
MASIH RIFKI POV
Aku tertegun saat Nuri mengatakan bahwa dia takut jarum suntik ,ku pandangi wajah nya yang tengah tertidur pulas di sampingku , mungkin dia kelelahan , suara nafas nya yang teratur terasa merdu di telingaku , ku dorong ke belakang sedikit sandaran kursi mobil nya agar Nuri nyaman.
Aku pun melajukan kembali mobil ku , menuju kosan Nuri ,tapi pas aku sudah sampai ,nyali ku tiba-tiba saja menciut ketika melihat banyak makhluk tak kasat mata di sana ,bukan lagi merinding yang kurasakan melainkan takut, aku hendak membangunkan Nuri ,tapi aku tak tega ,tapi aku juga tidak mungkin menggendong nya dan membawa nya masuk kosan nya ,apa kata orang nanti, takut terjadi fitnah ,aku pun memutuskan untuk membawa Nuri pulang ke rumah ,ada mbok Marni juga di rumah.
Tanpa berfikir panjang aku pun langsung menancap gas ,hingga akhir nya aku sampai depan rumah ,aku turun dan memberanikan diri menggendong Nuri , ini kali ke dua aku menggendong nya seperti ini , aku jadi membayang kan kalau aku sedang menggendong istriku ahhaay.....
"loh Iki itu siapa " seru mbok Marni
"syhuuutt.....jangan berisik nanti dia bangun " ucap ku memelankan suara ku
Sku pun meletakan Nuri di kamar tamu ,lalu menyelimuti nya , setelah itu aku keluar dari kamar nya.
"Iki itu siapa,anak siapa yang kamu bawa pulang ,terus itu kenapa kepala kamu di perban kaya gitu ?" serentetan pertanyaan nya membuat ku pusing
"aduh mbok ,nanya nya satu-satu dong " keluh ku sembari memijat pelipis ku
"ya sudah kamu duduk dulu ,mbok ambilkan minum dulu " ucap nya
nah kenapa tak dari tadi coba
Tak lama mbok Marni pun datang dengan membawa secangkir teh manis
"makasih mbok " ucap ku setelah aku menyeruput teh manis nya
"sekarang jelaskan ,siapa gadis itu ,kenapa kamu membawa nya kesini ,tak sadarkan diri juga ,apa yang kau lakukan pada nya ,apa sesuatu telah terjadi ,atau ''
"mbok , kebiasaan ya kalau nanya sudah kaya rel kereta api ,panjaaaaang ......"ucap ku memotong ucapan nya
"heeeehhhh....." aku pun menghela nafas
"nama nya Nuri ,dia bukan tidak sadarkan diri,tapi dia tertidur, aku ga tega ngebangunin nya jadi nya aku bawa pulang saja" ucap ku
"terus ini kenapa ?" tanya nya lagi seraya menunjuk kepala belakangku yang di balut perban
"terjadi sesuatu di kafe, salah satu pegawai kafe ada yang kerasukan ,dia menyerang para karyawan , aku terluka karena berusaha melindungi nya " ucap ku seraya melihat ke arah pintu kamar yang tertutup tempat di mana Nuri tengah tidur.
"karasukan ? terus apa yang terjadi selanjutnya nya ?" tanya mbok Marni penasaran
"yang terjadi selanjutnya nya ,ya aku masuk rumah sakit " jawab ku santai
"iih bukan itu " seru nya
"aduh mbok jangan mukul dong !"keluh ku memegangi pundak ku
"hehe...maaf ,maksudnya orang yang kesurupan nya,siapa yang nyembuhin?" tanya nya
"kenapa itu yang mbok tanya ?"tanya ku
"penasaran saja " sahut nya
"jadi siapa ?"tanya nya lagi
__ADS_1
Belum sempat aku menjawab , tiba-tiba semua teman-teman ku datang ,Bobi , Seno,Rudi , Tito, Eko,juga Haris yang membawa anak nya yang masih balita.
Melihat Haris dengan anak nya ,aku kembali membayangkan mempunyai anak bersama Nuri ,hahaha......Haris begitu menyayangi anak nya ,aku pun kelak jika mempunyai anak akan menyayangi nya ,apa lagi kalau ibu nya adalah Nuri , khikhikhi.....
hey bayangan enyahlah kau dari fikiran ku !
"kau kenapa ,kami datang bukan nya di sambut ,malah bengong senyam senyum begitu ,apa ini efek kepala mu terluka ?" tanya Bobi seraya menyentuh kening ku dengan punggung tangan nya
"hey sembarangan kalau bicara " seru ku menepis tangan nya dari keningku
"ya sudah kalian pada duduk ,mbok mau bikin kan minum dulu " ucap mbok Marni
"duh jangan repot-repot mbok , saya minum kopi saja " ucap Tito tanpa dosa
"hm...bilang saja mau minta kopi " seru ku
"hehe....nah itu maksudnya nya " ucap nya lagi
"anak mu semakin besar ya ,berapa bulan sekarang ? tanya ku pada Haris
"bulan ini memasuki usia tujuh bulan " sahut nya
"uh lucu nya ,boleh aku gendong ?" pinta ku
"tentu saja " ucap nya lalu memberikan anak nya pada ku
"hai ,duh lucu nya ,jadi pengen kan " celetuk ku
"ya pengen nikah lah " sahut ku
"ku fikir pengen punya anak " timpal Tito
"sama cewek yang mana ,kau kan playboy" seru Bobi
"iya ,diantara kami bertujuh kan hanya kamu yang suka gonta-ganti ganti cewek" sahut Seno
"huh aku juga jadi playboy gara-gara kalian , eh ketagihan deh , masalah siapa cewek yang mau aku nikahin ada lah ,aku masih berjuang buat deketin dia " sahut ku sembari mengajak bermain anak nya Haris
"pasti apes banget tuh cewek kalau mau nerima playboy seperti kamu " ucap Haris
Akhir nya bersuara juga tuh anak , karena di antara kami semua Haris lah yang paling diam ,dan kalem ,tak banyak bicara.
"sompret lu " seru ku
"hahaha....sorry becanda " ucap nya
"ini silah kan ya pada diminum, dan habiskan, tapi ingat sisakan gelas nya " ucap mbok Marni seraya meletakan minuman untuk kami
"yah si mbok emang nya kita ini apa an " ucap Tito
"hihihihi....ya kali aja kalian kelepasan dan tak sadar nelen gelas nya juga " ucap mbok Marni cekikikan
"buset di kira kita kuda lumping " timpal Bobi
__ADS_1
"hahaha......" kita pun tertawa bersama
"mas Rifki...." aku yang tengah tertawa mengalihkan arah pandangku pada suara yang memanggil ku
"eehh....cah ayu ,sudah bangun ,kalian nih berisik jadi bangun kan " seru mbok Marni
menatap kami
"loh Nuri ,kamu di sini ?" tanya Bobi
"mas Rifki,kenapa aku ada di sini ,terus ini rumah siapa ?" tanya nya mengabaikan Bobi
"yaaah aku di cuekin " keluh nya pelan
"tadi kamu tidur nya pules banget ,aku ga tega bangunin kamu ,daripada aku bawa kamu masuk kos san mu ,nanti orang berfikiran buruk melihat nya ,lagian kosan mu horor banget ,banyak banget hantu nya , jadi aku membawamu ke sini ,kerumah ku " jawab ku menjelaskan
"harus nya mas Rifki membangunkan ku ,kan aku jadi ga enak jadi ngerepotin,eh tapi bagaimana cara nya mas Rifki membawaku ke dalam ?" tanya nya kemudian
"ya aku gendong kamu ,masa aku seret kamu , nanti di bilang kdrt lagi " ucap ku asal
"idih gak lucu , eh ini anak siapa ,duh lucu nya ,gemes" ucap nya seraya mencubit pelan pipi anak di gendongan ku
"anak kita " ucapku seraya menaikan turunkan kedua alis ku
"ih apa sih " seru nya
"tuh anak nya Haris " ucap ku seraya menunjuk Haris dengan dagu ku
Sekilas aku dapat melihat perubahan raut wajah nya setelah aku mengatakan jika ini anak nya Haris , namun di detik berikut nya ,raut wajah nya sudah kembali seperti sebelum nya.
"pasti ada sesuatu diantara mereka " batin ku
"oh , lucu ya " ucap nya lagi
Namun tiba-tiba saja anak ini menangis kencang ,padahal tadi anteng-anteng saja di gendongan ku.
Kulihat Nuri melirik samping ku sambil menyipitkan mata nya seperti memperingati , ku tengok mengikuti arah pandang Nuri ,betapa terkejut nya aku setelah melihat apa yang ada di samping ku
"cup cup cup ....sini sama aunty ya sayang " ucap Nuri seraya meraih tubuh mungil itu dari ku
Lalu membawa anak itu masuk ke dalam kamar ,ku lihat Haris beranjak ,apa dia mau menyusul Nuri ' batin ku
"kau mau ke mana ? diam di situ ,biar aku yang melihat anak mu " ....
.
.
.
.
bersambung....
__ADS_1