Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 22


__ADS_3

Tinnggg......


seperti ada lampu bohlam menyala di kepalaku aku menemukan alasan mungkin sedikit konyol tapi hanya ini yang sekarang ada di fikiran ku


"m ...itu pak saya juga gak ngerti sebenernya kenapa saya berada di sini , seingat saya tadi saya tidur di kamar tapi pas bangun malah sudah ada di sini so....


"loh kenapa bisa begitu?" tanya bapak satunya lagi memotong kalimatku


"soalnya saya suka jalan dalam keadaan tidur pak,hehe..."ucapku cengengesan entah lah mereka mau percaya atau tidak


"makanya pintunya dikunci atuh neng,kan bahaya apalagi neng kan perempuan " ucapnya


"iya pak" jawabku cepat


" ya sudah kalau begitu saya permisi mau pulang..."pamitku


"bapak antar ya takut terjadi apa apa " tawarnya


"hm....."ku anggukan tanda setuju lalu aku pun pulang dengan di antar para bapak yang sedang meronda ini


"terima kasih ya bapak bapak sudah mau nganterin,jadi ngerepotin nih "kata ku tak enak


"iya sama sama neng kalau begitu kita bertiga pamit mau lanjut keliling"ucap salah satu nya


Ku rebahkan kembali tubuh ku di ranjang setelah tadi bersih bersih di kamar mandi .


Perlahan mataku pun mulai terasa berat dan tak lama kemudian akupun terlelap


kukuruyuuuukkk....


kukuruyuuuukkkkkk......


Suara ayam jantan nyaring terdengar di telingaku , membangunkan ku ,sinar matahari pagi yang menerobos celah jendela mengenai mataku membuatku mengerjapkan mata .


"hooaammm....hah jam 06:30 "


aku pun melompat dari atas kasur dan langsung lari menuju kamar mandi


"ibu knapa tidak ngebangunin Nur sih "keluh ku pada ibu yang sedang berada di dapur


"sedang apa sih Bu, sini biar Nur yang kerjain,ibu duduk saja"ucapku lagi


"ga papa Nur ibu bosan ga ada kerjaan tiap hari duduk diam terus,lagian kamu tidur nya nyenyak banget,ga bisa di bangunin, sudah kamu mandi aja gih ,nanti kamu ke warungnya koh acheng ya beli sabun cuci piring "ucap ibu


"ok asssiiiaaaapppp....."kata ku dengan telapak tangan di buka di atas pelipis seperti orang menghormat


Setelah selesai mandi dan sudah rapi, dengan


rok biru langit selutut dengan baju lengan panjang warna putih dengan renda bunga di bagian kerah jadi pilihan ku


Aku keluar dengan menuntun Febry karena tadi dia merengek mau ikut ,ku langkah kan kaki ku pelan mengimbangi langkah kecil adikku,..


Sambil berjalan aku nyanyi lagu anak anak dengan Febry yang ikut menyanyikan nya meskipun tak jelas kata kata nya


"meletus balon hijau Dorrrrrr......"


Hatiku sangat sangat kacau karena terkejut ternyata seseorang menepuk pundak ku kencang dengan menyerukan kata Dor berbarengan dengan lagu yang ku nyanyikan


"Meta....!kamu ngagetin saja "seru ku kaget


Meta dia adalah teman ku satu kelas dulu


"hahaha.....maaf maaf ....mau pada ke mana nih ?"tanya nya


"biasa ,ke warungnya koh acheng "sahutku


"eh Nur tahu engga....

__ADS_1


"enggak..."jawabku cepat


"yeeee ....belum juga selesai aku ngomongnya"


"hm ada apa memang nya?"tanyaku kemudian


"di kampung kita ada cowok ganteng loooh ,


OMG OMG,,,ganteng nya pake banget,udah tinggi,putih,hidung mancung,bibir nya seksi,hmm.....tipe aku banget" tutur nya emang ya kalau masalah cowok pasti no satu apalagi cakep


"lah kamu mah tiap ada cowok ganteng dikit aja pasti di bilang tipe kamu "ucapku sambil geleng geleng kepala


"iih beneran ini...


"eh iya kamu kapan pulang nya ko baru ketemu ?"tanya ku


"kemarin ,..."jawabnya,


Tak terasa kami pun sampai di warung dan mulai membeli apa yang di minta ibu, pada saat aku hendak membayar belanjaan ku tak sengaja aku mendengar gosip pan para ibu ibu yang belanja sayur di tukang sayur keliling tak yang tak jauh dari warung nya koh Acheng


"tahu ga Bu ibu,masa tadi malam pak Yaya teriak teriak gitu kaya ketakutan "ucap si ibu berbadan gempal


"ah masa sih Bu jam berapa memang nya ?" tanya seorang ibu yang bertubuh agak kecil dan kurus


"katanya sih sekitar jam 4 subuh gitu "jawab si ibu berbadan gempal sang pembawa berita


"lah itu mah bukan malam atuh Bu "keluh si pedagang sayur menimpali


"baru katanya kan ?apa ibu Ratna ada mendengar sendiri atau menyaksikan pak Yaya berteriak?"tanya si ibu yang terlihat sedikit kalem dari ibu ibu yang lain


"enggak lah bu,rumah saya kan agak jauh dari rumahnya pak Yaya "jawab nya


"yaaahh....berarti berita nya kurang akurat dong kan hanya 'katanya..."ucap si ibu yang berbadan kurus dengan menekan kata katanya


"hahahaha........"mereka pun tertawa bersama


sedangkan Bu Ratna sang pembawa berita hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya


"ga kok,kamu udah selesai belanja nya?" tanya ku


"sudah yu pulang..."ajak nya pada ku


ku tuntun lagi Febry


"yu...."


Saat sedang asik berjalan seseorang memanggilku dan aku merasa familiar dengan suaranya ku balikkan tubuh ku melihat ke sumber suara yang memanggil ku


Senyum langsung terukir di bibirku begitu pun dengan nya yang terus tersenyum sambil melangkah cepat ke arah ku


"aaaahhh.....Nur.....itu dia nur "pekik Meta pelan


aku pun melirik kikuk ke arah Meta


"kamu dari mana ?"tanya Haris padaku


"nih abis belanja dari warung nya koh acheng" jawabku sambil menunjukan kantong kresek hitam di tangan ku


"kalian sudah kenal?"tanya Meta


"hm...."aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan nya


"kamu pasti capek ya de,sini kakak gedong" ucap Haris pada Febry dan langsung membawa Febry dalam gendongan nya


"kalian......dekat?"tanya Meta pelan


"hm....aku sepertinya tak perlu mengenalkan kalian kan seperti nya kalian juga sudah kenal secara rumah kalian dekatan "ujarku

__ADS_1


Ya rumah Mak Ijah yang merupakan nenek nya Haris memang bersebelahan hanya terhalang pagar besi


"hmm tapi kalian ko bisa kenal sepertinya kalian juga dekat"tanya Meta penasaran


"cerita nya panjang ,nanti deh aku ceritain lain waktu"jawabku


"ya sudah kita ngobrol sambil jalan aja gimana,udah makin panas nih kasian Dede kepanasan , nanti malah sakit dia"ucap Haris kemudian


Kami pun berjalan beriringan dengan Haris yang terus menggendong Febry


"semalam kamu pasti kecapean kan sampai sampai mengabaikan pesan dan telpon ku "tanya Haris


"hehe....maaf ya aku bener bener ketiduran tadi malam "jawabku nyengir


"ya ga apa apa ko "jawabnya


ada yang aneh dari Haris seperti nya dia tak semangat terlihat murung


"Nur, aku permisi ya udah mau sampe rumah,


m ...Haris kamu ga pulang ?"tanya Meta


"tidak aku mau ke rumah nya Nur "jawab Haris


"oh ya sudah aku duluan ya..."pamit nya


terlihat sangat jelas ada raut seperti kecewa


di wajah nya


Kami pun sampai di rumah,Febry langsung lari masuk ke rumah dengan membawa jajanan nya


"kamu tunggu dulu ya , aku mau simpan ini dulu"ucapku ,hari pun mengangguk


aku pun kembali dengan membawa dua gelas es teh madu


"diminum "tawar ku


Haris pun langsung menyeruput minumannya


"kamu kenapa,ada masalah ?" tanyaku


"aku harus pulang besok , pekerjaan ku sudah menuggu "jawab nya sambil menghela nafas


"pulang ya pulang saja ,kenapa sepertinya sedih gitu?"tanyaku padahal aku juga sedih tapi aku tak mau egois,dia kan harus kerja tak mungkin kan dia menjadi pengangguran berada disini terus


"tapi kamu bagaimana,pasti aku akan kangen kamu ?"ucap nya


"aku ? aku ga papa ko kamu juga kan harus kerja,"jawabku sambil tersenyum


"Nur ..."


"hm...iya ada apa?" tanya ku


"boleh aku peluk kamu dan cium kamu?"


"hah....."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ...


__ADS_2