Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 11


__ADS_3

Baru beberapa langkah kami hendak berpencar kami di kejutkan dengan suara lantang anak kecil memanggil nama ku


"kak Nuri..........!"


Ku edarkan pandanganku ke asal suara anak itu


"Dede.......!seru ku


Tanpa fikir panjang ku langkah kan kaki ku cepat dan


hap


ku peluk dan ku ciumi wajah adikku,tanpa ku sadari ada yang berdiri tegak di samping adik ku


"kamu kemana aja sih de,kakak dan semua warga mencari mu kami semua khawatir de,


Ya Allah terima kasih , kamu ga papa kan de ga ada yang terluka dan sakit?tanyaku sambil terus menelisik memeriksa apakah ada yang terluka atau tidak


"Alhamdulillah....."ucap syukur warga menghampiri kami


"tenang saja adik mu baik baik saja dia tidak terluka kok"ucap seseorang yang tak ku sadari keberadaan nya itu


Jelas saja suasana yang gelap apalagi pas banget sedang mati lampu di tambah pakaian yang di kenakan orang itu warnanya hitam sungguh kamuflase yang sempurna


"KUNTILANAK "seru ku kaget sampai aku terduduk di tanah


"kamu siapa sejak kapan kamu berada di sini?


atau jangan jangan kamu yang nyulik adikku?"


tanya ku yang masih dengan keterkejutan ku,bukan nya menjawab dia malah balik tanya

__ADS_1


"mana,di mana kuntilanak nya ?jangan sembarangan mengucap ini itu malam apalagi sedang mati lampu kaya gini,ga takut memang nya?"tanya nya


"iya tau kok ini malam,eh jawab dulu kamu siapa kenapa kamu di sini dan sejak kapan"


"loooh....nak Haris kan?" tanya pak RT


"cucu nya Mak Ijah "lanjut nya


"iya pak selamat malam"ucap pria yang bernama Haris itu


"mm ... saya tahu bapak dan warga lainnya ingin mengetahui yang sebenarnya,yang jelas bukan saya yang nyulik Febry seperti yang di tuduh kan kakaknya tadi "ucap pria itu


"Febry yu kita masuk rumah"ajak nya pada Febry


Loh knapa dia yang ngajak Febry masuk rumah kan harus nya aku ,aku kan kakaknya "gumam ku


"assalammualaikum...."ucapnya di ambang pintu


"Masya Allah Febry,...Alhamdulillah nak kamu pulang "seru ibu dan langsung memeluk Febry


pun dengan Ifel sedangkan aku keluar untuk menghubungi ayah memberi tahu bahwa Febry sudah ketemu


Kini semua orang beralih menatap pria yang berdiri di ambang pintu saling lirik dan berbisik siapa dia fikir mereka


Aku pun mempersilahkan pria yang bernama Haris ini duduk dan mulai menanyakan bagaimana cerita nya Febry bisa bersama nya,


bersamaan dengan itu lampu pun menyala dan terlihat jelas wajah pria itu tubuhnya yang tinggi dan atletis kulit putih wajah mulus hm....tampan juga hihihi....apalah daya ku bila di sandingkan dengan nya tinggi badanku saja hanya sebatas dada nya


"haishh....mikir apa pula aku ini"batin ku


"jadi begini ,sebenernya saya sedang berjalan jalan melihat lihat desa ini tak sengaja melihat anak kecil bermain sendirian dan lari ke arah rumah kosong setelah ku panggil.

__ADS_1


Tadinya saya fikir itu hanya halusinasi ku saja , karena penasaran halusinasi atau bukan jadi ku ikuti saja dan ternyata memang benar ada anak kecil di rumah kosong itu


"tatapan matanya kosong dia hanya menjawab dengan mengangguk dan menggeleng saja,jadi ku putuskan saja untuk membawa nya ke seorang kiyai dan me rukiah nya,Alhamdulillah sekarang sudah tidak apa -apa"jelasnya


"jadi bener adik ku di gondol setan ?"tanyaku


"ya bisa di bilang seperti itu,oh iya kyai Abdul menitipkan ini untuk mu"ucapnya sambil merogoh kantong celananya dan memberikan nya padaku


"ini...apa? bentuknya seperti keris tapi kecil kalau di jadikan gantungan kunci lucu juga mungkin' fikirku


"jangan berfikir untuk di jadikan gantungan kunci ya?"


"eh ko dia tahu?


"kamu ko tahu apa jangan jangan kamu dukun?"tanyaku,eh dia malah tersenyum seperti itu,bikin gemes aja pengen nyium


ups.....


"lebih baik besok saja saya menceritakan detailnya maaf bukan nya tak sopan tapi malam sudah hampir larut,besok saya kembali ke sini,kasihan juga Febry harus istirahat mari assalammualaikum" pamitnya


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2