya memberikan ponselku
"loh ini no Haris yang kata nya hilang itu kan,ko nge hubungi aku ya?"gumamku melihat nama si pemanggil
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1