Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 mengakhiri


__ADS_3

Di ruang ICU


"mas , ini aku ,kau bisa dengar aku ?" Nuri berbisik tepat di telinga Rifki


"cepat lah bangun mas ,aku merindukan mu " Nuri mengecup kening Rifki lalu ia beranjak dari sana


"kamu baik-baik saja ?" tanya Dewi saat Nuri baru saja keluar dari ruangan ICU


"aku tidak ada apa-apa kok ma" sahut Nuri


"ya sudah kalau begitu kamu kembali ke ruangan mu dan istirahat ya, Rifki biar mama yang jaga " ucap Dewi menyentuh pipi menantu nya itu


"Tante sebaik nya pulang saja ,biar kami yang menjaga Rifki " ucap Tito


"tapi ...


"Tante pasti lelah ,lihat kantung mata Tante sampe hitam begitu ,Tante istirahat saja " pinta Seno


"iya Tante ,nanti kalau Tante ikutan sakit kan repot " sambung Eko


"ya sudah ,Tante titip Rifki,kabari Tante jika terjadi sesuatu" Dewi akhirnya mau untuk pulang dan beristirahat


"ibu juga sebaik nya pulang ,kasihan Dede ,Nuri tidak apa-apa sudah ada ayah dan Ifel juga di sini " ucap Nuri menatap wajah ibu nya


"iya Bu, ibu lebih baik pulang saja dulu sama besan , kasihan Dede di rumah " sahut Maman


"kalian tenang saja dede di rumah sama Riswan ,tadi mama ngasih tahu ,ibu sebaik nya istirahat saja , biar Dede di rumah ku dulu " ucap Haris


"terima kasih ,jadi tidak enak merepotkan" Maryam nampak tak enak


"tidak apa-apa Bu" ucap Haris ,ia pun lalu melirik pada Nuri seraya menganggukan kepalanya ,begitupun dengan Nuri


Selepas kepergian ibu dan mertua nya ,Nuri dan Haris kembali ke kamar inap Nuri .


"kamu ngapain ikut kesini?" tanya Ifel sinis


"Felll.......diam lah kau tak akan tahu dan tidak akan mengerti ,lebih baik kamu tunggu di luar " seru Nuri


"hah ya sudah aku keluar saja kalau begitu,lebih baik jagain kak Rifki saja " Ifel pergi keluar namun ia tak pergi kemanapun,ia justru berdiam di luar .


"loh kenapa kamu diluar ,bukan nya temenin Nuri ,kenapa kamu biarkan mereka berdua di dalam ?" tanya Maman saat melihat Ifel duduk di depan pintu


"aku di suruh keluar sama tuh Kunti " sahut nya cemberut


tak berkomentar apa pun ,Maman segera bergegas ke dalam,karena bagaimana pun di antara keduanya pernah ada hubungan ,ia takut terjadi fitnah atau hal yang tak di ingin kan lain nya terjadi namun ,langkah nya terhenti saat seorang wanita paruh baya , berpenampilan nyentrik datang menyapa


"selamat sore ....apa benar ini ruangan Nuri ?" tanya nya


Maman pun menoleh ,juga Ifel yang sedang menunduk pun mendongak


"maaf tapi anda siapa ?" tanya Maman


"saya Laras ,boleh saya menjenguk nya?" tanya nya


"oh ...tentu ...mari silahkan masuk " Maman membuka kan pintu dan mempersilahkan Laras untuk ke dalam ,pun juga Ifel ikut masuk ,karena ia penasaran dengan siapa wanita nyentrik itu


"assalamualaikum....."

__ADS_1


"waalaikum salam ....Bu Laras " seru Nuri


"bagaimana keadaan mu ,saya dengar dari Dewi kamu muntah darah lagi ?" tanya nya dan diangguki oleh Nuri


"tadi saya juga sudah melihat Rifki ,segera selesaikan urusan kalian ,agar kamu bisa secepat nya bawa Rifki pulang " ucap Laras yang ternyata sudah tahu semua nya


"maksud nya bawa kemana ?" celetuk Ifel bertanya


"sudah ku katakan kau itu tidak akan mengerti " seru Nuri


"lebih baik kita keluar " ajak Maman yang sudah mulai faham


Kini di ruangan itu hanya ada Nuri ,Haris ,dan Laras .


"kamu masih dalam masa nifas ,dan itu dijadikan kesempatan untuk menyerang mu ,tapi tenang saja saya akan membantu mu " ujar Laras


"tepat tengah malam nanti kita akan menyerang balik mereka " ucap Laras


"iya Bu " sahut Nuri lemah, banyak sekali yang tengah ia fikirkan saat ini , suami yang dinyatakan koma,bayi nya hilang entah kemana ,ketiga teman hantu nya pun ikut menghilang .


"sudah lah jangan terlalu banyak fikiran,tak baik buat kesehatan mu,semua akan baik-baik saja ,percayakan saja semua nya pada Allah " ucap Laras memberikan semangat buat Nuri


.................................


Jam sudah menunjukan pukul 23:56 itu artinya sebentar lagi ritual akan di lakukan ,bukan ritual yang mengharuskan harus ada sesajen atau barang yang berhubungan dengan hal mistis seperti yang dilakukan para dukun atau paranormal, tapi ritual yang mereka lakukan hanya berdoa kepada Allah , dengan beralaskan sejadah ketiga nya ,Nuri ,Haris dan Laras duduk saling berhadapan dengan kain bekas membersihkan darah muntahan Nuri .


Nuri dengan mukena yang di pakai nya mulai memejamkan mata nya sambil jari-jemari nya memainkan tasbih ,begitupula dengan Haris, melihat kedua nya sudah siap Laras pun mengatupkan kedua tangan nya di depan dada nya ,sambil berkomat-kamit ,dan ketiga nya pun mulai melafalkan doa-doa dan surah-surah Al Qur'an serta menyerukan nama Allah .


Ifel yang terbangun pun hanya diam memperhatikan ,sedangkan Maman ,ia berada di ruangan ICU menunggui Rifki ,karena semua teman-teman nya sudah pulang,dan akan kembali besok nya.


kembali ke Nuri


Suasana berubah mencekam apalagi ditambah lampu kamar nya tiba-tiba berkedip ,angin pun berhembus menggoyangkan gorden


hingga sebuah ledakan menggema di ruangan itu ,Ifel pun melonjak kaget ,hingga meloncat mendekat pada Nuri ,namun tak sampai mengganggu nya


Duuaaarrr.....


saat itu pula kain bekas muntahan darah itu pun terbakar


*di lain tempat


"aaakkkkhhh ....." seorang kakek mengerang memegangi dada nya


"uuuhhukk..... hoekk..." darah segar keluar dari mulut nya


"sial dia bisa membalikan serangan ku , dia juga seperti nya di bantu seseorang" gumam nya dengan menyeka darah dari mulut nya dengan kain


"sudah ku katakan ,dia bukan gadis biasa ,meski kau mengurung kami di sini, dia bisa melawan mu tanpa kami, selama ini dia diam bukan tak berani melawan ,tapi dia masih punya hati dan takut akan dosa ,tapi seperti nya kesabaran nya sudah mulai habis " ucap Lasmi , dengan senyum menyeringai , rupanya Lasmi dan Popo berhasil di tangkap dukun itu ,dengan tali ghaib nya mengikat mereka .


"diam kau setan "bentak nya


kakek tua itu pun kembali berkomat-kamit dengan selembar foto Nuri yang siap ia bakar dengan bara api dari arang yang sudah berwarna merah menyala.


Namun belum sempat foto itu terbakar , tiba-tiba ia merasakan panas di ulu hati nya .


"aakkkhh.....ke...kenapa rasanya panas sekali....."

__ADS_1


"aaakkkh....sesak ....kenapa sesak sekali " lirih nya lagi


Tubuh renta nya sudah terkapar di lantai ,ia mulai kesusahan bernafas hingga


perlahan mata renta itu pun memejam ,seiring detak jantung nya yang juga melemah,nafasnya mulai berhenti ,dan ia tak sadarkan diri dengan tubuh bagian dada nya melepuh.


Pada saat itu juga tali ghaib yang mengikat Lasmi juga Popo pun terlepas dan langsung menghilang


"akhirnya kita bebas "


semetara itu


"aakkkhh..... panas......panas....." seorang wanita menjerit-jerit sambil berlari tak tentu arah di dalam rumah nya


"Sabrina.... kamu kenapa ?" tanya seorang ibu paruh baya yang tak lain adalah ibu nya


"panas ....tolong .... ini panas sekali ...." pekik nya


ia berlari menuju belakang rumah nya dimana di sana terdapat kolam renang .


Byuuuurrr


Sabrina menceburkan diri nya ke kolam renang .


"bina.... Sabrina...." teriak ibu nya


"tolong....tolong ,....."jerit ibu nya saat melihat tubuh anak nya tak muncul ke permukaan


Byuuuurrr


Byuuuurrr


tukang kebun dan satpam di rumah nya masuk ke kolam untuk menolong anak majikan nya


"innalilahi wa innailaihi Raji'un....non bina sudah meninggal nyonya " lirih satpam yang mengecek denyut nadi nya setelah tubuh Sabrina berhasil di naikan


"tidaaaakkkk......bina....."


"kenapa jadi seperti ini ....SABRINAAA....." jerit nya ,tubuh putih Sabrina kini berubah kehitaman ,bukan ibu nya saja yang terkejut bahkan tukang kebun ,dan satpam yang menolong pun ikut terkejut .


*kita kembali ke rumah sakit


Tak lama setelah suara ledakan itu , tubuh Nuri tiba-tiba ambruk ke samping , membuat ifel yang berada di belakang nya pun terkejut


"Kunti.....eh Nuri...." seru Ifel


"Alhamdulillaahi rabbil'aalamiin...." Haris dan Laras mengusap wajah nya


"heh dia pingsan ,kalian malah mengucap syukur ...."


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2