
Kembali Anisa mendapat pesan misterius dari seseorang yang tidak diketahui namanya. Anisa sangat tertekan dengan kondisi sekarang. Lama-lama ia bisa stres jika harus seperti ini. la bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Suara tangisan bayi mengangetkan dia yang sedang melamun dan segera ke ranjang Savana. Gadis kecil mungil dan imut itu sepertinya kelaparan. Terlihat dari kegiatannya yang mengemut jemari.
"Anak Mama lapar ni ye, bentar Mama buatin susu dulu."
Anisa berjalan ke rak penyimanan susu yang berada di kamarnya. Ia tidak suka bolak balik ke dapur untuk membuatkan susu. Alhasil Daniel membeli seperangkat Rak penyimpanan susu untuk bayinya.
Kembali telpon berdering, Anisa sangat kesal, ia ketakutan terus menerus diteror oleh orang yang tidak dia ketahui batang hidungnya. Setidaknya biarkan dia mengintip bulunya saja. Lupakan, Anisa sedang malas berpikir tapi tangisan bayinya kembali membuatnya harus berpikir ringan. Anisa menyodorkan sebotol susu kepada Savana yang menyambut dengan riang.
Anisa berjalan ke nakas dan mengambil ponselnya kesal. Ia mengangkat dan membentak kesal.
"Kalau kamu masih mau menganggu saya, saya pastikan kamu akan berakhir di kuburan!"
Anisa berteriak kencang sampai membuat putrinya kaget dan menangis. Bahkan orang di seberang juga tampak syok mendengarnya.
Ia tidak tahu bahwa istrinya mampu membunuh orang jika sudah kesal. Mulai hari ini Daniel harus berhati-hati. la harus memastikan agar tidak pernah berbuat kesalahan.
"Anu, sayang ini suamimu." suara diseberang yang terdengar menciut membuat pikiran Anisa kembali tenang.
"Maaf, Mas kukira tadi orang yang sering menerorku." Anisa terkekeh pelan sambil misuh-misuh saat kakinya terasa kebas.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Daniel panik.
__ADS_1
"Nggak kenapa-napa, cuma lagi sibuk aja terus kakiku sekarang kebas."
"Ya udah, kamu duduk dulu terus hentak-hentakin kakinya. Jangan kencang-kencang, pelan aja biar kakinya nggak kebas lagi."
"Siap bosku, Mas nanti jadi kan, bawain kami batagor, udah lama nggak makan buatan bapak kumis yang di pinggir jalan itu."
Daniel tampak mencerna ucapan istrinya. la harus mengingat dengan baik pesanan sang ratu atau kalau tidak, ia juga bisa berakhir di kuburan. la masih ingin menikmati hidup yang panjang. Kalau pun mati, itu wajib dipelukan istrinya.
"Mas , kamu dengar nggak?" tanya Anisa .
"Iya, iya aku dengar. Ada lagi nggak?"
"Kayaknya itu aja dulu, kamu cepetan pulang ya, kami kangen tau.
"Ya udah, kamu hati-hati nanti pukangnya. Kalau ada orang aneh tendang aja," ucap Anisa membuat bulu kuduk Daniel berdiri.
la segera menuntaskan pekerjaannya. Menjadi seorang CEO bukan perkara mudah. Ia tidak bisa datang dan pulang sesuka hati. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik untuk bawahan. Saat karyawannya harus lembur, maka ia juga akan lembur. Tapi selama ini ia baru dua kali melemburkan karyawannya.
Anisa sedang menemani putrinya bermain. Kini bayi kecilnya sudah bisa mengucapkan tatata dengan mahir. Anisa membawa Savana bermain di ruang tamu dengan menggelar kasur empuk di sana. Melihat tingkahnya yang kadang guling-guling untuk menghibur Savana. Pembantu yang bekerja di sana mendapat sirkus gratis ala majikan.
"Bik, kenapa ketawa. Ayo sini gabung guling-guling," ajak Anisa.
__ADS_1
"Mbok ya sudah tua, kalau guling nanti encok toh nduk."
"Yah, Bik. Semoga encoknya cepat sembuh ya."
"Ya nduk kok yang didoain encoknya."
"Eh, salah ya Bik." Anisa tertawa menggoda pembantunya yang sudah dekat dengan dia. la bahkan menganggap wanita itu sebagai seorang ibu.
"Daniel , kami sudah mendapatkan nomor yang meneror istrimu." Mendengar hal itu perasaan Daniel mulai lega.
"Oke, aku akan segera ke sana, makasih bro."
"Sama-sama, kita teman wajib saling bantu bro."
Daniel tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Dari zaman ia masih remaja, ia selalu dibantu oleh sahabat yang kini bekerja sebagai detektif. Ia bersyukur karena kepintaran dan kejelian sahabatnya, sampai mampu membawa pria itu ke posisi yang sekarang.
Bersambung.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
__ADS_1
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...