Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 12


__ADS_3

Hari pertama Anisa bekerja berjalan lancar. wanita berjalan memasuki laba perusahaan bersama Daniel. tanda tangannya yang bersamaan dengan pria itu membuat beberapa pasang mata menatap benci ke arahnya. Jawa edan( jajaran wanita edan) yang menyukai Daniel melempar perang dingin padanya. apalagi Daniel terlihat sangat berbeda ketika bersama Anisa dan saat pria itu datang sendirian.


" Lihat tuh! status sekretaris aja belagu." Amelia nama salah satu pegawai tersebut. tatapannya jelas mengatakan bahwa hanya dia yang pantas berada di sisi Daniel.


" Iya ganjen banget jadi cewek ilfil gue." timbulnya salah satu antek dari Amalia mata mereka seolah terbakar saat Daniel dan Anisa berbicara layaknya sudah saling mengenal.


" Guys nanti ayo kita kerjain Najis banget nggak situ cewek."


Mereka bertiga pun menyusun rencana untuk mengerjai Anisa supaya tidak betah bekerja di situ lagi. Wanita tuh sudah Mengusik ketenangan mereka. Apalagi ketiganya sama-sama menyukai Daniel. Bukan karena ketampanan melainkan kemapanan. Segera duduk di kursi kerjanya rasanya pegal di pinggang membuat Anisa sedikit meringis bukan bawaan hamil melahirkan incuk akibat ulah dan nya tadi malam.


" Kamu kenapa?" Daniel terlihat khawatir melihat ringisan terlihat jelas di wajah Anisa.


" Sakit pinggang," ucap Anisa jutek.


" Kok bisa?"


" Ya bisa lah kamu nyerang yang nggak bilang-bilang Encok nih." dumel nya.


" Iya deh maaf sini aku kupijitin."


" Gak usah ,makasih."


" lah ,dasar wanita." Dengkus Daniel.

__ADS_1


Anisa menatap kesel tubuh suami nya yang sudah menghilang di balik pintu.


" Lah dasar pria apes."


Saatnya makan siang Anisa terlihat berjalan sendiri ke kantin perusahaan tatapan mata kau melihat sini ke arahnya Anisa menebar senyum pada mereka semua katakan selisih sedikit pun ditatap seperti itu.


" Lihat Dia tebar pesona pada semua orang dasar wanita murahan," ucap Amelia sinis dengan volume sengaja dibesarkan.


Kaki Annisa berganti melangkah badannya berbalik dan menghampiri Amelia senyuman manis terukir disudut bibirnya.


" Maaf, bukan kah Tidak sopan mengatai orang yang tidak kamu kenal sembarangan? murahan! bisanya Siapa yang berkata dia lah yang begitu." setelah selesai Anisa kembali melangkah memasuki kantin.


Sedangkan Amalia dengan wajah merah pada pergi dari sana. Anisa meresapi setiap membuat dari nasi uduk dan pecel lele yang ia pesan untuk mengisi perutnya.


" Apa yang kau lakukan?"


" Oh kamu berbicara padaku?"


Pria itu menggeleng pelan melihat betapa khususnya wanita dihadapannya ini makan. sampai-sampai mengira ia sedang berbicara kepada orang lain jelas-jelas itu hanya ada mereka berdua.


" Memangnya ada siapa lagi selain kau dan aku, setan?"


Anisa menghentikan punya hanya dan melihat pria itu kesal.

__ADS_1


" Jangan bawa-bawa setan di antara kita itu sangat menakutkan!" Dumelnya.


Pria dengan manik kecoklatan itu tersenyum menatap wajah wanita yang baru ia kenal hal ini dari sekian banyak pegawai wanita hanya perempuan ini yang sangat menarik perhatiannya Sejak pertama kali masuk kantor ini.


"Kamu sedang apa? "


"Apa kamu buta. jelas-jelas aku sedang makan. "


Daniel berdehem keras Anisa mengalihkan tatapan udah makan menuju sosok tersebut.


" Loh tadi bukan wajah ini apa kamu jago menyamar seperti detektif?"


" Hentikan pikiran konyolmu dia sudah pergi kamu pikir selama ini Power Rangers bisa berubah."


" Siapa tahu aja ya kan."


"Cepat makan setelah itu masuk ke ruangan soon !" Daniel kemudian pergi dari sana dengan senyuman Jawa menghiasi bibirnya.


" Ah, Istriku yang polos sudah menarik perhatian pria lain benar-benar bikin kesel." Dengkus Daniel. ia sangat tahu arti tatapan karyawan pria yang tadi duduk di depan meja ditempati Anisa. Daniel tidak mencintai Anisa hanya saja sebagai suami yang baik dan yang wajib menjaga istrinya dari godaan setan yang terkutuk.


...******...


...Happy Reading All 😉...

__ADS_1


...******...


__ADS_2