
"Sayang di mana pekerjaan kamu? apa betah bekerja dengan suamimu?" Laras datang sembari membawa Buah kesukaan Anisa Ia juga sengaja membelinya saat pergi menemui suaminya keluar.
" Betah ko ma Ada mangga," ucap Anisa antusias."
"Syukurlah! sengaja mau beli karena kamu sangat menyukainya. habiskan dan jangan sampai suamimu makannya."
Daniel berjalan menuju ruang tamu sambil membawa segelas susu bumil rasa vanila ia mendengar percakapan keduanya barusan ia melihat mangga yang terlihat sangat manis sedang di pangkuan Anisa tiba-tiba rasa ingin mencicipi hadir dalam dirinya ia berjalan dengan tampang cool dan meletakkan susunya kemeja ia duduk di samping Anisa sembari mencuri-curi pandang.
" Minum dulu susunya," ucap Daniel sambil menyodorkan gelas nya yang tadi ia letakkan di atas meja.
"Makasih Daniel. " ucap Anisa sambil tersenyum ia segera Minum susunya.
" Sini biar aku pegangin mangganya nanti jatuh pas kamu minum susunya."
" Kamu nggak kan makan mangga nya kan?" selidiki nya penuh curiga.
" Ya enggaklah Buat apa makan mangga beginian, Nggak level." Anisa mengangguk mendengar kalimat meyakinkan barusan tapi, hanya berlaku sebentar saja.
" Tuh kan kamu makan mangganya." Anisa sampai menangis saat tidak ada lagi mangga yang tersisa di piringnya.
" Eh, keceplosan, Maaf Sayang nanti kita beli lagi ya." Bujuk dan syukurnya Anisa mengangguk setuju.
" Cup cup cup Istriku yang manis jangan menangis."
" Kalian masih manggil nama? mangga yang so sweet aja misalnya sayang honey bunny sweety lovely." cerocos Laras.
Anisa yang sedang minum susu, tersedak ketika sampai beberapa Tetes Air Susu keluar dari hidungnya. Daniel Panik dan segera memeriksa tubuh istrinya. Barangkali terjadi cedera serius akibat ulah ibunya Laras malah tersenyum dari balik tubuh Anisa. Melihat mereka berdua mengingatkan dia pada pernikahan 20 tahun yang lalu.
"Sayang kamu nggak kenapa-napa kan."
__ADS_1
Deg
Jantung Anisa kembali berdetak saat panggilan sayang yang disematkan Daniel padanya.
" Enggak kenapa-napa cuman jantungku berdetak lebih cepat kenapa ya?"
" Jangan jangan kamu serangan jantung, papa! panggilkan dokter."
" Iya iya mah bentar."
Angga yang sibuk membaca koran dikagetkan oleh teriakan istrinya. ia segera mengeluarkan ponsel dan memanggil dokter pribadinya. diakibatkan sebuah halangan ,yang akan datang bukanlah dokter yang bisa meledak asistennya. Anisa dibawa ke kamar, dan memberikan Anisa dengan pelan .padahal Anisa merasa dia baik-baik aja di lempar juga tidak masalah. Laras sudah modal mandir di kamar putranya. Menunggu kedatangan dokter Bagai siklus datang bulan.
" Jangan mondar-mandir nanti puyeng."
" Mama khawatir nih pak dokternya belum juga sampai."
Angga melihat jam tangannya dan menghela nafas." Ma Baru 5 menit dokter juga manusia juga bukan spider-man yang bisa terbang."
" Ma aku nggak kenapa-napa kan cuman tersedak." cicit Anisa sambil memainkan kukunya.
" Kenapa-napa Gimana, mama baru akan tenang kalau kamu sudah diperiksa. Mana tahu ada yang yang nyangkut apa gimana, maka Mama khawatir Sayang, pokoknya Kamu baring aja di situ ya, Jangan bergerak."
" Mati dong mah istri Daniel mah!" dengkusnya Laras menatap tajam Danil yang sudah berani padanya.
Mereka bertiga diam lebih baik menuruti kemauannya wanita cantik itu tertimpa mendengar ceramah panjang lebar .berapa menit kemudian bunyi bel pun mulai terdengar .asisten rumah tangga harus segera membukakan pintu suara termasuk dalam tersenyum.
" Nyonya muda ada di lantai 2 dok Mari saya antarkan." mereka berdua langsung menuju kamar Daniel.
" Selamat malam Bu." sapanya.
__ADS_1
" Silahkan periksa menantu saya katanya jantungnya berdebar lebih cepat Saya takut terjadi sesuatu." dokter itu tersenyum mendengarnya.
" Bu ada baiknya saya memeriksa menantunya dulu."
Laras mempersilahkan dengan segala hormat pria tampan tersebut segera mengambil Anisa. mata membola dengan sempurna saat melihat wajah dari wanita tersebut. Anisa juga melakukan hal yang sama. Namun ia tidak akan memberi kesempatan pria itu untuk mengenalinya dia sendiri menatap Anisa dengan lembut.
" Dokter tolong periksa istri saya," ucap Daniel di sana mata Anisa menatap saja manik sendu milik Diaz.
Wajah dia sempat tersentak saat mendengar kata istri meluncur dari bibir pria yang kini ada di hadapannya. Ia berusaha menutupi kekagetannya. saat tangan pria itu hendak memeriksa Anisa Wanita itu pergi berlalu dari sana. kepergiannya menimbulkan tanda tanya di benak mereka bertiga. Sedangkan dia hanya mampu mengalahkan nafas melihat wanita itu sudah hilang di balik pintu ya tahu salahnya karena pernah mencampakkan Anisa di saat Gadis itu benar-benar sangat mencintainya.
" Ada apa dengan istrimu coba kamu susul ." perintah Angga ikut hawatir.
" Dokter, maaf atas Kejadian ini, mungkin menantu saya sedang tidak ingin diperiksa."
Laras mencoba mencairkan suasana yang tadi sempat tegang. Diaz tersenyum maklum mungkin jika wanita itu tahu jika dirinya adalah mantan dari sang menantu, ia akan dihajar. Daniel pergi dan mencari keberadaan istrinya wanita itu sedang berada di dapur makan es krim dan ia segera menghampirinya.
" sayang kamu laper?"
" Iya sukan energiku baru aja keluar aku butuh memberi sentuhan sejuk pada hatiku."
" Emangnya Kamu kepanasan?" Daniel menyentuh kening Anisa dan mengernyit.
" Nggak panas, kok"
" Iya namanya panas dalam warna terasa kalau disentuh." kesel nya.
Daniel menjawil hidung Anisa dengan gemas .Keduanya saling menjawil hingga menimbulkan riak canda Penuh tawa. interaksi keduanya diperhatikan oleh Diaz saat ini merana dan menyesal karena pernah meninggalkan wanita sebaik Anisa. Ia segera pamit pulang untuk mengobati hatinya.
...******...
__ADS_1
...Happy Reading All 😉...
...******...