Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 91


__ADS_3

Nuri ....


Nuri.....


Nuri....


"hah....hah...hah...." aku terbangun dari tidur ku


"kamu sudah bangun , baru saja mama mau bangunin , kita shalat subuh bareng" ucap mama Dewi seraya tersenyum menatap ku


"jadi tadi mama yang membangunkan ku ?" tanya ku


"iya ,ayo cepat " ucap nya


Aku pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri ku dan melakukan wudhu , setelah itu aku dan mama Dewi melaksanakan shalat subuh bersama di ruang tengah ,karena ternyata mas Rifki juga sudah menunggu saat aku hendak ke kamar mandi .


Hari sudah siang ,kini saat nya mas Rifki dan mama Dewi untuk segera pulang ke Jakarta , ada perasaan berat di hati ku melepas kepergian mereka , namun aku tak ingin menunjukan raut wajah sedih ku .


"kalian hati-hati di jalan kabari aku jika sudah sampai " ucap ku setelah mereka berada di dalam mobil nya


"iya kami berangkat, jaga kesehatan mu " sahut mama Dewi


"aku berangkat ya,tunggu kedatangan ku nanti ,jangan nakal" ucap mas Rifki


"mas Rifki yang jangan nakal di sana " ucap ku


"assalammualaikum" ucap mama Dewi


"waalaikum salam" sahut aku ,ibu ,dan juga ayah


Ku lambaikan tangan ku saat aku melihat mas Rifki juga melambaikan tangan nya di dalam mobil nya yang sudah menjauh .


***


Hari berganti hari ,Minggu ke Minggu ,dan kini tepat dua bulan dari rencana pernikahan yang sudah di rencanakan .


Rumah sudah di hias sedemikian rupa , dengan dekorasi berwana merah maroon warna kesukaan ku , kursi pelaminan sudah bertengger cantik dengan segala hiasan bunga-bunga di sekitar nya.


Semakin mendekati hari H aku semakin gugup , apalagi rombongan mas Rifki memang sudah sampai dari kemarin dan tinggal di rumah dekat kantor desa yang tak terlalu jauh dari rumah ku , kebetulan rumah itu memang rumah yang sengaja di sediakan jika ada tamu dari luar kota yang hendak bermalam, dan setiap ada kegiatan KKN rumah itu lah yang selalu di gunakan untuk penginapan nya .


Saat tengah melakukan luluran yang di bantu oleh juru rias nya ,aku menonton video klip dari lagu Bollywood yang berjudul O Re Kanchi ost film Asoka dari ponsel ku,entah mungkin karena aku sedang merindukan mas Rifki karena kami juga tak pernah bertemu sejak dua bulan yang lalu.


Tiba-tiba aku melihat Shahrukh Khan berubah jadi mas Rifki,dan aku yang jadi Kareena Kapoor nya ,oh my God aku sampai mengucek-ngucek mataku ,tapi apa yang ku lihat tak pernah berubah tetap aku dan mas Rifki yang terlihat menari-nari di sana.


Sebuah tepukan halus terasa di pundak ku,


aku mengerjap kan mata ku , rupanya aku ketiduran dan tadi rupa nya aku tengah bermimpi .


" bersihkan dulu badan mu ,luluran nya sudah selesai ,setelah itu baru kamu boleh lanjut tidur mu " ucap Bu Herny juru rias nya


"ah iya Bu , maaf saking enak nya di lulur sampai ketiduran"ucap ku malu


" gak apa-apa ,ya sudah yu kita bersihkan tubuh mu" ajak nya dan aku pun kembali mengenakan baju gamis ku yang tadi aku lepas karena aku yang sedang melakukan luluran .


Bu Herny membawaku ke kamar mandi , di dalam kamar mandi rupanya sudah tersedia air kembang di dalam bak mandi plastik yang biasa di pakai anak balita bermain air.


"kamu bersihkan dulu badan mu dari lulur yang menempel lalu setelah itu masuk lah dan berendam lah , nanti ibu buka pintu nya jika sudah waktu nya selesai " ucap Bu Herny seraya menutup pintu kamar mandi nya.


"huh ribet amat ya ,jadi pengantin itu" gumam ku


Aku pun segera masuk dan berendam setelah membersihkan sisa lulur di tubuhku , harum dari bunga-bunga ini membuat tubuhku rileks.


Hingga terdengar suara ketukan di pintu

__ADS_1


tok tok tok


" Nuri , sudah selesai , ibu masuk ya " ucap Bu Herny di luar, aku pun menyahut


"iya "


Setelah itu aku tak di perbolehkan untuk keluar kamar , makan , minum ,aku lakukan di kamar yang sudah di hias juga tentu nya,aku keluar kamar hanya untuk buang air kecil dan besar saja .


Bosan , jelas bosan tapi aku juga tak mungkin ngebantah .


Malam pun tiba


Aku yang sudah merasa bosan karena di kurung seharian di kamar hanya bisa diam sambil menatap ponsel ku yang tak pernah berbunyi dari siang .


"kenapa mas Rifki tak menelpon lagi ya , apa mas Rifki juga di larang menghubungi ku ?" gumam ku


Aku yang tengah galau akut ,menengok saat pintu kamar terbuka , terlihat ayah masuk dengan tersenyum menatap ku.


"anak ayah sudah besar ya, sudah mau menikah , kamu harus menjadi istri yang baik ya, turuti ,patuhi apa yang suami kamu katakan , jangan pernah membantah apalagi berbicara dengan nada tinggi pada suami mu , hormati dia seperti kamu menghormati ayah, jangan keluar rumah tanpa seizin suami mu ,dan jangan menerima tamu laki-laki jika suami mu tak di rumah " ucap ayah menasehati ku


"iya ayah , nur mengerti , terima kasih ayah dan ibu mau merawat, menjaga ,dan membimbing Nuri hingga Nuri bisa jadi seperti ini , Nuri sayang ayah dan ibu" ucap ku seraya memeluk tubuh ayah ku , laki-laki yang sudah ku anggap pahlawan ku .


"iya , ayah dan ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mu ,semoga kebahagiaan selalu menyertai mu nak , dan ingat satu hal lagi Nur , kamu jangan sampai meninggalkan shalat mu " ucap ayah lagi


"iya ayah" sahut ku


"ya sudah kamu istirahat saja ya,sudah malam juga ,nanti kamu kesiangan lagi, nanti apa kata orang kalau pengantin wanita nya bangun kesiangan " ucap ayah lagi


"iya "


Aku pun segera merebahkan tubuhku di atas kasur ku yang sudah di ganti spree nya.


Ku tatap sekeliling kamar ku yang sudah di hias , terasa mimpi buat ku , aku tak menyangka aku akan menikah besok , dan status ku juga akan berubah, hingga tak terasa aku pun terlelap .


***


Hingga sampai pintu kamar mandi aku membuka pintu kamar mandi nya dan aku benar-benar terkejut saat melihat sesuatu di dalam kamar mandi .


"astaghfirullah halazim...."


"kalian ngapain ?" tanya ku pada dua sosok hantu kuntilanak dan pocong tengah memasukan kepala nya ke dalam ember berisi kan air .


"kami kepanasan mendengar suara adzan ,karena kami tak punya waktu untuk kembali ke rumah kami ,kami terpaksa masuk sini dan menenggelamkan kepala kami di ember " jawab kuntilanak itu


"hah kalian ada-ada saja ,minggir aku mau wudhu" ucap ku


Kedua hantu itu pun menepi memberikan ku jarak agar air wudhu nya tak mengenai mereka .


"baiklah sekarang lanjutkan , aku mau shalat dulu" ucap ku seraya keluar dari kamar mandi.


Selesai melaksanakan shalat aku pun segera membersihkan tubuh ku lalu setelah itu baru lah aku di dandani, nampak semua orang sudah ramai di luar sana .


Matahari sudah menampakan cahaya nya ,kini aku sudah siap , baik ibu dan ayah nampak terkesiap takjub melihat penampilan ku yang sudah di sulap oleh Bu Herny .


"Masya Allah cantik nya anak ibu" ucap ibu menitikan air mata nya


"kamu cantik sekali nak " puji ayah


"wuidih ....siapa ini ya ,Bu ayah ,mana si Kunti di cari-cari dari kemaren kok gak ada " kelakar Ifel


"Fel , kamu ini bercanda saja , sudah jangan ganggu kakak mu , masa sudah dandan cantik begini ribut sama kamu ,malu tahu " seru ibu


"hehe...iya Bu ,maaf " ucap nya cengengesan

__ADS_1


"kakak Nuri cantik , tapi kenapa Wowo di samping kakak terus ?"celetuk Febry


"eh ,...m.."


"Wowo siapa de ?" tanya ibu


"itu ibu, teman nya kakak dari Jakarta " jawab Febry polos


"teman dari Jakarta" gumam ibu


"ah Dede bisa saja becanda nya , mungkin yang di maksud Dede ,temen Nuri yang juga temen mas Rifki juga Bu, sudah lah gak usah terlalu di fikirkan " ucap ku


"baiklah kalau begitu ibu dan ayah kebluar ya ,kamu di sini dulu bersama Adi " ucap ibu akhirnya


"iya Bu " sahut ku


.


.


.


"Nuri bersiap lah ijab qobul sedang berlangsung " ucap kak Adi


"haduh ko aku deg-degan ya " gumam ku


"tenang Nuri tenang , tahan nafas eh salah tarik nafas perlahan lalu buang perlahan" ucap kak Adi menenangkan ku


Terdengar suara lantang nya mas Rifki saat mengucap kan ijab qobul nya ,dan tak lama setelah itu terdengar kata sah dari pak penghulu juga dari orang-orang di luar sana


"Alhamdulillah" ucap kak Adi di samping ku


"ayo " ajak kak Adi seraya meraih dan melingkar kan tangan ku di tangan kak Adi


tap


tap


tap


Perlahan tapi pasti aku berjalan dengan menunduk karena rasa gugup ku yang mendominasi .


Hingga sampai aku di samping mas Rifki , aku yang merasa malu ,grogi dan gugup pun hanya bisa menunduk .


"hey kau tak ingin melihat wajah suami mu yang tampan ini , apa kau tak merindukan ku, dua bulan loh kita gak ketemu ?" ucap mas Rifki


Aku pun reflek mendongak dan melihat wajah mas Rifki


deg ....


deg....


deg....


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2