
" hiks...hiks ...hiks....."
"ya ampun Nuri ....kamu kenapa ,nangis sampe sesegukan begitu ?'' tanya mama Dewi menatap ku yang tengah menangis di depan televisi
"itu ma ,kasihan sekali ,aku gak nyangka banget ma, padahal mereka sedang bahagia-bahagia nya ,kasihan juga anak nya masih kecil " sahut ku sesegukan ,seraya menunjuk televisi yang sedang menayangkan siaran langsung berita tentang meninggalnya artis ibukota dan suaminya karena kecelakaan.
"innalilahi wa Innailaihi Raji'un....kalau umur tidak ada yang tahu ya , semoga kedua nya diterima di sisi Allah, semoga keluarga nya juga diberikan ketabahan ,sudah kamu jangan nangis terus ,kasihan cucu mama,nanti ikutan nangis lagi " mama Dewi berusaha menenangkan ku dengan mengusap punggung ku
" bagaimana kalau itu terjadi padaku ma" ucap ku tiba-tiba
"hus ,jangan bicara seperti itu , kematian seseorang sudah di takdirkan Allah , hanya caranya saja yang kita tidak tahu ,ada yang harus meninggal karena sakit, bencana ,ada juga karena kecelakaan ,sudah jangan berfikir yang bukan-bukan ah " seru mama Dewi
"ah iya ,sampai lupa kan , itu di depan ada tamu ,katanya mau ketemu sama kamu " ucap mama Dewi
"tamu ... siapa ?" tanya ku heran , masalah nya aku merasa tak pernah dekat dengan siapa pun,atau pun punya kenalan selama tinggal di sini,siapa yang datang , fikir ku
"mama juga gak tahu , baru kali ini mama melihat mereka "
"mereka " gumam ku
" iya, ayo ,mama temani , sudah jangan di lihat terus berita nya ,kalau perlu mulai saat ini kamu gak boleh deh nonton yang sekira nya bikin kamu baper , gak mau mama lihat kamu harus nangis atau marah-marah terus sambil nonton" ucap mama Dewi terus menggerutui ku,memang sih aku sering banget baper sampe nangis bahkan marah-marah gak jelas sambil mukulin bantal saat nonton sinetron apalagi serial drama di tv berlogo ikan terbang yang sound track nya kumenangiiiiis..........tuh kan jadi pengen nyanyi aku , pokok nya drama itu selalu bisa menguras emosi dan air mataku , aku sendiri juga heran kenapa pula aku jadi suka menonton itu, padahal sebelum nya aku paling anti pada sinetron yang cerita nya tentang tangisan seorang istri dan semacam nya .
"maaf lama menunggu " ucap mama Dewi pada seorang wanita paruh baya bersama laki-laki di samping nya ,dan juga anak remaja laki-laki yang seperti nya tengah sakit , terlihat dari sweater tebal yang dikenakan nya ,juga kaki yang terbungkus kaos kaki.
"ini anak saya Nuri " ucap mama Dewi memperkenalkan ku pada mereka
dengan mengatupkan kedua tangan ku di depan dada, aku tersenyum seraya menyebutkan nama ku
"Nuri ..."
"ini ada apa ya ,bapak dan ibu ingin bertemu anak saya Nuri ?"tanya mama Dewi
"anak saya tiba-tiba panas dingin sepulang sekolah " ucap nya
"terus kenapa gak di bawa ke rumah sakit ?" tanya mama Dewi mengerut kan kening
"tadi sodara sepupu saya mengatakan jika anak ibu yang bernama Nuri ini bisa menyembuhkan orang ketempelan ,makanya saya dan suami datang ke sini, barangkali anak saya juga ketempelan " jawab nya lagi
aku pun sontak menoleh pada mama Dewi yang juga menoleh pada ku
"maaf Bu, tapi saya bukan dukun,atau paranormal" sahut ku
"tapi sepupu saya mengatakan kemarin nak Nuri ini bisa menenangkan bayi nya yang terus saja menangis ,dan setelah di beri air yang di jampi-jampi bayi nya jadi berhenti menangis " tutur nya
"itu bukan jampi-jampi Bu, saya hanya membacakan surah Al Qur'an saja " ucap ku lagi
"ya sama saja kan yang jelas bayi nya berhenti menangis "timpal suami nya
"tolong lah nak, bantu kami , periksa anak kami ,takut nya benar ketempelan kan , ke dokter pun percuma gak akan sembuh " pinta ibu itu memohon pada ku
"kami akan bayar berapa pun asal anak kami sembuh " sambung nya
__ADS_1
khikhikhii...... khikhikhi.....
"banting setir jadi dukun niye" ejek Lasmi terkikik
"diam lah " seru ku tak sengaja
"siapa yang harus diam?" tanya ibu itu merasa bingung
"oh ....hehe....enggak ko Bu ,maaf keceplosan" cengir ku merasa kikuk
"baiklah ,akan aku coba " aku pun mencoba menyentuh kening anak remaja laki-laki itu ,dan aku tak merasakan apapun, tak ada juga sosok asing di sekitar anak ini
"maaf Bu,pak, tapi anak ibu dan bapak sama sekali tidak ketempelan seperti yang di katakan ibu barusan, anak ibu benar-benar sakit dan harus di bawa ke dokter" ucap ku menjelaskan
"begitu ya, ....padahal kalau benar ketempelan ,kita mau melihat setan seperti apa yang mengganggu nya " celetuk ibu itu
"hah...ahahaha....maaf Bu ,tapi saya tidak bisa memberikan penglihatan seperti itu" sahut ku tertawa hambar
"baiklah kalau begitu kami pamit ya ,maaf sudah mengganggu waktu nya ,dan ini ada sekadar nya saja " ucap nya seraya menyelipkan sebuah amplop berwarna putih
"ya ampun apa ini pak, maaf saya tidak mau menerima nya , ini ambil saja lagi " tolak ku seraya memberikan kembali amplop itu
"duh jadi tidak enak saya ,sudah mengganggu waktu nya ,amplop nya malah dikembalikan " ucap nya merasa tak enak
"sudah tidak apa-apa pak ,Bu , pergunakan saja uang nya untuk biaya pengobatan anak kalian " ucap ku lagi
"kalau begitu kami permisi, assalammualaikum"
"waalaikum salam" ucap ku dan mama Dewi
"memangnya kapan kamu ngasih air ke bayi yang nangis ?" tanya mama setelah aku menutup pintu
"kemarin ma, saat jalan kaki pagi-pagi bareng mas Rifki" sahut ku
"ooh.....ya sudah lebih baik kamu istirahat gih , kamu pasti lelah " ucap mama Dewi
"ma ,...Nuri itu bosen tiap hari cuma diem, nonton tv ,makan tidur , gitu-gitu aja tiap hari, aku mau ada kegiatan ma" ucap ku sedikit merajuk
"memang nya kamu mau ngapain , kamu itu lagi hamil lho, gak boleh capek-capek" sahut mama Dewi
"cuci piring gak akan bikin aku kecapean ma" ucap ku
"tapi kan kamu pasti pegal berdiri terus " ucap mama Dewi tak mau kalah
"kalau begitu aku mau bikin taman di belakang rumah ,boleh gak" tanya ku lagi ,soal nya dari yang ku lihat halaman belakang rumah hanya di tumbuhi bunga yang sudah tak dirawat, banyak tanaman yang sudah harus di ganti pot nya namun masih dibiarkan hingga tanaman nya tak berbunga dan tak tumbuh dengan baik.
"baiklah ,tapi kamu harus janji untuk tidak kecapean" ucapama Dewi menyetujui nya
"ya sudah sana ke kamar ,nanti mama minta Rifki buat carikan bunga yang bagus-bagus buat taman kamu " ucap mama Dewi lagi
"tapi ma..."
__ADS_1
"sudah sana "
"baiklah ma, Nuri ke kamar dulu " ucap ku menyerah dan segera beranjak ke kamar ku
Namun pada saat aku memasuki kamar ku aku dikejutkan dengan keadaan kamar ku yang berantakan ,nampak di sana Lasmi tengah berjongkok di bawah tempat tidur
"astaghfirullah halazim.... ini kenapa kamar sudah seperti kapal pecah begini ?" tanya ku
"hehe....maaf ....aku mau nangkep kecoa tapi malah gak dapet-dapet " ucap nya cengengesan
"kecoa ,...mana ada kecoa di kamar ini , aku selalu membersihkan kamar ini ko" ucap ku
"hehe .... tadi kecoa nya aku dapat dari gudang pas di bawa kesini ,eh malah lepas " cengir nya
"kenapa juga kamu bawa ke sini ?" tanya ku gemas
"tadinya aku mau makan itu kecoa sambil nonton film di ponsel kamu" jawab nya bikin aku mual , nyium bau nya aja udah geli aku apalagi ngebayangin memakan itu kecoa ,huekkk....
aku langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut ku
huekkk.....
huekkk.....
"duh parah tuh Kunti , masa kecoa di makan sih " gerutu ku
hueeekk....
Lagi aku memuntahkan isi perutku,hingga badan ku terasa lemas , dengan berpegangan pada dinding aku pun perlahan berjalan menuju kamar ku ,dan terlihat kamar ku sudah rapih kembali , rupanya ada Wowo juga bang Popo yang membantu membereskan kamar ku.
"nih kecoa mu ,sana bawa pergi awas kalau sampai lepas lagi " seru Wowo mengancam nya
"ok ..." Lasmi langsung menghilang dengan membawa kecoa di tangan nya
"kamu istirahat lah ,kami di luar " ucap bang Popo
Tanpa menyahut aku pun segera berbaring, dan langsung terbang ke alam mimpi
.
.
.
.
.
bersambung
Innalilahi wa innailaihi Raji'un.....
__ADS_1
Turut berdukacita atas meninggalnya Vanessa Angel dan suami , semoga amal ibadah nya di terima di sisi Allah, dihapuskan segala dosa nya serta keluarga yang di tinggalkan semoga di beri ketabahan ,amiiin
alfatihah......