Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 Adnan Gibran Gifhari


__ADS_3

Oeeekkk.....


Oekkkkk.....


Aku terbangun saat mendengar tangisan bayi, kulihat mama dewi tengah menenangkan bayi ku yang menangis .


"sayang nya nenek ,lihat tuh mama mu kebangun kan , maaf Nuri kamu jadi kebangun" ucap mama Dewi berjalan ke arah ku


"gak apa-apa kok mah , sini Dede nya mau enen mungkin " ucap ku meminta bayi ku, perlahan mama Dewi meletakan bayi ku di dekapan ku


"memang nya asi kamu sudah ada ?" tanya nya


"gak tahu mah, dicoba aja dulu , kata dokter nya harus di berikan terus meskipun asi nya belum ada biar ada rangsangan buat asi nya keluar kata nya" ucap ku


"iya kamu benar , ini suami kamu kemana sih ,bayar administrasi ko lama banget " gerutu mama mencemaskan mas Rifki


"mungkin banyak yang mau bayar kali ma" ucap ku


"ya seperti nya "


" eh ,kamu mau digendong mama ya sayang ,duuuh lucu nya kamu ,mama gemes " ucap ku melihat bayi ku yang langsung diam berhenti menangis saat di dekapan ku ,mata nya sedikit terbuka mungkin karena silau bibirnya yang mungil berwarna merah yang terus di gerak-gerak kan nya .


"iya seperti nya bayi mu ingin terus dekat dengan mu " sahut mama Dewi


"tapi kenapa wajahnya mas Rifki semua , mana aku nya , tuh ma lihat deh ,matanya ,bibir nya ,hidung nya semua nya mas Rifki" ucap ku mengerucutkan bibir ku


"enggak ko ,menurut mama wajah nya itu perpaduan kamu dan Rifki "


"benarkah ,ah mama hanya ingin menghiburku saja pasti " ucap ku


"enggak ,mama serius ,coba kamu perhatikan baik-baik" ucap mama Dewi lagi


Baru saja mama Dewi berhenti bicara pintu terlihat terbuka , memperlihatkan mas Rifki bersama ayah juga ibu dan kedua adikku di belakang mas Rifki,untung saja aku belum sempat membuka baju bagian atas ku , karena aku memang berniat untuk memberi asi ku meskipun bayiku sudah berhenti menangis .


"ayah, ibu" ucap ku seraya menitikan air mata


"Nuri ..... selamat ya nak sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu, maaf ayah baru datang karena habis jemput ibu mu dulu di terminal " ucap ayah


"iya ayah tidak apa-apa" sahut ku


"sini mana cucu nenek ,duh tampan nya cucu nenek ,ayah lihat deh cucu kita tampan sekali " ucap ibu setelah melihat bayi ku di dekapan ku


"Dede mau lihat " Febry nampak bersemangat


"hai...bayi kecil ,kenalin ini om kamu loh ,nanti kita main bareng ya" celoteh Febry


"sini mana aku lihat ponakan aku " Ifel ikut mendekat


"untung saja lebih mirip kaya bapak nya ketimbang emak nya "


"heeeh....maksud mu apa,jangan cari gara-gara ya , baru aja ketemu udah ngajak ribut aja " seru ku


"becanda Kunti , kamu mah sensian "


"iiihhh....awas kamu ya , untung saja aku lagi gak bisa ngapa-ngapain sekarang ,kalau enggak abis kamu sama aku " geram ku


"sudah ,sudah....astaga kalian ini ,ribut tak kenal tempat ,Ifel kamu juga jangan isengin kakak kamu terus,gak baik buat kesehatan kakak kamu , kakak kamu baru aja melahirkan " ibu menatap tajam pada ku terutama Ifel


"maaf " sahut nya


"kamu sudah dapat nama untuk cucu ayah ?" tanya ayah menatap ku dan mas Rifki


"sudah " sahut mas Rifki membuat ku melirik pada nya


"siapa namanya?" tanya mama dan ibu


"Adnan Gibran Gifhari yang artinya anak yang tenang , pandai,dan berhati lembut "


"darimana mas tahu nama itu ?" tanya ku hingga membuat seluruh mata menatap ku


"dari mimpi " sahut nya singkat


"jadi mas juga mimpi yang sama " kata ku


"maksudnya?" tanya ayah


"Nuri pernah bermimpi tentang nama itu juga , dulu waktu Nuri baru awal tahu dengan kehamilan Nuri , seseorang memberi kan nama itu ,tapi Nuri lupa dan ternyata mas Rifki juga mimpi hal yang sama " tutur ku

__ADS_1


"subhanallah.....kalian memang sehati ya " ucap mama Dewi tersenyum ke arah ku


Oeeekkk.....


Oeeekkk.....


"cup cup cup ....anak ganteng mama laper ya ,pengen enen ya ,baiklah sebentar ya sayang " ucap ku seraya membuka kancing bajuku bagian atas tapi belum juga aku membuka nya tiba-tiba mas Rifki berteriak


"tunggu ,...jangan dibuka dulu " cegah nya


aku pun menatap bingung ,"kenapa " maksud tatapan ku


"maaf sebelum nya ,apa tidak lebih baik semua nya keluar dulu, aku gak mau kalian melihat Nuri menyusui bayi nya " ucap mas Rifki


"yaa.....baiklah ,ayo besan kita keluar dulu ,anak itu memang seperti itu ,tidak pernah mau berbagi apapun yang sudah menjadi kesukaan nya " ucap mama Dewi ambigu , aku dapat melihat raut kebingungan dari ayah juga ibu ,saat mendengar ucapan mama Dewi ,dan jujur aku pun sama bingung nya ,apa maksud nya ,tak ingin berbagi yang sudah menjadi kesukaan nya,ingin rasanya aku menanyakan tapi urung ku lakukan karena suara tangisan bayi ku yang terus menangis


Setelah mereka semua keluar ,barulah aku memberikan asi ku , dan beruntung sudah ada air asi nya hingga bayi ku bisa langsung meminum sumber kehidupan nya.


Geli ,sakit dan uuuhhh ... astaghfirullah halazim.... aku cepat-cepat beristighfarlah saat otak ku sudah tak sinkron dengan keadaan , lah masa iya aku bisa-bisanya membayangkan jika yang menyusu itu mas Rifki ups ....


Selesai menyusu,kini Gibran ku tertidur,dan mas Rifki meletakan dengan hati-hati di boks bayi disebelah ranjang ku .Ya aku memanggil bayi ku dengan nama Gibran .


"dia lucu sekali ya sayang" ucap mas Rifki mendekap ku dari samping


"ehm...iya mas ,aku masih gak nyangka kalau aku sekarang punya bayi,lucu lagi " ucap ku


cup


"terima kasih ,sudah mau mengandung dan melahirkan putra kita " mas Rifki mencium kening dan pucuk kepalaku


"ekhem ..... pantesan lama ,kalian malah mesra-mesraan, inget Iki ,jangan dulu macam-macam kamu tidak boleh ....


"iya ma, enggak ko, hanya begini saja" sahut mas Rifki memotong ucapan mama nya


"maaaas ....ih gak baik loh nyela omongan orang tua" bisik ku


"tuh dengerin kata mantu mama "ucap mama Dewi


"iya iya "


kemudian ayah,ibu,dan kedua adikku pun ikut masuk


"sudah Bu, selesai enen Gibran langsung tidur " sahut ku kembali melirik pada Gibran di boks bayi


Saat kami tengah berbincang terdengar suara ketukan pintu , ibu lantas membuka


ceklek


"assalamualaikum"


"waalaikum salam......"


"aunty......." ternyata Riswan datang bersama Haris dan teman-teman mas Rifki


"Riswan ,sini " aku menepuk sisi ranjang ku ,mas Rifki meraih Riswan dari gendongan Haris lalu meletakan nya di ranjang ku


"mana Dede bayi nya " tanya nya antusias


"tuh lagi bobo" tunjuk ku


"selamat jadi orang tua baru" Haris menepuk bahu mas Rifki


"selamat bro " ucap Rudi


"mana ponakan gue ?" tanya Bobi


"tuh lagi tidur " tunjuk mas Rifki


sedangkan Seno nampak kerepotan membawa parcel buah juga beberapa kado .


"woy bantuin napa" seru Seno


Ayah pun menghampiri dan membantu meletakan nya


"ini dari kita hadiah buat ponakan kita " ucap Seno


"makasih " ucap ku namun tiba-tiba

__ADS_1


"kamu ngapain kesini?" Ifel menatap sengit pada Haris


Suasana di ruang inap ku mendadak sunyi setelah Ifel bersuara ,kini tatapan mata kami tertuju pada kedua nya .


Ibu pun melirik pada ku seperti ingin menanyakan sesuatu


"khem....fel gimana kabar kamu , dan hai Dede ,kamu makin besar ya " ucap Haris


"jangan basa-basi deh ,aku tanya ngapain di sini " ucap Ifel lagi


"feeelll....." seru ku


"aduh ada apa ini ,kalian saling kenal ? kalau gitu mama izin pulang dulu ya ,mau bersih-bersih dulu ,sekalian mau bawain pakaian ganti buat mu ,mumpung di sini banyak yang nemenin " ucap mama Dewi memecah ketegangan antara Ifel dan Haris


"iya ma,mama hati-hati di jalan " ucap ku seraya menyalami tangan nya


"assalamualaikum"


"waalaikum salam"


"fel, udah deh jangan lebay gitu ,gak takut lepas itu mata, Haris teman nya kakak ipar kamu " ucap ku


sedangkan yang lain hanya diam menonton , termasuk ibu dan ayah tentunya


"tapi Kun, dia pernah .....


"cukup Fel , jangan bahas yang dulu, lagian aku juga udah gak apa-apa , kita juga sering ketemu " ucap ku


"tapi Kun " dia belum terima


"udah diem , kamu itu harus bisa berdamai dengan masa lalu , diinget terus kapan move on nya ,yang ada di hati kamu malah timbul dendam , setan seneng loh sama manusia yang punya dendam ,emang kamu mau di temani setan " tanya ku


"wuuiih..... ustadzah berkumandang " celetuk Bobi


pletak


"aaw , sakit dodol" seru Bobi mengusap kepalanya karena jitakan dari eko


"diem ,makanya" bisik eko


"loh sayang kamu kenapa ko kelihatan nya sedih gitu " tanya ku pada Riswan


"katakan ke aunty ada apa ?"


"sekarang kan aunty sudah punya bayi,apa aunty juga masih sayang aku ?" tanya nya sendu


" ko nanya nya gitu , ya jelas lah aunty akan tetap sayang sama Riswan " ucap ku seraya mengusap kepala nya


"aaakkhhh......ibuuuuu......." tiba-tiba Febry berteriak dan memeluk ibu


"ada apa de?" tanya ku


"itu belakang kakak " tunjuk nya


"Lasmi , kamu ngapain?" tanya ku pada kuntilanak merah yang gerak gerik nya agak aneh semenjak aku melahirkan, dan aku lupa berbicara,hingga semua menatap bingung padaku


"Lasmi ....siapa ?" tanya Bobi


"jangan macam-macam kamu " seru mas Rifki yang mungkin sudah tahu dari perubahan sorot mata nya


"dih kenapa dengan mereka?" gumam Rudi


"siapa juga yang mau macam-macam ,aku kesini mau jagain anak mu , tuh di luar banyak banget iblis-iblis jahat ,mereka tidak ingin melihat anak kalian hidup , mana bentuk mereka aneh-aneh semua, bukan hanya para iblis , seseorang juga sedang mengirim ilmu hitam yang ditujukan pada mu Nuri , Wowo dan Popo sedang menghadapi mereka ,sedangkan aku di minta berjaga di sini , kalian tenang saja aku bisa menahan diri ku ,aku juga gak mau bikin kamu kenapa-napa karena ulah ku,jadi percaya saja pada ku" tutur Lasmi panjang lebar


"kamu kenapa ko tiba-tiba diam ?" tanya ayah


"tidak apa-apa yah "


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2