
Daniel menggaruk pelan rambutnya yang tidak gatal. la sudah mutar-mutar keliling Mall tapi tidak menemukan toko serba 35 ribu. Lagian Anisa aneh, suaminya kaya bukannya diporotin. Daniel mendengkus mengingat pesanan istrinya. la mengambil ponsel dan menelpon Anisa.
"Sayang, kamu yang bener aja minta baju 35 ribu, aku tuh udah muter-muter di Mall tapi nggak ada, Yank."
"Lah, kamu ngapain belanja baju murah ke Mall, sih. Tempatnya itu ada di belakang Mall, Ei." protes Anisa dari corong telpon.
"Sejak kapan ada bangunan serba 35 di belakang Mall?"
"Sejak kamu nggak pernah ke Mall, dasar kudet. Pokoknya ada tuh di belakang. Ntar kalau nyasar kamu tanya-tanya sama pengguna jalan yah," ucap Anisa sambil mengakhiri panggilan karena putrinya merengek.
"Sayang, Anisa !" panggil pada panggilan yang sudah dimatikan oleh Anisa.
"Ya Tuhan, istriku kok gini banget, kapan sih dia matre. Setidaknya lebih enak beli barang mahal!"
Anisa berjalan keluar dari area Mall menuju parkiran. Ia akan mencari pesanan dari istri ajaibnya. Meski rasanya menyebalkan tapi karena cinta ia rela menduda, maksudnya
berkelana.
la yang berjalan tanpa melihat ke depan tanpa sengaja menabrak seseorang hingga tubuhnya terpental beberapa langkah ke belakang.
"Maaf, Mbak. Saya nggak se...," ucapnya terpotong saat matanya bertemu dengan sepasang mata yang dulu pernah menjadi
idamannnya.
Sepasang bibir Daniel terlihat kelu, wajahnya mendadak kaku dan mengeras. Matanya menatap nyalang sosok yang kini sedang berdiri di hadapannya dengan wajah tersenyum manis.
"Daniel , lama kita nggak ketemu," ucap pemilik mata indah itu.
Daniel segera melangkah meninggalkan gadis itu. Namun, sebuah tangan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Daniel , tunggu!"
"Mau apa lagi? Desisnya tajam.
"Aku mau minta maaf sama kamu, dulu aku terpaksa ninggalin kamu."
Daniel menatap Clara dengan datar. "Lalu apa hubungannya antara sekarang dan masa lalumu?"
"Aku mau kita memperbaiki semuanya," ucap Clara dengan tatapan sendu.
Daniel menyunggingkan senyum, "Apa mengucapkan kalimatnya semudah itu? Bagimu aku hanya ATM berjalan yang bisa kamu manfaatkan? Sorry kamu bukan lagi
tipeku!"
"Lalu wanita seperti apa tipemu, aku akan berubah demi kamu Dan! Aku benar-benar minta maaf." tangis Clara pecah. Ia berharap Daniel akan memeluknya seperti dulu jika ia menangis.
"Aku tidak pernah mengharapkan wanita sepertimu berubah, dunia dan seisinya bisa kiamat kalau kamu berhenti memanfaatkan orang lain!"
" I dont care, masa lalu bukan untuk diingat sampai mati!"
"Tapi aku masih cinta sama kamu Dan, nggak bisakah kita seperti dulu lagi!"
"Kamu mau kita seperti dulu lagi?" tanya Daniel sambil tersenyum manis.
Clara menganguk cepat. Ia senang Daniel kembali menerimanya. Setidaknya pria itu masih sama seperti dulu yang bisa ia manfaatkan.
"Sebentar, aku akan menanyakan hal ini pada seseorang, apakah dia mengizinkan kita bersama." Daniel memanggil nomor Kanaya menggunakan video call.
"Halo! Apa udah ketemu tokonya?" kalimat sambutan dari Anisa.
__ADS_1
"Belum, ini masih nyari-nyari Sayang."
"Kamu lagi ngapain di sana? Bentar deh,Mas . Aku kayak lihat rambut pirang beterbangan di sisi kiri kamu. Jangan bilang kamu lagi diganggu kuntilanak!" teriak Anisa Heboh padahal ia sedang menyusui putrinya yang sedang malas makan bubur.
Clara melebarkan matanya mendengar ucapan wanita yang tidak ia ketahui siapa.
"Sayang, kamu tahu aja rupa kuntilanak, nih, kutunjukin ya." Daniel mengalihkan kameranya ke wajah Clara a yang menatap Anisa dengan dongkol.
"Oh manusia rupanya, maaf ya Mbak saya nggak tahu. Habisnya rambut Mbak doang yang gentayangan."
"Kamu jangan kurang ajar ya sama saya!" marah Claraa.
Daniel memelototkan matanya pada gadis itu. "Jangan berani-beraninya membentak istriku! Meski wajahmu sangat cantik tapi
istriku jauh lebih cantik luar dan dalam. Jadi, kamu jangan mengajak balikan atau kamu akan menyesal karena sudah menganggu milik istriku!"
Daniel pergi meninggalkan gadis itu yang mematung mencerna kalimat Daniel . la jatuh terduduk saat pria itu menyebut kata istri.
"Kamu sudah menikah," ucapnya terbata.
"Dasar wanita aneh!" Anisa menggelengkan kepala.
Bersambung......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...