
RIFKI POV
Aku masuk ke ruangan ku setelah aku meminta Nuri membuatkan ku teh tarik , entah kenapa rasa nya lidah ku sudah cocok dengan rasa teh tarik buatan Nuri.
Di saat aku hendak membaca laporan keuangan kafe ,tak sengaja aku melirik layar cctv, disana aku dapat mendengar dengan jelas percakapan Nuri dan Nana di pantry .
Aku menilik lekat pada layar cctv, rupa nya Nuri memang tidak mudah untuk ditaklukan , segala perhatian dan kebaikan ku malah di anggapnya sebagai bentuk tanggung jawab atasan pada bawahan nya.
Entah apa karena dia yang tidak peka seperti kata Nana ,atau dia berusaha untuk menutup hati nya untuk ku.
Sesaat aku mengalihkan pandangan ku dari layar cctv ,dan kembali melihat pada layar nya namun Nuri sudah tak terlihat ,hingga tak lama pun pintu ruangan pun ada yang mengetuk.
to tok tok
"masuk " seru ku
Pintu pun terbuka ,nampak lah Nuri dengan membawa segelas minuman di atas nampan
seraya tersenyum lalu meletakan nya di meja.
Ku lihat Nuri sudah berbalik dan hendak keluar ,aku pun segera beranjak untuk menahan nya keluar dulu , namun sebelum niatku terlaksana tiba-tiba terdengar kegaduhan di luar .
Aku pun lantas keluar bersama Nuri untuk melihat apa yang terjadi,
dan ketika kami sudah berada di luar kami di kejutkan dengan beberapa orang pengunjung kafe sudah terkapar di lantai dengan mengerang kesakitan.
Semua pegawai ku nampak ketakutan , ada yang menangis ,ada juga yang berteriak di saat Agus mengangkat kursi di atas kepala nya
"astaghfirullah halazim...." seru ku dan Nuri berbarengan
"i ini ini ,kenapa bisa terjadi seperti ini ?" tanya ku melihat sekeliling
"Agus apa yang kau lakukan " pekik ku saat aku melihat Agus hendak melempar kursi nya pada pengunjung yang sudah terkapar
dan aneh nya kenapa sasaran nya pada para pengunjung
"seperti nya Agus kesurupan mas " ucap Nuri tanpa menoleh pada ku
"kesurupan ?" tanya ku
"iya ,coba mas Rifki perhatikan baik-baik " ucap nya lagi
Aku pun menuruti ucapan Nuri dan benar saja aku dapat melihat tubuh Agus yang di kendalikan makhluk ghaib meskipun tak terlalu jelas wujud nya.
"mas Rifki,tolong hubungi Bu Laras " seru Nuri seraya mendekat pada Agus ,aku pun segera menelpon Bu Laras dengan ponsel ku
"hentikan ,apa yang kau lakukan ? " teriak Nuri pada Agus yang tengah kerasukan ,dan seketika Agus menahan kursi nya dan beralih pada Nuri dan hendak melempar kursi itu pada Nuri hingga Nuri memejamkan mata nya.
Bodoh apa yang dia lakukan , harusnya kan dia lari bukan malah menutup mata seperti itu,
belum sempat aku menelpon Bu Laras aku langsung berlari dan pasang badan untuk Nuri hingga akhirnya aku lah yang terkena lemparan kursi itu tepat di belakang kepalaku.
Jeritan dan teriakan terdengar memenuhi ruangan kafe,aku pun mengerang menahan sakit ,Nuri yang tengah menutup mata nya pun seketika membuka mata nya dan sangat terkejut melihat aku yang sudah terkapar memegangi kepala belakangku.
"astaghfirullah....mas Rifki" pekik nya
"mas ,mas Rifki " seru Nuri panik
"NURIIII....." teriak para pegawai ku
"Nuri ,awas belakang mu " seru ku
memperingati dengan nada tertahan karena menahan sakit yang amat sangat di kepalaku , darah segar pun mengalir membasahi kepalaku
__ADS_1
"berani menyakiti nya, ka berurusan dengan ku" seru Wowo menahan langkah Agus
"Wo , kau pergilah aku akan berdoa " ucap Nuri pelan
"baiklah hati-hati " ucap Wowo seraya menghilang dari pandangan
Kudengar Nuri melafalkan doa-doa ,mulai dari surah Al Baqarah, ayat kursi, surah An-Nas ,dan masih ada lagi bacaan surah lain nya yang aku tak hafal.
Dengan memejamkan kedua mata nya Nuri sangat fokus dalam berdoa , hingga Nuri membuka mata nya ,menatap tajam pada Agus yang berdiri mematung.
Sungguh tatapan mata nya membuat ku jadi merinding ,teman-teman nya yang lain pun nampak ketakutan sampai tak ada yang bersuara.
Nuri melangkah dengan pelan mendekati Agus ,dengan bacaan yang tak pernah berhenti.
Hingga akhirnya Nuri sudah berada dekat dengan Agus yang hanya menyisakan jarak sejengkal saja.
" Bismillaahir rahmaanir rahiim .....
U'iidzu nafsii billaahil 'aliyil 'azhiim....
Astaghfirullaahal 'aziim ....
Laa Haula wa laa quwwata Illa billaahil 'aliyyil 'azhiim....
Allahu Akbar.... Allahu Akbar...
Allahu Akbar....
"dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ...
aku perlindungkan diriku kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung...
aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung
Allah Maha Besar...Allah Maha Besar ... Allah Maha Besar..."
Tubuh Agus menegang saat Nuri membaca kalimat itu ,aku sendiri juga tak tahu bacaan apa yang Nuri bacakan , dan usai Nuri menyerukan kalimat terakhir nya ,
tiba-tiba saja tubuh Agus limbung dan jatuh tak sadarkan diri.
"Alhamdulillahhirobil 'alamin " ucap Nuri seraya mengusap kedua telapak tangan nya pada wajah nya
"kalian tolong bantu Agus ,bawa dan baring kan di sana " ucap Nuri pada para pegawai kafe ku yang tak lain teman-teman nya
"mas Rifki tidak apa-apa ?" tanya nya setelah menghampiri ku dan duduk d depan ku
"tidak ko , hanya sedikit sakit saja " ucap ku meringis
"jangan sok kuat ,sini aku lihat , astaghfirullah halazim....ini berdarah loh mas "seru nya panik melihat tanganku yang memegangi kepalaku berlumuran darah
"tidak apa-apa " ucap ku lagi
" tidak apa-apa bagaimana ,berdarah begini " ucap nya lagi
Kulihat Nuri menetes kan air mata nya ,apa dia menangisi ku
"jangan nangis aku tidak apa-apa ko" ucap ku seraya mengusap air mata di pipinya
"aku hanya merasa bersalah,gara-gara aku ,mas Rifki jadi terluka" isak nya
"lebih baik kita ke rumah sakit ,kita bawa mereka yang terluka "ucap Nuri sembari melihat beberapa orang yang sudah mulai sadar
"sebentar mas" ucap Nuri seraya bangkit dan mendekati mereka yang terluka , ada 4 orang pengunjung yang jadi korban,
__ADS_1
"kalian tidak apa-apa ,bagian mana yang sakit ?" tanya Nuri pada mereka
"badan kita semua nya pada sakit ,tapi kita tidak terluka parah ko , hanya memar ,paling besok atau lusa sudah hilang memar nya " ucap salah satu nya
"syukurlah kalau begitu "ucap Nuri lega
Nuri pun bergegas mendekati Agus yang tak sadar kan diri
Kulihat Nuri menyentuh keningnya dengan telapak tangan nya,mulut nya juga berkomat kamit ,lalu ia beralih pada telapak tangan nya ,
setelah itu ,ada pergerakan kecil dari Agus , hingga tak lama pun Agus tersadar.
" aduh ...kepalaku kenapa pusing sih ..badan ku juga lemes ,aaaahh... " ucap nya dengan nada yang bikin aku merinding geli
"syukurlah kau sudah kembali Agus " ucap Nuri menepuk pelan pipi nya
"memang nya aku dari mana ,ah iya kenapa aku tidur di sini ,terus itu kenapa dengan mereka ? tanya nya kebingungan
"sudah lah jangan kau fikirkan nanti kamu jadi pusing " ucap Nuri lalu kembai pada ku
"ini pasti sakit ?" ucap nya menyentuh pelan kepalaku taat terluka
"tidak kalau ada kamu di sisi ku " ucap ku menggodanya
"mulai deh ,... sudah ah yu kita ke rumah sakit "ucap nya lagi seraya membantu ku bangun
Karena keadaan kafe sangat kacau , aku pun menyuruh para pegawai ku untuk pulang dan beristirahat, sementara kafe aku tutup dulu barang sehari atau dua hari.
Aku pun tak lupa memberikan sedikit uang untuk para pengunjung yang terluka sebagai tanda permintaan maaf ku.
Dan di sinilah aku berada saat ini ,di sebuah rumah sakit ,aku duduk di atas ranjang pesakitan dengan seorang dokter yang sedang menjahit luka di kepalaku
Terlihat Nuri memejamkan mata nya di sampingku ,wajah nya memucat dengan keringat yang sudah meluncur dari dahi nya ,
tangan nya juga berkeringat dan terasa dingin,juga aku dapat merasakan tubuh nya bergetar
karena aku yang menggenggam erat tangan nya , alasan ku simpel hanya bilang kalau aku takut di suntik, Nuri yang tadi nya ingin menunggu di luar pun mengurungkan niat nya ,dan mau menunggui ku sambil menggenggam tangan nya.
Padahal itu hanya alasan ku saja ,karena ingin menggenggam tangan nya,kapan lagi coba aku bisa menyentuh tangan nya.
"sudah selesai , hanya dua jahitan saja ko,itupun hanya bagian luar nya" ucap dokter seraya membereskan alat-alat kedokteran nya dibantu seorang suster
"terima kasih dokter" ucap ku
dokter nya pun tersenyum dan pergi meninggalkan ku berdua dengan Nuri
"kamu kenapa ,berkeringat begitu , kamu juga terlihat menggigil ,apa kamu sakit?" tanya ku menatap lekat nya namun Nuri hanya menggeleng
"lalu kamu kenapa?" tanya ku lagi
"a...aku........
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung...