Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 58


__ADS_3

.


.


.


Malam ini mungkin malam terakhir aku tidur bersama ayah di kamar ini,mulai besok aku harus segera pindah ke kos kosan.


Tak apalah itung-itung belajar mandiri juga ,lagi pula benar juga kata bos nya ayah ,di sini kebanyakan laki-laki semua ,siapa tahu ada yang berniat buruk ,apalagi aku juga pernah dengar kata Bu Santi saat di kamar mandi ,bahwa ada sebagian laki-laki di sini suka minum-minum ,dan aku juga tahu orang mabuk itu tidak bisa membandingkan apa yang benar dan yang tidak .


Jadi daripada terjadi hal hal yang tak di inginkan aku menurut saja ,toh ini semua demi kebaikan ku .


Ngomong-ngomong ayah kenapa lama sekali ya ,ini sudah lewat waktu isya tapi belum datang juga ,namun baru saja aku hendak menghubungi ayah lewat telpon , pintu kamar diketuk dari luar.


tok tok tok


"Nur ini ayah "seru nya


Ku buka lah pintu nya ,terlihat ayah menenteng kantong kresek putih berisi kotak makanan sepertinya


"lama banget yah ,dapat gak kosan nya ?"tanya ku saat menyambut tangan nya


"Alhamdulillah dapat ko,luas nya juga lebih besar dari kamar ini ,ada kamar mandi nya juga ,jadi kamu tak usah ngantri buat mandi , jarak dari kafe tempat mu bekerja juga tak jauh ,jalan kaki juga sudah sampai , ah iya ini ayah bawakan makanan kesukaan mu " ucap ayah meletakan bungkusan kresek itu , kemudian ku raih dan ku buka seraya berucap


"syukurlah kalau dekat dengan kafe , maaf ya ayah ,Nuri selalu merepotkan ayah ,Nuri janji nanti jika Nuri sudah gajian ,Nuri akan ganti uang kosan nya " ucap ku


"tak usah lah ,gunakan saja uang mu buat keperluan mu " ucap ayah kemudian


" waaaaaaww....martabak ketan hitam ,terima kasih ayah " ucap ku seraya memeluk ayah


Aku pun langsung memakan nya ,namun baru saja aku menggigit satu potong ayah berucap sampai membuat ku tersedak


"itu bukan dari ayah ko,ya tadinya ayah memang sedang mencari makanan itu ,dan di jalan ayah tak sengaja bertemu Rifki ,dan Rifki membawa ayah ke sebuah kafe yang menjual martabak ketan hitam , dan itu Rifki yang bayarin " ucap ayah


"uhhukk uhhukk..."


"pelan-pelan makan nya ,ayah gak akan minta ko


"khem...ini mas Rifki yang beliin ? ko ayah ga nolak sih uhuk...,ga enak tahu ngerepotin dia terus " ucap ku yang masih terbatuk


"ayah juga sudah nolak ko,tapi dia nya yang maksa,mmm...sepertinya dia menyukai mu Nur" ucap ayah


"ah ayah jangan becanda ,mana ada mas Rifki suka sama Nuri,dia baik karena Nuri kan pegawai nya , jadi tak usah berfikiran ke sana " ucap ku menepis prasangka ayah


"lagipula dia kan playboy,tiap wanita dia baikin dan godain ,aku juga sering di godain nya ,dasar menyebalkan " tambah ku dalam hati


"kenapa Nur ko cemberut begitu ?" tanya ayah yang melihat ku cemberut


"ga apa-apa ko yah , hm...ini coba ayah makan ,ini enak ,beli nya di kafe mana ,nanti Nuri mau beli lagi ke sana ?" ucap ku seraya kembali memakan martabak nya


"aaaa....."pinta ku pada ayah untuk membuka mulut nya ,aku pun lantas menyuapi ayah, dan malam ini kita makan malam dengan menghabiskan seporsi Martabak berdua


"hmmm.... enak ya makan martabak ga bagi bagi ,aku di sini kesempitan ,sudah gelap dan pengap juga ,kapan kamu datang menolongku ,udah kesemutan nih ,apa kamu sudah melupakan ku " keluh Wowo terdengar di telinga ku


"ya ampun wo ,maaf bukan aku tak ingat padamu ,tapi waktu nya belum tepat ,oke deh besok aku janji abis pindahan" ucap ku dalam hati

__ADS_1


"iya aku tunggu " ucap nya


"kamu kenapa Nur ,ko bengong ?" tanya ayah


"engga ko yah, Nuri hanya merasa ngantuk" dalih ku


"ya sudah kamu tidur gih ,besok kan kamu mau pindahan ke kosan " ucap ayah


"iya yah ,hoaammm....." aku pun merebahkan tubuh ku di atas kasur lipat


Tak butuh waktu lama untuk ku tertidur setelah sebelumnya aku membaca doa


***


Keesokan hari nya ,aku yang sudah berkemas dan bersiap untuk berangkat tiba-tiba di buat terkejut karena semua teman kerja ayah datang menghampiri.


Meraka turut serta mengiringiku untuk menunggu angkot ,namun pada saat kami baru keluar dari pintu gerbang sebuah sedan putih telah terparkir di depan pintu gerbang.


Saat aku hendak beranjak tiba-tiba saja seseorang turun dari balik kemudi


"hai Nuri ,selamat pagi " sapa nya


"mas Rifki,aku kira siapa tadi " ucap ku


"ayo aku antar kamu sampai kosan mu ,aku sudah nunggu kamu dari tadi loh " ucap nya seraya tersenyum ke arah ku


"aduuuh....tampan nya siapa ini , pacar nya ?" tanya Bu Santi nampak berbinar melihat mas Rifki


"bu ...


"kau ini kalau lihat yang cakep-cakep aja mata nya langsung ijo " keluh bang Udin


"hehe...abis tampan bener begitu ,jadi gemesss.....pengen nyubit boleh ?"ucap Bu Santi cengengesan lalu melihat pada mas Rifki


"boleh ,tapi jangan kencang-kencang " ucap mas Rifki ,dan Bu Santi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ,ia pun langsung mencubit pipi nya mas Rifki sampai mas Rifki mengaduh kesakitan


"aduduh aduh ....kenceng amat Bu , sakit nih " keluh mas Rifki sembari mengusap-ngusap pipi nya yang nampak memerah


"maaf kelepasan " ucap Bu santi


aku pun hanya menahan tawa saja melihat nya


"ya sudah ayo kita berangkat sekarang " ucap ayah kemudian


Kami pun lantas berangkat dengan menaiki sedan putih nya mas Rifki ,setelah sebelum nya berpamitan pada semua teman-teman ayah.


Hingga tak berapa lama kemudian sampai lah kami di tempat tujuan


"ini kos san nya ?" tanya ku memperhatikan sekitar nya


"astaghfirullah halazim banyak banget penampakan nya " lirih ku dalam hati


Dari mulai pintu pagar gerbang sudah ada yang menyambut , seorang berseragam satpam bertuliskan Urip di seragam nya ,wajah nya pucat ,dengan darah yang terus saja mengalir dari kepala nya ,bau amis darah nya hingga menyeruak mengenai indera penciuman ku ,aku pun lantas menahan nafas saat melewati nya , satpam bernama Urip ini tersenyum melihat ku , aku pun secara refleks menganggukan kepalaku seraya tersenyum ke arah nya


"assalammualaikum" ucap ku dalam hati

__ADS_1


"kenapa Nur ?" tanya ayah


"eh tidak ko" sahut ku


Aku kembali melangkahkan kaki ku untuk masuk lebih dalam lagi menuju kamar kos ku,


di sepanjang yang ku lewati beberapa makhluk tak kasat mata nampak memperhati kan ku ,


dimulai dari yang berdaster putih ,nenek-nenek , kakek-kakek,bahkan hingga anak-anak memenuhi sebagian dari tempat ini.


Tapi aku sama sekali tak merasakan aura negatif di sini ,meskipun terdapat banyak makhluk tak kasat mata.


Hingga akhirnya kami sampai di depan pintu kamar kosan ku ,sudah ada ibu paruh baya di sana seperti nya tengah menunggu kedatangan kami.


"assalammualaikum" ucap ku


"wa alaikum salam,kamu yang mau ngekos disini ?" tanya nya padaku


"iya Bu nama ku Nuri " sahutku memperkenalkan diri


"saya Ratna pemilik kosan di sini ,dan sebelum nya saya sudah memberi tahukan pada ayah mu ,jika pembayaran nya jangan telat dari tanggal dua puluh ,jika telat sedikit saja ,maka segera angkat kaki dari sini " ucap nya tegas


"iya Bu, insyaallah saya akan usahakan untuk tidak terlambat bayar " sahut ku sembari melempar senyum ,namun seperti nya Bu Ratna ini sangat tak bersahabat ,bicara nya pun jutek begitu.


"astaghfirullah halazim....kenapa aku berfikiran seperti itu " sesalku dalam hati


"ini kunci nya " ucap nya seraya memberikan sebuah kunci


dan langsung ku terima


"terima kasih "ucap ku


Bu Ratna pun lalu pergi meninggalkan kami begitu saja tanpa mengucap salam


"dia memang seperti itu orang nya ,tapi dia baik ko " ucap wanita berdaster putih tiba-tiba muncul di sampingku


"KUNTILANAK '' seru ku


"khikhikhi....memang aku kuntilanak khikhikhi...." ucapnya tertawa cekikikan ,dan itu membuat ku jadi merinding


"ada apa Nur ?" tanya ayah dan mas Rifki bersamaan


" mmm...ti tidak ada apa-apa ko"jawab ku gelagapan


.


.


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2