Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
terungkap nya poling


__ADS_3

tok tok tok tok


Ayah memukul kentongan berkali-kali dan para warga pun mulai berdatangan,bukan hanya para warga ,ibu ,mama Dewi dan penghuni rumah lain nya juga keluar karena mendengar keributan di luar kecuali Febry karena dia sudah tidur .


"ada apa Nur , kenapa kalian di luar ?" tanya ibu


"tuh " tunjuk ku pada sosok yang tertelungkup di bawah jendela kamar ku


"astaghfirullah halazim,itu...."


"orang Bu,yang nyamar jadi pocong " ucap ku


"ada apa pak Maman , malam-malam begini ngumpulin warga "


"iya ada apa, saya baru aja mau tidur,eh gak jadi gara-gara mendengar suara kentongan "


"ada maling ya "


"bukan maling tapi tuh " tunjuk ayah pada pocong gadungan yang masih tergeletak tak sadarkan diri


"hah astaga ,i itu ....aku fikir tadi karung atau apa gitu ,itu apa an ?"


"kalian lihat saja sendiri ,kalian juga pasti tahu siapa dia " ujar ayah


warga pun menghampiri dan memperhatikan wajah pocong gadungan itu ,hingga


"astaghfirullah halazim...... dia kan Restu, ngapain berdandan seperti pocong "


"iya dan kenapa juga dia pingsan"


"ooooo .....jangan-jangan yang jadi poling alias pocong keliling selama ini si Restu , wah kurang ajar ini bocah "


"woy bangun-bangun" seru salah satu warga mencoba membangunkan nya


"uuuhhh....." pocong gadungan alias Restu mulai mambuka mata


"huuaaaa .......pocoooong..... " Restu langsung berteriak histeris dengan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya


"huuu....pocong teriak pocong "


"hey Restu, apa maksud kamu pura-pura jadi pocong ha" sengal salah satu warga mulai emosi


"jadi selama ini kau poling alias pocong keliling itu ?"


"ampun ...ampun.....iya saya mengaku ,saya lah yang jadi poling alias pocong keliling " jawab nya jujur


"apa tujuan mu menjadi pocong ,dan menakuti semua warga ,apa kamu tahu perbuatan mu itu bukan hanya meresahkan warga ,tapi juga merugikan " tanya pak RT


"maaf pak RT , saya mengaku salah , saya kapok gak lagi-lagi, saya takut ketemu pocong asli " ucap nya gemetaran


"itu karma namanya ,siapa suruh nakutin warga ,jadi lihat pocong asli kan " sahut warga yang gemas dan langsung jadi tertawaan warga lain nya


"lalu apa tujuan mu sebenarnya?" tanya ayah

__ADS_1


"maaf ,saya hanya iseng saja " sahut nya


"terus apa maksud mu ngasih bunga pada Nuri ,dan ngintip kita ?" tanya mas Rifki dengan nada yang tidak senang


"ma maaf ,sa... saya sebenarnya mengagumi Nu ...Nuri dari dulu,tapi... saya tidak punya keberanian untuk berbicara pada nya " jawab nya terbata


"apa , berani nya kau " sengal mas Rifki hendak menghajar nya namun aku mencegah nya dengan memegangi tangan nya seraya menggeleng


"lantas kenapa kamu mengintip kami ?" tanya mas Rifki lagi "


"wah gak beres nih otak nya udah pura-pura jadi pocong ,tukang ngintip lagi " seru salah satu warga


"ampun om , saya hanya penasaran apa yang kalian lakukan di dalam " jawab nya lagi


"apa , ah ya ampun harus diapakan ini orang masa aku di panggil om " ucap mas Rifki tak terima di panggil om


"kita apakan dia pak RT?" tanya ayah


"heeeeehhh....kau ini menyusahkan sekali " pak RT nampak memegangi pelipis nya


"begini saja ,sebagai sanki setiap hari kamu harus membantu membersihkan pekarangan rumah warga , jika ada rumput di cabut, jika ada daun kering di sapu ,pokok nya kamu harus membersihkan pekarangan rumah semua warga RT 05 /RW 03 selama satu bulan full ,jangan ada yang terlewat" ucap pak RT


"dan untuk hukuman nya , kamu dilarang keluar rumah di malam hari selama satu bulan , jika kamu melanggar maka hukuman akan di tambah ,mengerti " ucap pak RT lagi


"i ....iya pak ,saya mengerti " sahut Restu


"baiklah kalau begitu kamu pulang lah , dan kalian kembali ke habitat masing-masing" ucap pak RT pada para warga


"habitat, pak RT kira kami apa an "


"bapak bilang kami harus kembali ke habitat kami ,emang bapak fikir kami apa an "


"oh ...hehe....maaf kesalahan teknis ,saya salah bicara hahaha....." sahut pak RT tergelak sendiri


"ih pak RT garing " celetuk Ifel


"kriuk kriuk dong " timpal ku


"itu gorengan " sahut Ifel lagi


"anak-anak pak Maman lucu ya , selera humor mereka lumayan " ucap pak RT melihat ku dan Ifel


"ah pak RT,biasa aja pak ,mereka justru kalau dekat ribut terus " ucap ayah


"ih ayah jangan buka kartu dong " gerutu ku pelan


"hahaha.....baiklah sekarang saya pamit ,warga juga sudah pada pulang , terima kasih nih, berkat pak Maman sekeluarga,misteri tentang poling alias pocong keliling terpecahkan ,ternyata si Restu pelakunya " ucap pak RT berpamitan dan langsung pulang ke rumah nya


Kami pun bergegas masuk ke dalam rumah.


"akhirnya kita terbebas dari poling " seru Ifel langsung duduk di sofa


"dari awal aku juga udah ngira kalau poling itu hanya ulah orang iseng " ucap ku seraya menuangkan susu bubuk khusus untuk ibu hamil de dalam gelas

__ADS_1


"sini biar aku saja " mas Rifki mengambil alih


"darimana kamu tahu " tanya Ifel


"ya aku sempat lihat seseorang lari terbirit-birit dari arah rumah ini , tapi saat itu aku memang gak melihat jelas sih siapa,tapi siang nya ada berita katanya ada seseorang yang melihat pocong di rumah kita , dan katanya yang melihat itu Restu, nah aku sempat berfikir apa jangan-jangan orang yang berlari ketakutan itu emang si Restu , dan ternyata benar " jawab ku


"hah... jadi dia bukan kali ini saja mengintip di rumah ini" seru ayah terkejut dan aku hanya mengangguk


"ini susu nya " mas Rifki memberikan segelas susu hangat padaku


"makasih mas " ucapku seraya menerima nya dan langsung meminum nya sampai tandas


"ya sudah kalian kembali istirahat sana ,sudah malam juga ,gak baik ibu hamil tidur malam-malam"ucap mama Dewi


"baiklah kita ke kamar " jawab mas Rifki seraya membantu ku berdiri


"ada-ada saja" gumam ku seraya merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur


"ternyata sudah dari lama dia suka sama kamu " ucap mas Rifki duduk sambil menatap ku


"tapi aku nya enggak " sahut ku


"sudahlah mas jangan bahas dia terus ,males aku , sini tidur aku mau tidur sambil di peluk " ucap ku manja


"baiklah tapi ini kerudung mu buka dulu " aku pun membuka kerudung yang selalu menutupi kepala ku


"anak papa sehat-sehat di dalam ya , papa tidak sabar menunggu mu lahir " mas Rifki mengusap perut ku lalu mencium nya


Setelah itu mas Rifki ikut berbaring di samping ku dan langsung memeluk ku , kami pun langsung masuk ke alam mimpi kami .


.


.


.


.


.


bersambung



ada salam dari poling nih hihihihi 🀭


Ngomong-ngomong soal poling ini nyata di daerah ku lho....tapi beda nya bukan manusia iseng yang jadi poling ,melainkan seorang anak yang tak sengaja memakai kain putih untuk di mainkan nya , kain putih itu rupanya merupakan barang mistis yang di pergunakan orang tua nya untuk melakukan ritual gaib ,entah apa tujuan ritual itu , setelah memakai kain putih itu kabar nya anak itu tidak bisa membuka kain yang membungkus nya ,dan langsung hilang secara tiba-tiba, dan di setiap malam anak yang sudah berubah jadi pocong itu berkeliling menghampiri setiap rumah warga untuk di mintai tolong membuka kain putih itu.


Hal itu berlangsung cukup lama lho , sampai-sampai aku suka takut kalau tidur sendirian soal nya suka ada yang mengetuk-ngetuk pintu di malam hari ,tapi aku tidak punya keberanian untuk melihat nya ,alhasil aku menggedor pintu kamar ibu ku dan tidur bersama ibu ku hihihi...


Tapi bersyukur nya setelah berbulan-bulan kampung ku di teror poling ,terdengar kabar lagi jika anak itu sudah selamat dan sudah bisa di bukakan kain nya oleh seseorang yang berilmu ,entah itu seorang kyai , ustadz,atau dukun aku gak tahu, tapi setelah tersiar kabar itu ,isu atau pun teror poling sudah tak lagi terjadi ,dan kampung ku kembali aman dan damai .


tapi.......itu hanya cerita dari mulut ke mulut ya guys ,aku sendiri tidak tahu pasti nya πŸ˜… tapi yang pasti poling nya memang ada , hanya saja cerita nya yang .....yaaaah .....kalian tahu sendiri lah.....

__ADS_1


ok nantikan episode selanjutnya ya guys,terima kasih buat yang udah baca dan setia menunggu aku up , aku tanpa kalian bukan lah apa-apa.


love you all 😘😘😘


__ADS_2