
Semalaman aku tak bisa tidur , hingga siang ini kurasakan pusing di kepalaku , tapi aku tak ingin membuat mereka khawatir makanya aku bersikap biasa dan bersikap seakan aku tak kenapa-napa.
Hari ini aku memilih untuk di rumah saja , bukan karena kepalaku sakit , namun karena aku masih kefikiran tentang wanita bernama Sabrina itu .
Siapa wanita itu,kenapa mas Rifki bisa menyebut nama nya saat mas Rifki tidur ,dan ada hubungan apa mereka , pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di otak ku ,ingin rasa nya aku menanyakan nya langsung pada mas Rifki tadi pagi ,namun melihat nya yang masih bersikap dingin padaku aku mengurungkan niat ku untuk bertanya .
Bahkan mama Dewi juga mbok Marni pun sampai mengira jika aku dan mas Rifki sedang bertengkar hingga tadi pagi mama Dewi dan mbok Marni bertanya
"apa kalian ada masalah ?" tanya mama Dewi setelah mas Rifki berangkat
"tidak ko ma, kita baik-baik saja " sahut ku
"tapi kenapa sikap Iki begitu ,tak biasa nya seperti itu " sambung mbok Marni
"Nuri juga gak tahu mbok ,mungkin mas Rifki hanya kecapean" sahutku lagi tanpa memberi tahu nya jika semalam mas Rifki sudah beberapa kali membentak ku .
Kusimpan saja rasa itu dalam hati ,menutupi nya dengan senyuman .
Karena semalaman aku tak tidur , aku pun tak sengaja tertidur di ruang tv ,dengan tv yang masih menyala .
.........
Ku edarkan pandangan ku ,menyapu bersih setiap sudut ruangan .
"ini dimana ? kenapa aku bisa berada di sini ?"
gumam ku
Kubawa kaki ku melangkah melewati tiap lorong , lorong yang sangat panjang seakan tak berujung .
"Nuri ....Nuri .... Nuri...."
Terdengar samar suara seseorang memanggil ku , kulangkah kan terus kaki ku menuju pada asal suara itu .
"Nuri .....Nuri ..... Nuri...."
Suara itu semakin terdengar jelas hingga ku percepat langkah ku ,hingga aku sampai di persimpangan ,ada tiga lorong di sana namun aku dibuat bingung karena suara itu terdengar dari ketiga lorong itu .
"Nuri....Nuri .... Nuri..."
Suara itu terdengar saling bersahutan,membuat ku kebingungan dan dilema ,harus memilih lorong yang mana .
"astaghfirullah halazim......3x " aku beristighfar selama tiga kali
Ku pejamkan mataku ,lalu ku pusatkan pikiran ku ke arah suara yang terus memanggil ku ,dengan membaca beberapa ayat Al Qur'an.
Dan ketika aku membuka mata ku,lorong itu tak lagi ada tiga melainkan hanya satu lorong yang lurus dari arah ku berdiri .
Dengan pasti aku mulai menggerakkan kaki ku menapaki lorong itu , perlahan tapi pasti kini aku sudah berada di pertengahan, kulihat ada cahaya putih di depan ku , lalu ku percepat langkah kaki ku .
Hingga sampailah aku di ujung lorong , aku menyipitkan mataku ,karena cahaya nya sangat menyilaukan mata, saat mataku mulai beradaptasi dengan cahaya terang nya ,aku pun mulai memperhatikan sekitar .
Sebuah danau dengan air berwarna biru , suara kicau burung seakan bernyanyi terdengar sangat merdu di telinga ku , pohon-pohon Cemara banyak tertanam rapi di pinggiran danau . Suasana sejuk dengan angin sepoi-sepoi membuat ku merasakan rileks , ku hirup dalam-dalam aroma pohon Cemara yang menyejukkan , sambil memejamkan kedua mataku, ku rentangkan kedua tangan ku .
Namun kedamaian ku tiba-tiba terusik oleh sebuah suara seseorang yang terdengar tak asing bagi ku,aku pun menoleh
"mas Rifki" gumam ku
Aku pun beranjak hendak menghampiri namun langkah ku tertahan setelah melihat seorang wanita datang dan memeluk nya ,bagai di sayat-sayat ,betapa sakit nya hati ini melihat apa yang terjadi di depan mata ku .
Aku diam mematung melihat kedua nya, mas Rifki nampak diam saja mendapat perlakuan tak sopan dari wanita itu ,wanita itu dengan tak malu nya mengusap pipi ,bahkan mencium nya , aku tak kuasa melihat nya, dengan air mata yang sudah membasahi pipi ku ,aku pun berlari menghampiri, namun apa yang terjadi , aku tak dapat menyentuh nya .
__ADS_1
"mas ....mas Rifki...mas ..."
"jauhi mas Rifki , apa yang kau lakukan ,dia suami ku " gertak ku
Namun baik mas Rifki atau wanita itu tak menggubris ku , aku bagai tak terlihat oleh mereka , apalagi mas Rifki dia hanya diam dengan tatapan kosong nya .
"istighfar mas , ini aku Nuri ,mas Rifki" aku berteriak pun percuma
Hanya isakan tangis ku saja yang kini ku bisa lakukan , aku tak ingin membiarkan wanita itu menciumi terus mas Rifki, tapi aku tak bisa melakukan apapun.Apa yang harus aku lakukan .
"tidak tidak mas Rifki jangan " pekik ku saat mas Rifki juga malah membalas ciuman nya dan bahkan lebih dari itu
"mas Rifki"
"hah hah hah " aku mengerjapkan mataku rupanya aku tengah bermimpi
"astaghfirullah halazim Nuri , kamu mimpi ya , mimpi apa hem , sampai teriak manggil Rifki segala" ucap mbok Marni
Dengan nafas tersengal juga keringat di kening ku aku meraih minum yang di berikan mbok Marni padaku .
"terima kasih mbok" ucap ku
"kamu mimpi buruk ya " tanya mbok Marni
"iya mbok " aku mengangguk
"aku ,aku mimpi mas Rifki bersama wanita lain mbok " ucap ku seraya memeluk wanita paruh baya itu dengan air mata yang tak dapat ku bendung
Rasa sakit ini sama seperti sakit nya saat di mimpi ku tadi
"istighfar Nuri ,itu hanya mimpi , Rifki tidak mungkin akan seperti itu ,Rifki memang dulu playboy,tapi sekarang kan udah enggak ,dia sudah berjanji untuk berubah , tapi kamu tenang saja jika terbukti anak itu macam-macam mbok sendiri yang akan menghajar nya " ucap mbok Marni
"astaghfirullah halazim,...." ucap ku menuruti apa yang di bilang mbok Marni
"sekarang lebih baik kamu cuci muka gih , mbok siapin makan siang "
"Nuri belum mau makan mbok " sahut ku
"kamu harus makan , kamu mungkin tak ingin makan ,tapi ini ,di sini ada yang membutuhkan makan , kamu makan ya " ucap mbok Marni sembari menyentuh perut ku
"baiklah mbok ,tapi sedikit saja ya " ucap ku kemudian
Entah kenapa aku sama sekali tak berselera untuk makan , tapi benar kata mbok Marni jika anak di dalam perut ku sangat membutuhkan makan .
..........
Kini aku tengah duduk di kursi depan rumah , tengah menunggu kepulangan mas Rifki di temani Wowo dan bang Popo.
"kamu kenapa ?" tanya bang Popo
"aku sedang bingung bang " ucap ku
"bingung kenapa ?" tanya bang Popo lagi
"karena sikap Rifki pada mu ? timpal Wowo
"hm" sahut ku mengangguk
"kenapa memang nya ?" bang Popo bertanya lagi
"akhir-akhir ini sikap nya berubah ,tak lagi hangat, bahkan dia sering mendiam kan ku " jawab ku
__ADS_1
"dia berubah karena dia ...."ucapan Wowo terhenti saat sebuah suara mengagetkan ku
"Nuri kamu sedang apa?" tanya mama Dewi yang baru saja datang , kenapa aku sampai tak menyadari nya , gumam ku
"kamu kenapa melamun sih , gak baik loh ibu hamil melamun di luar seperti ini, yuk masuk , sudah sore juga " ajak mama Dewi
"sebentar ma , Nuri mau nunggu mas Rifki pulang " sahut ku
"ya sudah ,tapi jika setengah jam lagi belum datang juga kamu masuk ya " ucap mama Dewi
"iya ma " sahut ku
Tak berselang lama sebuah mobil sedan hitam berhenti ,aku pun tersenyum karena yang datang adalah mas Rifki .
"assalammualaikum"
"waalaikum salam, mas " ucap ku seraya meraih tangan dan mencium punggung tangan nya ,mas Rifki pun mencium kening ku seperti biasa
"aku kangen kamu " ucap mas Rifki tiba-tiba
"apa sih mas , lebay ah " ucap ku
Sikap mas Rifki kembali menghangat padaku , dan aku berharap mas Rifki tak sedingin seperti semalam pada ku .
"sebentar aku siap kan air nya dulu ya " ucap ku segera beranjak namun di larang oleh mas Rifki
"jangan , gak usah , nanti kamu capek,biar mas saja sendiri, kamu tunggu saja ya " mas Rifki pun lalu beranjak masuk kamar mandi.
"entah apa yang terjadi padamu mas , kenapa sikap mu berubah-ubah , aku harap kamu tak lagi seperti semalam ,yang berubah kasar padaku " batin ku
"loh mas ,cepet banget mandi nya " ucap ku terkejut saat sebuah tangan yang basah melingkarkan tangannya di perut ku
"jadi dari tadi kamu melamun hem, sampai tak menyadari aku keluar kamar mandi , lihat lah bahkan aku sudah menghabiskan waktu hampir dua puluh menit di dalam kamar mandi " ucap mas Rifki
"ngelamunin apa sih ?" tanya nya lagi
"mas " ucap ku seraya membalik kan tubuh ku jadi menghadap pada nya
"kamu jawab jujur ya "
"iya ,apa memang nya yang mau kamu tanya kan ,seperti nya serius " mas Rifki balik bertanya
"pakai dulu pakaian mu mas " pinta ku
"baiklah" mas Rifki pun segera memakai pakaian nya
"udah sini " mas Rifki menepuk sisi ranjang
"kamu mau tanya apa sih , ayo coba tanya kan insya Allah aku akan jawab sejujurnya" ucap nya
"siapa Sabrina ?"
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung