Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 flashback


__ADS_3

~ flashback ~


Saat Rifki jatuh terhempas tak sengaja dekapan pada bayi nya terlepas , namun bayi mungil itu selamat karena adanya sosok yang dengan cepat meraih tubuh mungil itu sebelum bayi itu jatuh pada iblis jahat yang mengincar nya .


Karena begitu murka saat bayi yang sedikit lagi bisa dilenyapkan nya tiba-tiba raib ,iblis itu pun melampiaskan kemarahan nya pada Rifki hingga Rifki tak berdaya , iblis jahat itupun membawa jiwa/sukma Rifki bersama nya .


Di alam ghaib Rifki di paksa bekerja tanpa henti ,ia harus membawa batu-batu besar dengan kedua kaki yang di rantai ,jika ia berhenti maka iblis itubtak segan-segan untuk mencambuk nya . Tak hanya ia saja di sana ,bahkan banyak juga yang mendapatkan perlakuan yang sama .


Rifki berfikir jika mereka itu juga korban sama seperti diri nya ,namun perkiraan Rifki salah ,mereka itu merupakan orang-orang yang sudah murtad menduakan tuhan nya , mereka yang ingin kaya tanpa bersusah payah , makanya mereka memilih jalur cepat dengan bersekutu atau memuja iblis ,tanpa mereka sadari jika mereka hanya akan dijadikan budak oleh iblis-iblis itu .


Rasa lelah ,letih ,dan putus asa dirasakan Rifki saat itu , ia bingung bagaimana caranya lari dari dunia yang sangat asing baginya ,ia ingin lari dari siksaan yang membuat nya sengsara ,namun ia tidak tahu harus bagaimana .


Hingga sebuah suara memanggil nya ,dan ia sangat tahu dan mengenal suara itu .


"Rifki ....


"Rifki.....


"larilah ....


"larilah kearah barat ....cepat larilah hingga kamu daoat melihat cahaya putih, itublah jalan ku untuk keluar,....


"aku menunggu mu di sana ,....cepat lah ..."


"Wowo....." gumam Rifki


"iya ,cepat lah , putuskan rantai itu dengan bati yang kamu bawa itu, ucapkan bismilah, cepat lakukan " Wowo berseru


"baiklah " Rifki pun mengangkat batu itu setinggi atas kepalanya


"bismillahirrahmanirrahim....."


PRAKKKK


rantai yang mengikat kedua kakinya pun terputus


"Alhamdulillah" ucap Rifki


"cepat lari ,iblis itu melihat mu" Wowo berteriak lantang


Rifki pun langsung berlari ke arah barat sesuai yang di katakan Wowo


namun pelarian nya tak semudah yang dibayangkan , para iblis itu tak tinggal diam ,mereka juga turut mengejar ,hingga berhasil menyusul Rifki dan kini bahkan Rifki sudah di kelilingi iblis-iblis itu .


Langkah nya terhenti ,ia bingung ,ia merasa terpojok saat ini , di depan nya sudah ada iblis yang menatap nya nyalang , di belakang ,sisi kiri kanan pun juga sama ,apalagi mereka melangkah bersama menghampiri Rifki .


"ya Tuhan ....Wo ini bagaimana Wo..." ucap Rifki


"berdoa lah pada Allah , baca doa seperti yang Nuri sering baca kan setiap sebelum tidur " sahut Wowo


"Rifki pun terdiam mengingat doa yang sering Nuri baca menjelang tidur "


bismillahirrahmanirrahim


Asatgahfirullaahal 'azhiim


Laa Haula wa laa quwwaata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim


Allaahumma shalli 'alaa sayyidina muhammadiw wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad


Ya Allaah yaa qaddiim yaa samii 'u yaa basihiir yaa Mubdi u yaa khaaliq yaa hafiizhu tas nashiiru yaa wakiilu yaa allaah ya ,ya razzaqu yaa wahhaabu yaa ghaniyyu yaa mughniy


Laa ilaaha illaallaahul malikul haqqul mubiin


Yaa hayyu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits, yaa Rahmadani yaa rahiim , yaa qawiyyu yaa matiin

__ADS_1


Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil


Bismillahirrahmanirrahim


Yaa badi,' allaahumma yaa la thiifu as alukal luthfa fii mas jarat bihil maqaadiir ,yaa lathiif , lama illaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin


Ya hadiri yaa 'aliimu yaa khabiiru yaa mubiin, yaa 'aziizu yaa 'aliim ,yaa syakuur.


setelah itu lanjut pada Al Baqarah dan ayat kursi


( itu doa yang suka ku baca saat sebelum tidur ,jika ingat 🀭🀦)


"aaakkkkhhh......." semua iblis yang mengelilingi Rifki pun menjauh


Rifki menggunakan kesempatan itu untuk kembali berlari menuju cahaya putih itu


hos


hos


hos


Rifki terengah-engah,nafas nya mulai cepat , kaki nya pun mulai lemas ,namun ia sama sekali tidak menyerah , hingga cahaya putih itu sudah terlihat namun hanya sebatas titik karena jarak nya yang masih sangat jauh .


Ingin rasa nya ia berhenti sejenak untuk beristirahat tapi suara Wowo lagi- lagi memperingatkan nya untuk tetap berjalan , karena jika Rifki berhenti melangkah maka titik cahaya itu akan semakin jauh .


Langkah kaki nya semakin melemah ,ia merasa sudah tak sanggup lagi berjalan.


"Ya Allah berikan aku sedikit saja kekuatan untuk terus berjalan " lirih nya


Dalam langkah nya ia terbayang akan wanita yang selalu tersenyum manis pada nya , selalu ada di sisi nya ,tawa nya ,tingkah nya ,juga kebersamaan mereka pun kini terlintas di benak nya ,hingga bayi mungil yang juga menjadi pelengkap kebahagiaan nya tak luput dari ingatan nya .


"Nuri....Gibran ...aku menyayangi kalian , aku mencintai kalian ,tunggu aku " gumam nya


Namun saat titik putih itu semakin dekat terdengar suara Nuri dari arah belakang nya tengah memanggil-manggil nya


"mas Rifki.......mas ....."


"jangan berhenti , terus saja berlari itu bukan lah Nuri,Nuri berada di depan mu ,bukan di belakang mu " seru Wowo memperingati


Rifki pun mengikuti apa yang di katakan Wowo ,ia terus berlari tanpa menghiraukan teriakan nya


Hingga akhirnya Rifki sampai di cahaya putih itu ,tapi saat sedikit lagi Rifki berhasil mencapai cahaya putih itu ,sebuah tangan besar tanpa tubuh tiba-tiba meraih pergelangan kaki nya ,dan menarik hingga beberapa meter ke belakang ,otomatis cahaya putih itu pun kembali menjauh .


Namun Rifki tidak ingin menyerah begitu saja , ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa terlepas dari cengkeraman itu ,dengan melafalkan beberapa doa ,akhirnya cengkraman itu terlepas , Rifki pun cepat-cepat bangkit dan kembali berlari ,namun lagi-lagi sebuah tangan tanpa tubuh itu kembali muncul ,tapi beruntung karena tubuh nya langsung tersedot masuk ke dalam pusaran cahaya putih itu.


"akhirnya kamu sampai juga ,ayo cepat kita harus cepat pulang sebelum semua nya terlambat" ucap Wowo


"terlambat ,maksud nya ?" tanya Rifki


"saat ini tubuh mu sudah di kuburkan ,karena dokter sudah menyatakan kamu meninggal saat tak ada lagi denyut nadi ,jantung mu juga berhenti berdetak "tutur Wowo


"APA...!" Rifki sangat terkejut mendengar penuturan Wowo


Ia pun menyentuh dada nya yang terasa sakit saat membayangkan orang-orang yang ia sayangi pasti sangat terpukul ,apalagi Nuri ,istrinya itu baru saja melahirkan buah hati mereka ,pasti tidak mudah untuk Nuri menerima kenyataan itu .


"ayo " ajak Wowo lagi


Pada saat Rifki dan Wowo hendak kembali ke dunia tempat dimana Rifki berasal tiba-tiba


"Rifki ...." panggil seorang wanita yang tak asing di telinganya ,Rifki pun menoleh


" Sabrina ....kamu kenapa bisa di sini ?' tanya Rifki


"aku dari semalam mencari mu tapi tak menemukan mu dimana-mana, aku juga tahu kamu juga sudah meninggal sama dengan ku , jadi ayo kita pergi bersama-sama , aku akhirnya bahagia karena bisa pergi bersama mu "ucap Sabrina

__ADS_1


" ka ...kamu ... sudah meninggal? " tanya Rifki tak percaya


"ya , dan ini semua karena ulah istrimu ,dia yang menyebabkan aku seperti ini, lihat lah betapa jahat nya dia padaku jadi ayo kita pergi " ajak nya lagi


" bukan Nuri yang membuat mu seperti ini ,tapi ini karena ulah mu sendiri ,kamu sendiri yang selalu berusaha menyakiti Nuri dengan mengirim berbagai ilmu hitam pada nya, tapi seperti nya kamu salah memilih lawan ,Nuri bukan gadis lemah yang bisa dengan mudah di kalahkan oleh ilmu hitam seperti santet dan semacam nya " tutur Wowo yang merasa geram dengan Sabrina yang saat ini sudah menjadi arwah


"jadi benar dugaan ku selama ini


jika kamu yang selalu meneror istriku , keterlaluan " Rifki nampak marah dan emosi saat apa yang ada di fikiran nya ternyata benar , selama ini ia diam karena memang tak ada bukti tapi sekarang rasanya ia ingin sekali mencekik wanita di hadapan nya ini sampai mati , namun ia tersadar jika wanita di hadapan nya ini memang sudah mati .


"sudahlah Rifki ayo kita kembali " Wowo memperingatkan


"pergilah cucuku , istri mu sudah menunggu mu , cepatlah sebelum semua nya terlambat , biar arwah wanita ini saya yang urus juga tentang para iblis itu saya sudah mengurus nya, jangan khawatir lagi ,karena sampai kapan pun mereka tak akan bisa mengusik anak mu Gibran "ucap seorang kakek berjubah putih


"kakek siapa ?" tanya Rifki


" siapa pun saya itu tidaklah penting , yang terpenting sekarang cepatlah pergi" ujar kakek itu


"baiklah kek ,terima kasih " ucap Rifki


Rifki pun langsung pergi bersama Wowo dan menghilang di balik kabut .


"tidak.... Rifki......" Sabrina berteriak dan hendak menyusul Rifki namun kakek itu langsung menghadang nya


"enyahlah kau ,kembali lah ke alam mu yang seharusnya " kakek itu pun mengangkat kedua tangan nya seraya membaca kan doa dan arwah Sabrina pun menghilang diiringi suara lengkingan nya.


"mulai sekarang tak akan ada lagi yang akan mengusik kalian ,cucu ku " kakek itu pun tersenyum


semetara itu


Wowo sudah berada di depan gundukan tanah yang masih segar karena baru tadi sore proses pemakaman nya.


sedangkan Rifki ia sudah sadar saat berada di dalam tanah


"kenapa engap sekali, sempit, ini juga hidungku gatal sekali " ya karena memang hidung nya yang di tutupi kapas juga mata nya yang juga tertempel kapas


dengan mengerahkan seluruh tenaga nya yang tersisa Rifki berusaha untuk keluar dari dalam tanah .


Sementara di luar nampak Wowo ,Lasmi dan bang Popo mereka juga sedang membantu membongkar kuburan nya dengan cangkul yang rupanya milik seorang penggali kubur yang tertinggal


Namun dari kejauhan nampak dua orang yang tengah berjalan ,karena tak ingin urusan mereka terganggu akhirnya bang Popo menakut-nakuti kedua nya , hingga kedua nya pun lari tunggang langgang dengan berteriak


"setannnnn....."


"pocoooonnng....."


Dan tak menunggu waktu lama akhir nya Rifki bisa keluar juga , namun karena Rifki kehabisan tenaga nya akhirnya Rifki pun pingsan ,sampai akhit nya Nuri datang .


~ flashback off ~


"jadi begitu ceritanya ,lantas saja kamu terlibat sangat lemas mas "


.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2