Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bertemu Sabrina


__ADS_3

Hari menjelang sore jam menujukan pukul 2 siang ,aku dan mas Rifki pun berpamitan pada Haris juga mama nya , tapi entah kenapa Riswan sama sekali tak ingin aku pergi meninggalkan nya , anak itu bahkan menempel pada ku .


"Riswan sayang , gak boleh gitu ah , kasihan aunty Nuri nya udah capek nak , jadi gak papa ya ,aunty nya pulang dulu" ucap Haris membujuk


"iya sayang , aunty Nuri nya harus banyak istirahat ,soal nya di dalan perut aunty nya ada dede bayi ,kasihan kan dede bayi nya ikut kecapean " bujuk mama nya Haris


Karena Riswan belum bisa berbicara dengan lancar,Riswan hanya menjawab nya dengan anggukan dan gelengan saja ,dan memang Riswan ini termasuk anak yang malas berbicara , jadi agak sedikit susah buat diajak berbicara.


Akhirnya setelah melewati banyak drama , Riswan mengizinkan ku untuk pulang .


............


Sesampai nya di rumah aku langsung membersihkan tubuh ku dan bersiap untuk melaksanakan shalat ashar tentu nya bersama mas Rifki.


Setelah selesai aku dan mas hendak beristirahat namun pintu kamar di ketuk dari luar


tok tok tok


"iya mbok ada apa " tanya mas Rifki membuka kan pintu


"itu ada kiriman paket " ucap nya


"kiriman paket, dari siapa?" tanya mas Rifki lagi


"gak tahu , kurir JEN yang bawa " sahut mbok Marni


"ya sudah aku lihat dulu deh " ucap mas Rifki


aku pun mengikuti mas Rifki bersama mbok Marni


"ini isi nya apa an ?" gumam ku seraya membolak-balik kotak paket nya


Dengan gerakan cepat aku dan mas Rifki mencoba membuka paket nya , cukup sulit sih karena banyak nya lakban yang menutupi permukaan kardus nya.


Akhirnya setelah berjibaku dengan lakban yang lengket nya minta ampun paket pun terbuka ,namun sesuatu di dalam nya membuat ku reflek menjerit dan melempar kotak paket itu.


"aaakkhh "


brakkk


mas Rifki sampai memeluk ku karena tubuh ku yang gemetaran.


"kurang ajar siapa yang berani mengirim ini pada kita " mas Rifki nampak marah


"mbok cepat bereskan dan buang jauh-jauh benda itu " ucap mas Rifki pada mbok Marni


mbok Marni pun segera membuang nya ,dan membersihkan sisa darah yang sedikit terciprat pada lantai .


"kamu gak apa-apa?" tanya mas Rifki nampak mengkhawatirkan ku


"tidak mas ,aku hanya sedikit syok saja , apa maksud orang itu ,dengan mengirim janin yang berlumuran darah " ucap ku


"itu bukan janin, tapi boneka ,dan kalau darah itu memang asli " ucap bang Popo


"benarkah ?" tanya ku


"apa pun itu , orang itu pasti punya niat gak baik pada kita " ucap mas Rifki


"loh kalian sudah pulang ternyata , mama fikir kalian masih di luar ,terus itu Nuri kenapa , kamu apakan Nuri " ucap mama Dewi yang baru saja datang entah dari mana mama mertua ku ini ,aku lupa menanyakan nya pada mbok Marni ,menantu macam apa aku ini bisa-bisa nya aku melupakan nya 🀦.


"Nuri hanya syok ma " jawab mas Rifki


"syok ,kenapa ?" tanya mama Dewi


"tadi ada kiriman paket ,pas dibuka isi nya ,boneka janin dengan lumuran darah " tutur mas Rifki


"apa "


"wah minta di hajar tuh orang , kalian tahu siapa pengirim nya ?" tanya mama Dewi berubah emosi


kami pun dengan kompak menggeleng


"terus dimana paket nya ?" tanya mama Dewi lagi


"udah dibuang sama mbok Marni " jawab mas Rifki

__ADS_1


"lah kenapa di buang "


"memang nya kenapa ?" tanya mas Rifki


"ya buat kita jadikan barang bukti ,kita lapor polisi bilang ada yang meneror kita " ucap mama Dewi lagi


"oh iya ya ,kenapa aku gak kefikiran " ucap mas Rifki


............


Malam pun tiba


Aku yang sudah berbaring di buat terkejut saat sesuatu mengenai kaca jendela ,seperti ada yang melempar .


pletak


"KUNTILANAK,eh... astaghfirullah halazim" aku pun mengusap dada


"ada apa sih ?" tanya mas Rifki yang baru keluar dari kamar mandi


"gak apa-apa ko mas ,hanya terkejut saja tadi ada suara seperti ada yang lempar sesuatu pada kaca jendela " sahut ku


"ada yang lempar kaca jendela " ucap mas Rifki


"ehm..." aku pun mengangguk


"sebentar aku lihat dulu "


mas Rifki pun beranjak untuk melihat nya ,namun mas Rifki tak menemukan apa-apa


"sudah lah mending kita tidur saja " ucap ku tak ingin terlalu memikirkan nya


"baiklah"


...........


Tengah malam aku terbangun karena mendadak aku merasa kan pusing di kepalaku .


Perlahan aku bangkit dan meraih minum di nakas , dengan terus memegangi kepalaku aku beristighfar


Namun belum sempat aku menyelesaikan shalat ku tiba-tiba aku tak mengingat apa-apa semua nya begitu gelap ku rasa , hingga sebuah tepukan di pipi ku menyadarkan ku


"Nuri , hey bangun " seru mas Rifki seraya menepuk pelan pipi ku


"emmm....mas " gumam ku


"iya , kamu kenapa gak ngajakin aku shalat malam , dan malah tidur di sini masih mengenakan mukena pula" ucap mas Rifki


"tidur " ucap ku pelan


"terus sekarang sudah jam berapa ?" tanya ku


"sudah hampir masuk subuh , yuk kita berwudhu , sebentar lagi adzan subuh" ajak mas Rifki


"baiklah yuk " sahut ku


.............


"hati-hati nanti siang aku ke kantor ya bawain makan siang " ucap ku seraya mencium punggung tangan mas Rifki


"iya aku tunggu , kamu juga hati-hati nanti supir kantor jemput kamu " ucap mas Rifki setelah mencium kening ku


"hallo anak papa ,kamu baik-baik ya di dalam perut mama, jangan rewel ,jangan buat mama kesusahan " ucap mas Rifki seraya mengusap perut ku


"iya papa ,papa tenang saja dede anteng ko dalam perut mama" suara mama Dewi di buat seperti anak kecil


"mama " ucap mas Rifki


"sudah sana berangkat "


"iya ma, ini juga udah mau berangkat , baiklah aku pergi dulu " mas Rifki pun berangkat setelah mencium punggung tangan mama Dewi kemudian beralih mencium kening ku lagi dan terakhir pada perut ku .


.......


Jam makan siang pun tiba ,aku yang sudah berada di depan gedung kantor mas Rifki mulai melangkah kan kaki ku ,aku pun di sambut dengan ramah oleh para karyawan nya ,hingga ada salah satu karyawan wanita yang dengan senang hati mengantarkan ku sampai depan ruangan mas Rifki.

__ADS_1


"makasih ya mbak "


"iya Bu bos , tak masalah ,Bu bos kan lagi hamil jadi butuh pengawasan ketat " sahut nya


"ah mbak bisa saja ,sekali lagi terima kasih ya " ucap ku lagi


"iya Bu bos sama-sama kalau begitu saya permisi " ucap nya


tok tok tok


"masuk "


ckleek


"mas " ucapan ku terhenti karena ternyata mas Rifki tak sendiri di dalam ruangan nya ,hingga aku mengernyitkan dahi ku karena aku merasa pernah bertemu dengan wanita ini .


"maaf aku fikir mas tak sedang menerima tamu " ucap ku tak enak


"gak apa-apa ko sayang sini ,mana makanan nya aku sudah lapar " ucap mas Rifki beranjak dari tempat duduk nya menghampiri ku


"loh tadi kamu bilang kamu belum lapar , nih aku juga bawain makanan buat mu " ucap wanita itu tak terima


"maaf seperti nya aku pernah melihat mu ,tapi dimana ya " ucap ku


"nama ku Sabrina " ucap nya lantang


deg


oh dia Sabrina itu


.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.


.


maafπŸ™ guys baru sempat up sekarang , tubuh ku ngedrop sampai dokter bilang harus di larikan ke rumah sakit ,meskipun aku menolak ,karena apa ,aku sangat tidak mau menginjakan kaki ku di rumah sakit saat sakit , kalian tahu sendiri lah kalau di rumah sakit pasti identik dengan infus , nah aku takut kalau harus di infus ,aneh banget aku ya , takut sama jarum suntik dan infus🀦


curhat dikit gak apa-apa ya tubuh ku pada sakit semua , persendian udah kaya pada lepas (jiiaaah kaya udah ngerasain) hihi....


suhu tubuhku mencapai 39 derajat tensi darah ku juga hanya 90/80 ,makanya aku pusing banget ,udah kaya naik roller coaster muter-muter , dokter yang meriksa aku auto panik, sampai bilang aku harus di rujuk ke rumah sakit ,tapi dengan memohon-mohon ampe nangis-nangis biawak akhirnya aku gak sampai di bawa ke rumah sakit yeeeee πŸ‘


Dokternya juga kaya agak-agak takut gimana gitu , saat meriksa aku , dokter sampai mengajukan beberapa pertanyaan


1 . gak habis dari perjalanan jauh ?


ku jawab tidak



gak habis bekerja di pabrik ?


ku jawab tidak


mencium bau ?


ku jawab iya


ya kali dokter ngira aku kena corona


__ADS_1


jadi maf ya udah buat kalian nunggu ini juga aku maksain banget , maaf juga kalau cerita nya agak gak masuk πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2