Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 perasaan yang tak enak


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa aku menyiapkan segala keperluan mas Rifki, mulai dari pakaian kerja nya , sampai sarapan pagi nya , meskipun mas Rifki selalu melarang ku karena tak mau aku kelelahan ,tapi aku tetap melakukan nya, karena kan sudah kewajiban aku juga sebagai istri melayani suami nya.


"sayang ,aku kan sudah bilang,gak usah nanti kamu capek loh kasihan kan dede bayi nya" ucap mas Rifki seraya mengusap perut ku yang belum terlihat buncit.


"hm ...jadi kasihan nya cuma sama Dede bayi nya saja ,aku nya enggak nih " ucap ku cemberut


"ya kamu nya juga dong , aku hanya gak mau kamu kecapean" ucap nya lagi


"aku gak capek ko mas " ucap ku seraya tersenyum


"hm...lihat senyuman mu yang ini bikin aku gak mau berangkat deh " gurau nya


"ya udah aku cemberut saja kalau begitu " ucapku mengerucutkan bibir


"kamu malah tambah gemes kalau cemberut begitu" ucap mas Rifki seraya mengecup pelan bibir manyun ku


" ih mas Rifki...hmp..." mas Rifki malah melahap bibir ku ,sangat lembut hingga aku pun hampir terbang karena nya


"hm....mas sudah lah ,nanti kamu telat loh " ucap ku menarik diri dari ciuman mas Rifki yang kurasa mas Rifki seperti mengingin kan lebih


"sebentar saja ya , please boleh ya ya ya ya please....." mas Rifki memohon dengan menggerak-gerakan alis nya


"tapi ini sudah pagi mas , gak enak sama mama sama mbok Marni kalau telat keluar kamar " tolak ku halus


"lagian kan tadi malam udah mas ,aku baru aja keramas tadi subuh ,masa harus keramas lagi sih mas "ucap ku


"tapi sayang aku mau nih , nanti gimana dikantor coba ,emang nya kamu mau ini aku berdiri terus dan dilihat orang-orang nanti " ucap nya merajuk


"tapi mas "


"pokok nya aku mau "


Dan mas Rifki pun langsung menyerang ku ,tentu nya sesudah mengunci pintu πŸ™ˆ


...........


Satu jam berakhir dan kini aku pun segera membersihkan tubuh ku .


Ternyata mas Rifki sudah menyiapkan hair dryer , lalu membantu ku mengeringkan rambut ku , dasar mas Rifki


"mas apa gak apa-apa kamu telat kerja nya ?" tanya ku


"ya enggak apa-apa lah ,kan aku bos nya , dulu malah aku sering banget gak masuk hanya karena aku ngurusi kafe mama " ucap mas Rifki


"iya iya mas Rifki bos nya , bos mah bebas " ucap ku


tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar

__ADS_1


"Iki , Nur, ini sudah siang kalian gak mau keluar ? ini sarapan nya sudah siap loh ,mbok mau ke pasar , mama mu juga sudah berangkat ke kafe dari tadi" suara mbok Marni dari balik pintu


Aku pun membuka pintu


"maaf ya mbok,tadi habis subuh Nur ketiduran " ucap ku berbohong


"iya tak apa ,itu mbok hanya mau ngasih tahu sarapan nya sudah siap mbok mau pergi ke pasar dulu " ucap nya lagi


"iya mbok , hati-hati" ucap ku


Aku pun menatap kepergian mbok Marni, saat aku hendak berbalik aku terkejut karena mas Rifki tiba-tiba sudah berada di belakang ku .


"KUNTILANAK"


"mas ih bikin kaget saja " keluh ku memegangi d*d* ku


"maaf ,mbok Marni gak ada kamu jadi sendiri dong di rumah " ucap mas Rifki


"gak apa-apa ko mas kan ada Wowo ,juga ada bang Popo di sini" ucap ku


Oh iya aku belum memperkenalkan bang Popo ya , dia itu pocong ,tak sengaja bertemu di rest area saat perjalanan ku ke Jakarta setelah menikah tujuh bulan yang lalu .


Bang Popo dulu nya adalah penjual nasi goreng keliling ,meninggal tertabrak truk saat sedang berjualan , kenapa arwah nya masih gentayangan? itu karena ada sebagian anggota tubuh nya yang hilang tak ditemukan .Juga karena yang menguburkan jenazah nya dulu lupa membuka ikatan tali pocong nya .


Bang Popo terlihat frustasi saat aku melihat nya waktu itu, seperti manusia yang ingin bunuh diri , bang Popo melompat ke tengah jalan di saat ada mobil yang tengah melaju kencang , namun ia terlihat kecewa saat mobil itu hanya menembus tubuh nya yang terbungkus,hingga guling-guling di jalanan .


Aku pun bertanya lewat batin tentang apa yang dia lakukan ,dan jawaban nya cukup membuatku ingin tertawa , bang Popo mengatakan jika dirinya sudah lelah melompat-lompat terus , juga karena daging di perut nya yang hilang itu tak pernah di temukan , ia mencoba bunuh diri dengan menabrakan diri pada mobil yang melaju kencang ,namun yang terjadi malah tubuh nya itu tak terluka sama sekali ,karena setiap mobil yang menabrak nya sama sekali tak membuat nya terluka.


Nah begitulah cerita singkat tentang bang Popo , dia sudah seperti satpam di rumah ini , karena sudah dua kali menggagalkan aksi pencurian di malam hari .


"aku gak mau ninggalin kamu sama mereka , orang akan beranggapan kamu itu sendiri , bagaimana kalau kamu ikut aku ke kantor saja " ucap nya


"enggak ah malu , di sana pasti nanti nya jadi pusat perhatian lagi , atau aku ke kafe aja bagaimana ,sudah lama juga akuvgak ketemu sama mbak Nana cs"


"ok baiklah ,tapi janji untuk tidak melakukan apapun " kata mas Rifki


"ehm...iya " aku pun mengangguk girang


.........


"kamu hati-hati ya ,kabari aku kalau ada apa-apa"ucap mas Rifki lalu berangkat ke kantor ,setelah sebelum nya aku mencium punggung tangan nya , tak lupa mas Rifki juga mencium kening ku


"Wo , ikuti mas Rifki perasaan ku tiba-tiba tidak enak " ucap ku dalam hati


" baiklah " suara Wowo menyahut


Aku pun masuk ke dalam dan.....


"NURIIII......" pekik Agus seraya tersenyum lebar menatap kedatangan ku hingga yang lain pun menengok

__ADS_1


"astaga Nuri ,kamu tambah cantik saja , seneng aku ketemu kamu lagi" ucap mbak Nana seraya memeluk ku


"aku kangen sama kalian ,maaf ya aku baru datang lagi " ucap ku


"iya tak apa ,kami mengerti ko" ucap mbak Nana lagi


"e eh lupa kan " ucap ku pelan


"apa yang lupa?" tanya Sely


"lupa mengucap salam , assalammualaikum" ucap ku


"waalaikum salam......"jawab mereka kompak


"baiklah aku ke dalam dulu ya , kalian yang semangat kerja nya , maaf aku tak bisa membantu " ucap ku kemudian


"iya gak apa kan sekarang kamu bos kita juga iya kan " ucap Agus dengan gaya khas nya


Setelah berpamitan aku pun melangkah memasuki ruangan mama Dewi.


tok tok tok


"masuk " suara dari dalam


"assalammualaikum ma " ucap ku


"waalaikum salam, eh anak mama datang , sini duduk " ucap mama lalu membawaku duduk di sofa


"tumben kamu kesini "


"iya ma ,Nuri bosan di rumah terus ,lagian mbok lagi ke pasar , di rumah tidak ada siapa-siapa" tuturku


"oh iya udah ,kamu di sini saja kalau begitu , tapi kamu gak apa-apa kan mama tinggal buat ngecek email masuk "


"gak apa-apa ko ma" ucap ku lagi


"baiklah kamu duduk saja di sini, kalau mau apa-apa bilang saja" mama Dewi pun kembali ke meja nya dan kembali sibuk dengan laptop di depan nya


"mas Rifki sedang apa ya , mudah-mudahan ini hanya perasaan ku saja ,ya Allah tolong lindungilah suami ku " lirih ku dalam hati


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2