Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 23


__ADS_3

Ucapan Haris sukses membuatku salah tingkah,


"becanda neng , tegang amat" kata Haris menarik pelan hidung ku


"lagian ini di rumah ga enak kan kalau di lihat ibu"ucapnya kemudian


kemudian dia terdiam lagi seperti memikirkan sesuatu


"kamu kenapa lagi?"tanya ku


"aku takut kamu nakal aku tinggal"ujar nya


"nakal maksudnya?"


"kamu jangan lirik cowok lain ya selagi aku ga ada"ucap nya


"mana ada,yang ada kamu tuh yang harus jaga mata jaga hati"imbuhku tersenyum geli


"Ris,sebenernya kamu kerja apa sih,maaf kalau aku kepo?"tanya ku


"hm.... sebenarnya aku punya bisnis cafe, kecil sih tapi lumayan lah " jawabnya


"oohh, hebat dong masih muda udah punya usaha sendiri"ucapku bangga


"trus kafe nya gimana kalau kamu tinggal,kan di sini juga lumayan lama loh "tanyaku


"sudah ada teman ku yang handle "


"ooh..."ucapku ber oh ria


"besok kamu ke rumah nenek ya ,aku berangkat jam 10 an,tenang aku sudah bilang ke nenek ko hubungan kita " ucapnya


"baik lah ...


"eh ini....leher kamu kenapa ,merah agak kebiruan begini? seperti......


"bekas cekikan "jawabku cepat


"siapa yang melakukan nya?"tanya nya panik


"aku ga tahu pelakunya tak terlihat " jawabku lagi


"kapan ini terjadi?"


"tadi malam..."


"apa ibu tahu?"tanya nya


"tidak, aku ga mau ibu khawatir...


aku ragu untuk menceritakan kejadian sebenarnya tadi malam,aku takutnya kalau aku cerita bukan tak mungkin akan ada orang lain yang ikut atau tak sengaja mendengar ucapan ku , kan aku juga ga tahu bisa saja orang yang ikut mendengar nanti membesar-besar kan berita nya ,bukan nya mau so udzon tapi realita nya memang begitu


hari semakin siang Haris meminta izin pada ibu untuk membawa ku keluar dan ibu mengizinkan


"kita mau kemana ?"tanya ku yang sudah duduk di jok belakang motor dengan Haris yang sudah mulai menghidupkan mesin motornya


"ke suatu tempat ,pegangan dong nanti jatuh "


"ini sudah pegangan kok"jawabku dengan memegang ujung jaket nya


"begini loh pegangnya ,kan aman "ucapnya dengan menarik ke dua tangan ku ke depan dan di lingkarkan ke perut nya

__ADS_1


"hm...bilang aja mau di peluk "ucap ku terkekeh


"nah itu kamu tau "


beberapa saat setelah motor yang kami tumpangi melaju aku melihat Meta yang sedang nongkrong di pos ronda bersama beberapa pemuda pemudi , dia memang suka nongkrong dan juga sering ngajakin aku tapi aku tak pernah mau ,karena aku anak rumahan maka tak banyak teman yang dekat dengan ku bukan tak banyak sih ga ada malah


ku lambaikan tangan ku sambil tersenyum pada nya tapi dia malah terlihat jutek dan marah ,entah lah , dia emang begitu suka jutek ga jelas,marah ga jelas,bahkan pernah juga dia diemin aku tanpa aku tau dimana salahku, tapi aku tak ambil pusing karena nantinya dia akan baik sendiri


sampai aku telah melewatinya ,kami tak sengaja bertemu Mak Ijah nenek nya Haris di jalan,Haris pun memberhentikan motor nya untuk menyapa dan menyalimi nya begitupun dengan ku yang ikut menyalimi beliau


hingga tak sengaja pak Yaya lewat dengan tatapan matanya tajam ke arah ku ,dia tak mengalihkan sedikit pun arah pandangnya kepadaku hingga dia hilang di ujung jalan yang berbelok


Mak Ijah dan Haris yang sedang asik bicara pun tak menyadari hal ini , namun aku pun tak ingin menceritakan nya ...


"ya sudah kami berangkat nek,"pamit ku dan Haris


"


iya hati hati jangan ngebut , bawa anak orang nih"ucap Mak Ijah


kami pun melanjutkan perjalanan entah Haris mau membawa ku kemana ,


"apa kita sudah sampai ?"tanyaku karena motor nya mulai masuk area parkir


"belum masih harus berjalan kaki sekitar 2 kilo an baru kita sampai


"memangnya kita mau kemana sih"tanyaku


"memang nya kamu ga tahu aku akan ajak kamu kemana"tanya nya balik


"enggak "aku menggeleng tak tahu


"kamu orang sini tapi ga tau tempat yang akan kita tuju ? aku saja tau tempat ini meskipun baru pertama juga sih sebenarnya


"kamu kan punya teman pasti kamu sering keluar sama teman kan"tanya nya sambil terus melangkah menuju tempat tujuan


aku menggeleng


"aku itu kuper/kurang pergaulan , banyak teman yang ngajakin keluar tapi aku nya suka nolak jadinya mereka malas temenan sama aku "jelasku


"kenapa? "


"bukan nya apa-apa ,karena setiap aku pulang habis main aku suka sakit dan suka ada yang ngikut,tapi itu dulu sekarang udah enggak mungkin karena aku sudah tidak penakut kaya dulu


"hm...begitu ya,


"sampai juga...." ucap nya


"waaahhh......indah nya "ucapku takjub dengan apa yang ku lihat


air terjun yang tak begitu tinggi namun tetap indah di pandang mata dengan bebatuan yang terukir alami ,airnya yang jernih suara gemuruh airnya yang jatuh membuat siapa saja merasa tenang berada di tempat ini


"kamu suka ?"


"hm iya ...sangat sangat suka"


"mau jagung bakar?"tanyanya melihat ada tukang jagung bakar yang berada tak jauh dari tempat kami berdiri


"mau"jawab ku cepat


"sebentar ya"ucapnya

__ADS_1


ia pun berjalan menuju ke penjual jagung bakar nya ,sambil menunggu antrian sesekali dia melihat ke arahku tersenyum memperhatikan ku


"lama ya"tanya nya duduk di samping ku dengan dua jagung bakar di tangan nya


"hm lumayan...."kata ku


kami menikmati jagung bakar sambil bercengkrama bersenda gurau , tak jarang kami tertawa dengan candaan receh kami


"Ris aku masih bingung dengan benda yang di kasih kyai Abdul , harus aku apakan benda itu,"tanyaku


"kamu simpan aja dulu ,aku juga ga tahu beliau juga tidak memberitahu ku tentang itu, aku hanya di minta memberikan nya saja pada mu , aku yang tahu kamu yang di maksud pak kyai langsung saja mengiya kan "


"kenapa?"


"ya karena aku sudah suka sama kamu sejak pandangan pertama saat lebaran tahun lalu itu"jawabnya dengan mengusap bibirku dengan tangan nya padahal makan ku tak belepotan


"ah gombal"


"beneran sayang...suer deh"


haduh jantungku mau copot ini dia bilang apa tadi sayang' jerit ku dalam hati


tiba tiba dia memeluk ku dari samping menempelkan kedua pipi ku dan pipi nya


oh good,berada di jarak yang sedekat ini rasanya tak karuan senang ,grogi, deg deg kan ,juga malu dilihatin banyak orang


"aku....juga sayang kamu"balas ku


cup


dia mengecup pipiku


"i love you "bisik nya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hadeuh ko alurnya jadi kaya gini ya jadi sedikit melenceng dari cerita aslinya


tapi


semoga saja ada yang suka ya


makasih buat yang mampir


mohon tinggalin jejak nya ya

__ADS_1


makasih


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2