Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 37


__ADS_3

Aku duduk berdua dengan wanita yang saat ini sudah sah menjadi istri nya Haris ,laki-laki yang sudah membuatku merasakan manis dan pahit nya cinta.


Cukup lama kami terdiam hingga aku berdehem untuk menetralkan suaraku agar tak bergetar.


"semoga kalian bahagia" itulah ucapan yang keluar dari mulut ku


"terima kasih " sahut nya


"aku harap pernikahan kalian bertahan selama nya , jadilah istri yang baik untuk nya" ucap ku lagi


"tentu saja aku akan mempertahankan pernikahan ku ,tak akan kubiarkan seseorang merebut nya lagi dari ku " ucap nya dengan penuh penekanan


Bukan aku tak tahu maksud nya ,aku mengerti sangat mengerti,karena tadi Haris bilang mereka itu dijodohkan tapi Haris menolak nya.


Ya aku tahu itu memang benar aku yang membuat Haris menolak perjodohan nya ,


tapi salahkah aku jika Haris mencintai ku, apa aku salah jika mencintai nya juga.


" ku kembalikan dia padamu, mungkin aku dan Haris memang belum berjodoh "ucapku dengan senyum yang kupaksakan


aku lalu beranjak dan Haris mendekat ke arah kami


"sekali lagi maaf kan aku Nuri" ucap nya dengan berurai air mata


"sudahlah mungkin kita tidak berjodoh,aku akan mencoba untuk iklhas,kau pun harus begitu,aku tahu ini pasti akan sulit,tapi percayalah seiring berjalan nya waktu , kau maupun aku pasti bisa melalui ini dengan baik, berbahagialah kalian ,aku pamit ,terima kasih untuk semuanya,ah iya aku lupa ini aku kembalikan "ucap ku seraya memberikan ponsel yang pernah ia berikan padaku waktu itu


Aku segera membalikan tubuhku membelakangi nya karena sungguh aku sudah tidak tahan lagi, aku pun terisak dalam langkahku , tanpa melihat lagi ke belakangku aku terus melangkah kan kaki ku.


Berjalan gontai ke arah jalanan , tanpa memperdulikan tatapan heran orang melihatku menangis di setiap langkahku.


Sambil duduk menunggu angkutan umum aku kembali termenung menatap kosong dengan kedua mataku yang tak pernah berhenti mengeluarkan air mata.


"ternyata sesakit ini rasanya ya Tuhan kuatkan aku" batinku menjerit


Tak terasa hampir 2 jam aku menunggu namun tak ada satupun angkutan umum yang lewat, matahari pun sudah mulai condong ke barat.


Ku putuskan untuk berjalan kaki saja siapa tahu didepan sana ada tukang ojek yang lagi mangkal ' fikirku


Sudah 1kilo aku berjalan namun tak ku temui siapa pun di jalan ,mungkin karena jalan nya hanya hutan jati di setiap kiri kanan jalanan jadi tidak ada orang di sekitar tempat itu.


Haus juga pegal di kakiku tak kurasa mungkin karena rasa sakit di hatiku yang lebih dominan , hingga akhirnya aku sampai di daerah pemukiman penduduk ,aku duduk sebentar untuk beristirahat di atas batu besar yang terdapat di pinggiran jalan itu.

__ADS_1


Ku hela nafas ku ,kini lelah mulai ku rasakan


kulihat didepan tak jauh dari ku ada kedai ,aku pun memutuskan untuk pergi ke kedai itu ,untuk membeli minuman.


"permisi Bu ada minuman dingin ga?" tanya ku pada si ibu penjual nya


" Oalah sudah habis neng "ucap ibu itu


"oh ya sudah saya beli yang ini saja ,ga apa-apa ga dingin juga "sahutku menyambar minumam teh dalam kemasan botol


Segera ku buka dan langsung ku minum ,sampai habis dalam satu tegukan ,membuat si ibu penjual nya tercengang.


"ya ampun neng sudah habis saja ,baru saja ibu mau nawarin pake gelas" seru nya


"ah ga apa Bu ga usah pakai gelas segala , kebetulan saya sedang haus banget " sahut ku


"oh begitu memang nya en'neng itu habis dari mana atau mau kemana ? tanya nya


"saya mau pulang Bu tapi dari tadi ga ada angkutan umum maupun ojek jadi nya saya jalan kaki deh" jawab ku


"memang nya en'neng ini habis dari mana dan pulang nya ke mana? "tanya nya lagi


"habis dari Panghegar bertemu teman,mau pulang ke desa Karang Jati " jawab ku


"iya Bu"


"ya Allah pantesan itu muka nya en'neng pucat banget pasti en'neng kecapean ya,begini saja ibu minta anak ibu untuk antar en'neng pulang ya , lagi pula ibu juga gak tahu sampai kapan ada angkot atau tukang ojeg" seru ibu itu begitu mengkhawatirkan ku


"tak usah Bu terima kasih"sahutku tak enak


"ga apa apa ,atau anggap saja en'neng sedang ngojek sama anak ibu"bujuk nya


"ya sudah terima kasih kalau begitu Bu"ucap ku lagi


ibu itu pun berpamitan sebentar untuk memanggil anak nya itu


Beberapa saat kemudian beliau datang bersama seorang laki-laki ,remaja tanggung


yang mungkin itu anak si ibu yang di maksud.


"nih kamu anterin ya sampai rumah nya " perintah nya pada anak laki-laki itu

__ADS_1


"iya bu ayo kak" jawabnya anak laki-laki itu pun menghidupkan motor nya dan memintaku untuk segera menaiki motor nya


Aku pun langsung naik ke motor nya tak lupa ku bayar dulu minuman tadi


"saya pamit ya Bu, assalammualaikum" ucapku yang di jawab salam juga oleh nya


Percakapan singkat ku tadi dengan ibu penjual warung mampu menghapus sedikit ingatan tadi siang ,tapi kini saat di perjalanan aku duduk di boncengan motor dengan semilir angin sore yang terasa dingin menembus kulit ku aku kembali teringat kejadian tadi siang , dalam diam aku menangis ,air mataku pun seolah tak ingin berhenti membasahi pipiku.


Ku seka cepat air mata ku meski setelah di usap kembali meluncur dengan deras nya.


Hingga akhirnya aku sampai di depan rumah ku ,aku turun dari motor dan memberikan sedikit uang untuk sekedar mengganti bensin nya tak lupa ku tambah kan jumlah nya meski anak itu menolak nya aku tetap memaksa nya dengan menyelipkan uang nya di saku baju nya , ia pun akhirnya mau menerima uang lebih nya ,setelah itu ia pergi kembali ke desa nya.


"Nur ... Nuri..." Ifel berteriak memanggil-manggil ku


"iya ada apa kenapa teriak-teriak ,dan kamu habis dari mana ?" tanya ku


"Nur ayo cepat Nur ,jangan banyak tanya ,ini darurat ,cepat sebelum semuanya terlambat " serunya berteriak dengan terus menarik tangan ku


"memang nya ada apa sih ,dan kamu mau bawa aku kemana,ini sudah sore nanti ibu sama ayah nyariin loh"seru ku sambil menghempaskan tanganku yang di tarik nya


"haduh Nur itu ibu sama ayah dari tadi juga sudah nyariin kamu,kak Haris juga nyariin,ayo cepat sudah tidak ada waktu " ucap nya lagi


"Haris mencari ku?" tanya ku


"iya ayo cepat itu Mak Ijah pingsan katanya terkena serangan jantung, sekarang sudah sadar dia nyariin dan nanyain kamu terus" ucap nya


"APA!!!!" tanpa ba bi bu aku langsung berlari meninggalkan Ifel , aku terus berlari tanpa melihat pijakan ku akubpun terjatuh ,tak ku hiraukan rasa sakit di kedua kaki ku ,aku terus berlari dan berlari


"bertahanlah nenek" lirih ku sambil terus berlari


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2