
Di saat aku tengah kebingungan aku melihat seseorang nampak berjalan melewati ku , aku tak tahu apakah dia perempuan atau laki-laki ,yang jelas wajah nya sangat membuat ku kebingungan , di bilang laki-laki tapi sangat cantik ,di sebut wanita tapi ada jakun nya dan(maaf ) d*d* nya rata , di tambah rambut nya yang cepak .
Saat aku hendak menyapa nya tiba-tiba muncul lagi satu orang hingga beberapa orang yang berjalan kaki ,mereka terus melangkah mengikuti orang yang paling duluan berjalan tadi ,dan mereka nampak sama-sama cepak dan berwajah ganda ,antara wanita dan laki laki.
Aku hendak mengikuti mereka namun tiba-tiba saja terdengar seseorang berseru menyerukan nama ku
"Nuri....."
"Nuri....kembali lah cucu ku ,jangan kau ikuti mereka "
Aku mengenal suara nya , seseorang yang memanggilku itu adalah kakek buyut ku , meskipun aku hanya sekali bermimpi tentang nya ,namun aku masih mengingat suara nya.
"lalu aku harus kemana kek?" tanya ku
"berjalan lah ke arah kanan ,lurus saja jangan berbelok apa lagi menengok ke belakang "
"tapi di sebelah kanan ku ada rumah ?" ucap ku
"berjalan saja ,itu hanyalah tipuan tak ada rumah di situ, cepat waktu mu tak banyak " ucap nya lagi
Aku pun memantapkan hati untuk melangkah ke arah rumah itu sesuai arahan kakek buyut ku dan benar saja saat aku sampai di dekat rumah itu aku bisa melihat pintu gerbang yang membentang sepanjang rumah itu, aku pun melewati nya dan hal ajaib pun aku bisa menerobos dinding rumah itu.
"berjalan lah terus nanti di persimpangan jalan akan ada yang menjemput mu ,dan ikut lah dengan nya" suara itu terdengar jelas di telinga ku
"baiklah ,terima kasih kek" ucap ku
Aku pun kembali melangkah lebih jauh lagi menuju persimpangan jalan ,hingga aku dapat melihat seseorang nampak berdiri dengan terseyum hangat padaku.
Rambut panjang nya yang di ikat ke atas sebagian ,dengan ikat kepala putih nya ,serta pakaian ala kerajaan tempo dulu ,menyambut ku dengan mengulurkan tangan nya.
"Arya Penangsang" gumam ku
aku pun menyambut uluran tangan itu
"ayo aku antar kau pulang " ucap nya
.
.
.
Aku mengerjapkan mata ku saat kornea mata ku menangkap sebuah cahaya putih saat ku terbangun.
Setelah ku rasa mataku sudah terbiasa dengan cahaya nya ,aku pun mulai membuka mata ku perlahan, ku edarkan pandangan ku ke sekeliling .
__ADS_1
"ini ....di kamar kosan ku ? kenapa aku berada di sini,padahal tadi kan ...."
"kau sudah sadar ?" suara seseorang membuat ku terperanjat
"mas Rifki" lirih ku
"apa masih sakit ?" tanya mas Rifki seraya menyentuh pipiku
"memang nya apa yang terjadi padaku?" tanya ku , sungguh aku lupa akan apa yang terjadi sebelum aku berada di sini ,yang aku ingat aku berada di tempat aneh dengan orang-orang yang juga aneh ,hingga aku pulang bersama Arya Penangsang.
"kau tak ingat?" tanya nya dan aku menggeleng
aku pun lantas terdiam untuk mengingat-ngingat lagi hal apa yang terjadi sebelum aku terdampar di tempat aneh itu.
Seketika aku mengangkat kepalaku saat aku sudah mengingat nya.
"kenapa aku sampai lupa, pantas saja terasa sakit " lirih ku
"sini aku kompresin" ucap mas Rifki lalu mengompres pipiku dengan handuk basah yang sudah di celupkan pada air hangat
"Nuri " seru ayah
"ayah ,ayah ada di sini juga " ucap ku
"maafin Nuri yah,sudah buat ayah khawatir " ucap ku merasa bersalah
"kau putri ku ,pantas saja ayah mengkhawatirkan mu ,sudah jangan merasa bersalah" ucap ayah menatap ku
"berani sekali dia menampar mu , ayah saja yang merawat dan menjaga mu dari kecil tak pernah menampar mu " ucap ayah sedikit emosi
"sudah lah ayah ,Nuri tidak apa-apa kok, hanya sakit sedikit " ucap ku
"kalau ayah tahu pelaku nya sudah ayah bikin ayam geprek dia ,ayah ulek-ulek pakai cabe yang banyak"ucap ayah menggebu
"enak dong yah ,kan Nuri jadi kepengen hahaha....ayah ada-ada saja " ucap ku tergelak mendengar kata-kata ayah
"om tenang saja ,dia sudah ku beri pelajaran tadi ,mama ku juga turun tangan dan mama juga yang mengurus nya tadi" ucap mas Rifki
"ibu Dewi mengurus nya ,maksud nya ?" tanya ku bingung
"ya,mama langsung keluar saat tahu dia menampar mu bahkan setelah kepergian mu mama juga memarahi nya habis habisan ,mama juga tak segan melaporkan nya ke polisi karena tindak kekerasan nya padamu , maafkan aku ,ini semua gara-gara aku " ucap nya seraya menundukkan wajah nya merasa bersalah
"kenapa jadi mas Rifki yang meminta maaf ?" tanya ku lagi
"karena dia masih tak terima aku memutuskan nya ,dia tahu aku dekat mu "
__ADS_1
"jadi itu alasan nya melabrak ku ?" ucap ku memotong ucapan nya
"maaf ya" ucap nya menyesal
"sudahlah tak apa+apa , ini resiko nya aku
berteman dengan seorang playboy "ucap ku sedikit terkikik
"ekhem ..... kalau begitu sebaik nya nak Rifki pulang lah ,sebentar lagi malam, tak enak di lihat orang nanti " ucap ayah tiba-tiba bersikap dingin pada mas Rifki
"ya sudah ,kalau begitu aku pamit om ,Nuri , assalammualaikum" ucap nya
"waalaikum salam...sahut ku bersama ayah
dan mas Rifki pun beranjak lalu pergi ,
sebenarnya aku ingin sekali menanyakan perubahan sikap ayah yang tiba-tiba dingin pada mas Rifki,tapi aku urungkan niat ku.
"sebaiknya kita bersiap untuk melakukan shalat Maghrib ,sebentar lagi tiba waktu nya" ajak ku pada ayah
"iya ,kamu duluan wudhu nya " sahut ayah
aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
Cukup lama juga rupa nya aku pingsan ,eh bukan pingsan ,lebih tepat nya masuk dunia lain , seingat ku kejadian di kafe itu jam satu siang ngan deh ,tapi pas bangun-bangun rupanya sudah mau memasuki waktu Maghrib.
Selepas kita berdua mengerjakan shalat ayah pun pamit untuk pulang ke tempat kerja nya
"ada apa dengan ayah ?" gumam ku
aku jadi merasa tak enak pada mas Rifki
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1