Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 58


__ADS_3

Daniel kini bisa bernapas Cengan lega karena pria itu sudah ditangkap dan Daniel menuntut agar jaksa menjatuhkan hukuman seberat-beratnya karena sudah dengan lancang mengganggu istri tercintanya.


"Kamu dari mana aja, Mas?" tanya Anisa sambil menguap bosan.


Hari minggu menjadi hari paling membuatnya malas setengah mati. Tidak ada kegiatan apa pun selain memandangi wajah suaminya yang tampan. Tatapan yang selalu membuatnya jatuh cinta berkali-kali dan aroma yang selalu menguar dari tubuhnya membuat ia nyaman setiap kali berada dalam dekapan pria itu.


"Habis dari bawah ngambil minum, kamu mau minum juga nggak?" tanya Daniel sambil meneguk rakus.


"Antara mau dan malas," ucapnya.


"Tumben kamu malas, jangan-jangan kamu hamil Yank. Kan biasa tuh di sinetron kalau istrinya lemas, malas dan seterusnya,


mereka lagi hamil."


Anisa mengumpulkan kekuatan dan mencubit perut sixpack suaminya dengan kesal. Savana masih bayi udah mendoakan punya anak lagi.


"Aw, sayang kenapa sih?" tanya Daniel meringis sambil mengusap-usap perutnya.


Istrinya meskipun memiliki postur tubuh yang mungil, tapi kekuatan tangan dan japitan jemarinya tidak bisa di anggap remeh. Kini dia tahu kenapa pamannya sangat menyukai gadis kecil, mungil, imut dan menggemaskan. Selain bisa membuat jatuh cinta, kuat di ranjang juga kuat menendang. Jangan lupakan satu hal, istrinya sangat kuat mendesah. Ia tersenyum membayangkan ekspresi Anisa saat terakhir kali mereka olahraga malam.


Kembali lengannya yang Kini dicubit. "Aw, sayang. Kenapa lagi!"


"Ngapain senyam senyum, kamu pasti lagi mikin aneh iya kan. Ayo ngaku!" tuduh Anisa .


"Yang penting bukan mikirin hal aneh soal wanita lain kan nggak masalah. Sama istri sendiri mah nggak dosa yank."

__ADS_1


"Tapi tetap saja, pokoknya aku mau makan ayam geprek sekarang."


Daniel memutar bola matanya mendengar ucapan sang istri. Mana ada ayam geprek dijual jam segini.


Istrinya mulai ngawur dan berpotensi membunuhnya dengan sengaja. Apa dia sudah siap jadi janda beranak satu.


"Kenapa? Kamu nggak mau beli?" tanya Anisa dengan raut sedih dan merana.


"Sayang, bukannya nggak mau beli, tapi saat ini lihatlah batang rupa jam itu. Jarumnya masih pukul dua dini hari."


"Bukannya jam itu rusak?"


"Kan baru diperbaiki kemarin sayang. Jam itu cuma batrenya yang hilang 1. Kasian sih karena mereka pada akhirnya bercerai, padahal sudah saling menemani kita selama ini."


"Ya batre juga buatan manudia, sama seperti kita, tidak ada yang sempurna di dunia ini selain pemilik bumi dan segala isinya. Tapi ya Mas, aku kadang heran sama orang yang katanya memiliki cinta yang sempurna."


"Gini ya, katanya cinta yang dimiliki itu sempurna tapi itu pas belum tahu rahasia ceweknya. Tapi begitu tahi, entah kemana perginya cinta yang katanya sempurna."


"Masa sih?" tanya Daniel.


"Beneran, lagian ya awas kalau kamu sampai bilang cintamu sempurna untukku. Emang kamu bisa menerima semuanya?" tanya Anisa.


Pria itu mengangguk dengan mantap.


"Termasuk saat bau kentut menguar membuatmu pusing?" tanya Anisa serius.

__ADS_1


Wajah Daniel terlihat berpikir tapi baginya apa salahnya mengatakan iya. Dia pun mengangguk dengan kepercayaan tinggi. Anisa tersenyum mendengarnya dan ia pun sudah bisa membuang angin tanpa perlu membuat Daniel sesak napas.


"Sayang, kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Nanti juga kamu akan tahu jawabannya."


Selang beberapa menit, bau bangkai raksasa tercium dari sela selimut yang sedang mereka gunakan. Daniel mempertajam indra penciumannya dan menyelidiki asal usulnya. Anisa sendiri memilih dibuk dengan kegiatannya. Daniel sangat yakin, bunyi tipis yang tadi sempat ia dengar dengan samar berasal dari daerah kekuasaan Anisa.


"Yank," ucap Daniel sambil menahan hidungnya agar bau menyengat tidak menusuk hidungnya berkali-kali.


"Iya, kenapa Mas?" tanya Anisa kalem.


"Kamu nggak mencium ada wewangian dedemit?"


"Enggak tuhhh, kenapa?"


"Enggak, cuma kenapa ya, baunya terlihat dari sini."


Daniel menunjuk selimut yang dipakai oleh Anisa.


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

__ADS_1


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2